Sebelum Kampanye di Surabaya, Prabowo Mampir ke Budayawan Sunda

Sebelum terbang ke Surabaya, Prabowo memenuhi undangan tokoh-tokoh Jawa Barat.

Diterbitkan 05 April 2014, 11:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Capres Prabowo Subianto akan mengakhiri Kampanye Nasionalnya di Kota Surabaya, Jawa Timur. Namun sebelum beranjak ke Surabaya, Ketua Dewan Pembina Gerindra itu memenuhi undangan tokoh-tokoh Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Rembug Warga Jawa Barat (FRWJB), di Bandung, Jawa Barat.

Dalam pertemuan dengan Prabowo, Ketua FRWJB Bakti Sudjana melontarkan gagasan proklamasi kedua untuk meningkatkan kemandirian bangsa, berdikari dan berdiri di kaki sendiri.

"Artinya, Indonesia harus memerdekakan diri dari penjajahan ekonomi," ujar kata koordinator Prabowo Media Center, Budi Purnomo Karjodihardjo kepada Liputan6.com, Jakarta, Sabtu (5/4/2014).

Budi menyatakan, dengan ide seperti itu Prabowo pun memberikan dukungan terhadap inisiatif dan ide kemandirian bangsa yang dilontarkan sejumlah tokoh tataran sunda tersebut.

"Pasalnya, Prabowo juga dinilai mampu mengemban amanah agar Indonesia tidak dijajah secara ekonomi," ungkap dia.

Setelah pertemuan itu, Prabowo langsung terbang ke Surabaya untuk menyampaikan pencerahan politik pada kampanye akbar yang digelar di Stadion 10 Nopember Tambaksari, Surabaya. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB itu sekaligus akan menutup serangkaian kegiatan kampanye nasional sebelum hari pencoblosan pada 9 April mendatang.

Dalam kampanye nanti, selain Prabowo yang hadir sebagai Jurkamnas, ada pula Putri Alm Gus Dur Yenny Wahid dan hiburan artis Mulan Jameela serta beberapa artis dangdut jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI).

Sekitar 100 ribu massa Gerindra bakal memadati lapangan tersebut. Massa tersebut berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Bangkalan. Untuk mengangkut massa itu, diperkirakan ada 2.000 bus yang akan memadati sebagian jalan Surabaya.

Baca juga:

Alasan Prabowo Tampil di Acara Academi Indosiar

Kampanye di Surabaya Prabowo Bawa Kuda

Gerindra PDIP Saling Sindir, AM Fatwa: Itu Kurang Pantas