Adakah Pohon Buah yang Tidak Disukai Kelelawar agar Buah Tidak Cepat Habis? Simak Penjelasannya

Mencari pohon buah yang tidak disukai kelelawar agar buah tidak cepat habis menjadi tantangan, namun ada strategi efektif untuk melindungi panen tanpa merusak e

Diterbitkan 28 Mei 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pohon buah yang tidak disukai kelelawar agar buah tidak cepat habis menjadi topik yang banyak dicari para pemilik kebun rumahan maupun petani buah. Kehadiran kelelawar pemakan buah memang sering dianggap merugikan karena buah matang cepat rusak atau habis dimakan saat malam hari. Apalagi ketika musim panen tiba, serangan kelelawar bisa membuat hasil panen menurun drastis.

Namun di sisi lain, kelelawar sebenarnya memiliki peran penting dalam ekosistem. Hewan nokturnal ini membantu penyerbukan tanaman, penyebaran biji, hingga pengendalian serangga hama. Karena itu, banyak ahli pertanian dan konservasi menyarankan pengendalian kelelawar dilakukan tanpa membunuhnya.

Lalu, apakah benar ada pohon buah yang tidak disukai kelelawar agar buah tidak cepat habis? Jawabannya tidak sepenuhnya mutlak, tetapi ada beberapa jenis tanaman buah dan strategi alami yang cenderung membuat kelelawar enggan mendekat. Berikut ulasan lengkapnya. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (28/5/2026).

Apakah Ada Pohon Buah yang Tidak Disukai Kelelawar?

Secara umum, kelelawar pemakan buah sangat menyukai buah-buahan matang yang manis, lunak, dan beraroma kuat. Menurut berbagai sumber pertanian dan konservasi, kelelawar tertarik pada buah yang memiliki kandungan gula tinggi serta aroma menyengat ketika matang.

Dalam dokumen CIFOR-ICRAF tentang kelelawar di kebun agroforestri Sumatera disebutkan bahwa kelelawar pemakan buah atau Megachiroptera memang kerap menyerang buah matang pada tanaman budidaya. Namun, mereka juga memiliki peran penting sebagai penyebar biji dan penyerbuk alami berbagai tanaman hutan maupun tanaman bernilai ekonomi seperti durian, petai, kapok, dan pisang.

Artinya, tidak ada satu jenis pohon buah yang benar-benar dijamin 100% tidak disukai kelelawar. Akan tetapi, beberapa tanaman diketahui lebih jarang diserang karena memiliki kulit tebal, aroma tertentu, atau rasa yang tidak terlalu manis.

Jenis Pohon Buah yang Cenderung Tidak Disukai Kelelawar

1. Jeruk

Pohon jeruk sering disebut sebagai salah satu tanaman buah yang relatif lebih aman dari serangan kelelawar. Kulit buah jeruk yang tebal serta kandungan minyak atsiri dengan aroma tajam membuat kelelawar kurang tertarik dibanding buah yang bertekstur lunak seperti mangga atau jambu.

Aroma sitrus yang kuat dari kulit jeruk juga sering dimanfaatkan sebagai pengusir alami berbagai hama. Meski bukan berarti tidak pernah disentuh kelelawar, tingkat kerusakannya biasanya lebih rendah.

2. Nanas

Nanas termasuk buah dengan daun berduri dan tekstur kulit keras. Buah ini tidak terlalu mudah dimakan oleh kelelawar dibanding buah lembut yang mudah digigit. Selain itu, posisi buah yang dekat tanah membuat kelelawar lebih sulit mengambilnya dibanding buah yang menggantung di pohon tinggi.

3. Kedondong

Kedondong memiliki rasa asam dan tekstur buah cukup keras saat belum terlalu matang. Kelelawar biasanya lebih menyukai buah yang sangat manis dan lunak, sehingga kedondong relatif lebih aman dibanding rambutan atau sawo.

4. Belimbing Wuluh

Belimbing wuluh memiliki rasa sangat asam sehingga tidak terlalu menarik bagi kelelawar pemakan buah. Tanaman ini juga sering digunakan sebagai pelengkap kebun karena minim gangguan hama mamalia malam.

5. Buah dengan Kulit Tebal

Beberapa jenis buah berkulit keras seperti kelapa atau sebagian varietas alpukat juga lebih jarang diserang kelelawar. Dalam praktik pertanian, kelelawar lebih memilih buah yang mudah dibuka dan langsung dimakan.

Mengapa Kelelawar Menyerang Kebun Buah?

Menurut CIFOR-ICRAF, persepsi bahwa kelelawar adalah hama muncul karena mereka memakan buah budidaya yang sudah matang. Namun sebenarnya kelelawar juga sangat bergantung pada sumber pakan alami di hutan. Ketika habitat alami berkurang, mereka akan mencari makanan di kebun masyarakat.

Dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa kelelawar biasanya hanya menyerang buah menjelang masa panen dan tidak sepanjang musim.

Sementara itu, laman UC IPM (University of California Integrated Pest Management Program) menjelaskan bahwa kelelawar memiliki penciuman dan kemampuan mencari makan yang sangat baik pada malam hari. Mereka sangat tertarik pada buah matang yang berbau harum dan mengandung banyak gula.

Strategi Mengurangi Serangan Kelelawar di Kebun Buah

Daripada mencari pohon buah yang tidak disukai kelelawar agar buah tidak cepat habis, para ahli justru lebih menyarankan penggunaan metode perlindungan kebun yang aman dan ramah lingkungan.

1. Membungkus Buah

Cara paling efektif adalah membungkus buah menggunakan brongsong, jaring, atau karung buah khusus. Teknik ini umum dipakai petani mangga, lengkeng, dan jambu agar buah tidak dimakan kelelawar maupun burung.

Selain melindungi dari kelelawar, pembungkusan juga membantu mengurangi serangan lalat buah.

2. Memasang Lampu di Area Kebun

Kelelawar adalah hewan nokturnal yang sensitif terhadap cahaya. CIFOR-ICRAF menyebutkan bahwa lampu terang dapat membantu mengusir kelelawar dari area kebun.

Karena itu, banyak petani memasang lampu sorot di sekitar pohon buah saat musim panen tiba.

3. Menggunakan Aroma Menyengat

Kelelawar memiliki indra penciuman tajam sehingga cenderung menghindari aroma tertentu seperti:

  • Minyak eucalyptus
  • Minyak peppermint
  • Serai
  • Kayu putih
  • Terasi
  • Ikan asin

Beberapa petani menggantung bahan berbau tajam di pohon buah untuk mengganggu penciuman kelelawar.

4. Menanam Tanaman Penghalau

Menanam serai, lavender, eucalyptus, atau tanaman aromatik lain di sekitar kebun dipercaya membantu mengurangi kedatangan kelelawar.

Walau efeknya tidak instan, kombinasi tanaman aromatik dan pencahayaan cukup membantu menjaga kebun lebih aman.

5. Panen Tepat Waktu

Buah yang terlalu matang di pohon akan menghasilkan aroma manis kuat yang sangat menarik bagi kelelawar. Karena itu, panen lebih cepat sering menjadi solusi paling praktis.

6. Memasang Jaring Pelindung

Jaring khusus anti-burung dan kelelawar dapat dipasang mengelilingi pohon atau area kebun. Cara ini banyak digunakan pada kebun anggur dan buah premium.

Peran Penting Kelelawar bagi Ekosistem

Meski sering dianggap merugikan, kelelawar sebenarnya memiliki manfaat besar. CIFOR-ICRAF menjelaskan bahwa kelelawar membantu penyebaran biji dan regenerasi hutan.

Kelelawar juga membantu penyerbukan tanaman seperti:

  • Durian
  • Pisang
  • Petai
  • Kapok

Bahkan disebutkan ada lebih dari 150 jenis tumbuhan yang proses penyerbukannya dibantu kelelawar.

Selain itu, menurut UC IPM dan Northeast IPM, kelelawar pemakan serangga sangat membantu mengendalikan nyamuk, ngengat, hingga hama pertanian.

Karena itulah, pengendalian kelelawar dianjurkan menggunakan metode pengusiran dan perlindungan buah, bukan dengan membunuhnya.

Pertanyaan Seputar Kelelawar Buah

1. Apakah semua kelelawar memakan buah?

Tidak. Ada kelelawar pemakan buah, nektar, dan serangga. Kelelawar pemakan serangga justru sangat bermanfaat untuk mengendalikan hama pertanian.

2. Mengapa kelelawar suka buah matang?

Buah matang memiliki aroma kuat dan kandungan gula tinggi yang mudah dideteksi kelelawar saat malam hari.

3. Apakah lampu benar-benar bisa mengusir kelelawar?

Ya, cahaya terang dapat mengganggu aktivitas kelelawar karena mereka lebih nyaman mencari makan di area gelap.

4. Apakah aman menggunakan jaring anti kelelawar?

Aman, selama pemasangannya tidak melukai kelelawar dan hanya berfungsi melindungi buah.

5. Apakah kelelawar berbahaya bagi manusia?

Secara umum kelelawar tidak agresif. Namun, manusia disarankan tidak menyentuh kelelawar liar secara langsung karena beberapa spesies dapat membawa penyakit.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6