Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam pohon murbei agar lebat buahnya perlu diperhatikan sejak awal agar tanaman tumbuh subur dan cepat berbuah. Pohon murbei cukup mudah dibudidayakan serta cocok ditanam di pekarangan rumah.
Perawatan yang rutin menjadi kunci utama dalam budidaya murbei. Pemilihan bibit unggul, penyiraman teratur, dan pemupukan yang tepat dapat membantu meningkatkan hasil panen. Oleh karenanya, banyak orang mulai mencari cara menanam pohon murbei agar lebat buahnya.
Pohon murbei yang sehat biasanya menghasilkan buah lebih banyak dan tumbuh lebih rimbun. Dengan memahami cara menanam pohon murbei agar lebat buahnya, proses budidaya bisa menjadi lebih mudah dan hasil panen lebih maksimal.Â
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam pohon murbei agar lebat buahnya, Selasa (19/5/2026).
1. Pilih Bibit dan Lokasi Tanam yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286887/original/019546400_1779161604-Pilih_Bibit_dan_Lokasi_Tanam_yang_Tepat.jpg)
Langkah awal dalam cara menanam pohon murbei agar lebat buahnya adalah memilih bibit berkualitas. Bibit dari stek batang lebih disarankan karena pertumbuhannya lebih cepat dan lebih cepat menghasilkan buah dibandingkan dari biji. Pilih batang induk yang sehat, berusia cukup tua, serta bebas dari hama dan penyakit agar hasil buah lebih manis dan berukuran besar.
Selain bibit, lokasi tanam juga sangat penting. Pohon murbei membutuhkan sinar matahari penuh minimal enam jam sehari agar proses pertumbuhan dan pembentukan buah berjalan optimal. Gunakan tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase baik supaya akar tidak mudah membusuk. Jika ditanam di pot, gunakan campuran tanah, kompos, dan pasir agar media tanam tetap porous dan tidak terlalu padat.
Advertisement
2. Lakukan Penyiraman Secara Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286888/original/003864900_1779161611-Lakukan_Penyiraman_Secara_Rutin.jpg)
Penyiraman rutin membantu menjaga kelembapan tanah agar pohon murbei tumbuh sehat. Tanaman ini menyukai kondisi tanah yang lembap, tetapi tidak terlalu basah karena dapat menyebabkan akar membusuk. Pada masa awal pertumbuhan, bibit murbei disiram setiap 2–3 hari sekali agar lebih cepat beradaptasi.
Setelah tanaman mulai besar, frekuensi penyiraman bisa dikurangi menjadi sekitar seminggu sekali, terutama saat musim kemarau. Pada musim hujan, penyiraman tidak perlu terlalu sering karena tanah sudah cukup lembap. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi atau sore hari agar air terserap dengan baik oleh akar tanaman.
3. Berikan Pupuk Secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286889/original/081291400_1779161617-Berikan_Pupuk_Secara_Teratur.jpg)
Pemupukan menjadi salah satu faktor penting dalam cara menanam pohon murbei agar lebat buahnya. Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pemupukan dapat dilakukan setiap 2–3 bulan sekali agar pertumbuhan pohon lebih optimal.
Saat pohon mulai berbunga, tambahkan pupuk NPK dengan kandungan seimbang untuk membantu pembentukan buah. Anda juga bisa menggunakan pupuk organik cair satu hingga dua kali seminggu agar tanaman lebih subur. Nutrisi yang cukup akan membuat pohon murbei lebih cepat berbuah dan hasilnya lebih banyak.
Advertisement
4. Rutin Melakukan Pemangkasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286890/original/031959000_1779161625-Rutin_Melakukan_Pemangkasan.jpg)
Pemangkasan sangat penting untuk merangsang pertumbuhan cabang baru yang nantinya akan menghasilkan bunga dan buah. Pangkas cabang yang tua, kering, atau tumbuh tidak beraturan agar tanaman tetap rapi dan sirkulasi udara lebih baik. Semakin banyak cabang sehat yang tumbuh, semakin besar peluang pohon menghasilkan buah lebat.
Waktu terbaik untuk memangkas adalah setelah masa panen selesai. Gunakan gunting atau alat pangkas yang tajam dan bersih agar tidak melukai tanaman secara berlebihan. Setelah dipangkas, biasanya tunas baru akan mulai muncul dalam beberapa minggu dan membantu meningkatkan produktivitas buah.
5. Kendalikan Hama dan Penyakit Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286891/original/089148800_1779161631-Kendalikan_Hama_dan_Penyakit_Tanaman.jpg)
Agar pohon murbei tetap sehat dan produktif, lakukan pengecekan rutin terhadap daun, batang, dan buah. Hama seperti kutu daun atau ulat dapat menghambat pertumbuhan tanaman jika tidak segera ditangani. Gunakan pestisida alami atau insektisida organik untuk mengurangi risiko kerusakan tanaman.
Membersihkan daun yang terserang hama juga membantu menjaga kesehatan pohon. Dengan perawatan yang rutin dan pengendalian yang cepat, tanaman murbei dapat tumbuh lebih subur serta menghasilkan buah dalam jumlah lebih banyak dan berkualitas baik.
Advertisement
6. Rawat Tanaman hingga Masa Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286892/original/021665300_1779161639-Rawat_Tanaman_hingga_Masa_Panen.jpg)
Pohon murbei termasuk tanaman yang cukup mudah dirawat dan dapat mulai berbuah dalam waktu relatif cepat. Buah murbei biasanya matang sekitar 30–45 hari setelah bunga muncul. Ciri buah yang siap dipanen adalah warnanya berubah menjadi merah tua hingga ungu kehitaman dan rasanya lebih manis.
Agar hasil panen terus meningkat, lakukan perawatan secara konsisten mulai dari penyiraman, pemupukan, hingga pemangkasan. Dengan teknik budidaya yang tepat, pohon murbei dapat tumbuh rimbun dan menghasilkan buah lebat meski ditanam di pekarangan rumah atau dalam pot.   Â
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Pohon Murbei
Bagaimana cara memilih bibit murbei yang baik untuk ditanam?
Disarankan menggunakan bibit dari stek batang yang sehat dan produktif dari sumber terpercaya, atau batang buah yang sudah tua.
Berapa sering pohon murbei harus disiram agar buahnya lebat?
Pada awal pertumbuhan, siram setiap 2-3 hari. Setelah besar, siram seminggu sekali, terutama saat kemarau, dan kurangi saat musim hujan.
Kapan waktu terbaik untuk memangkas pohon murbei?
Pemangkasan disarankan dilakukan setelah musim panen, saat pohon dorman, biasanya akhir musim dingin atau awal musim semi.
Pupuk apa yang direkomendasikan untuk pohon murbei agar berbuah lebat?
Gunakan pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos, dan pupuk NPK seimbang rendah nitrogen saat pohon mulai berbunga.
Apakah pohon murbei bisa berbuah sepanjang tahun?
Ya, dengan pemangkasan rutin dan sedikit pupuk, pohon murbei dapat berbuah sepanjang waktu.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286886/original/092037700_1779161598-murbei.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107329/original/011934200_1783043803-063_2284409214.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548565/original/073325100_1775544080-Memanen_Stroberi_Hidroponik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571737/original/067645500_1777696034-f37a98e5-c2fd-4e66-9ffe-1e9a21fe2905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558357/original/018612800_1776415350-Belimbing_Mini_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565446/original/095427300_1777024223-Murbei.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561306/original/043330700_1776746302-belimbing.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549427/original/049669400_1775618975-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528571/original/008098700_1773288535-delima.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6286436/original/010063500_1779161231-Gemini_Generated_Image_xr09d5xr09d5xr09.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6197775/original/005789500_1779077201-064ad3d8-6ea5-42af-aba2-87c03d87660e.jpg)