6 Manfaat Tanah bagi Kehidupan Manusia dan Cara Memeliharanya

Tanah bukan sekadar pijakan, melainkan fondasi vital yang menawarkan beragam manfaat esensial bagi kehidupan di Bumi, mulai dari produksi pangan hingga mitigasi iklim. Pahami lebih dalam peran krusial tanah.

Diterbitkan 11 September 2025, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Keberadaannya tidak hanya menjadi pijakan untuk tempat tinggal, tetapi juga sumber penghidupan melalui pertanian, perkebunan, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Hampir seluruh aspek kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari peran tanah, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam konteks sosial dan budaya, tanah juga memiliki makna mendalam. Bagi banyak masyarakat, tanah bukan hanya komoditas, tetapi bagian dari identitas dan warisan leluhur. Seperti dijelaskan oleh OHCHR (Office of the High Commissioner for Human Rights), tanah adalah elemen esensial dalam mewujudkan berbagai hak asasi manusia, termasuk hak atas pangan, perumahan, serta hak ekonomi dan budaya.

Namun, keberadaan tanah yang semakin terbatas akibat urbanisasi, perubahan iklim, hingga eksploitasi berlebihan membuat pemeliharaannya menjadi semakin penting. Oleh karena itu, memahami manfaat tanah dan cara menjaganya bukan hanya tugas individu, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan keberlanjutan generasi mendatang. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (11/9/2025).

1. Sumber Pangan dan Penghidupan

Menurut Land and Human Rights – Standards and Applications (2015), tanah menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat dunia, terutama petani, nelayan pesisir, dan komunitas adat. Dari tanah, manusia memperoleh bahan pangan melalui pertanian dan perkebunan. Tanpa tanah subur, ketahanan pangan akan terancam.

2. Penyediaan Hunian dan Ruang Hidup

Tanah berfungsi sebagai tempat manusia membangun rumah dan permukiman. Seperti dijelaskan OHCHR (2014), keterkaitan tanah dengan hak atas perumahan menjadikannya elemen fundamental dalam kehidupan. Ketersediaan tanah yang layak menentukan kualitas hidup masyarakat di perkotaan maupun pedesaan.

3. Fungsi Ekonomi

Tanah juga menjadi aset bernilai ekonomi. Lahan dapat diperjualbelikan, disewakan, atau dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Menurut Claeys et al. (2019) dalam buku Land Is a Human Right, kepemilikan dan akses terhadap tanah adalah salah satu faktor penentu kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di negara berkembang.

4. Aspek Sosial dan Budaya

Tanah sering kali menjadi simbol identitas budaya dan warisan leluhur. Di banyak komunitas adat, tanah tidak hanya dipandang sebagai sumber daya, tetapi juga bagian dari jati diri dan hubungan spiritual dengan alam.

5. Manfaat Lingkungan

Tanah memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem. Kesuburan tanah berpengaruh pada keberlanjutan flora dan fauna, sementara kualitas tanah menentukan keseimbangan air tanah serta pengendalian iklim mikro.

6. Faktor Perdamaian dan Pembangunan

Dalam konteks konflik, tanah memegang peranan penting. OHCHR menegaskan bahwa penyelesaian hak atas tanah bagi pengungsi dan korban konflik merupakan bagian penting dari proses rekonstruksi dan pembangunan perdamaian.

Cara Memelihara Tanah

Seiring meningkatnya ancaman degradasi tanah akibat deforestasi, polusi, dan urbanisasi, berbagai upaya pemeliharaan tanah perlu dilakukan. Beberapa cara yang direkomendasikan oleh sumber ilmiah dan lembaga konservasi meliputi:

1. Konservasi Tanah melalui Land Trust

Menurut Land Trust Alliance (2023), salah satu cara efektif melindungi tanah adalah melalui conservation easement, yaitu perjanjian hukum antara pemilik lahan dan lembaga konservasi untuk membatasi penggunaan tanah agar nilai konservasinya tetap terjaga. Cara ini banyak digunakan di Amerika Serikat untuk melestarikan lahan pertanian dan habitat satwa.

2. Pengelolaan Berkelanjutan

Pemanfaatan tanah harus memperhatikan prinsip keberlanjutan, misalnya dengan menerapkan sistem rotasi tanaman, agroforestri, dan penggunaan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. Hal ini sejalan dengan pedoman FAO dalam Voluntary Guidelines on the Responsible Governance of Tenure of Land, Fisheries and Forests.

3. Mencegah Erosi dan Degradasi

Penanaman pohon, pembangunan terasering di daerah lereng, serta menjaga vegetasi alami adalah langkah penting untuk mencegah erosi tanah. Menurut laporan PBB (2014), degradasi tanah yang tidak ditangani dapat mengurangi akses masyarakat terhadap sumber daya vital.

4. Pengelolaan Tata Ruang

Urbanisasi yang tidak terkendali sering kali menyebabkan hilangnya lahan produktif. Oleh karena itu, tata ruang wilayah harus memperhatikan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lahan.

5. Kesadaran dan Keterlibatan Masyarakat

Pemeliharaan tanah tidak hanya tugas pemerintah atau lembaga, melainkan juga masyarakat. Edukasi tentang pentingnya manfaat tanah serta partisipasi aktif dalam konservasi akan memperkuat perlindungan lahan untuk masa depan.

FAQ seputar Tanah

1. Mengapa tanah disebut sebagai sumber kehidupan?

Karena hampir semua kebutuhan dasar manusia, mulai dari pangan, hunian, hingga aktivitas ekonomi, bergantung pada tanah.

2. Apa dampak degradasi tanah bagi manusia?

Degradasi tanah dapat menurunkan produktivitas pertanian, memperburuk krisis pangan, dan mengancam ekosistem.

3. Bagaimana cara menjaga kesuburan tanah?

Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan, menerapkan rotasi tanaman, serta menambahkan pupuk organik.

4. Apa kaitan tanah dengan hak asasi manusia?

Tanah adalah bagian dari hak ekonomi, sosial, dan budaya. Akses terhadap tanah berkaitan dengan hak atas pangan, perumahan, dan penghidupan yang layak.

5. Apa peran masyarakat dalam memelihara tanah? 

Masyarakat berperan aktif melalui praktik pertanian berkelanjutan, menjaga lingkungan sekitar, serta mendukung program konservasi tanah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6