Puisi Fadli Zon Ampuh Pengaruhi Pemilih untuk Tak Pilih Jokowi?

Karya seni ciptaan Fadli dianggap lebih ampuh dari serangan frontal ala Prabowo.

Diterbitkan 04 April 2014, 20:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan 2 parpol, Gerindra-PDIP makin panas. Tak cuma saling serang antara 2 bakal capresnya, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Kini ada juga sajak-sajak satire atau sindiran yang diduga sengaja dibuat Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon untuk menyindir capres PDIP, Jokowi.

Namun puisi Fadli soal 'Capres Boneka' dinilai efektif untuk mempengaruhi pemilih, khususnya mereka yang masih mengambang, belum menentukan pilihan. Karya seni ciptaan Fadli dianggap lebih ampuh dari serangan frontal ala Prabowo.

"Jika dibanding sindiran Prabowo yang lugas, tajam, dan keras, puisi Fadli Zon tampaknya lebih efektif," kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta Andar Nubowo kepada Liputan6.com, Jumat (4/4/2014).

"Kekuatan bahasa dan fakta umum yang dibungkus sastra puisi itu bisa saja memengaruhi pemilih mengambang," sambung Andar.

Menurutnya, pemilih mengambang belum menentukan pilihan. Puisi dari Fadli Zon dapat berpotensi untuk mendorong mereka meninggalkan Jokowi dan beralih ke calon lainnya. "Dalam berbagai survei, pemilih mengambang yang belum tentukan pilihannya, atau masih ragu, bisa berpotensi untuk tidak memilih Jokowi. Tentu saja efektif."

"Serial Puisi Fadli Zon itu cukup unik. Menyindir Jokowi melalui sastra. Bahasanya sederhana, mudah dipahami, dan berdasar fakta yang sudah umum diketahui publik," pungkas Andar.

Sementara itu, menurut Fadli, puisi-puisi yang ia buat bukan untuk menyindir atau menyerang pihak-pihak tertentu. Ia justru heran dengan pihak-pihak yang merasa tersindir dengan puisi yang dibuatnya. "Jika ada pihak yang merasa tersindir atau diserang, masyarakat dapat menilai sendiri," ungkap Fadli.

Baca juga:

Fadli Zon Sentil Capres Boneka Lewat Sajak

Fadli Zon Sentil Capres Boneka Lewat Sajak