Sukses

Pilpres 2009 Kalah, PDIP: Prabowo Nggak Mau Keluarin Rp 1,7 T

Kekalahan pasangan capres-cawapres Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2009 lalu yang diusung PDIP dan Partai Gerindra, kini mulai terungkap penyebabnya. Salah satu faktor kekalahan karena sang cawapres, Prabowo, enggan menggelontorkan dana besar untuk pemenangan.

"Prabowo mengaku punya kekayaan Rp 1,7 triliun tapi enggak mau ngeluarin," kata Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning saat dihubungi di Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Padahal, kata Ribka, Prabowo memiliki kekayaan sangat besar. Ditambah pasangan yang menyebut `Mega-Pro`pada Pilpres 2009 lalu itu pada saat itu diprediksi akan sukses menduduki posisi RI1-RI2.

Namun, menurut Ribka, hasil Pilpres berkata lain, yang disebabkan karena lawan PDIP terlanjur mempelajari kelemahan PDIP.  "Kita diprediksi bagus, kemudian kita umumkan capres-cawapres. Waktu itu kita tersandera. Kalau terburu-buru orang lain bisa memanfaatkan dan mengetahui kelemahan kita," tutur Ribka.

Belajar dari pengalaman itu, kini PDIP tak akan terbuai berbagai survei yang mengangkat setinggi langit kader unggulanya, Jokowi. "Saat ini, yang menjadi konsentrasi PDIP adalah memenangkan Pemilu Legislatif 2014 terlebih dahulu, belum mendeklarasikan capres-cawapres."

"Kita enggak boleh tidur dan berpuas diri dulu. Yang penting sekarang kita bekerja keras," sambung Ribka.

Karena itu, Ketua Komisi IX DPR RI ini menegaskan, partainya enggan terburu-buru memasangkan capres PDIP dengan Partai Gerindra seperti Pilpres 2009 lalu. Karena ia enggan mengulang kenangan pahit Pilpres 2009 lalu terjadi pada Pilpres 2014 mendatang.

"Kita jangan berandai-andai dulu soal pasangan capres dan cawapres. Karena kalau terburu-buru, kita akhirnya kalah kan? dan itu sakit. Kayak Pilpres 2009," tukas Ribka. (Rmn/Mut)