Liputan6.com, Jakarta - Hidroponik di rooftop dengan kombinasi sayur dan herbal kini menjadi solusi populer bagi masyarakat urban yang ingin tetap berkebun di tengah keterbatasan lahan. Metode ini tidak hanya praktis, tetapi juga mampu menghasilkan bahan pangan segar langsung dari rumah. Dengan memanfaatkan atap rumah, siapa pun bisa menciptakan kebun produktif yang efisien dan ramah lingkungan.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kebutuhan akan sayur dan herbal segar semakin meningkat. Sayangnya, tidak semua orang memiliki halaman luas untuk bercocok tanam secara konvensional. Di sinilah hidroponik hadir sebagai alternatif yang fleksibel dan mudah diterapkan, bahkan di area sempit sekalipun.
Selain itu, tren berkebun di rooftop juga memberikan nilai tambah estetika sekaligus fungsi. Rooftop yang sebelumnya kosong dapat disulap menjadi ruang hijau yang menenangkan, sekaligus sumber pangan sehat bagi keluarga. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (8/4/2026).
Advertisement
Cara Membuat Hidroponik di Rooftop dengan Kombinasi Sayur dan Herbal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549412/original/059395800_1775618657-hidroponik_rooftop_2.jpg)
Metode hidroponik adalah teknik menanam tanpa tanah dengan memanfaatkan air yang diperkaya nutrisi. Menurut laman Ponic Greens, sistem ini memungkinkan tanaman tumbuh lebih cepat, lebih sehat, dan bisa diterapkan hampir di mana saja, termasuk rooftop rumah.
Salah satu sistem yang paling direkomendasikan untuk pemula adalah Deep Water Culture (DWC) seperti yang dijelaskan oleh Square Mile Farms. Sistem ini cukup sederhana dan tidak memerlukan banyak peralatan rumit.
1. Menentukan Lokasi Rooftop yang Tepat
Pastikan rooftop mendapatkan sinar matahari minimal 4–6 jam per hari. Cahaya sangat penting untuk pertumbuhan sayur seperti selada dan kangkung, serta herbal seperti basil dan mint. Selain itu, perhatikan juga sirkulasi udara agar tanaman tidak lembap berlebihan.
2. Menyiapkan Wadah dan Sistem
Gunakan wadah seperti ember besar atau kotak plastik berwarna gelap (opaque). Wadah ini berfungsi sebagai reservoir air nutrisi. Lubangi bagian tutup untuk meletakkan net pot sebagai tempat tanaman tumbuh.
Menurut Square Mile Farms, wadah yang lebih dalam akan membantu menjaga stabilitas nutrisi dan pH air, sehingga tanaman dapat tumbuh optimal.
3. Instalasi Aerasi
Dalam sistem DWC, akar tanaman terendam air sehingga membutuhkan oksigen tambahan. Gunakan pompa udara dan batu aerasi (air stone) seperti pada akuarium agar air tetap kaya oksigen.
4. Menyiapkan Larutan Nutrisi
Isi wadah dengan air, lalu tambahkan nutrisi hidroponik sesuai dosis. Periksa pH air menggunakan pH meter, idealnya berada di kisaran 5,5–6,5 untuk sayur dan herbal. Penyesuaian pH penting agar tanaman dapat menyerap nutrisi secara maksimal.
5. Menanam Bibit
Gunakan media tanam seperti rockwool atau hidroton. Tanaman yang cocok untuk pemula antara lain:
- Selada
- Bayam
- Pakcoy
- Basil
- Parsley
- Mint
Jenis tanaman ini direkomendasikan karena tidak terlalu berat dan mudah tumbuh dalam sistem hidroponik.
6. Perawatan Rutin
Perawatan meliputi:
- Mengecek ketinggian air secara berkala
- Menjaga pH tetap stabil
- Mengganti air nutrisi setiap 2–3 minggu
- Memastikan pompa udara bekerja dengan baik
Dengan perawatan yang konsisten, hidroponik di rooftop dengan kombinasi sayur dan herbal dapat menghasilkan panen yang berkelanjutan.
Advertisement
Pertimbangan dalam Mengombinasikan Sayur dan Herbal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549413/original/088641600_1775618657-hidroponik_rooftop_3.jpg)
Menggabungkan sayur dan herbal dalam satu sistem hidroponik bukan sekadar estetika, tetapi juga strategi untuk meningkatkan hasil panen. Konsep ini dikenal sebagai companion planting, seperti dijelaskan dalam laman Garden Design.
1. Hubungan Saling Menguntungkan
Beberapa tanaman dapat saling mendukung pertumbuhan. Contohnya:
- Basil dapat meningkatkan rasa dan pertumbuhan selada
- Mint membantu mengusir hama alami
- Parsley dapat menarik serangga baik
Kombinasi ini membuat tanaman lebih sehat tanpa perlu pestisida kimia.
2. Hindari Kombinasi yang Tidak Cocok
Tidak semua tanaman cocok ditanam bersama. Misalnya:
- Basil kurang cocok dengan sage atau mentimun
- Beberapa tanaman bisa saling menghambat pertumbuhan
Memahami karakter tanaman sangat penting agar sistem hidroponik tetap optimal.
3. Kebutuhan Nutrisi yang Seimbang
Sayur daun dan herbal umumnya memiliki kebutuhan nutrisi yang mirip, sehingga cocok digabungkan. Namun, hindari mencampur tanaman yang membutuhkan nutrisi tinggi dengan yang rendah dalam satu sistem tanpa penyesuaian.
4. Pengaturan Jarak Tanam
Walaupun hidroponik hemat ruang, tetap diperlukan jarak antar tanaman. Ini penting agar akar tidak saling berebut nutrisi dan tanaman mendapatkan cahaya yang cukup.
5. Pengendalian Hama Secara Alami
Menurut Garden Design, kombinasi tanaman tertentu dapat mengurangi hama secara alami. Herbal beraroma kuat seperti basil dan mint sangat efektif sebagai pengusir hama.
Manfaat Hidroponik di Rooftop
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504764/original/092707800_1771299643-Rooftop_Garden_Sistem_Hidroponik_Vertikal__Gemini_AI_.jpg)
Mengembangkan hidroponik di rooftop dengan kombinasi sayur dan herbal memberikan banyak keuntungan, antara lain:
- Produksi sayur segar setiap hari
- Menghemat biaya belanja dapur
- Tidak tergantung musim dan kondisi tanah
- Lebih ramah lingkungan karena hemat air (air dapat didaur ulang)
- Kualitas nutrisi lebih tinggi dibandingkan metode konvensional (Ponic Greens)
Selain itu, kegiatan berkebun juga memberikan efek relaksasi dan meningkatkan kualitas hidup.
FAQ Hidroponik
1. Apakah hidroponik cocok untuk pemula?
Ya, terutama jika menggunakan sistem sederhana seperti DWC yang mudah dibuat dan dirawat.
2. Berapa biaya awal membuat hidroponik di rooftop?
Biaya bervariasi, tetapi bisa dimulai dari ratusan ribu rupiah dengan memanfaatkan barang bekas seperti ember atau kotak plastik.
3. Tanaman apa yang paling mudah ditanam?
Selada, bayam, pakcoy, basil, dan mint adalah pilihan terbaik untuk pemula.
4. Apakah hidroponik membutuhkan listrik?
Ya, terutama untuk pompa udara. Namun konsumsi listriknya relatif kecil.
5. Berapa lama panen hidroponik?
Sayur daun biasanya bisa dipanen dalam 3–5 minggu, tergantung jenis tanaman dan perawatan.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549411/original/028116600_1775618657-hidroponik_rooftop_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396914/original/067259300_1782278056-obe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8270081/original/065529300_1782120556-13086905657809859094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269617/original/097207700_1782120022-v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268288/original/079498100_1782117805-koridor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)