Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat adat Melayu dikenal sebagai salah satu suku yang memiliki warisan budaya sangat kaya dan masih mengakar dengan kuat. Meskipun zaman terus berkembang, adat istiadat di Melayu dinilai memiliki ketahanan (resiliensi) budaya yang luar biasa.
Artikel ini akan membahas lebih mendalam sepuluh adat di Melayu yang tidak hanya bisa bertahan dari gerusan zaman, tetapi juga tetap hidup dan masih terus dilestarikan hingga kini. Berikut Liputan6.com ulas lengkap pembahasannya.Â
Adat 1-5
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441021/original/052787300_1765450671-Masyarakat_adat_melayu__Pexels_.jpg)
1. Berpantun
Seni bicara saling berbalas pantun merupakan salah satu tradisi lisan yang sudah mengakar kuat dalam kebudayaan Melayu. Adat Melayu ini pun sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam komunikasi dan berbagai acara adat tertentu.
Misalnya seperti acara pernikahan, penyambutan tamu, hingga sekadar dalam pergaulan sehari-hari, mengutip dari penelitian berjudul Pantun Sebagai Media Komunikasi dalam Prosesi Perkawinan Adat Melayu di Kabupaten Karimun yang dipublikasikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
Keberadaan pantun yang ada dalam adat Melayu menunjukkan pentingnya komunikasi dengan santun dan beradab. Di mana pesan yang disampaikan harus bisa diterima dengan baik tanpa menyinggung perasaan orang lain atau lawan bicara. Ini juga sekaligus salah satu upaya melestarikan warisan sastra lisan yang unik dan ekspresif.
2. Berkapur Sirih (Tepuk Tepung Tawar)
Tradisi Berkapur Sirih adat Melayu tidak sama dengan inti upacara Tepuk Tepung Tawar. Ini merupakan salah satu simbol penghormatan dan keramahan tertinggi yang ada di adat Melayu, di mana mereka akan menyajikan sirih lengkap dengan pinang, gambir, dan kapur kepada tamu kehormatan.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan tulus yang melambangkan hati bersih dan terbuka. Upacara Tepuk Tepung Tawar adalah prosesi adat yang tujuan utamanya memohon keselamatan, memperoleh berkat, dan mendoakan kesejahteraan.
Biasanya adat ini dilakukan di acara pernikahan, khitanan, atau saat masyarakat Melayu akan menempati rumah baru. Dalam ritual ini, bahan-bahan yang digunakan adalah beras, kunyit, daun setawar, dan tepung tawar kemudian dipercikkan atau diusapkan oleh tetua adat atau keluarga besar sebagai upaya menolak bala dan membuang sial.
3. Tradisi Kematian
Tradisi kematian adat Melayu sangat dipengaruhi ajaran agama Islam. Seluruh prosesi kematian tersebut diatur sesuai dengan syariat namun tetap dengan unsur-unsur kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun-temurun.
4. Pakaian Adat Khas Melayu
Pakaian adat di Melayu yang populer seperti Baju Kurung wanita dan Baju Teluk Belanga (atau Cekak Musang) yang biasa dikenakan pria, dilansir dari opac.bungatujuh.sch.id. Ada makna filosofis dan simbol nilai-nilai luhur pada pakaian tersebut.
Baju Kurung mencerminkan hidup dengan kesederhanaan, kesopanan, dan keanggunan bagi seorang wanita Melayu. Sementara Baju Teluk Belanga atau Cekak Musang melambangkan kewibawaan dan tanggung jawab bagi para kaum pria.
5. Nama Panggilan Khusus
Sistem nama panggilan khusus yang ada di masyarakat Melayu, "Pak Cik," "Mak Cik," "Along," "Angah," "Uda," sampai "Uni," adalah cerminan dari struktur sosial, hierarki, dan tingkat keakraban adat di sana. Panggilan tersebut bukan sekadar sapaan, tetapi juga salah satu upaya untuk menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua dengan etika dan sopan santun.
Adat 6-10
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4544955/original/049460700_1692579845-1.jpg)
6. Adat Perkawinan
Prosesi pernikahan adat di Melayu adalah rangkaian upacara yang cukup panjang, sakral, dan bermakna mendalam. Adat ini biasanya dilakukan berurutan, dari Merisik (mencari tahu status sang gadis), Meminang, Mengantar Tanda (misalnya cincin), sampai dengan Mengantar Belanja (persiapan pesta).
Pada setiap tahapan tersebut, secara tradisi tidak hanya sekadar ritual. Melansir dari repository.uir.ac.id, adat tersebut berfungsi mempererat hubungan kekeluargaan hingga memastikan kelancaran serta keberkahan acara pernikahan sudah sesuai norma adat dan agama.
7. Adat Pergaulan
Adat pergaulan di Melayu sangat menjunjung tinggi adab, sopan santun, dan tata krama di setiap interaksi sosialnya. Hal ini tertuang dalam petuah "yang baik itu budi, yang indah itu bahasa."
Norma-norma tersebut secara langsung mengatur bagaimana seseorang harus bertutur kata, bersikap, dan berperilaku kepada orang lain. Terutama ketika berhadapan dengan orang tua, para tetua adat, dan mereka yang usianya lebih tua.
Adat di Melayu sangat mengedepankan penggunaan bahasa yang halus, menghindari kata-kata yang kasar atau menyinggung, serta selalu bersikap rendah hati dan menghargai orang lain.
8. Adat Bertani/Berkebun/Menyemah Laut
Adat Melayu juga berkaitan erat dengan mata pencaharian utama masyarakatnya. Mereka masyarakat melayu mayoritas bekerja di pertanian, perkebunan, dan perikanan. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk interaksi harmonis yang dilakukan dengan alam dan sumber daya di sekitarnya.
Misalnya saja upacara adat Menyemah Laut yang biasanya dilakukan oleh masyarakat pesisir seperti nelayan. Ini salah satu contoh nyata ketika mereka melakukan ritual persembahan atau doa yang tujuan utamanya meminta keselamatan saat melaut, memohon tangkapan ikannya melimpah, dan wujud dari rasa syukur atas rezeki yang sudah diberikan.
9. Tradisi Berinai
Tradisi Berinai atau Malam Berinai adalah salah satu prosesi di sebuah rangkaian upacara pernikahan adat di Melayu. Prosesi ini biasanya dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah atau resepsi utama diselenggarakan.
Ada beberapa jenis adat berinai, yakni ada berinai curi (dilakukan secara diam-diam), berinai tengah, dan berinai besar (dilakukan pada malam puncak). Tujuan utama dari prosesi adalah mengusir roh jahat, mendatangkan keberuntungan, serta simbol penyucian diri dan persiapan mental sebelum sah menjadi pasangan suami istri.
10. Adat Balimau Kasai
Adat Balimau Kasai merupakan tradisi unik yang ada di masyarakat Melayu, khususnya Riau dan sekitarnya. Adat ini sudah dilakukan secara turun-temurun tepatnya sehari menjelang masuknya bulan suci Ramadhan. "Balimau" artinya mandi menggunakan jeruk nipis atau limau, dan "kasai" artinya wewangian atau rempah-rempah untuk membersihkan diri.
Upacara ini adalah simbol pembersihan diri secara lahir dan batin dari segala dosa, kesalahan, dan kekotoran jiwa. Tujuannya agar umat muslim Melayu dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan hati yang suci dan bersih, dikutip dari penelitian berjudul Makna Tradisi Balimau Kasai di Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar yang dipublikasikan Universitas Riau.
FAQ
1. Apa contoh adat Melayu yang paling dikenal?
Pantun, tepung tawar, prosesi perkawinan, serta balimau kasai.
2. Apa makna tepung tawar dalam adat Melayu?
Permohonan keselamatan, keberkahan, serta penolak bala.
3. Apa fungsi pantun dalam adat Melayu?
Sarana komunikasi santun serta bentuk seni lisan.
4. Apa simbol utama pakaian adat Melayu?
Kesopanan, kewibawaan, serta adab dalam berpenampilan.
5. Apa tujuan tradisi berinai?
Penyucian diri, harapan keberuntungan, serta persiapan menuju akad.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441020/original/015348100_1765450671-pernikahan_adat_melayu__Pexels_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7602793/original/086009600_1780386717-1002114461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5268058/original/017110200_1751196734-1000333139.jpg)