Liputan6.com, Jakarta Bahasa Madura merupakan kekayaan budaya Indonesia yang wajib dijaga. Setiap bahasa daerah di Indonesia punya ciri khasnya masing-masing. Bahasa Madura sendiri memiliki ciri aksen atau dialek yang khas.
Dijelaskan dalam buku Perempuan dan Kehormatan bagi Masyarakat Madura oleh Dedi Dores, 2020, halaman 11, keunikan bahasa madura salah satunya ada pada konteks pelafalannya. Cara melafalkan ini disebut dengan lafal sentak dan ditekan. Seperti pada pada huruf b, d, j, g, jh, dh dan bh atau pada konsonan rangkap, contohnya jj, dd dan bb.
Melatih pengucapan dialek Madura juga bisa dibarengi dengan mengetahui kosa-katanya. Ada beberapa kosa-kata bahasa Madura yang bisa dipelajari sebagai pemula. Kosa-kata ini bisa jadi pedoman saat berhadapan dengan orang asli Madura agar tahu maksud ucapan mereka.Â
Advertisement
Â
Â
Kata Sapaan (Pamangghi)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195706/original/005096500_1666088623-indonesia-budaya-tradisi-karapan-_02_.jpg)
Sapaan yang tepat menjadi bukti masyarakat Madura menjunjung tinggi soal tata krama. Berikut kosakata kata sapaan dalam bahasa Madura
1. Salam / Assalamu'alaikumÂ
Artinya: Salam Universal Â
2. Sokkor
Artinya: Terima kasih
3. Bâ'naÂ
Artinya: Kamu - Kasual
4. PanjhennenganÂ
Artinya: Anda - Hormat
5. Kaula / KulaÂ
Artinya: Saya
6. Sèra / SapaÂ
Artinya: Siapa
7. Aponapa / KadhiponapaÂ
Artinya: Kenapa / Bagaimana
8. Dimma / Ka'emmaÂ
Artinya: Di mana / Ke mana
9. EngghiÂ
Artinya: Ya
10. Bhunten
Artinya: Tidak
11. KèraÂ
Artinya: Permisi / Maaf
12. Bâghus / SaèÂ
Artinya: Baik / Bagus
13. LessohÂ
Artinya: Lelah / Capek
14. SehatÂ
Artinya: Sehat,Â
15. Jhalan / LangghengÂ
Artinya: Silakan.
16. Slamet jalan / Slamet lampa'anÂ
Artinya: Selamat jalan
Â
Â
Advertisement
Kata Kerja Dasar (Okara Panggâwâiyan)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5009710/original/035093500_1731856828-IMG_20241117_211746.jpg)
Kata kerja membantu kita membentuk kalimat aksi. Pahami juga perbedaan penggunaan tingkat hormat dan kasual sangat penting.
17. Ngakan / Ngadhân Memiliki arti Makan
18. Ngenom Memiliki arti MinumÂ
19. èdur / Tèdhur Memiliki arti TidurÂ
20. Molè Memiliki arti Pulang
21. Nèngghu Memiliki arti Melihat
22. Ajhâlân / Alampa'an Memiliki arti Berjalan
23. Nongghu Memiliki arti MenungguÂ
24. Nolès Memiliki arti Menulis
25. Maca Memiliki arti Membaca
26. Nyambi Memiliki arti MencuciÂ
27. Mènta Memiliki arti Meminta Â
28. Ngabheri Memiliki arti MemberiÂ
29. Aparènta Memiliki arti Memerintah
30. Melakè / Malakè Memiliki arti Menikah
31. Mèyara Memiliki arti Memelihara
32. NyèrrèpMemiliki arti MenyiramÂ
Â
Â
Kata Sifat dan Keterangan (Okara Sèfat) Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195711/original/020234300_1666088627-indonesia-budaya-tradisi-karapan-_07_.jpg)
33. Manès Berarti Manis
34. Pait Berarti Pahit
35. Pèdhes Berarti Pedas
36. Cemeng Berarti Hitam
37. Potè Berarti Putih
38. Abe' / Mèra Berarti Merah
39. Konèng Berarti Kuning
40. Ijo Berarti Hijau
41. Bâris Berarti Jelek / Buruk rupa
42. Rajâ Berarti Besar
43. Kècè' / Alèt Berarti Kecil
44. Bagus / Saè Berarti Baik
45. Jâ'at / Dâsa Berarti Jahat / Buruk
46. Pèntèr Berarti PintarÂ
47. Budo Berarti BodohÂ
48. Lessoh Berarti Lelah
Â
Â
Â
Advertisement
Benda dan Lokasi Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2757426/original/004477800_1553156401-20190321-Pameran-keris-di-gedung-parlemen--TALLO-4.jpg)
Kosakata berikut merujuk pada objek fisik dan tempat di sekitar penutur Bahasa Madura:
49. Angghuy
Artinya: Baju / Pakaian.
50. Rambhut'Â
Artinya: Rambut
51. BâburÂ
Artinya: Bubur.
52. TanaÂ
Artinya: Tanah
53. AttasÂ
Artinya: Atas
54. BhâbâÂ
Artinya: Bawah
55. BhâiÂ
Artinya: Padi / Beras
56. DhâlemÂ
Artinya: Rumah
57. KèttapÂ
Artinya: Buku
58. PèlorÂ
Artinya: Pena
59. SèrètÂ
Artinya: Celana
60. SaréngÂ
Artinya: Kain sarung
61. Dhuwè'Â
Artinya: Uang
62. RèncèÂ
Artinya: Uang receh
63. PaseghâÂ
Artinya: Pasar
64. JâghungÂ
Artinya: Jagung
Â
Â
Â
Ekspresi Waktu dan Pertanyaan Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195708/original/000981900_1666088625-indonesia-budaya-tradisi-karapan-_04_.jpg)
Kategori ini mencakup kata-kata yang berkaitan dengan waktu, urutan, dan kata tanya yang vital untuk kelancaran percakapan dengan masyarakat Madura:
65. BâlânÂ
Artinya: Bulan
66. Ondhâ'Â
Artinya: Sangat / Terlalu
67. Korang
Artinya: Kurang
68. Pèra'Â
Artinya: Hanya
69. Sèjhe'Â
Artinya: Dekat
70. LangkongÂ
Artinya:Lebih / Sangat)
71. Kè-KèlaÂ
Artinya: Tadi
72. Sèppè'Â
Artinya: Besok
73. Bâri'Â
Artinya: Kemarin
74. Sè-kèlaÂ
Artinya: Sekarang
75. BâbârÂ
Artinya: Fajar
76. TarèÂ
Artinya: MatahariÂ
77. SateyaÂ
Artinya: Saat ini
78. KèmmaÂ
Artinya: Kapan
79. Sèppa'Â
Artinya: Siang.
MalemÂ
Artinya: MalamÂ
Â
Â
Advertisement
Tingkat Tutur Bahasa Madura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416504/original/091740300_1763453287-Wikimedia.jpg)
Salah satu kompleksitas dan keunikan bahasa Madura adalah adanya tingkat tutur atau undha-usuk basa, meskipun tidak seketat dalam bahasa Jawa. Sistem ini menunjukkan penghormatan dan tata krama yang tinggi dalam komunikasi masyarakat Madura.
Menurut buku Bahasa Madura Dalam Pandangan Kelas Menengah Oleh Mulyadi, 2024 Halaman 28, jika diperhatikan penggunaan stratifikasi dalam bahasa Madura ditentukan juga oleh faktor penutur (speaker), faktor pendengar (hearer), kondisi/situasi, dan status sosial
Tingkat tutur atau udha-usuk basa menjadi keunikan bahasa Madura. Kompleksitas ini menunjukkan penghormatan atau tata krama yang tinggi lewat komunikasi masyarakat Madura.
1. Basa Enja' Iyah (Tingkat Biasa/Kasual)
Tingkatan ini digunakan pada percakapan sehari-hari dengan teman sebaya, kerabat dekat, atau orang yang sudah cukup akrab. Kata-kata yang digunakan bersifat lugas dan tidak formal.
2. Basa Engghi Enten (Tingkat Menengah/Hormat)
Tutur bahasa ini digunakan untuk melakukan percakapan dengan orang yang lebih tua, orang yang dihormati, atau dalam situasi formal. Penggunaan leksikon di tingkat bahasa ini berbeda dengan tingkat kasual. Pasalnya, Engghi Enten menuntut penggunaan kata-kata penghormatan.
Setting pemakaiannya biasanya di ruang publik, seperti di pertokoan, terminal dan di tempat-tempat pelayanan umum.
3. Basa Engghi Bhunten (Tingkat Paling Hormat)
Basa ini menjadi tingkat tutur yang paling sopan dalam bahasa ini. Biasanya digunakan saat berbicara dengan tokoh agama, sesepuh, atau pejabat. Meskipun kini jarang digunakan secara ketat, eksistensi tingkat ini menunjukkan kekayaan sistem sosial dan linguistik di MaduraÂ
QNA
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4195709/original/092752400_1666088625-indonesia-budaya-tradisi-karapan-_05_.jpg)
Q: Mengapa Bahasa Madura memiliki aksen yang terkesan "keras" atau tegas?
A: Aksen tegas tersebut disebabkan oleh adanya konsonan letup tak bersuara (seperti /p/, /t/, /k/) yang diucapkan dengan penekanan kuat, sebuah ciri khas fonologi Bahasa Madura.
Q: Apa yang dimaksud dengan undha-usuk basa dalam Bahasa Madura?
A: Undha-usuk basa adalah sistem tingkat tutur (mirip unggah-ungguh dalam Jawa) yang menunjukkan tingkat kesopanan dan penghormatan, seperti Basa Enja' Iyah (kasual) dan Basa Engghi Enten (hormat).
Q: Di mana saja Bahasa Madura dituturkan selain di Pulau Madura?
A: Penutur Bahasa Madura tersebar luas di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur (seperti Pasuruan, Probolinggo, Jember, Situbondo) hingga ke beberapa wilayah di Kalimantan Barat.
Q: Apa dialek Bahasa Madura yang dianggap paling standar atau halus?
A: Dialek Sumenep sering dianggap sebagai dialek standar atau yang paling halus karena merupakan pusat budaya dan kerajaan kuno di Madura.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416503/original/050954200_1763453287-Budaya_Madura.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261305/original/096719500_1781694640-000_B4XF3RA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8374721/original/069599100_1782252182-IMG-20260624-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261727/original/037682800_1781755838-063_2282102375.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361929/original/059220800_1782237469-000_B8324TW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262482/original/047548300_1781803743-Croatia_s_Ivan_Perisic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8361794/original/064983200_1782237341-000_B8324T4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258737/original/031550300_1781406712-063_2281462946.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327896/original/060874200_1782197614-IMG-20260623-WA0060.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8325450/original/022633200_1782194898-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_12.48.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520004/original/059152600_1772603854-Gemini_Generated_Image_r3pd40r3pd40r3pd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546533/original/006243000_1775323172-Luna_Maya_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538473/original/037797100_1774518466-Pencarian_penumpang_kapal_jatuh_di_perairan_Situbondo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528073/original/053112000_1773231283-Foto_Wujud_Mimpi_Warga_Mandala_Ditangan_Tentara__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501262/original/094862600_1770891799-WhatsApp_Image_2026-02-12_at_10.49.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489070/original/027227800_1769792325-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_19.17.58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479010/original/023467800_1768964673-056157000_1678851940-pelabuhan_jangkar_2.jpeg)