Liputan6.com, Jakarta - Budidaya lele tanpa kolam kini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin beternak ikan meski memiliki lahan terbatas. Tanpa perlu menggali tanah atau membuat kolam permanen, lele tetap bisa tumbuh optimal hanya dengan wadah sederhana di rumah, seperti galon.
Tak hanya untuk konsumsi pribadi, budidaya lele skala rumahan juga berpotensi menjadi usaha sampingan. Hasil panennya bisa dijual langsung ke lingkungan sekitar. Model budidaya lele skala rumahan ini juga dinilai ramah modal. Dengan perawatan yang tepat, lele dapat dipanen dalam waktu relatif singkat.
Salah satu pelaku budidaya lele tanpa kolam yang berhasil adalah Sri Rejeki (43). Berbicara kepada Liputan6.com, ibu rumah tangga warga kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan, ini membuktikan bahwa ternak lele bisa dimulai dari galon bekas dan dikelola secara mandiri hingga menghasilkan, Senin (26/1/2026).
Advertisement
Budidaya Lele Tanpa Kolam Semakin Diminati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484114/original/038499000_1769413827-unnamed__2_.jpg)
Minat masyarakat terhadap budidaya lele skala rumahan terus meningkat. Lele dikenal sebagai ikan yang tahan banting, mudah dirawat, dan cepat panen. Selain itu, sistem tanpa kolam tanah dinilai lebih fleksibel. Budidaya bisa dilakukan di area sempit, tidak merusak lahan.
Inilah yang membuat banyak orang mulai mencoba budidaya lele rumahan sebagai alternatif usaha dengan risiko rendah. Sri Rejeki mulai membudidayakan lele sejak tahun 2025, tepatnya saat bulan puasa tahun lalu. Awalnya, aktivitas ini bukan murni usaha pribadi.
"Awalnya dari kelurahan kan, terus ke KWT (Kelompok Wanita Tani). Nyoba pelihara sedikit, terus berhasil dan menghasilkan, eh jadi keterusan sampai sekarang," ujar Sri Rejeki saat ditemui Liputan6.com.
Dari coba-coba, hasil panen pertama justru memotivasi Sri Rejeki untuk melanjutkan budidaya secara konsisten di rumahnya. Meski belum ada pengalaman, ia terus menambah ilmunya dari video-video YouTube.
Advertisement
Alternatif Wadah Pengganti Kolam yang Praktis dan Murah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484115/original/052023300_1769413827-1.jpg)
Wadah menjadi faktor penting dalam budidaya lele tanpa kolam. Dalam Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain ember plastik besar, drum bekas, tong air, hingga galon. Sri Rejeki memilih galon sebagai tempat ikan lele bertumbuh.
Ukuran wadah sebaiknya disesuaikan dengan jumlah bibit. Galon yang digunakan oleh Sri adalah ukuran 15 liter (bekas air minum sekali pakai). Dari sisi biaya, wadah bekas yang masih layak pakai bisa menekan modal awal secara signifikan.
Modal awal budidaya lele tanpa kolam tergolong kecil. Sri membeli bibit secara bertahap, dimulai dari 50 ekor bibit, lalu menambah hingga 100 ekor bibit.
"Mipil (bertahap) dulu belinya bibit lele 50 ekor, lalu beli 100 ekor bibit lele. Terus dulu waktu awal-awal belum ada galon ya pakai ember punya sendiri," katanya.
Pakai 4 Galon untuk Bibit Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484116/original/054327400_1769413827-hl.jpg)
Karena tidak mengonsumsi air galon, Sri Rejeki membeli galon bekas seharga Rp2.500 per buah, ditambah ember dan bekas bak mandi yang sudah ada di rumah. Galon digunakan untuk lele usia sekitar satu bulan. Dalam satu galon, diisi sekitar 25 ekor bibit lele.
"Itu ada 4 galon, tapi sekarang lagi terisi 2 galon yang lele kurang dari sebulan," ungkapnya.
Setelah ukurannya membesar dalam kurun satu bulan, ikan dipindahkan ke bak air yang lebih luas. Pemindahan ini penting untuk menghindari kepadatan dan memudahkan pengelolaan.
"Kalau sudah agak gede sebulanan, itu nanti langsung dipindah biar gampang perawatannya," tambah Sri.
Advertisement
Tips Budidaya Lele Skala Rumahan di Galon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484117/original/075149500_1769413827-unnamed__3_.jpg)
Konsep utama budidaya ini adalah memanfaatkan galon sebagai pengganti kolam tanah. Skala rumahan memungkinkan pengelolaan lebih detail, sehingga angka kematian ikan bisa ditekan dan hasil panen lebih konsisten untuk dijual. Berikut ini tips budidaya lele skala rumahan tanpa kolam ala Sri Rejeki yang baru setahun terjun di bidang ini:
1. Persiapan Awal Sebelum Menebar Bibit Lele
Sebelum bibit ditebar, wadah harus dibersihkan dan diisi air bersih. Air sebaiknya didiamkan minimal 24 jam agar lebih stabil. Bibit lele yang dipilih harus aktif, tidak cacat, dan berukuran seragam.
"Kalau saya liat di video, pemula biasanya gagal karena ingin cepat-cepat menebar bibit. Harusnya, diamkan dulu air seharian supaya kondisinya stabil, menghindari lele stres," ujar Sri.
2. Manajemen Pakan Agar Lele Cepat Besar dan Hemat Biaya
Pakan menyumbang biaya terbesar dalam budidaya lele skala rumahan. Oleh karena itu, pengaturan pakan harus dilakukan secara efisien. Pemberian pakan cukup 2–3 kali sehari dengan takaran secukupnya. Hindari memberi pakan berlebihan karena sisa pakan dapat merusak kualitas air dan memicu penyakit.
Sri Rejeki mengakui kualitas pakan sangat memengaruhi pertumbuhan lele. Pakan yang digunakan adalah pelet. Lele diberi makan dua kali sehari, pagi dan sore.
"Biasanya beli pelet yang satu kilo Rp15.000, itu cepet banget gede. Biasanya juga saya kasih daun pepaya, katanya baik untuk imun lele,"Â ungkapnya.
3. Perawatan Lele Tanpa Kolam Agar Tetap Sehat
Perawatan lele tanpa kolam relatif sederhana, namun harus konsisten. Jika air mulai berbau atau keruh, penggantian air wajib dilakukan. Lele yang sehat biasanya aktif dan responsif saat diberi pakan. Jika terlihat lesu atau sering muncul ke permukaan, itu tanda kualitas air perlu diperbaiki.
"Ganti air 2 hari sekali biar nggak bau. Rajin menyortir lele, biar enggak gelut (berantem) karena yang kecil bisa dimakan, biasanya seminggu sekali," lanjutnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484429/original/001892200_1769425926-lele.jpg)
4. Masa Panen dan Harga Jual Lele Rumahan
Lele umumnya siap panen dalam waktu 2,5 hingga 3 bulan. Ukuran konsumsi yang paling diminati pasar berkisar 7–9 ekor per kilogram. Dengan skala rumahan, hasil panen memang tidak masif, tetapi cukup stabil. Jika dikelola dengan baik, hasil penjualan dapat menutup modal awal dan memberikan keuntungan bertahap yang berkelanjutan.
"Aku jual Rp27.000 per kilo, ini termasuk mahal soale perawatannya terjaga. Per kilo biasanya dapat 8 ekor," ujar Bu Sri.
5. Strategi Menjual Hasil Budidaya Lele Skala Rumahan
Penjualan lele rumahan bisa dimulai dari lingkungan terdekat, misalnya tetangga, merupakan target pasar potensial. Selain itu, sistem pre-order juga bisa diterapkan agar hasil panen langsung terserap pasar. Strategi ini membantu menghindari penumpukan stok dan menjaga arus kas tetap lancar.
"Ya paling orang-orang sekitar rumah, sama ada kenalan di perumahan, biasanya ada yang minta sih. Aku selalu share di status WA kalau udah mau panen,"Â ungkap Sri Rejeki.
6. Peluang Usaha Lele Tanpa Kolam untuk Pemula
Budidaya lele tanpa kolam terbukti cocok untuk pemula dan ibu rumah tangga. Modal kecil, perawatan sederhana, dan pasar lokal yang jelas membuat usaha ini layak dikembangkan.
Seperti pengalaman Sri Rejeki yang memulainya baru satu tahun, tapi kini hasilnya sudah bisa dinikmati. Meski begitu, ia sempat bercerita kalau awal-awal sempat gagal, hal tersebut yang menjadi tantangan ke depan baginya.
"Paling waktu pas awal-awal dulu, yang dikasih sama KWT itu pernah mati semua. Tapi kemudian saya beli bibitnya lagi sendiri dan berhasil," tutupnya.
FAQ
Apakah budidaya lele tanpa kolam cocok untuk pemula?
Ya, sangat cocok karena lele tahan banting, perawatannya sederhana, dan bisa dimulai dengan modal kecil.
Berapa jumlah lele ideal dalam satu galon?
Sekitar 20–25 ekor bibit lele usia satu bulan agar tidak terlalu padat dan mudah dirawat.
Berapa lama lele bisa dipanen jika pakai galon?
Lele umumnya siap panen dalam 2,5–3 bulan dengan ukuran konsumsi 7–9 ekor per kilogram.
Bagaimana cara mencegah lele bau dan mati di wadah kecil?
Rutin ganti air, jangan memberi pakan berlebihan, dan lakukan sortir lele secara berkala.
Ke mana hasil panen lele rumahan bisa dijual?
Bisa dijual ke tetangga, kenalan sekitar rumah, atau lewat sistem pre-order dan status WhatsApp.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484113/original/012404900_1769413827-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290410/original/028797800_1783480247-Gemini_Generated_Image_razpgtrazpgtrazp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258681/original/020989400_1781401152-17859304121363832934.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067830/original/010791000_1780912569-kolam_lele.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8039105/original/019591800_1780881236-14836773146139845770.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6829616/original/085030100_1779618357-15675584599501259033.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7600083/original/048638500_1780383664-Ilustrasi_panen_lele.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7590578/original/067406700_1780372905-15582572677338542504.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7526358/original/024145200_1780299738-Cara_Membesarkan_Lele_di_Bak_Plastik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463927/original/048198000_1767674093-ilustrasi_lele_di_ember.jpg)