HT: Pendapatan Negara Maju Rp 12 Juta per Bulan, Indonesia?

Calon presiden dari Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo menyebut Indonesia sebagai negara terbelakang.

Diterbitkan 06 April 2014, 02:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Calon presiden dari Partai Hanura Hary Tanoesoedibjo menyebut Indonesia sebagai negara terbelakang. Hal itu disampaikannya dalam orasi politik kampanye akbar partai yang didominasi warna oranye dan putih itu.

"Di dunia ini terbagi dari 3 bagian, pertama negara terbelakang, pendapatannya Rp 3 juta per bulan, negara maju dengan pendapatan Rp 12 juta per bulan, negara berkembang Rp 5 juta per bulan. Indonesia dimana? Di negara belakang," ujarnya di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (5/4/2014).

Negara China, lanjutnya, yang dulu posisinya berada di bawah Indonesia sekarang justru menanjak naik 2 kali lipat di atas Indonesia. Sebab, hingga kini kesenjangan antara si kaya dan si miskin di negara ini sangat tinggi.

"Kenapa ketinggalan, pertama pertumbuhan kita tidak maksimal. Kedua, pertumbuhan ekonomi kita ditopang oleh sektor swasta," tegasnya.

Maka, melihat realitas tersebut, pria yang karib disapa Hary Tanoe itu menegaskan negara ini harus berubah. Dengan alasan tersebut, ia memutuksan terjun di politik dan bergabung dengan Hanura, dan bersedia bersama menjadi cawapres mendampingi Wiranto.

"Itu lah Indonesia, perlu perubahan. Itu juga salah satu alasan saya terjun ke politik," imbuhnya.

Untuk menjadi negara maju, Indonesia menurutnya harus berusaha meningkatkan pendapatan hingga Rp 12 juta per bulan. Salah satunya dengan menuntaskan kemiskinan dengan mensejahterahkan petani dan nelayan, untuk mengelola kekayaan sumber daya alam Indonesia. Sebab ia menilai pertumbuhan ekonomi di Indonesia berada jauh di bawah.

"Kita harus tahu 60% pertumbuhan ekonomi ditopang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kita harus berjuang untuk mereka agar lebih baik," jelas HT. (Tanti Yulianingsih)

Baca Juga:

Wiranto: Hasil Survei Hanura dan WIN-HT Naik Signifikan

Hanura Tak Yakin Raih 20% , Pasangan Win-HT Dirombak?