Liputan6.com, Jakarta - Konsep "dari kolam ke meja", bukan sekadar slogan. Di Desa Kalipelus, Banjarnegara, Jawa Tengah, konsep itulah yang menghidupkan roda perekonomian warga melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Lancar. Dirintis sejak tahun 2017, BUMDes ini telah berkembang menjadi ekosistem usaha yang utuh dengan memadukan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga layanan digital dalam satu atap pengelolaan.
Kehadirannya membuktikan bahwa desa tidak harus menunggu investor dari luar untuk tumbuh, potensi lokal yang dikelola dengan serius bisa menjadi sumber kemakmuran yang nyata. Kepala Desa Kalipelus, Hartiningsih, menuturkan bahwa BUMDes Maju Lancar kini mengelola 10 unit usaha aktif yang saling menopang. Dari peternakan sapi dan kambing, budidaya ikan nila, pemancingan yang difungsikan sebagai rest area, hingga wisata petik cabai, semuanya berjalan dalam satu ekosistem yang terencana.
Kawasan pemancingan pun ditata dengan area parkir luas dan saung-saung yang nyaman, menjadikannya titik singgah strategis bagi warga antardesa. Ke depan, pengembangan pertanian sistem hidroponik sebagai wahana edukasi juga tengah disiapkan. Dengan begitu, diversifikasi usaha menjadi kunci ketahanan BUMDes ini. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (22/04/2026).
Advertisement
1. Budidaya dan Pengolahan Ikan Nila: Dari Kolam Langsung ke Meja Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560713/original/095588400_1776679000-BUMDes_Kalipelus.jpeg)
Direktur BUMDes Maju Lancar, Budi Suroso, menegaskan bahwa strategi tidak bergantung pada satu sumber pendapatan adalah dengan menerapkan fondasi keberlanjutan. Langkah ini menjadikan BUMDes Kalipelus sebagai model nyata bagaimana desa dapat membangun kemandirian ekonomi secara menyeluruh dari hulu ke hilir, dari ladang ke layar.
"Kami juga masuk ke layanan internet dan e-commerce. Jadi bukan cuma ternak sapi atau ikan, tapi juga sektor digital," ujarnya.
Salah satu fokus utama dalam program BUMDes di Kalipelus ialah budidaya ikan nila. Diektahui, jika ikan nila menjadi tulang punggung usaha BUMDes Maju Lancar di sektor perikanan. Dengan harga pasar yang menyentuh kisaran Rp30.000 per kilogram, budidaya ikan nila dinilai sangat menjanjikan dan menjadi unit usaha dengan perputaran modal yang cukup stabil.
- Buat Wahan Pemancingan
Kolam-kolam ikan yang dikelola BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga menjadi daya tarik wisata melalui wahana pemancingan yang telah ditata rapi dengan fasilitas parkir dan saung yang nyaman. Kunci keberhasilan budidaya ikan nila terletak pada manajemen kolam yang baik, pemilihan bibit unggul, dan konsistensi pemberian pakan.
- Lakukan Panen Berkala
BUMDes Kalipelus menerapkan sistem pemanenan berkala agar pasokan ikan tetap stabil sepanjang tahun. Dengan begitu, unit pemancingan selalu memiliki stok ikan segar, sementara kelebihan hasil panen dapat dijual langsung ke pasar lokal atau ke warga desa.
- Tawarkan Jasa Pengolahan Ikan
Pengolahan ikan nila menjadi nilai tambah yang tak kalah penting. Alih-alih hanya menjual ikan hidup atau segar, BUMDes mengembangkan pengolahan hasil tangkap menjadi sajian kuliner khas yang disuguhkan langsung di area rest area. Masakan berbumbu khas Banyumas dengan sambal yang diakui kelezatannya, menjadi bukti bahwa pengolahan yang tepat mampu mendongkrak nilai jual ikan nila secara signifikan. Konsep "dari kolam ke meja" inilah yang membedakan BUMDes Kalipelus dari sekadar tempat budidaya ikan biasa.
Advertisement
2. Pertanian Cabai: Wisata Petik Sambil Berdayakan Lahan Desa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560714/original/001995900_1776679001-BUMDes.jpg)
Selain perikanan, pertanian cabai menjadi salah satu unit usaha unggulan yang dikembangkan BUMDes Maju Lancar. Hal yang membuat unit ini unik adalah penggabungan fungsi produksi pertanian dengan wisata edukatif. Pengunjung kawasan rest area BUMDes dapat menikmati pengalaman petik cabai langsung dari lahannya, sebuah daya tarik yang jarang ditemui di tempat lain dan menjadi nilai diferensiasi tersendiri bagi desa Kalipelus.
Pengelolaan pertanian cabai yang baik membutuhkan perhatian terhadap pemilihan varietas yang tahan hama, sistem irigasi yang memadai, serta pola tanam bergilir agar lahan tidak cepat kelelahan. BUMDes Kalipelus memadukan pendekatan pertanian konvensional dengan inovasi, dengan rencana pengembangan sistem hidroponik dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat, pengelola akan mengembangkan pertanian sistem hidroponik sebagai wahana edukasi," kata Kepala Desa.
Langkah ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi wahana edukasi pertanian modern bagi masyarakat dan pelajar yang berkunjung. Wisata petik cabai juga memberikan dampak ekonomi yang berlapis. Selain menghasilkan pendapatan dari penjualan hasil panen, kegiatan ini menarik pengunjung untuk lebih lama tinggal di kawasan BUMDes. Kemudian yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi di unit usaha lain seperti warung makan dan pemancingan. Inilah prinsip diversifikasi yang sesungguhnya, setiap unit usaha saling menguatkan dan menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan di dalam desa.
3. Peternakan Sapi dan Kambing: Pilar Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561764/original/033506500_1776759694-Kolam_Pemancingan.jpg)
Peternakan sapi dan kambing menjadi fondasi ketahanan pangan dalam ekosistem usaha BUMDes Maju Lancar. Kepala Desa Hartiningsih menyebut peternakan ini sebagai bagian integral dari portofolio 10 unit usaha BUMDes yang dirancang agar desa tidak bergantung pada satu komoditas semata.
Direktur BUMDes Budi Suroso menekankan bahwa ketahanan pangan tetap menjadi prioritas utama, meski BUMDes terus berekspansi ke sektor digital dan layanan jasa. "Layanan jasa dan digital dibangun untuk menjawab kebutuhan warga yang terus berkembang," jelasnya.
Kombinasi antara sektor riil seperti peternakan dengan layanan modern inilah yang membuat BUMDes Kalipelus dinilai punya daya saing tinggi bukan hanya sebagai unit bisnis, tetapi sebagai model pembangunan desa yang holistik dan replikatif bagi desa-desa lain di Indonesia.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560702/original/010609000_1776678069-BUMDes.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103911/original/019441200_1737500040-WhatsApp_Image_2025-01-22_at_05.31.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261248/original/013047800_1781692075-es_krim_HL.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260977/original/072951100_1781670942-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557116/original/062571400_1776318735-Gemini_Generated_Image_5fzy8t5fzy8t5fzy.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259881/original/054877500_1781517542-HL_es.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6494760/original/020749400_1779352007-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5213826/original/029001200_1746699397-WhatsApp_Image_2025-05-08_at_10.47.37.jpeg)