8 Tanaman Hias yang Low Maintenance untuk Rumah Hijau Tanpa Ribet

Ingin punya rumah asri dengan tanaman hias yang low maintenance? Temukan berbagai pilihan tanaman indoor dan outdoor yang cocok untuk Anda yang sibuk.

Diterbitkan 06 April 2026, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman hias yang low maintenance kini menjadi solusi ideal bagi siapa saja yang ingin menghadirkan suasana segar di rumah tanpa harus repot merawatnya setiap hari. Di tengah kesibukan yang padat, tidak semua orang memiliki waktu untuk memperhatikan detail perawatan tanaman, mulai dari penyiraman rutin hingga pemupukan berkala.

Padahal, kehadiran tanaman di dalam rumah tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memberikan efek menenangkan secara psikologis. Ruangan terasa lebih hidup, udara lebih segar, dan suasana hati pun cenderung lebih stabil. Kabar baiknya, ada banyak jenis tanaman yang tetap bisa tumbuh subur meskipun dirawat secara sederhana.

Dengan memilih tanaman hias yang low maintenance, Anda tetap bisa menikmati keindahan ruang hijau tanpa tekanan. Berikut ini adalah berbagai pilihan tanaman dari Liputan6.com yang cocok untuk Anda yang sibuk, lengkap dengan ulasan yang lebih mendalam dan mudah dipahami, Senin (6/4/2026).

1. Snake Plant (Lidah Mertua), Si Tahan Banting yang Nyaris Tak Pernah Rewel

Snake plant merupakan salah satu tanaman hias yang low maintenance paling populer. Daunnya yang tegak dan tebal berfungsi sebagai penyimpan air alami, sehingga tanaman ini mampu bertahan dalam kondisi minim penyiraman.

Menurut Gardening Know How, kesalahan terbesar dalam merawat snake plant justru adalah terlalu sering menyiram. Akar tanaman ini sangat sensitif terhadap kelembapan berlebih yang dapat menyebabkan pembusukan. Oleh karena itu, cukup siram ketika media tanam benar-benar kering.

Tanaman ini juga sangat fleksibel dalam hal pencahayaan. Ia tetap bisa tumbuh di sudut ruangan yang minim cahaya sekalipun, menjadikannya pilihan ideal untuk rumah modern atau kantor.

2. English Ivy, Tanaman Rambat Estetis yang Adaptif

English ivy dikenal sebagai tanaman rambat yang sangat mudah beradaptasi. Dalam ruangan, tanaman ini tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga membantu mengurangi kelembapan berlebih.

Salah satu keunggulan utama English ivy adalah kemampuannya tumbuh di berbagai kondisi cahaya. Anda bisa meletakkannya di rak, menggantungnya di pot, atau membiarkannya menjuntai sebagai elemen dekoratif.

Berdasarkan ulasan dari Gardening Know How, tanaman ini bahkan dianggap hampir tidak bisa mati jika dirawat secara dasar.

3. Peace Lily, Elegan dengan Sentuhan Bunga Putih

Peace lily menawarkan keindahan daun hijau gelap yang mengilap serta bunga putih yang anggun. Tanaman ini cocok bagi Anda yang ingin tampilan lebih “hidup” tanpa harus merawat bunga yang rewel.

Tanaman ini mampu bertahan di cahaya rendah, meskipun akan tumbuh lebih optimal dengan cahaya terang tidak langsung. Penyiraman cukup dilakukan saat daun mulai sedikit layu, yang menjadi indikator alami bahwa tanaman membutuhkan air.

Keunggulan lainnya, peace lily dikenal mampu membantu menyaring udara dalam ruangan.

4. Begonia, Variasi Warna yang Memanjakan Mata

Begonia hadir dalam berbagai bentuk dan warna, mulai dari daun bercorak hingga bunga yang mencolok. Meskipun terlihat eksotis, banyak jenis begonia yang termasuk tanaman hias yang low maintenance.

Menurut Gardening Know How, begonia tergolong cepat tumbuh dan mudah diperbanyak. Jika batangnya mulai terlalu panjang, Anda cukup memangkas dan menanam ulang potongannya.

Tanaman ini cocok untuk Anda yang ingin sentuhan dekoratif lebih tanpa perawatan rumit.

5. Spider Plant (Lili Paris), Mudah Tumbuh dan Cepat Berkembang

Spider plant adalah pilihan sempurna untuk pemula. Tanaman ini tidak hanya mudah dirawat, tetapi juga cepat berkembang biak melalui anakan kecil yang tumbuh di ujung batang.

Tanaman ini tetap bisa tumbuh meskipun jarang diperhatikan. Ia juga toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan, mulai dari cahaya terang hingga redup.

Dengan tampilannya yang menjuntai, spider plant sangat cocok digunakan sebagai tanaman gantung untuk mempercantik ruangan.

6. Chinese Evergreen (Aglaonema), Tahan Segala Kondisi

Chinese evergreen dikenal sebagai salah satu tanaman indoor paling fleksibel. Daunnya memiliki corak menarik dengan kombinasi warna hijau, perak, hingga kemerahan.

Tanaman ini mampu bertahan di kondisi cahaya rendah dan tetap tumbuh dengan baik meskipun perawatannya tidak konsisten. Bahkan dalam kondisi minim perhatian, tanaman ini tetap terlihat segar.

Gardening Know How menyebutkan bahwa tanaman ini bisa tumbuh hingga sekitar 1 meter, menjadikannya elemen dekorasi yang cukup mencolok.

7. Grape Ivy, Rimbun dan Cocok untuk Ruangan Redup

Grape ivy memiliki karakter daun yang rimbun dan menjuntai, memberikan kesan alami yang kuat di dalam ruangan. Tanaman ini sangat cocok untuk area dengan pencahayaan minim.

Perawatannya cukup sederhana, hanya perlu penyiraman ringan dan pemangkasan sesekali agar tetap rapi. Tanaman ini juga relatif jarang terserang hama.

Meskipun tidak sepopuler tanaman lain, grape ivy termasuk salah satu tanaman hias yang low maintenance yang layak dipertimbangkan.

8. ZZ Plant (Zamioculcas), Favorit untuk Ruangan Minim Perawatan

ZZ plant adalah simbol tanaman “anti ribet”. Tanaman ini sering ditemukan di kantor, pusat perbelanjaan, hingga ruang tunggu karena kemampuannya bertahan di kondisi ekstrem.

Tanaman ini mampu hidup dengan sangat sedikit cahaya dan jarang disiram. Bahkan, dalam kondisi hampir diabaikan sekalipun, ZZ plant tetap tumbuh dengan baik.

Daunnya yang tebal dan mengilap memberikan kesan elegan, cocok untuk interior modern.

Cara Memaksimalkan Perawatan Tanaman Hias yang Low Maintenance

Meskipun dikenal mudah dirawat, tanaman hias yang low maintenance tetap membutuhkan perhatian dasar agar tumbuh optimal. Salah satu aspek penting adalah media tanam. Gunakan campuran yang memiliki drainase baik agar air tidak menggenang.

Selain itu, perhatikan pola penyiraman. Sebagian besar tanaman ini lebih tahan terhadap kekeringan dibandingkan kelebihan air. Menyiram terlalu sering justru menjadi penyebab utama tanaman mati.

Pencahayaan juga perlu disesuaikan. Walaupun tahan di kondisi minim cahaya, beberapa tanaman tetap akan tumbuh lebih subur jika mendapatkan cahaya tidak langsung dalam jumlah cukup.

Manfaat Memiliki Tanaman Low Maintenance di Rumah

Memilih tanaman hias yang low maintenance bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga soal kenyamanan hidup. Tanaman membantu menciptakan suasana yang lebih rileks dan menyenangkan di dalam rumah.

Selain itu, kehadiran tanaman juga dapat meningkatkan kualitas udara dan memberikan efek visual yang menenangkan. Bahkan, bagi sebagian orang, merawat tanaman menjadi aktivitas kecil yang membantu mengurangi stres.

Dengan pilihan tanaman yang tepat, Anda tidak perlu lagi merasa khawatir tanaman akan mati karena kesibukan. Rumah tetap hijau, suasana tetap hidup, dan Anda tetap punya waktu untuk fokus pada hal lain.

FAQ Seputar Tanaman Hias

1. Apa yang dimaksud tanaman hias yang low maintenance?

Tanaman hias yang low maintenance adalah tanaman yang membutuhkan perawatan minimal, seperti penyiraman jarang dan tidak membutuhkan perhatian khusus.

2. Apakah semua tanaman indoor termasuk low maintenance?

Tidak. Banyak tanaman indoor justru membutuhkan perawatan khusus. Hanya beberapa jenis tertentu yang benar-benar mudah dirawat.

3. Berapa kali sebaiknya menyiram tanaman low maintenance?

Umumnya cukup 1–2 kali seminggu, tergantung kondisi tanah dan lingkungan.

4. Apakah tanaman ini cocok untuk ruangan ber-AC?

Sebagian besar cocok, selama tidak terkena hembusan AC secara langsung.

5. Apakah tanaman low maintenance tetap perlu pupuk?

Ya, tetapi cukup diberikan secara berkala dalam jumlah kecil agar pertumbuhan tetap optimal.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6