9 Ternak Mini di Teras Rumah yang Hasilnya Bisa Buat Uang Jajan Harian

Ide ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian, modal kecil dan mudah dijalankan.

Diterbitkan 27 Mei 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian semakin diminati karena tidak membutuhkan lahan luas dan modal besar. Kegiatan ini cocok dijadikan usaha sampingan sederhana untuk menambah pemasukan sehari-hari.

Banyak hewan kecil yang mudah dipelihara di area teras dengan perawatan praktis dan biaya terjangkau. Karena itu, ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian menjadi pilihan menarik bagi pemula.

Memanfaatkan teras rumah untuk budidaya kecil-kecilan dapat membuat area kosong terasa lebih produktif. Selain mudah dijalankan, ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian juga berpotensi memberikan keuntungan rutin.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian, Rabu (27/5/2026).

1. Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF)

Budidaya maggot BSF menjadi salah satu ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian karena tidak membutuhkan lahan luas dan modal besar. Maggot dapat dipelihara menggunakan ember, box plastik, atau biopon kecil di area teras rumah. Selain membantu mengurai sampah organik dapur, larva maggot juga memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan ternak kaya protein.

Siklus panennya tergolong cepat karena maggot sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar 10–14 hari. Hasil budidayanya dapat dijual dalam bentuk maggot hidup, maggot kering, hingga pupuk kasgot yang bermanfaat untuk tanaman.

2. Ternak Jangkrik

Ternak jangkrik cocok dijalankan di teras rumah karena hanya membutuhkan kandang kecil dari triplek atau plastik. Permintaan pasar untuk jangkrik cukup stabil, terutama sebagai pakan burung dan umpan memancing sehingga peluang keuntungannya cukup menjanjikan.

Jangkrik dapat dipanen setelah berumur sekitar 40–77 hari. Dengan perawatan yang rutin dan pakan yang cukup, usaha kecil ini dapat menjadi sumber penghasilan tambahan harian yang menarik untuk pemula.

3. Budidaya Ikan Lele dalam Ember

Budikdamber atau budidaya ikan lele dalam ember menjadi solusi praktis untuk lahan sempit seperti teras rumah. Metode ini cukup populer karena mudah dijalankan dan tidak memerlukan biaya besar. Lele juga dikenal tahan terhadap berbagai kondisi air dan memiliki pertumbuhan cukup cepat.

Dalam waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan, ikan lele sudah bisa dipanen. Sistem ini bahkan dapat dipadukan dengan tanaman sayur di atas ember sehingga menghasilkan dua keuntungan sekaligus dalam satu area kecil.

4. Ternak Burung Puyuh

Burung puyuh menjadi pilihan ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian karena tidak membutuhkan kandang besar. Kandang puyuh dapat dibuat bertingkat agar lebih hemat tempat dan mudah dirawat.

Puyuh dikenal produktif menghasilkan telur hampir setiap hari. Telur puyuh memiliki harga jual cukup baik sehingga dapat memberikan pemasukan rutin jika dipelihara dengan manajemen yang tepat.

5. Budidaya Ikan Cupang

Ikan cupang sangat cocok dibudidayakan di rumah karena bisa dipelihara dalam wadah kecil tanpa aerator. Selain mudah dirawat, ikan hias ini memiliki banyak peminat, terutama jenis dengan warna dan bentuk unik.

Modal budidaya ikan cupang juga relatif terjangkau sehingga cocok untuk usaha sampingan rumahan. Jika berhasil menghasilkan cupang berkualitas bagus, keuntungan yang diperoleh bisa cukup menguntungkan.

6. Ternak Cacing Sutra

Budidaya cacing sutra dapat dilakukan menggunakan nampan, kolam kecil, atau bak sederhana di area teras rumah. Cacing sutra banyak dicari sebagai pakan alami ikan air tawar karena kandungan proteinnya tinggi.

Panen pertama biasanya dapat dilakukan sekitar 70 hari setelah penebaran bibit. Setelah itu, cacing bisa dipanen secara rutin setiap beberapa minggu sehingga berpotensi menghasilkan pemasukan tambahan secara berkala.

7. Ternak Ayam Kate

Ayam kate merupakan ayam hias berukuran kecil yang cocok dipelihara di rumah dengan lahan terbatas. Kandangnya tidak membutuhkan banyak tempat dan bisa dibuat sederhana di area teras atau samping rumah.

Ayam kate memiliki nilai jual cukup tinggi, terutama jenis dengan warna bulu unik dan bentuk menarik. Selain menjadi hobi yang menyenangkan, ternak ayam kate juga dapat memberikan keuntungan tambahan.

8. Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram dapat dibudidayakan di teras rumah dengan membuat kumbung kecil menggunakan rak bertingkat. Budidaya ini cukup praktis dan tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok untuk pemula.

Jamur tiram memiliki permintaan pasar yang stabil karena sering digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari. Satu baglog bahkan dapat dipanen beberapa kali sehingga peluang keuntungannya cukup menarik untuk usaha rumahan.

9. Budidaya Ulat Hongkong

Budidaya ulat Hongkong dapat dilakukan menggunakan ember atau wadah plastik sederhana di teras rumah. Ulat ini banyak dibutuhkan sebagai pakan burung, ikan, dan reptil sehingga pasarnya cukup luas.

Perawatannya tergolong mudah dan tidak memerlukan modal besar. Dengan panen yang dapat dilakukan secara berkala, ulat Hongkong menjadi salah satu ternak mini di teras rumah yang hasilnya bisa buat uang jajan harian. 

Pertanyaan Seputar Ternak Mini di Teras Rumah

Apa saja ide ternak mini yang cocok untuk teras rumah?

Beberapa ide ternak mini yang cocok untuk teras rumah antara lain budidaya maggot BSF, ternak jangkrik, budidaya ikan lele dalam ember (Budikdamber), ternak burung puyuh, budidaya ikan cupang, ternak cacing sutra, ternak ayam kate, budidaya jamur tiram, dan budidaya ulat Hongkong.

Mengapa ternak mini di teras rumah bisa menghasilkan uang jajan harian?

Ternak mini di teras rumah bisa menghasilkan uang jajan harian karena banyak jenis hewan atau komoditas yang memiliki siklus panen cepat, permintaan pasar yang stabil, serta modal dan perawatan yang relatif mudah, sehingga memungkinkan perputaran modal yang efisien.

Apakah budidaya maggot BSF menguntungkan?

Ya, budidaya maggot BSF sangat menguntungkan karena larva maggot dapat dipanen dalam 10-14 hari dan menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi seperti pakan ternak, pupuk kasgot, serta tepung maggot yang kaya protein.

Berapa lama waktu panen untuk ikan lele Budikdamber?

Ikan lele yang dibudidayakan dengan metode Budikdamber dapat dipanen dalam waktu singkat, yaitu sekitar 2,5 hingga 3 bulan setelah pembudidayaan.

Apa keunggulan ternak burung puyuh di teras rumah?

Ternak burung puyuh di teras rumah memiliki keunggulan tidak membutuhkan lahan luas, kandang dapat disusun vertikal, dan puyuh menghasilkan 5-6 telur per ekor setiap minggu dengan siklus produksi yang cepat, memberikan pendapatan rutin.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6