Liputan6.com, Jakarta - Di hampir setiap rumah, selalu ada satu laci yang dipenuhi kabel-kabel lama. Kabel charger ponsel yang sudah rusak, kabel laptop dari perangkat lama, hingga kabel earphone yang putus sebelah sering kali dibiarkan menumpuk tanpa kejelasan nasib. Kita menyimpannya dengan harapan “siapa tahu nanti masih bisa dipakai”, padahal bertahun-tahun berlalu tanpa pernah tersentuh kembali.
Masalah kabel bekas ini sebenarnya sangat umum terjadi. Seiring perkembangan teknologi, perangkat elektronik terus berganti, sementara kabel lama perlahan menjadi tidak relevan. Akibatnya, kabel-kabel tersebut berakhir di laci, gudang, atau bahkan langsung dibuang ke tempat sampah tanpa dipikirkan dampaknya.
Padahal, di balik tampilannya yang kusut dan tampak tidak berguna, kabel bekas menyimpan potensi besar. Mulai dari nilai guna ulang, nilai seni, hingga nilai ekonomi dan lingkungan. Dengan pendekatan yang tepat, memanfaatkan kabel bekas bisa menjadi langkah kecil namun berdampak besar bagi keberlanjutan. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (23/1/2026).
Advertisement
1. Memanfaatkan Kabel Bekas untuk Kebutuhan Taman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482150/original/006649900_1769162844-kabbel_bekas_untuk_kebun.jpg)
Salah satu cara paling sederhana untuk memanfaatkan kabel bekas adalah menggunakannya di area taman. Setelah dipotong menjadi ukuran lebih pendek, kabel dapat berfungsi sebagai pengikat tanaman pengganti tali plastik.
Kabel bekas cukup kuat untuk menopang tanaman merambat seperti kacang panjang, mentimun, atau bunga rambat pada teralis. Selain itu, kabel juga bisa digunakan untuk mengikat batang tomat atau cabai ke ajir agar tumbuh tegak. Untuk tanaman hias indoor, kabel tipis dapat dijadikan penyangga batang pada tanaman monstera, philodendron, atau sirih gading yang cenderung merambat ke atas.
Jika memiliki kabel yang lebih tebal dan panjang, kabel tersebut bahkan bisa dimanfaatkan sebagai penggantung pot tanaman. Dengan sedikit sentuhan estetika, kabel bekas dapat disulap menjadi penyangga pot gantung yang kokoh dan unik.
2. Dimanfaatkan dalam Rangkaian Bunga dan Dekorasi
Bagian dalam kabel yang terbuat dari kawat tembaga atau baja sangat berguna untuk keperluan dekorasi bunga. Dengan mengupas lapisan luar kabel menggunakan wire stripper, Anda akan mendapatkan kawat fleksibel yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan florist.
Kawat ini dapat digunakan untuk mengikat batang bunga segar, menyusun karangan bunga kering, membuat rangkaian wreath musiman, hingga memperkuat struktur centerpiece di meja makan. Karena sifatnya yang lentur namun kuat, kawat dari kabel bekas menjadi alternatif ekonomis dibanding kawat florist yang dijual di pasaran.
Advertisement
3. Bahan Kerajinan dan Perhiasan DIY
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482151/original/047414700_1769162844-diy_kabel.jpg)
Bagi pencinta kerajinan tangan, memanfaatkan kabel bekas membuka peluang kreativitas tanpa batas. Kawat tembaga hasil kupasan kabel bisa dibentuk menjadi gelang, cincin, liontin, atau gantungan kunci dengan gaya rustic dan industrial.
Selain perhiasan, kabel bekas juga sering dimanfaatkan untuk seni kawat (wire art), patung mini, hingga instalasi seni kontemporer. Warna alami tembaga yang hangat bahkan bisa menjadi nilai estetika tersendiri tanpa perlu banyak finishing tambahan.
4. Donasi untuk Sekolah dan Komunitas Kreatif
Jika jumlah kabel bekas di rumah sudah terlalu banyak dan tidak mungkin semuanya dimanfaatkan sendiri, mendonasikannya bisa menjadi solusi bijak. Banyak sekolah menengah, sekolah kejuruan, dan komunitas kreatif yang membutuhkan kabel bekas untuk proyek pembelajaran.
Kabel sering digunakan dalam kelas STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), praktik kelistrikan, seni rupa, hingga proyek kerajinan dan patung. Dengan mendonasikan kabel bekas, Anda tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mendukung kegiatan edukatif yang bermanfaat.
5. Daur Ulang Kabel Bekas Secara Bertanggung Jawab
Tidak semua kabel bekas harus diubah menjadi barang baru. Jika kondisinya sudah terlalu rusak atau tidak layak pakai, mendaur ulang tetap menjadi pilihan terbaik. Kabel termasuk limbah elektronik yang sebaiknya tidak dibuang bersama sampah rumah tangga biasa.
Sebelum didaur ulang, kabel sebaiknya dipilah berdasarkan jenis logamnya. Kabel tembaga memiliki nilai jual paling tinggi, terutama jika lapisan plastiknya dilepas. Aluminium dan baja juga dapat didaur ulang meskipun nilainya lebih rendah. Proses pemisahan dan pembersihan ini dapat meningkatkan nilai ekonomis kabel saat dijual ke pengepul atau tempat daur ulang logam.
Selain tempat rongsokan, banyak pusat daur ulang elektronik dan retailer teknologi besar yang menyediakan program penarikan kembali (trade-in) atau drop point limbah elektronik.
Mengapa Kabel Bekas Sayang Jika Dibuang?
Kabel listrik dan kabel elektronik umumnya mengandung logam berharga seperti tembaga, aluminium, bahkan baja. Tembaga sendiri merupakan material penting dalam berbagai sektor, mulai dari perangkat elektronik, transportasi, energi bersih, hingga peralatan medis. Menariknya, tembaga bersifat 100% dapat didaur ulang dan proses daur ulangnya membutuhkan energi jauh lebih rendah dibandingkan menambang bahan mentah baru.
Namun kenyataannya, banyak kabel bekas justru terbuang sia-sia. Riset menunjukkan bahwa rumah tangga rata-rata menyimpan belasan kabel yang sudah tidak terpakai, bahkan membuang sebagian lainnya ke tempat sampah biasa. Kebiasaan ini berkontribusi pada meningkatnya limbah elektronik (e-waste) yang berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri.
Oleh karena itu, memanfaatkan kabel bekas bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga bentuk tanggung jawab lingkungan.
Manfaat Lingkungan dan Ekonomi dari Memanfaatkan Kabel Bekas
Dengan memanfaatkan kabel bekas, Anda turut mengurangi kebutuhan penambangan logam baru yang berdampak besar pada lingkungan. Penambangan membutuhkan energi tinggi, merusak ekosistem, dan menghasilkan emisi karbon yang signifikan.
Dari sisi ekonomi, kabel bekas juga memiliki nilai finansial. Dalam jumlah besar, tembaga dari kabel dapat dijual dan menghasilkan uang tambahan. Bahkan dalam skala rumah tangga, langkah kecil ini membantu mengurangi penumpukan barang tidak terpakai dan membuat ruang lebih rapi serta aman.
FAQ Seputar Memanfaatkan Barang Bekas
1. Apakah semua kabel bekas bisa dimanfaatkan kembali?
Tidak semua, namun sebagian besar kabel masih bisa dimanfaatkan atau didaur ulang tergantung kondisi dan jenis bahannya.
2. Apakah aman menggunakan kabel bekas untuk tanaman?
Aman, selama kabel tidak dialiri listrik dan lapisan luarnya masih utuh atau kawatnya digunakan dengan hati-hati.
3. Kabel bekas apa yang paling bernilai untuk didaur ulang?
Kabel dengan inti tembaga memiliki nilai tertinggi dibanding aluminium atau baja.
4. Apakah perlu alat khusus untuk memanfaatkan kabel bekas?
Tidak selalu. Untuk penggunaan sederhana cukup gunting, tang, atau wire stripper.
5. Mengapa memanfaatkan barang bekas penting bagi lingkungan?
Karena dapat mengurangi limbah, menghemat sumber daya alam, dan menekan dampak negatif produksi material baru.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482149/original/061370700_1769162843-kabel_bekas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262510/original/043477700_1781827837-AP26169828495121-Kanada_Piala_Dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542959/original/069384900_1775008055-Italia_vs_Bosnia-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264262/original/083963700_1782102827-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263474/original/094364200_1781931705-paraguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8415599/original/012053300_1782300444-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263847/original/059626700_1782021744-000_B7RA6W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263738/original/072928200_1781986742-Crysencio_Summerville.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259148/original/073901100_1781485988-diallo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7585916/original/098897600_1780367696-Berikan_Alas_Kandang_yang_Nyaman.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6495772/original/015778400_1779352846-Cara_Membuat_Wadah_Semai_Dari_Gelas_Plastik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6107194/original/039870200_1778992695-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462829/original/027267000_1767590134-Penempatan___Perawatan_Awal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5259084/original/093766300_1750410736-Tikus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662274/original/028337200_1778312598-249c8dec-bbd3-4a7d-b369-0bab4db5964b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3994457/original/089902200_1649849014-Banner_Infografis_Klitih_di_Yogyakarta_dan_Maraknya_Kejahatan_Jalanan_Remaja.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561629/original/000025800_1776755383-gayung_retak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562583/original/055823800_1776833291-unnamed-111.jpg)