10 Ide Jualan Es Standing Pouch Buat Takjil, Modal Kecil Untung Besar

Temukan 10 ide jualan es standing pouch kekinian yang praktis, modal kecil, dan paling laris untuk menu takjil ramadan tahun ini.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 21:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mencari peluang bisnis di bulan Ramadan kini semakin mudah berkat penggunaan kemasan praktis yang menarik minat pembeli. Salah satu pilihan potensial adalah ide jualan es standing pouch sebagai menu takjil, mengingat kemasannya yang antibocor dan praktis dibawa.

Selain tampilan warna-warni minuman yang menggoda di balik kemasan transparan, modal yang diperlukan pun relatif terjangkau dengan potensi keuntungan harian yang besar. Berikut Liputan6.com rangkum 10 ide jualan es standing pouch untuk takjil buka puasa.

1. Es Kuwut Bali

Ide jualan pertama yang bisa dicoba adalah es kuwut bali. Minuman ini menawarkan kesegaran alami dari perpaduan kelapa muda, melon serut, dan biji selasih yang disiram air kelapa serta sirup melon. Penggunaan perasan jeruk nipis memberikan keseimbangan rasa asam-manis yang sangat dicari saat berbuka puasa, serta tampilannya di dalam standing pouch terlihat sangat cantik dengan gradasi warna hijau transparan.

 

2. Es Lumut

Menu yang sedang tren ini menggunakan bahan dasar jelly atau agar-agar yang dihancurkan kasar menggunakan kocokan balon hingga teksturnya menyerupai lumut. Campuran susu evaporasi dan kental manis menciptakan kuah yang sangat creamy dan gurih. Oleh karena itu, es lumut sangat cocok dikemas dalam pouch karena tekstur jelly-nya tetap bisa dinikmati dengan sedotan besar.

 

3. Es Susu Jelly Pelangi

Ide jualan minuman ini mengandalkan daya tarik visual dari potongan jelly berbagai warna dan rasa yang kontras dengan putihnya kuah susu. Menggunakan dasar susu full cream atau susu kedelai, minuman ini tidak hanya menyegarkan tetapi juga cukup mengenyangkan sebagai pembuka puasa, apalagi jika ditambahkan sedikit aroma vanila atau pandan.

4. Es Coklat Klasik

Minuman coklat dingin dengan kekentalan yang pas selalu memiliki pasar yang luas mulai dari anak-anak hingga dewasa. Penggunaan coklat bubuk premium yang dicampur dengan krimer nabati menghasilkan rasa yang mewah namun tetap ekonomis. Tak hanya itu, kemasan standing pouch juga memudahkan pembeli untuk menyimpannya kembali di kulkas jika tidak langsung habis.

 

5. Es Teh Tarik Jelly

Es Teh Tarik Jelly adalah minuman modifikasi yang menggabungkan cita rasa teh tarik tradisional dengan tekstur kenyal dari jelly. Perpaduan teh hitam pekat dan susu kental manis yang dikocok hingga berbuih ini memberikan sensasi rasa autentik yang menenangkan tenggorokan. Selain itu, penambahan topping jelly coklat atau jelly teh di dalamnya menambah tekstur saat diminum dan menjadikan variasi teh tarik dalam kemasan pouch ini terlihat lebih modern dan praktis.

 

6. Es Buko Pandan

Minuman yang terinspirasi dari pencuci mulut khas Filipina ini berisi perpaduan jelly pandan, kelapa muda, dan sagu mutiara dalam kuah susu hijau beraroma pandan yang kuat. Tekstur yang kaya dan kental memberikan kesan premium pada kemasan standing pouch, sehingga memungkinkan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan jenis minuman es lainnya.

7. Es Mojito Buah Non-Alkohol

Es mojito adalah minuman koktail tradisional asal Kuba yang salah satu bahannya adalah rum putih atau alkohol. Agar minuman ini bisa diminum untuk para muslim, es mojito yang dibuat bisa menggunakan kombinasi bahan-bahan yang halal dan non-alkohol. 

Perpaduan air soda, sirup buah, daun mint, dan potongan buah segar seperti stroberi atau leci memberikan sensasi dingin yang menyengat dan sangat menyegarkan. Kemasan standing pouch yang kedap udara sangat cocok untuk menjaga karbonasi soda tetap awet hingga sampai ke tangan pembeli saat waktu berbuka tiba.

 

8. Es Alpukat Kocok

Alpukat mentega yang dilumatkan kasar memberikan tekstur kental yang sangat nikmat jika dipadukan dengan es batu dan sirup coklat di pinggiran kemasan. Meskipun biasanya disajikan menggunakan gelas, modifikasi menggunakan standing pouch berukuran lebar bisa menjadi pembeda unik di pasar takjil dan meminimalisir risiko tumpah selama perjalanan.

 

9. Es Kopi Susu Gula Aren

Bagi pecinta kopi, es kopi susu kekinian dengan pemanis gula aren asli tetap menjadi incaran utama meski di bulan ramadan. Mengemasnya dalam standing pouch memberikan kesan praktis bagi pekerja yang ingin menikmati kopi setelah berbuka tanpa perlu repot dengan gelas plastik yang memakan tempat.

 

10. Es Permen Karet

Minuman berwarna merah muda cerah dengan aroma permen karet yang khas ini sangat menarik perhatian, terutama bagi pembeli anak-anak. Rasa manisnya yang unik dan teksturnya yang ringan menjadikannya pilihan takjil yang simpel namun selalu laris manis karena tampilannya yang sangat menonjol di antara lapak jualan lainnya.

Pertanyaan Umum tentang Topik

1. Ukuran standing pouch mana yang paling pas untuk jualan es takjil?

Ukuran yang paling ideal dan umum digunakan adalah 10x17 cm atau 12x20 cm. Ukuran 10x17 cm biasanya memuat sekitar 250-300 ml cairan, sehingga sangat pas untuk porsi personal dengan harga ekonomis antara Rp5.000 - Rp8.000. Jika ingin menjual porsi jumbo atau es dengan banyak topping buah, ukuran 12x20 cm lebih disarankan agar kemasan tidak terlalu penuh dan mudah ditutup rapat.

2. Bagaimana cara agar es dalam pouch tidak cepat bocor saat dibawa pembeli?

Kunci utama keberhasilan terletak pada penutupan bagian ziplock atau klip secara sempurna serta memastikan area tersebut bersih dari sisa cairan saat proses pengisian. Penggunaan mesin hand sealer di atas bagian klip sangat disarankan untuk menyegel kemasan secara permanen sebagai pengaman ekstra. Selain mencegah kebocoran, penyegelan tersebut juga memberikan kesan produk yang lebih higienis dan profesional bagi pelanggan.

3. Apakah es standing pouch bisa disiapkan sejak pagi hari agar tidak kewalahan?

Tentu saja bisa, asalkan teknik penyimpanannya tepat. Minuman berbahan dasar air dan sirup, seperti mojito atau es kuwut bisa dikemas sejak pagi dan disimpan di dalam kulkas. Namun, untuk minuman berbahan santan atau susu, sebaiknya dikemas maksimal 3-4 jam sebelum dijual agar tetap segar. Jika menggunakan es batu, masukkan es batu sesaat sebelum diserahkan ke pembeli agar rasa minuman tidak menjadi hambar karena es yang mencair.

4. Bagaimana cara menghitung harga jual agar tetap untung tapi tetap murah?

Penentuan harga dimulai dengan menjumlahkan total biaya bahan baku (HPP) per porsi, mencakup harga kemasan pouch, sedotan, hingga stiker. Margin keuntungan yang diambil umumnya berkisar antara 50% hingga 100% dari nilai HPP. Sebagai contoh, jika total biaya per kantong mencapai Rp3.000, maka penetapan harga jual sebesar Rp5.000 atau Rp6.000 sudah mencukupi untuk menutupi biaya operasional sekaligus memberikan keuntungan yang signifikan.

5. Bagaimana agar tampilan es di dalam pouch terlihat menarik dan tidak pucat?

Proses layering bisa dilakukan dengan memasukkan sirup di bagian dasar, diikuti es batu, dan diakhiri dengan tuangan susu atau air secara perlahan. Penambahan topping dengan warna kontras, seperti biji selasih, jelly warna-warni, atau irisan buah segar pada bagian depan kemasan, akan memperkuat kesan menggiurkan pada produk di balik plastik transparan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6