8 Cara Menghemat Biaya Pakan Ternak Tanpa Mengorbankan Produktivitas

Cara menghemat biaya pakan ternak bisa dimulai dari rumah dengan memanfaatkan pakan lokal, pengolahan sederhana, dan manajemen ternak yang tepat.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menghemat biaya pakan ternak penting diketahui para peternak. Biaya pakan masih menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan. Pada banyak kasus, lebih dari 60 persen biaya operasional habis untuk pakan. Kondisi ini membuat kemampuan peternak mengelola pakan sangat menentukan keberlanjutan usaha, terutama bagi peternak skala kecil dan keluarga.

“Cara menghemat biaya pakan tidak bisa dilakukan dengan asal mengurangi jatah makan ternak,” ujar Suranta, seorang peternak di Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah, saat ditemui pada Senin (2/2/2026). Menurutnya, pemahaman terhadap kebutuhan ternak justru menjadi kunci utama agar Cara menghemat biaya pakan tidak berujung pada penurunan produktivitas.

Kenaikan harga pakan pabrikan dalam beberapa tahun terakhir memaksa peternak untuk berpikir lebih kreatif dan efisien. Dalam kondisi tersebut, Cara menghemat biaya pakan tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar usaha ternak tetap berjalan dan mampu menopang ekonomi keluarga.

Berikut beberapa cara yang dinilai efektif dan realistis untuk menghemat biaya pakan ternak, yang telah Liputan6 ulas pada Selasa (3/2).

1. Menyesuaikan Pakan dengan Jenis dan Umur Ternak

Setiap jenis dan fase pertumbuhan ternak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Kesalahan umum peternak adalah menyamakan jenis pakan untuk semua umur ternak. Akibatnya, pakan menjadi boros dan tidak efisien.

Anak ternak membutuhkan pakan dengan protein lebih tinggi, sementara ternak dewasa memerlukan pakan pemeliharaan. Dengan menyesuaikan jenis pakan, peternak bisa menghindari penggunaan pakan mahal secara berlebihan.

2. Memaksimalkan Pakan Hijauan dan Bahan Lokal

Pakan hijauan dan bahan lokal merupakan sumber pakan murah yang sering belum dimanfaatkan optimal. Rumput, daun legum, jerami, hingga limbah hasil panen bisa menjadi pakan utama atau tambahan, tergantung jenis ternaknya.

Pemanfaatan pakan lokal dapat menurunkan ketergantungan pada pakan pabrikan. Selain itu, ketersediaannya relatif stabil dan mudah diperoleh di sekitar kandang.

“Kalau hijauan tersedia, jangan langsung beli pakan. Itu potensi besar,” ujar Suranta.

3. Mengolah Pakan Agar Lebih Efisien

Pengolahan pakan sederhana seperti pencacahan dan fermentasi terbukti meningkatkan daya cerna ternak. Pakan yang mudah dicerna akan dimanfaatkan lebih maksimal, sehingga kebutuhan jumlah pakan bisa ditekan.

Langkah dasar yang bisa dilakukan:

  • Cacah hijauan atau bahan pakan hingga ukuran kecil
  • Campur dengan bahan tambahan sesuai kebutuhan
  • Fermentasi dalam wadah tertutup selama beberapa hari

Cara ini juga membantu memperpanjang masa simpan pakan, terutama saat bahan segar melimpah.

4. Mengatur Takaran dan Frekuensi Pemberian Pakan

Memberi pakan terlalu banyak tidak selalu berdampak baik. Pakan yang tersisa justru menjadi pemborosan dan bisa menurunkan kualitas kandang.

Peternak disarankan mengatur takaran pakan berdasarkan bobot dan jumlah ternak, serta membagi pemberian pakan dalam waktu yang teratur. Evaluasi pakan sisa setiap hari penting untuk mengetahui apakah jumlah pakan sudah tepat.

 

5. Mengombinasikan Pakan Pabrikan dan Pakan Alternatif

Pakan pabrikan tetap dibutuhkan sebagai sumber nutrisi utama, tetapi tidak harus diberikan secara penuh. Kombinasi antara pakan pabrikan dan pakan alternatif dapat menurunkan biaya sekaligus menjaga performa ternak.

Pakan alternatif bisa berupa hijauan, pakan fermentasi, atau limbah organik yang telah diolah dengan baik.

“Yang penting keseimbangannya dijaga, jangan asal mengganti,” kata Suranta.

6. Mengurangi Pakan Terbuang dengan Perbaikan Tempat Pakan

Banyak peternak tidak menyadari bahwa desain tempat pakan berpengaruh besar terhadap pemborosan. Tempat pakan yang terlalu terbuka atau tidak sesuai ukuran membuat pakan mudah tercecer.

Menggunakan wadah pakan yang sesuai dan diletakkan pada posisi yang tepat dapat mengurangi pakan terbuang secara signifikan.

7. Menjaga Kesehatan Ternak sebagai Bentuk Penghematan

Ternak yang sehat akan memanfaatkan pakan dengan optimal. Sebaliknya, ternak sakit cenderung menghabiskan pakan tanpa hasil yang maksimal.

Menjaga kebersihan kandang, sirkulasi udara, dan ketersediaan air bersih merupakan langkah dasar yang berdampak langsung pada efisiensi pakan.

8. Mencatat dan Mengevaluasi Biaya Pakan Secara Berkala

Pencatatan sederhana sering diabaikan, padahal sangat penting untuk mengontrol biaya. Dengan mencatat jumlah pakan masuk dan konsumsi harian, peternak bisa mengetahui titik pemborosan dan segera melakukan perbaikan.

Suranta menilai pencatatan sebagai kebiasaan kecil yang berdampak besar. “Kalau dicatat, biasanya baru kelihatan di mana borosnya,” ujarnya.

Menghemat biaya pakan ternak bukan sekadar mengurangi jumlah pakan, tetapi mengelolanya secara lebih cerdas. Mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pemberian, hingga evaluasi, semuanya saling berkaitan.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara bertahap, peternak skala kecil dan keluarga dapat menekan biaya pakan tanpa mengorbankan kesehatan dan produktivitas ternak.

 

FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Berapa persentase maksimal pakan hijauan yang bisa diberikan untuk mengganti pakan pabrikan?

A: Persentase pakan hijauan tergantung jenis ternak. Untuk ruminansia seperti sapi dan kambing, hijauan bisa mencapai 70-80% dari total pakan dengan tambahan konsentrat 20-30%. Untuk unggas, hijauan maksimal 10-15% karena sistem pencernaannya berbeda.

Q: Bagaimana cara menghitung takaran pakan yang tepat untuk setiap ternak?

A: Aturan umum untuk sapi adalah 2.5-3% dari bobot badan untuk pakan kering, sedangkan untuk kambing sekitar 3-4% dari bobot badan. Unggas dewasa membutuhkan sekitar 100-120 gram per hari tergantung jenisnya. Yang terpenting adalah mengamati kondisi ternak dan menyesuaikan takaran berdasarkan respons mereka terhadap pakan.

Q: Pakan fermentasi mana yang paling mudah dibuat dan efektif untuk menghemat biaya?

A: Fermentasi jerami padi atau gedebog pisang adalah yang paling mudah dan murah. Caranya sederhana: cacah bahan, tambahkan molases atau gula merah, campur dengan starter EM4, lalu tutup rapat selama 7-14 hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6