Sukses

Ada Pro-Jokowi di PPP? Pram PDIP: Kita Punya Pengalaman Koalisi

Liputan6.com, Jakarta - Politisi senior PDIP Pramono Anung enggan berspekulasi mengenai adanya pro Jokowi di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal inilah yang diduga membuat Ketua Umum Surydharma Ali PPP dilengserkan karena secara sepihak menyatakan PPP berkoalisi dan mendukung Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

"Saya tidak tahu itu. Saya tidak ingin mencampuri urusan partai lain. Sebagai politisi yang bergaul dan mempunyai komunikasi yang baik dengan PPP, terus terang kita menyayangkan," ujar Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/4/2014).

Pria yang kerap disapa Pram ini berharap masalah perpecahan yang terjadi di internal PPP cepat selesai. Ia juga menyarankan, para kader partai berlambang Kabah itu tak semakin memperkeruh suasana.

"Kalau kemudian sekarang ini ada pertarungan di internal PPP, tentunya kita hanya bisa mengharapkan dan mendoakan mereka segera bisa bersatu kembali, melepaskan ego dan ambisi yang ada. Karena bagaimanapun PPP adalah aset bangsa yang ada sebelum Orde Baru," tuturnya.

Walau enggan berspekulasi adanya pro Jokowi di internal partai, Pram mengakui ada hubungan baik antara PPP dan PDIP, yaitu saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berduet dengan Hamzah Haz yang merupakan Ketua Umum PPP saat itu sebagai presiden dan wapres.

"Kita punya pengalaman koalisi dengan PPP pada pemerintahan Bu Mega, dan hubungan itu sangat baik," terangnya.

Wakil Ketua DPR dari PDIP itu juga mengaku, partainya telah membangun komunikasi dengan PPP, terkait kemungkinan koalisi. Bahkan, Jokowi turun langsung untuk komunikasi itu secara tertutup.

"Kewenangan itu ada di Jokowi dan Bu Mega. Tentunya secara tertutup pasti ada pembicaraan. Kan pertemuan itu ada yang terbuka dan tertutup, mengenai bagaimananya, nantilah sebentar lagi," tandas Pramono.

(Shinta Sinaga)