Khutbah Jumat 13 Maret 2026, Menggapai Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Khutbah Jumat 13 Maret 2026 menjadi momen krusial untuk memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan, demi meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 11:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Khutbah Jumat 13 Maret 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam karena berada pada penghujung bulan suci Ramadhan. Menurut kalender pemerintah, tanggal ini bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 H, sedangkan menurut Muhammadiyah merupakan 24 Ramadhan 1447 H. Artinya, umat Islam sudah memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, waktu yang sangat istimewa untuk berburu keberkahan, ampunan, dan malam Lailatul Qadar.

Sepuluh malam terakhir Ramadhan selalu menjadi momentum spiritual yang paling dinanti. Pada fase ini, Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya secara maksimal, bahkan menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan shalat, doa, dan membaca Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan meraih pahala besar berada di penghujung bulan suci.

Melalui khutbah Jumat 13 Maret 2026, umat Islam diingatkan untuk memanfaatkan sisa Ramadhan dengan penuh kesungguhan. Salah satu tujuan utama dari peningkatan ibadah di akhir Ramadhan adalah meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Khutbah Jumat 13 Maret 2026 tentang Malam Lailatul Qadar

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الصَّوْمَ حِصْنًا لِأَوْلِيَائِهِ وَجُنَّةً، وَفَتَحَ لَهُمْ بِهِ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى، فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya:“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Kita bersyukur kepada Allah SWT karena masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Pada bulan ini pula Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنَ

Idzā jā’a Ramaḍān futtiḥat abwābul jannah wa ghulliqat abwābun nār wa shuffidatis syayāṭīn.

Artinya:“Ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR Muslim)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.

Hari ini kita berada di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Inilah waktu yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِوَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِلَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Innâ anzalnâhu fî lailatil qadr.Wa mâ adrâka mâ lailatul qadr.Lailatul qadri khairun min alfi syahr.

Artinya:“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)

Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan, maka pahalanya seakan-akan ia beribadah selama puluhan tahun.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Man qāma lailatal qadri īmānan waḥtisāban ghufira lahu mā taqaddama min dzanbih.

Artinya:“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Perbanyaklah ibadah seperti qiyamul lail, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Ramadhan juga mengajarkan kita bahwa rahmat Allah lebih besar dari amal manusia. Dalam kitab Tanbihul Ghafilin karya Syekh Abul Laits As-Samarqandi diceritakan bahwa seorang ahli ibadah selama 500 tahun ternyata tetap masuk surga bukan karena amalnya semata, tetapi karena rahmat Allah.

Kisah ini mengajarkan bahwa ibadah kita tidak ada apa-apanya dibandingkan rahmat Allah. Maka jangan sombong dengan amal, tetapi perbanyaklah memohon ampunan.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Kullu banī ādam khaṭṭā’, wa khairul khaṭṭā’īn at-tawwābūn.

Artinya:“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR Tirmidzi)

Maka marilah kita manfaatkan sisa Ramadhan ini untuk memperbanyak taubat, memohon ampunan, dan berharap rahmat Allah.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ.

Marilah kita menjaga semangat ibadah Ramadhan hingga akhir hayat. Jangan sampai semangat ibadah kita berhenti ketika Ramadhan berakhir. Allah SWT berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya:“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan Lailatul Qadar dan termasuk hamba yang dibebaskan dari api neraka.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

Hukum Khutbah Jumat dalam Islam

Para ulama memiliki pandangan mengenai hukum khutbah Jumat. Menurut sebagian ulama, khutbah merupakan bagian penting dari pelaksanaan shalat Jumat karena Rasulullah SAW selalu melaksanakannya sebelum shalat.

Namun dalam kajian fikih yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, khutbah Jumat dipandang sebagai sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) dan merupakan syiar Islam yang selalu dilakukan oleh Nabi. Tujuan utama khutbah adalah memberikan nasihat, peringatan, serta motivasi kepada umat Islam agar meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Ruh utama dari khutbah Jumat adalah nasihat keagamaan (targhib dan tarhib), yaitu memberikan dorongan untuk melakukan kebaikan serta peringatan agar menjauhi dosa. Oleh sebab itu, khutbah biasanya berisi ayat Al-Qur’an, hadits Nabi, dan nasihat moral bagi umat.

Dalam praktiknya, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah dengan suara lantang, penuh semangat, dan berisi pengingat tentang surga, neraka, serta pentingnya bertakwa kepada Allah.

FAQ Khutbah Jumat

1. Apa tema khutbah Jumat 13 Maret 2026?

Tema yang relevan adalah tentang sepuluh malam terakhir Ramadhan dan keutamaan Lailatul Qadar, karena tanggal tersebut berada di penghujung bulan suci.

2. Apakah 13 Maret 2026 sudah masuk 10 hari terakhir Ramadhan?

Ya. Menurut kalender pemerintah itu adalah 23 Ramadhan 1447 H, sedangkan menurut Muhammadiyah 24 Ramadhan 1447 H, sehingga sudah memasuki sepuluh malam terakhir.

3. Apa keutamaan Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga ibadah pada malam itu memiliki pahala luar biasa.

4. Apakah khutbah Jumat wajib?

Mayoritas ulama memandang khutbah sebagai bagian penting dari shalat Jumat. Sebagian ulama lain menyebutnya sunnah muakkadah, tetapi tetap menjadi syiar yang tidak pernah ditinggalkan.

5. Apa isi utama khutbah Jumat?

Isi utama khutbah adalah nasihat keagamaan, motivasi beribadah, dan peringatan agar menjauhi dosa, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6