Ide Ternak Hemat Modal Rp150 Ribu yang Bisa Digabung dengan Kebun Kecil Makin Untung

Ingin menambah pendapatan, tapi modal minim? Coba ide ternak hemat modal Rp150 ribu yang bisa digabung dengan kebun kecil ini untuk untung berlipat

Diterbitkan 22 Maret 2026, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha dari rumah kini semakin mudah, termasuk dengan mencoba ide ternak hemat modal Rp150 ribu yang bisa digabung dengan kebun kecil. Dengan modal terbatas, Anda tetap bisa menghasilkan tambahan penghasilan sekaligus memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.

Menariknya, beberapa jenis ternak bahkan bisa saling mendukung dengan aktivitas berkebun. Limbah dari ternak bisa menjadi pupuk, sementara sisa tanaman bisa dimanfaatkan sebagai pakan.

Dengan konsep ini, Anda bisa menjalankan sistem yang lebih hemat dan berkelanjutan. Ini dia kombinasi ternak dan kebun kecil yang cukup menguntungkan menurut Liputan6.com, Rabu (18/03/2026).

1. Ternak kelinci hias atau pedaging

Memelihara kelinci tidak hanya soal beternak, tetapi juga bisa langsung terintegrasi dengan kebun kecil Anda. Kotoran kelinci yang relatif kering sangat bagus dijadikan pupuk organik untuk tanaman seperti cabai, tomat, dan kangkung. Anda bisa menanam sayuran tersebut di pot atau polybag di sekitar kandang.

Dari sisi modal, Anda cukup menyiapkan sekitar Rp80.000 hingga Rp120.000 untuk 1 ekor kelinci, ditambah kandang sederhana sekitar Rp30.000 sampai Rp50.000. Perawatan cukup mudah karena pakan bisa berasal dari daun hasil kebun sendiri.

Dalam 4 hingga 6 bulan, kelinci bisa berkembang biak atau dijual hingga Rp150.000 sampai Rp300.000 per ekor, sehingga sistem kebun dan ternak bisa saling menguntungkan.

2. Budidaya lele dalam ember

Lele dalam ember sangat cocok dipadukan dengan kebun kecil menggunakan sistem budikdamber. Di bagian atas ember, Anda bisa menanam kangkung atau sawi yang akarnya langsung menyerap nutrisi dari air kolam lele. Ini membuat Anda tidak perlu banyak pupuk tambahan.

Modal awal sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 sudah mencakup ember, 50 benih lele, dan pakan. Perawatannya cukup sederhana, hanya perlu memberi pakan 2 kali sehari dan mengganti air sebagian secara berkala. Dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan, lele siap panen dengan harga Rp20.000 hingga Rp25.000 per kg, sementara sayuran di atasnya juga bisa dipanen lebih cepat.

3. Budidaya maggot BSF

Maggot BSF menjadi salah satu ide ternak hemat modal Rp150 ribu yang bisa digabung dengan kebun kecil karena mampu mengolah limbah organik. Sisa sayuran, kulit buah, hingga daun dari kebun bisa dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sehingga tidak ada yang terbuang.

Selain menghasilkan maggot yang bisa dijual Rp5.000 hingga Rp10.000 per kg, sisa media budidayanya bisa dijadikan pupuk kompos untuk tanaman seperti terong, cabai, atau tomat. Dengan modal awal sekitar Rp100.000, Anda sudah bisa membuat sistem kecil yang mendukung kebun sekaligus ternak.

4. Ternak burung puyuh

Puyuh juga bisa dipadukan dengan kebun kecil, terutama untuk tanaman daun seperti bayam, selada, atau kangkung. Kotoran puyuh dapat diolah menjadi pupuk cair atau kompos yang membantu menyuburkan tanaman.

Dengan modal sekitar Rp150.000 untuk 5 hingga 7 ekor puyuh dan kandang sederhana, Anda sudah bisa mulai produksi telur dalam 2 hingga 3 minggu. Hasil telur sekitar 3 hingga 5 butir per hari bisa dijual Rp300 hingga Rp500 per butir. Kombinasi ini cocok untuk Anda yang ingin hasil cepat sekaligus menjaga kesuburan kebun.

5. Budidaya ikan nila

Ikan nila dalam kolam terpal atau ember besar bisa dikombinasikan dengan tanaman air atau kebun sekitar seperti daun mint, kangkung, atau bahkan tanaman hias air. Air bekas kolam yang kaya nutrisi juga bisa digunakan untuk menyiram tanaman di kebun kecil Anda.

Modal awal berkisar Rp120.000 hingga Rp150.000 untuk benih dan wadah. Perawatan meliputi pemberian pakan rutin dan menjaga kualitas air. Dalam 3 hingga 4 bulan, nila siap panen dengan harga Rp25.000 hingga Rp35.000 per kg, sementara kebun Anda mendapat tambahan nutrisi alami.

6. Budidaya cacing tanah

Cacing tanah sangat cocok ditempatkan di dekat kebun kecil karena berfungsi sebagai pengolah limbah organik. Sisa daun, batang tanaman, dan limbah dapur bisa langsung dimanfaatkan sebagai pakan cacing.

Dengan modal sekitar Rp80.000 hingga Rp120.000, Anda sudah bisa memulai budidaya ini. Dalam waktu 1 hingga 2 bulan, cacing berkembang pesat dan bisa dijual Rp20.000 hingga Rp40.000 per kg. Selain itu, hasil samping berupa kascing sangat bagus untuk tanaman buah dalam pot seperti jeruk, jambu, atau stroberi.

7. Ternak jangkrik

Jangkrik bisa dibudidayakan di dekat kebun kecil yang ditanami daun singkong, pepaya, atau sayuran hijau lainnya. Tanaman tersebut bisa menjadi sumber pakan alami sehingga Anda tidak perlu membeli pakan tambahan secara rutin.

Modal awal sekitar Rp100.000 sudah cukup untuk bibit dan kandang sederhana. Dalam waktu 30 hingga 40 hari, jangkrik siap panen dan dijual Rp40.000 hingga Rp60.000 per kg. Dengan sistem ini, kebun kecil Anda tidak hanya mempercantik rumah, tetapi juga berperan sebagai penyedia pakan ternak.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa saja ide ternak hemat modal Rp150 ribu yang bisa digabung dengan kebun kecil?

Beberapa pilihan yang bisa Anda coba antara lain ternak kelinci, lele dalam ember, maggot BSF, puyuh, cacing tanah, ikan nila, dan jangkrik. Jenis-jenis ini relatif mudah dirawat dan bisa memanfaatkan hasil kebun sebagai pakan atau pendukung.

Apakah benar ternak bisa membantu menyuburkan kebun kecil?

Ya, banyak ternak menghasilkan limbah organik yang bisa dijadikan pupuk, seperti kotoran kelinci, puyuh, atau cacing. Bahkan, air dari kolam ikan juga bisa digunakan untuk menyiram tanaman karena kaya nutrisi.

Berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk menggabungkan ternak dan kebun kecil?

Anda tidak membutuhkan lahan luas, bahkan area 1–2 meter di depan rumah sudah cukup. Anda bisa menggunakan pot, polybag, atau ember untuk memaksimalkan ruang yang tersedia.

Apakah ide ternak hemat modal Rp150 ribu yang bisa digabung dengan kebun kecil cocok untuk pemula?

Sangat cocok, karena sebagian besar ternak tersebut mudah dirawat dan tidak membutuhkan peralatan rumit. Selain itu, modalnya kecil sehingga risiko kerugian juga lebih rendah bagi pemula.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6