Liputan6.com, Jakarta - Penasihat tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Hashim Djojohadikusumo membantah segala bentuk tuduhan ataupun fitnah yang diarahkan kepada Prabowo yang disebut sebagai anti-China, anti-Kristen, Islam garis keras fanatik, dan sebagainya.
"Saya dan Prabowo kaget, ada seorang yang melakukan fitnah yang menyebutkan Prabowo anti-Kristen, anti-Batak, anti-Minahasa, anti-China, pelanggar HAM, kena surat DKP dan lain-lain," kata Hashim saat dialog kebangsaan di Gedung Nasional, Kota Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Rabu (3/7/2014).
Hashim yang merupakan adik kandung Prabowo itu mengaku heran kepada penyebar fitnah itu. Sebab 5 tahun silam waktu Pilpres 2009, Prabowo yang pernah berpasangan dengan Megawati Sukarnoputri, tak ada nada-nada yang bernuansa fitnah tersebut.
"Tapi kini saya heran begitu banyaknya serangan kepada Prabowo. Kalau 5 tahun tidak ada masalah, kok tahun ini ada masalah," ucapnya.
Hashim dan Prabowo merupakan anak pasangan ekonom Indonesia Soemitro Djojohadikusumo dengan Dora Marie Sigar. Soemitro beragama Islam, sedangkan Dora nasrani. Hashim pun mengaku keluarganya merupakan penganut pluralis.
"Prabowo saat masuk menjadi prajurit sampai pensiun masih memegang sumpah prajurit dan Sapta Marga. Sumpahnya untuk membela Pancasila dan UUD serta NKRI," ujarnya.
Karenanya, kata pendiri Arsari Grup itu, Prabowo bertekad membela Pancasila. Karena bagi Prabowo dan warga Indonesia, masalah berdirinya agama Islam sudah selesai sejak 8 Agustus 1945.
"Indonesia sudah menyatakan Pancasila, dan Pancasila tidak diragukan lagi," tandas Hashim. (Ali)
Hashim Tampik Tudingan Prabowo Anti Minoritas
Hashim yang merupakan adik kandung Prabowo itu mengaku heran kepada penyebar fitnah itu.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/684925/original/hashim-djojohadikusumo-131017c.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5003462/original/003045000_1731476528-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292509/original/036182300_1783601356-Utusan_Khusus_Presiden_Bidang_Iklim_dan_Energi_Hashim_Djojohadikusumo-_9_Juli_2026e.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292204/original/091006500_1783588038-IMG_5393.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/737309/original/052660400_1410772785-HASHIM-DJOJOHADIKUSUMO-20140915-Johan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538676/original/023950600_1774572848-bruno-alves-fAyDBhgsQXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564324/original/099714800_1776934322-IMG_3815.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560849/original/067407600_1776693855-Jepretan_Layar_2026-04-17_pukul_20.59.10.jpg)