Liputan6.com, Jakarta Pertemuan dengan ular di sekitar rumah atau saat beraktivitas di alam terbuka bisa menjadi pengalaman menegangkan. Gigitan ular berbisa memerlukan pertolongan pertama digigit ular berbisa yang tepat untuk mencegah risiko fatal dan penyebaran racun lebih luas.
Dalam buku First Aid Manual yang diterbitkan oleh St John Ambulance, British Red Cross, dan St Andrew's First Aid, disebutkan gigitan ular berbisa memerlukan tindakan cepat dan tepat untuk mencegah racun menyebar ke seluruh tubuh. Kesalahan pertolongan pertama dapat memperburuk kondisi korban.
Masyarakat sering terjebak dengan mitos mengisap racun, mengikat ketat luka, atau menggunakan es yang justru memperburuk kondisi korban. Waspadai tindakan yang salah agar gigitan ular tidak menjadi ancaman mematikan yang seharusnya bisa ditangani dengan tepat.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang pertolongan pertama digigit ular berbisa dan penjelasannya dirangkum dari berbagai sumber, Senin (14/7/2025).
Gejala Umum Gigitan Ular Berbisa
Gigitan ular berbisa menimbulkan gejala yang dapat berbeda tergantung jenis ular dan jumlah racun yang masuk ke tubuh. Mayo Clinic menyebutkan gejala umum seperti nyeri hebat dan pembengkakan di sekitar luka gigitan, perubahan warna kulit menjadi kebiruan atau kehitaman, dan memar yang meluas.
Buku First Aid Manual menjelaskan bahwa gigitan ular juga dapat menyebabkan pusing, pingsan, mual, muntah, keringat berlebih, gangguan penglihatan, serta kesulitan bernapas.Â
Red Cross.org menambahkan bahwa jika muncul gejala kesulitan bernapas atau pembengkakan cepat, kondisi tersebut tergolong darurat dan memerlukan penanganan segera. Kenali gejala ini sebagai tanda awal untuk segera melakukan pertolongan pertama secara tepat sebelum mendapatkan perawatan medis.
Laman resmi Rumah Sakit Pusat Pertamina menjelaskan, beberapa jenis ular, seperti ular karang, memiliki racun yang memengaruhi otak dan saraf. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kelopak mata atas turun, kesemutan pada jari tangan atau kaki, kesulitan menelan, dan kelemahan otot.
Advertisement
Langkah Pertolongan Pertama Gigitan Ular BerbisaÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282067/original/049550000_1752461773-ChatGPT_Image_14_Jul_2025__09.55.17.jpg)
Langkah pertolongan pertama saat digigit ular berbisa perlu dilakukan segera dan tepat agar racun tidak menyebar cepat ke seluruh tubuh. Berdasarkan panduan dari St John WA dan Red Cross, berikut langkah yang perlu dilakukan:
1. Tetap tenang dan jangan panik
Tetap tenang setelah digigit ular sangat penting karena rasa panik dapat mempercepat detak jantung, sehingga racun lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh. Mayo Clinic dan Red Cross menjelaskan bahwa ketenangan membantu korban tetap dapat bernapas teratur, menjaga kestabilan tekanan darah, serta mengurangi ketegangan otot yang bisa memicu peredaran racun semakin cepat, sehingga korban memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan penanganan medis tepat waktu.
2. Baringkan korban dengan luka berada lebih rendah dari posisi jantung
St John WA dan Mayo Clinic merekomendasikan agar korban dibaringkan dengan posisi luka gigitan berada lebih rendah dari posisi jantung. Posisi ini membantu memperlambat aliran darah menuju bagian tubuh lain, sehingga racun tidak cepat menyebar ke organ vital, sambil tetap menjaga sirkulasi darah pada bagian yang digigit agar tidak terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah akibat aliran darah yang terhenti total.
3. Batasi gerakan korban untuk memperlambat penyebaran racun
Membatasi gerakan korban menjadi langkah penting dalam pertolongan pertama gigitan ular berbisa, seperti dijelaskan dalam First Aid Manual. Aktivitas fisik akan mempercepat peredaran darah sehingga racun lebih cepat menyebar ke seluruh tubuh, sehingga menjaga korban tetap diam dengan posisi istirahat akan membantu memperlambat distribusi racun sebelum mendapatkan penanganan medis.
4 . Lepaskan perhiasan atau pakaian ketat di area gigitan
Saat digigit ular berbisa, korban dapat mengalami pembengkakan pada area gigitan, sehingga Mayo Clinic menyarankan untuk segera melepas perhiasan atau pakaian ketat di sekitar lokasi luka. Tindakan ini membantu mengurangi risiko tekanan pada pembuluh darah akibat pembengkakan dan mencegah luka menjadi lebih parah atau rasa sakit bertambah ketika pembengkakan terjadi.
5. Bersihkan luka dengan air bersih dan sabun, tutup dengan kain kering bersih
Red Cross menjelaskan bahwa luka gigitan ular berbisa perlu dibersihkan dengan air bersih dan sabun untuk menghilangkan kotoran atau bakteri pada kulit. Setelah itu, luka perlu ditutup dengan kain bersih dan kering untuk menjaga kebersihan luka dan mencegah infeksi, meskipun penanganan ini tidak akan menghilangkan racun, namun membantu meminimalkan komplikasi infeksi pada area gigitan.
6. Jangan menggunakan es atau air dingin langsung pada luka
Menggunakan es atau air dingin langsung pada luka gigitan ular berbisa tidak disarankan menurut Mayo Clinic dan First Aid Manual karena tindakan ini dapat memperparah kerusakan jaringan lokal. Selain itu, pendinginan ekstrem juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah sehingga racun tetap berada pada area yang sama dan menyebabkan kerusakan jaringan lebih berat.
7. Segera bawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dan antivenom
St John WA dan Red Cross menekankan pentingnya membawa korban gigitan ular berbisa ke rumah sakit secepat mungkin untuk mendapatkan penanganan medis dan antivenom sesuai jenis ular. Penanganan medis akan memantau tanda-tanda keracunan, membantu stabilisasi kondisi korban, serta memberikan serum anti bisa ular untuk menetralkan racun dan mencegah kerusakan organ serta kematian akibat gigitan ular berbisa.
Hindari Kesalahan Fatal Usai Digigit Ular Berbisa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3945385/original/093639100_1645754827-david-clode-HAnbB6n04Fs-unsplash.jpg)
Banyak kesalahan fatal masih sering dilakukan saat menangani gigitan ular berbisa. Laman resmi Red Cross, St John WA, dan Mayo Clinic secara tegas melarang beberapa tindakan berikut:
- Jangan memotong luka untuk mengeluarkan racun.
- Jangan mengisap racun dengan mulut.
- Jangan mengikat luka terlalu kencang karena dapat menghentikan aliran darah.
- Jangan menggunakan es atau air dingin langsung pada luka.
- Jangan memberikan minuman beralkohol atau kafein kepada korban.
- Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular.
Menurut First Aid Manual, tindakan seperti mengisap luka atau menggunakan es tidak hanya tidak efektif tetapi juga berisiko memperparah kondisi korban. Hindari kesalahan ini agar kondisi korban tidak semakin kritis sebelum mendapatkan perawatan medis.
Advertisement
Kapan Harus Segera Ke Rumah Sakit dan Pencegahan Digigit Ular Berbisa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2891329/original/041424700_1566622934-chain-natter-333977_1920.jpg)
Gigitan ular berbisa harus dianggap sebagai keadaan darurat. St John WA dan Mayo Clinic menekankan korban perlu segera dibawa ke rumah sakit jika muncul pembengkakan cepat, kesulitan bernapas, pingsan, muntah berulang, atau gigitan terjadi di area leher dan wajah.
Untuk pencegahan, Red Cross menganjurkan penggunaan sepatu boots dan celana panjang saat berada di kebun atau hutan. Hindari mengangkat kayu atau batu tanpa sarung tangan, bersihkan pekarangan dari semak, dan jangan menangani ular meskipun terlihat mati karena refleks gigitan masih dapat terjadi. Pencegahan merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko digigit ular berbisa dalam aktivitas harian, terutama saat musim hujan.
Pencegahan Gigitan Ular
- Jaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, hindari penumpukan sampah atau barang-barang yang dapat menjadi sarang ular.
- Gunakan sepatu bot dan celana panjang saat berjalan di area berumput tinggi atau hutan.
- Bawa senter saat berjalan di malam hari.
- Hindari memasukkan tangan ke lubang atau celah tanpa memeriksa terlebih dahulu.
- Pelajari jenis-jenis ular berbisa yang umum ditemui di daerah Anda.
Â
QnA Seputar Pertolongan Pertama Digigit Ular Berbisa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5118699/original/053887200_1738550251-q.jpg)
Q: Apakah semua gigitan ular mematikan?Â
A: Tidak semua ular berbisa, tetapi semua gigitan ular perlu dianggap darurat hingga terbukti tidak berbisa.
Q: Apakah racun bisa diisap dengan mulut?Â
A: Tidak dianjurkan. First Aid Manual menjelaskan metode ini tidak efektif dan dapat membahayakan penolong.
Q: Bagaimana mengenali gigitan ular berbisa?Â
A: Gejala seperti nyeri hebat, pembengkakan cepat, perubahan warna kulit, dan kesulitan bernapas mengindikasikan gigitan ular berbisa.
Q: Apakah boleh menggunakan tourniquet untuk menahan racun?Â
A: Tidak disarankan menggunakan ikatan ketat karena dapat menghentikan aliran darah, merusak jaringan, dan memperburuk kondisi korban.
Q: Apakah antivenom selalu diberikan pada semua gigitan ular berbisa?Â
A: Antivenom diberikan tergantung kondisi korban, jenis ular, dan tingkat keracunan.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4757759/original/030388600_1709198837-nivedh-p-sazD8ZHV_VI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5749463/original/066839100_1778649612-cara_mengeluarkan_duri_salak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3432439/original/087561100_1618758721-WhatsApp_Image_2021-04-18_at_3.10.32_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683905/original/001770500_1702391807-annie-spratt-Y9QnUrj-gus-unsplash.jpg)