Rekomendasi Kue Basah Tradisional untuk Hidangan Lebaran, Simak Tips Mudah Buat Sendiri

Jadikan Lebaran lebih berkesan dengan rekomendasi kue basah tradisional penuh cita rasa Nusantara dan bermakna, sempurna untuk hidangan di hari raya atau pun dijadikan hampers.

Diterbitkan 21 Januari 2026, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran identik dengan momen berkumpul bersama keluarga dan hidangan istimewa. Selain sajian utama seperti opor ayam, rendang, dan ketupat, kue kering atau pun basah seolah menjadi hidangan yang wajib ada. Bahkan banyak pula masyarakat yang menjadikan kue-kue tradisional sebagai pilihan hidangan lebaran.

Tidak hanya lezat, kue-kue tradisional juga sarat nilai budaya dan makna simbolis yang membuat Lebaran terasa lebih hangat dan berkesan. Salah satunya adalah apem, yang dipercaya melambangkan permohonan maaf. Ya, sebagaimana dilansir dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, istilah apem berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu afwan atau affuwun, yang bermakna maaf atau ampunan. Pasalnya, kue ini dianggap sebagai permohonan ampunan kepada Tuhan.

“Kue apem sekarang itu banyak jadi sajian untuk tamu-tamu, itu sudah diinovasi (dari versi originalnya). Kan sebenarnya kue apem Jatinom itu dulunya ya kayak yang versi original sekarang (rasanya manis sederhana). Tapi kalau kue apem sekarang itu banyak varian rasanya seperti nangka, keju, meses, pandan, dan lainnya,”  tutur Rukiyem (56), penjual kue apem di Jatinom Klaten, kepada reporter Liputan6.com, Jumat 16 Januari 2026.

Selain apem, ada banyak kue tradisional lain yang cocok untuk hidangan Lebaran yang praktis dibuat dengan bahan-bahan sederhana mudah didapat. Selain itu Anda bisa menghemat pengeluaran di Hari Raya jika bisa membuat kue tradisional sendiri. Berikut beberapa rekomendasi kue tradisional lengkap dengan bahan dan cara membuatnya agar hidangan Lebaran lebih meriah.

1.   Apem Panggang

Bahan:

  • 500 gram tepung beras
  • 150 gram tepung terigu
  • 200 gram gula pasir
  • 1 liter santan kental
  • 1 sendok teh ragi instan
  • 1 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
  • margarin (untuk olesan cetakan

Cara Membuat:

  • Rebus santan bersama daun pandan dan garam hingga hangat (jangan sampai mendidih). Angkat, dinginkan sampai suam-suam kuku.
  • Campurkan tepung beras, gula pasir, dan ragi instan dalam wadah, aduk rata.
  • Tuang santan hangat sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk hingga licin dan tidak bergerindil.
  • Tambahkan vanili jika digunakan, aduk kembali hingga rata.
  • Tutup adonan dan diamkan selama ±1 jam sampai adonan mengembang dan berbuih.
  • Panaskan cetakan apem atau teflon, olesi tipis dengan minyak.
  • Tuang adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh.
  • Panggang dengan api kecil, tutup cetakan agar matang merata.
  • Saat bagian atas mulai set, tambahkan topping sesuai selera.
  • Panggang hingga apem matang, berpori, dan bagian bawah kecokelatan.
  • Angkat dan sajikan kue apem panggang selagi hangat untuk Lebaran.

2. Wajik Ketan

Bahan:

  • 500 gram beras ketan, kukus
  • 300 gram gula merah, serut
  • 200 ml santan kental2 lembar daun pandan
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  • Rebus santan, gula merah, daun pandan, dan garam hingga gula larut.
  • Masukkan ketan kukus, aduk hingga meresap dan adonan kalis.
  • Tuang ke loyang, padatkan, dan biarkan dingin.
  • Potong-potong sesuai selera, sajikan.

3. Kue Cucur

Bahan:

  • 250 gram tepung beras
  • 50 gram tepung terigu
  • 200 gram gula merah cair
  • 200 ml air
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  • Campur semua bahan hingga adonan licin dan rata.
  • Diamkan adonan selama 30 menit.
  • Panaskan minyak, tuang adonan sedikit demi sedikit.
  • Siram bagian tengah agar berbentuk berserat, goreng hingga matang.
  • Angkat dan tiriskan, sajikan.

4. Lemper Bakar

Bahan:

  • 500 gram beras ketan, kukus
  • 250 ml santan
  • Garam secukupnya
  • 150 gram ayam suwir berbumbu kering
  • Daun pisang secukupnya

Cara membuat:

  • Kukus kembali ketan dengan santan dan garam hingga pulen.
  • Ambil secukupnya ketan, isi dengan ayam suwir, bungkus daun pisang, sematkan lidi.
  • Bakar sebentar hingga daun harum dan ketan agak kecokelatan.
  • Sajikan hangat.

5. Kue Lumpur Kentang Panggang

Bahan:

  • 200 gram kentang kukus, haluskan
  • 100 gram gula pasir
  • 2 butir telur100 ml santan
  • 1 sdt vanili

Cara Membuat:

  • Campur semua bahan hingga adonan licin.
  • Tuang ke cetakan mini atau cetakan kue lumpur.
  • Panggang 20–25 menit hingga matang.
  • Sajikan hangat atau dingin.

6. Klepon Gula Merah

Bahan:

  • 200 gram tepung ketan
  • 150 ml air hangat
  • 100 gram gula merah, potong dadu kecil
  • Kelapa parut secukupnya
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  • Campur tepung ketan dan air hangat hingga bisa dipulung.
  • Ambil sejumput adonan, pipihkan, isi dengan gula merah, bulatkan.
  • Rebus dalam air mendidih hingga mengapung.
  • Gulingkan ke kelapa parut.

7. Putu Ayu

Bahan:

  • 150 gram tepung terigu
  • 100 gram gula pasir
  • 2 butir telur
  • 100 ml santan
  • Sejumput garam
  • Kelapa parut kukus secukupnya
  • Pewarna hijau secukupnya (opsional)

Cara Membuat:

  • Kocok telur dan gula hingga putih dan mengembang.
  • Masukkan tepung terigu, santan, garam, dan pewarna, aduk rata.
  • Tuang ke cetakan putu ayu yang sudah diberi kelapa parut di dasar cetakan.
  • Kukus 15–20 menit hingga matang.

Buat Anda yang ingin berkreasi dengan resep-resep kue tradisional di atas, silakan tambahkan beragam toping dan bentuk untuk visual lebih kekinian. Tak lengkap rasanya jika lebaran dapur di rumah terasa anteng-anteng saja. Kreativitas tanpa batas membuat kue tradisional seperti apem panggang, wajik ketan, kue cucur, lemper bakar, sangat mudah dicoba, bahkan untuk Anda yang pemula.

Tips Mudah Bikin Sendiri Kue Tradisional

1. Gunakan Bahan Berkualitas

Kualitas bahan sangat memengaruhi rasa kue basah. Gunakan santan segar agar rasa lebih gurih dan aroma lebih harum. 

Sebagaimana diungkapkan Rukiyem, penjual kue apem Yaqowiyu itu mengungkapkan kepada Liputan6.com jika salah satu tips berjualan kue adalah kesegaran bahan. Perempuan berusia 56 tahun itu mencontohkan, salah satu bahan dasar terpenting untuk kue jualannya adalah santan, sehingga Rukiyem menjaga betul kualitas bahan masakannya.

"Kue apem kan pakainya kelapa parut. kalau udh melampaui tengah hari harus diamankan, karena biasanya akan asam atau gak enak. kalau saya akalinnya, kelapa parutnya langsung bawa pulang masukin freezer," ujar Rukiyem.

Selain itu pilih tepung yang masih baru agar tekstur kue lembut dan tidak mudah keras. Untuk pemanis, gula merah asli akan memberikan rasa manis yang khas dan warna yang cantik.

2. Perhatikan Takaran dan Konsistensi Adonan

Kue basah tradisional umumnya memiliki adonan yang tidak terlalu kental maupun terlalu cair. Pastikan takaran cairan seperti santan atau air sesuai resep. Aduk adonan hingga benar-benar halus agar kue matang merata dan tampil cantik saat disajikan.

3. Gunakan Api yang Tepat Saat Memasak

Sebagian besar kue basah dimasak dengan cara dikukus atau dipanggang. Gunakan api sedang hingga kecil agar kue matang sempurna tanpa bagian bawah gosong atau bagian dalam masih mentah. Pastikan kukusan sudah panas sebelum adonan dimasukkan.

4. Siapkan Kue Mendekati Hari Lebaran

Karena kue basah tidak tahan lama seperti kue kering, sebaiknya dibuat H-1 atau H-2 Lebaran dan disimpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin. Dengan begitu, rasa dan teksturnya tetap segar saat disajikan kepada tamu. 

5. Sajikan dengan Tampilan Menarik

Agar kue basah terlihat lebih menggugah selera, sajikan di piring saji yang bersih dan cantik. Anda juga bisa menambahkan daun pisang sebagai alas untuk menambah kesan tradisional dan aroma khas.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kue Basah Tradisional untuk Lebaran

1. Apa saja kue basah tradisional yang cocok disajikan saat Lebaran?

Kue basah tradisional yang cocok untuk Lebaran antara lain klepon, apem, kue lapis, nagasari, dan kue lumpur. Kue-kue ini memiliki cita rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut, sehingga cocok dinikmati bersama keluarga dan tamu saat silaturahmi hari raya.

2. Mengapa kue basah tradisional banyak dipilih sebagai hidangan Lebaran?

Kue basah tradisional dipilih karena memiliki nilai budaya dan rasa khas yang membangkitkan nostalgia. Selain itu, kue basah memberikan variasi hidangan selain kue kering dan sering dianggap lebih segar karena dibuat dari bahan alami seperti santan, kelapa, dan gula tradisional.

3. Apakah kue basah tradisional mudah dibuat sendiri di rumah?

Sebagian besar kue basah tradisional relatif mudah dibuat sendiri di rumah. Bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan, sementara cara pembuatannya tidak memerlukan peralatan khusus. Dengan mengikuti resep yang tepat, pemula pun bisa menghasilkan kue basah yang lezat.

4. Kapan waktu terbaik membuat kue basah untuk Lebaran?

Waktu terbaik membuat kue basah adalah satu hingga dua hari sebelum Lebaran. Hal ini karena kue basah memiliki daya tahan yang lebih singkat dibandingkan kue kering, sehingga rasanya tetap segar dan teksturnya tidak berubah saat disajikan.

5. Bagaimana cara menyimpan kue basah agar tetap segar saat Lebaran?

Kue basah sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat dan diletakkan di lemari pendingin. Untuk kue yang dibungkus daun pisang, pastikan kondisinya kering sebelum disimpan. Keluarkan kue beberapa saat sebelum disajikan agar teksturnya kembali lembut dan rasanya lebih nikmat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6