Liputan6.com, Jawa Tengah - Pertolongan pertama kejang pada anak adalah langkah awal yang harus segera dilakukan oleh orang tua saat menyaksikan buah hatinya mengalami kejang. Tindakan cepat dan tepat dapat mencegah cedera serius serta memberikan rasa aman bagi anak selama episode kejang berlangsung. Kejang pada anak sering kali terjadi secara tiba-tiba, sehingga membuat orang tua panik dan tidak tahu harus berbuat apa.
Memahami pertolongan pertama kejang pada anak secara benar justru menjadi kunci untuk meminimalkan risiko komplikasi yang tidak diinginkan. Sebagian besar kejang demam bersifat jinak dan akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit, namun tetap memerlukan penanganan pertolongan pertama yang benar oleh orang tua.
Seorang perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Arif Purwokerto, Jawa Tengah, Rachel Gita, membagikan beberapa langkah pertolongan pertama menghadapi anak yang kejang. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (10/03/2026).
Advertisement
Langkah-Langkah Pertolongan Pertama Kejang pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4719259/original/017934000_1705535874-fotor-ai-2024011864339.jpg)
Kepada Liputan6, perawat yang akrab disapa Gita itu menyebut jika pertolongan pertama kejang pada anak harus dilakukan dengan tenang dan sistematis agar anak tidak mengalami cedera tambahan.
"Kejang demam pada anak itu kan kebanyakan terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahunan ya. Biasanya saat menghadapi momen ini orang tua apalagi yang anaknya baru satu pasti panik. Tapi para orang tua harus mulai belajar gimana cara mengatasinya, pertama itu memang harus tenang," kata Gita.
Berikut adalah langkah-langkah lengkap yang direkomendasikan dan dapat dipraktikkan oleh orang tua di rumah:
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
Langkah pertama dalam pertolongan pertama kejang pada anak adalah menjaga ketenangan diri sendiri. Kepanikan orang tua justru dapat memperburuk situasi dan membuat penanganan menjadi tidak efektif. Tarik napas dalam-dalam dan fokus pada keselamatan anak.
2. Posisikan Anak Miring (Posisi Pemulihan)
Miringkan tubuh anak ke salah satu sisi agar air liur, muntahan, atau cairan lainnya dapat mengalir keluar dari mulut dan tidak masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak. Ini adalah salah satu langkah terpenting dalam pertolongan pertama kejang pada anak.
3. Longgarkan Pakaian yang Ketat
Buka atau kendurkan kancing baju, ikat pinggang, atau pakaian ketat di sekitar leher dan dada anak. Tujuannya adalah memperlancar sirkulasi udara dan pernapasan anak selama kejang agar tetap mendapat oksigen yang cukup.
5. Catat Waktu Mulai dan Berakhirnya Kejang
Perhatikan jam saat kejang mulai terjadi dan catat berapa lama berlangsung. Informasi ini sangat penting bagi tenaga medis karena kejang yang berlangsung lebih dari 5 menit (status epileptikus) memerlukan penanganan medis darurat yang berbeda.
6. Jangan Memasukkan Benda ke Dalam Mulut Anak
Salah satu mitos yang berbahaya adalah memasukkan sendok, jari, atau benda lain ke mulut anak saat kejang dengan alasan mencegah lidah tergigit. Tindakan ini justru sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gigi patah, cedera rahang, atau bahkan tersedak.
7. Jangan Menahan atau Memaksa Gerakan Anak
Jangan mencoba menghentikan gerakan kejang dengan cara memegang atau menahan anggota tubuh anak secara paksa. Hal ini tidak akan menghentikan kejang, malah berisiko menyebabkan cedera pada sendi dan tulang anak.
8. Amati Gejala dan Kondisi Anak Selama Kejang
Perhatikan dan rekam (jika memungkinkan) bagian tubuh mana yang bergerak, apakah anak kehilangan kesadaran, apakah ada perubahan warna kulit menjadi pucat atau kebiruan, serta gejala lain yang tampak. Data observasi ini sangat membantu dokter dalam menentukan diagnosis.
Advertisement
Hal-Hal yang Harus Dihindari Saat Anak Kejang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137008/original/041672900_1739896421-Anak_demam.jpg)
Setelah kejang selesai, anak mungkin akan merasa sangat mengantuk dan bingung. Ini adalah kondisi normal yang disebut fase postictal. Biarkan anak beristirahat dalam posisi miring, pastikan jalan napas tetap terbuka dan dampingi hingga anak benar-benar sadar kembali.
"Kalau kejang terjadi pertama kali pada anak setelah kejang selesai langsung bawa ke IGD terdekat. Tapi harus ingat orang tua tidak boleh menghentikan kejang secara paksa harus benar-benar berhenti dulu baru bawa anaknya ke rumah sakit," kata Gita.
Dalam pertolongan pertama kejang pada anak, ada beberapa tindakan yang justru harus dihindari karena dapat memperburuk kondisi anak. Banyak orang tua yang secara tidak sengaja melakukan hal-hal berbahaya karena kurangnya pengetahuan tentang penanganan kejang yang benar.
- Jangan memasukkan jari atau benda apa pun ke dalam mulut anak karena dapat menyebabkan cedera serius pada mulut dan tenggorokan.
- Jangan memberikan air minum atau makanan selama anak masih dalam kondisi kejang maupun belum sepenuhnya sadar, karena berisiko tersedak.
- Jangan melakukan resusitasi jantung paru (CPR) kecuali anak benar-benar berhenti bernapas setelah kejang selesai.Jangan merendam anak dalam air dingin untuk menurunkan demam saat kejang karena dapat menyebabkan syok.
- Jangan meninggalkan anak sendirian selama kejang berlangsung maupun setelah kejang selesai hingga anak benar-benar sadar.
- Jangan memberikan obat sembarangan tanpa resep dokter melalui mulut anak selama atau setelah kejang, kecuali dokter telah memberikan instruksi khusus sebelumnya.
Penyebab Kejang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5053157/original/009129000_1734343078-1734338193786_ciri-demam-karena-kecapekan-pada-anak.jpg)
Kejang pada anak adalah gangguan aktivitas listrik di otak yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan perubahan pada gerakan tubuh, perilaku, atau tingkat kesadaran anak. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit.
Penyebab kejang pada anak sangat beragam, mulai dari demam tinggi (kejang demam), infeksi otak seperti meningitis atau ensefalitis, gangguan elektrolit, hipoglikemia (kadar gula darah rendah), hingga epilepsi.
Tanda-tanda kejang pada anak meliputi kekakuan tubuh secara tiba-tiba, gerakan menyentak berulang pada lengan atau kaki, mata yang mendelik ke atas, kehilangan kesadaran, mengeluarkan air liur berlebihan, atau napas yang tidak teratur. Orang tua perlu mengenali gejala ini agar dapat segera memberikan pertolongan pertama kejang pada anak dengan tepat.
Advertisement
FAQ
1. Apa yang harus dilakukan pertama kali saat anak mengalami kejang? Langkah pertama pertolongan pertama kejang pada anak adalah tetap tenang, segera pindahkan anak ke tempat yang aman, dan posisikan tubuhnya dalam keadaan miring agar tidak tersedak.
2. Apakah boleh memasukkan sesuatu ke mulut anak saat kejang? Tidak boleh sama sekali, karena memasukkan benda ke mulut anak saat kejang justru dapat menyebabkan cedera serius pada rongga mulut dan saluran napas.
3. Berapa lama kejang pada anak dianggap normal? Kejang yang berlangsung kurang dari 5 menit umumnya masih tergolong normal, tetapi jika lebih dari 5 menit maka harus segera dibawa ke IGD karena termasuk kondisi darurat medis.
4. Apakah kejang demam berbahaya bagi otak anak? Kejang demam yang berlangsung singkat pada umumnya tidak menyebabkan kerusakan otak permanen, namun evaluasi dokter tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi serius yang mendasarinya.
5. Bagaimana cara mencegah kejang demam pada anak? Cara utama mencegah kejang demam adalah dengan segera memberikan obat penurun demam yang sesuai dosis dokter begitu suhu tubuh anak mulai meningkat di atas normal.
6. Apakah anak yang pernah kejang harus selalu dirawat di rumah sakit? Tidak selalu, karena kejang demam sederhana yang singkat dan berhenti sendiri biasanya dapat ditangani di rumah asalkan kondisi anak membaik dan tidak ada tanda bahaya lainnya.
7. Kapan orang tua harus menghubungi dokter setelah kejang pada anak? Orang tua harus segera menghubungi dokter atau pergi ke IGD apabila kejang berlangsung lebih dari 5 menit, terjadi berulang kali, anak tidak sadar setelah kejang, atau ini merupakan kejang pertama yang dialami anak.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885024/original/ACg8ocLv0DeWDi_zcmWgoosg5RDoRFw9Nc-S86AyMIxpXrIAjQY-eA%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683905/original/001770500_1702391807-annie-spratt-Y9QnUrj-gus-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261248/original/013047800_1781692075-es_krim_HL.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260977/original/072951100_1781670942-hl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5557116/original/062571400_1776318735-Gemini_Generated_Image_5fzy8t5fzy8t5fzy.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259881/original/054877500_1781517542-HL_es.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6494760/original/020749400_1779352007-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5213826/original/029001200_1746699397-WhatsApp_Image_2025-05-08_at_10.47.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258956/original/056508700_1781426857-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_15.42.09__1_.jpeg)