Liputan6.com, Jakarta - Tips tanam daun salam menjadi pilihan praktis bagi yang ingin memiliki persediaan bumbu dapur segar tanpa harus terus-menerus membeli. Tanaman ini dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa dan dapat tumbuh besar meski hanya mendapatkan minimal.
Seorang Ibu Rumah Tangga di Ngemplak, Boyolali, Sri Adhi Wahyuning Tyas membuktikan bahwa pohon salam di rumahnya tetap produktif dalam jangka waktu yang lama. “Wah, pohon salamnya itu sudah 5 tahun lebih,” ujar Tyas saat dihubungi Liputan6.com dari telepon.
Keberhasilan dalam menanam pohon salam di lingkungan rumah sangat dipengaruhi oleh pemilihan bibit dan kondisi lahan pada awal penanaman. “Dulu, nanamnya dari benih, dapat benih dari bulek, nah bulek yang nyemai dari biji. Kalau nanam salam memang paling mudah dari biji,” jelasnya mengenai proses awal pertumbuhan pohon tersebut.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap tipsnya, Kamis (29/1/2026).
Persiapan Awal: Memilih Bibit dan Lokasi Tanam yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487434/original/054302900_1769665024-Menyemai_biji_pohon_salam__Gemini_AI_.jpg)
1. Memilih Bibit dari Biji yang Berkualitas
Langkah awal tanam daun salam adalah memastikan bibit berasal dari biji yang sudah benar-benar matang dan tua. Menurut Tyas, menanam menggunakan biji merupakan cara yang paling mudah untuk dipraktikkan di rumah.
Sementara itu, merujuk pada panduan teknis Balitbangtan Kementerian Pertanian, biji yang baik untuk disemai adalah yang sudah berwarna merah gelap atau hitam. Biji dengan ciri tersebut memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi.
2. Penentuan Lokasi dengan Sinar Matahari yang Cukup
Pohon salam memerlukan asupan cahaya matahari yang melimpah agar daunnya dapat tumbuh dengan subur dan beraroma kuat. Tyas mengungkapkan bahwa lokasi tanam di halaman rumahnya memang terpapar panas terik saat siang hari, namun mendapatkan cahaya pagi yang sangat maksimal.
3. Mengolah Media Tanam dengan Nutrisi Alami
Memperhatikan kualitas tanah adalah kunci utama tanam daun salam agar tanaman tidak kerdil dan cepat besar. Tyas menjelaskan bahwa tanah di halamannya sudah subur karena bekas kotoran ternak yang telah lama mengendap dan berubah menjadi kompos alami.
“Kalau halaman rumah memang sudah subur karena dulu sering ada kerbau di situ, jadi ada kotoran-kotorannya yang sudah kekompos,” katanya.
Direktorat Jenderal Hortikultura pun menyarankan penggunaan bahan organik sebagai media tanam karena mampu memperbaiki sirkulasi udara di dalam tanah dan menjaga kelembapan akar.
4. Menanam Langsung pada Lahan Terbuka
Menanam pohon salam langsung di atas tanah pekarangan memberikan keuntungan berupa sistem perakaran yang lebih luas dan kokoh. Tyas memilih untuk menanam langsung di tanah halamannya karena menurutnya tanaman tersebut menjadi sangat minim perawatan dan tidak memerlukan perhatian khusus setiap harinya.
Hal ini sejalan dengan panduan dari Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian yang menyatakan penanaman di lahan terbuka memungkinkan tanaman rempah seperti salam menyerap unsur hara makro secara lebih stabil sehingga lebih tahan terhadap serangan hama.
Advertisement
Perawatan Jangka Panjang: Teknik Penyiraman dan Pemangkasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487435/original/061896400_1769665024-Memangkas_pohon_salam__Gemini_AI_.jpg)
5. Mengatur Frekuensi Penyiraman yang Teratur
Manajemen air yang tepat sangat penting agar akar tanaman tidak mengalami kebusukan. Tyas menerapkan jadwal penyiraman pada sore hari sebanyak dua hari sekali, namun ia menghentikan penyiraman sepenuhnya saat memasuki musim penghujan.
“Nyiramnya biasanya sore hari dan 2 hari sekali, tapi kalau musim hujan ya nggak usah,” terangnya.
Selain itu, para pakar budidaya tanaman rempah menyarankan agar penyiraman disesuaikan dengan kondisi lingkungan untuk mencegah tumbuhnya jamur akibat tanah yang terlalu lembap.
Salah satunya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang tegaskan drainase yang buruk atau tanah yang tergenang untuk jenis tanaman salam dapat memicu serangan jamur patogen tular tanah seperti Phytophthora yang menyebabkan busuk akar.
6. Melakukan Pemangkasan Batang secara Rutin
Tindakan pemangkasan sangat diperlukan untuk mengontrol tinggi tanaman dan merangsang munculnya tunas-tunas baru yang lebih rimbun.
“Itu pohon salamnya memang rutin dipangkas, kalau enggak nanti besar sekali dan daun salam mudanya susah diambil. Banyak ibu-ibu di sini biasanya minta buat masak,” ia menceritakan.
Hal ini juga sudah dibuktikan dalam Jurnal Agroekoteknologi Faculty of Agriculture University Sumatera Utara (USU), pemangkasan pucuk batang berfungsi untuk memicu pertumbuhan cabang samping, yang pada akhirnya membuat tajuk pohon menjadi lebih lebat.
7. Menghindari Penggunaan Bahan Kimia pada Tanaman
Keamanan hasil panen untuk dikonsumsi menjadi poin penting dari tips tanam daun salam untuk skala rumah tangga. Tyas menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia dan hanya mengandalkan kesuburan dari pupuk kompos alami yang tersedia di tanah.
Kementerian Kesehatan RI dalam berbagai kampanye taman obat keluarga juga menyarankan budidaya organik agar manfaat kesehatan dari daun salam tetap terjaga dan terhindar dari residu kimia berbahaya.
FAQ
Bagaimana cara menanam salam yang paling efektif?
Menanam dari biji yang sudah matang tua adalah metode termudah dan paling banyak berhasil.
Berapa kali pohon salam harus disiram?
Cukup siram dua hari sekali pada sore hari, dan tidak perlu disiram saat musim hujan.
Di mana posisi terbaik menanam pohon salam?
Di area terbuka yang terkena sinar matahari pagi secara langsung agar pertumbuhan maksimal.
Apakah pohon salam butuh pupuk kimia?
Tidak perlu, gunakan pupuk kompos alami agar hasil daunnya lebih aman dan sehat dikonsumsi.
Kenapa pohon salam harus rajin dipangkas?
Agar tinggi pohon terkontrol dan memicu pertumbuhan daun muda yang rimbun dan lebat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134529/original/089698800_1739622825-20250215-Prabowo-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487433/original/046065600_1769665024-Pohon_salam_rimbun_di_depan_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6201293/original/096459900_1779080337-Kutu_beras_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505649/original/078469000_1771392664-Baun_pepaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553810/original/064133700_1776049177-Kebun_Empon-Empon__Tanaman_Herbal_.jpg)