Liputan6.com, Jakarta Gunung Rinjani, dengan ketinggian menjulang 3.726 meter di Pulau Lombok, memang menjanjikan panorama luar biasa: danau biru Segara Anak, sunrise magis dari puncaknya, hingga padang savana yang menenangkan. Namun di balik keindahannya, tersimpan medan pendakian yang ekstrem dan tak bisa dianggap enteng, bahkan bagi pendaki berpengalaman sekalipun.
Tragisnya, pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), menjadi korban nyata dari ganasnya medan ini. Ia dilaporkan terjatuh ke jurang sedalam 600 meter di area Cemara Tunggal, Sabtu (21/6/2025), dan ditemukan tak bernyawa beberapa hari kemudian. Lokasi tersebut memang dikenal sebagai salah satu titik paling berbahaya di jalur pendakian menuju puncak Rinjani.
Kisah Juliana menggugah kesadaran bahwa Rinjani bukanlah destinasi wisata biasa. Pendakian ke puncaknya menuntut lebih dari sekadar keberanian dan semangat, dibutuhkan persiapan matang, kewaspadaan tinggi, serta penghormatan terhadap alam dan budaya setempat. Berikut ulasan Liputan6.com tentang medan gunung rinjani yang menamtang, Jumat (27/6/2025).
Advertisement
Seberapa Ekstrem Medan Pendakian Gunung Rinjani?
Medan Gunung Rinjani digambarkan oleh banyak pendaki sebagai salah satu yang paling menantang di Indonesia. Jalur yang paling sering digunakan, Sembalun dan Senaru, sama-sama menyimpan tantangan berat.
1. Cemara Tunggal: Titik Paling Mengerikan
Jalur menuju puncak dari Plawangan Sembalun menyimpan salah satu titik paling mematikan: Cemara Tunggal (juga dikenal sebagai Cemara Nunggal). Jalur ini sangat sempit, diapit jurang dalam di kiri dan kanan, serta berbatu dan berpasir. Dalam kondisi gelap dan angin kencang, banyak pendaki melaporkan nyaris kehilangan keseimbangan. Beberapa bahkan menangis ketakutan saat melintas.
2. Jalur Pasir Menjelang Puncak
Mendekati puncak, pendaki harus melewati medan pasir curam yang menyebabkan langkah sering melorot. Setiap dua langkah maju, satu langkah mundur. Selain itu, puncak Rinjani sangat sempit, sehingga pendaki harus bergantian untuk menikmati view-nya.
Dari testimoni seorang pendaki asal Swiss yang ditulis di blog Family Earth Trek, jalur pasir menuju puncak membuat pendaki merasa tak bergerak maju meski sudah melangkah keras. Bahkan ia menyebut, "Pendakian 10 hari ke Annapurna di Nepal tidak seberat ini."
3. Tanjakan "Letter E" di Jalur Senaru
Jalur Senaru memiliki tanjakan curam dengan kemiringan hingga 45 derajat. Dalam kondisi hujan, jalur ini menjadi licin dan berbahaya. Meski jalur ini jarang digunakan untuk ke puncak, banyak pendaki memilihnya untuk ke Danau Segara Anak.
4. Turunan Curam ke Danau Segara Anak
Seperti disebutkan dalam rinjanilombok.net, jalur turun menuju danau melalui jalur Senaru maupun Sembalun dipenuhi batuan curam dan licin, terutama saat musim hujan. Pendaki wajib ekstra hati-hati di jalur ini.
5. Cuaca yang Tak Terduga
Di siang hari, suhu bisa mencapai 30°C, tetapi saat malam turun drastis hingga 5°C, ditambah tiupan angin kencang. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTGR) kerap menutup jalur pendakian saat musim hujan karena intensitas hujan tinggi dapat memicu longsor.
Advertisement
Apa yang Harus Disiapkan untuk Mendaki Rinjani?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4290036/original/078352600_1673581361-WhatsApp_Image_2023-01-13_at_08.32.35.jpeg)
Mengingat medan Rinjani yang ekstrem, berikut adalah hal-hal penting yang wajib disiapkan:
1. Persiapan Fisik dan Mental
Pendakian memakan waktu 2–4 hari, dengan jarak tempuh 20–32 km. Latihan fisik seperti jogging, hiking ringan, atau latihan beban sangat disarankan minimal dua bulan sebelumnya.
2. Peralatan Pendakian Pribadi
- Sepatu trekking dengan grip kuat
- Jaket tahan air dan angin
- Sleeping bag dan matras (biasanya disediakan operator)
- Headlamp dan baterai cadangan
- Obat pribadi, terutama bagi penderita asma, alergi, atau masalah sendi
- Kamera atau ponsel untuk dokumentasi
3. Logistik dan Konsumsi
- Air minum minimal 2 liter/hari (sumber air terbatas)
- Makanan ringan dan tambahan energi seperti cokelat atau energy bar
- Pemandu dan porter resmi sangat dianjurkan—mereka tahu medan dan prosedur evakuasi
4. Patuhi Aturan Taman Nasional
- Mendaftar melalui sistem e-Rinjani
- Tidak membuang sampah
- Menghormati budaya lokal dan larangan adat
5. Waktu Terbaik Pendakian
Dikutip dari rinjanilombok.net, waktu terbaik untuk mendaki Rinjani adalah antara April hingga Juni saat cuaca masih sejuk dan jalur masih hijau. Sementara Juli hingga Oktober merupakan musim kering, tetapi lebih berdebu. Pendakian biasanya ditutup dari Januari hingga Maret karena cuaca ekstrem.
FAQ Gunung Rinjani
Q: Apakah Gunung Rinjani cocok untuk pendaki pemula?
A: Tidak disarankan tanpa pemandu berpengalaman dan latihan fisik yang memadai. Medannya berat dan ekstrem.
Q: Apa jalur terbaik untuk menuju puncak?
A: Jalur Sembalun adalah yang paling populer untuk ke puncak. Jalur Senaru lebih cocok untuk ke Danau Segara Anak.
Q: Berapa hari ideal untuk mendaki Rinjani?
A: Idealnya 3 hari 2 malam untuk mencapai puncak dan kembali. Pendakian bisa disesuaikan sesuai stamina dan paket operator.
Q: Apakah wajib memakai jasa pemandu?
A: Ya, BTGR mewajibkan pendakian melalui operator resmi dengan pemandu dan porter demi keselamatan.
Q: Kapan waktu terbaik untuk mendaki Rinjani?
A: April hingga Oktober. Hindari musim hujan (Januari–Maret) karena risiko longsor dan jalur licin sangat tinggi.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519469/original/045941300_1782446317-Menhut_Konservasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8490227/original/032200000_1782404178-Raja_Juli_Inggris.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8484279/original/013090500_1782396796-mail.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8477151/original/045829100_1782388030-LGE_04__Choi_Minho_bersama_Jaeseung_Kim_dan_Hyoeun_Kim_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8455681/original/009109900_1782353718-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459914/original/018350300_1782359142-BMKG_Gempa_Jepang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414226/original/064953200_1782298844-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_17.44.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617284/original/010929700_1635503741-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-1.jpg)