6 Doa Agar Hajat Terkabul Cepat dan Pahami Penyebab Tertundanya

Ingin hajat cepat terkabul? Ketahui 6 doa mustajab beserta penyebab doa tertunda, lengkap dengan amalan dan waktu mustajab!

Diterbitkan 06 April 2025, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang yang memanjatkan doa agar hajatnya cepat terkabul. Doa merupakan bentuk ibadah dan komunikasi kita dengan Allah SWT, permohonan tulus dari hati yang ikhlas.

Namun, terkadang doa yang dipanjatkan belum juga terwujud, sehingga menimbulkan pertanyaan, apa yang menyebabkan doa tidak segera dikabulkan? 

Memahami doa dan penyebab tertundanya sangat penting untuk meningkatkan keimanan dan kedekatan kita dengan Allah SWT. Doa agar hajat terkabul cepat bukanlah jampi-jampi, melainkan bentuk ibadah yang membutuhkan keikhlasan, kesabaran, dan usaha.

Selain memanjatkan doa, usaha, dan ikhtiar juga tetap diperlukan. Terkabulnya doa juga bergantung pada ketaatan dan kesucian diri. Allah SWT Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, dan terkadang pengabulan doa ditunda atau diubah menjadi sesuatu yang lebih baik. Keberadaan dosa, kurang khusyuk dalam berdoa, waktu yang tidak tepat, dan faktor lainnya dapat menjadi penghalang.

Kepercayaan dan tawakal kepada Allah SWT sangat penting. Jangan pernah berputus asa meskipun doa belum terkabul. Teruslah berdoa, berikhtiar, dan memperbaiki diri. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Minggu (6/4/2025).

Doa Agar Hajat Terkabul Cepat Arab, Latin, dan Artinya

Berbagai doa dapat dipanjatkan untuk mempercepat terkabulnya hajat. Keikhlasan dan keyakinan menjadi kunci utama dalam berdoa. Berikut beberapa contoh doa yang dapat diamalkan:

DOA 1

اللَّهُمَّ أَنْتَ لَهَا وَلِكُلِّ حَاجَةٍ فَاقْضِهَا بِفَضْلِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا

Arab latin: Allahumma anta laha wa likulli hajatin faqdhina bifadhli bismillahirrahmanirrahim (ma yaftahillahu linnasi min rahmatin fala mumsika laha).

Artinya: 'Ya Allah, Engkau pemberi manfaat pada Fatihah dan pada setiap kebutuhan, maka kabulkan hajat (kami) dengan keutamaan bismillahirrahmânirrahim (apa yang Allah buka bagi manusia berupa rahmat maka tidak ada yang mampu menahannya).'

Doa ini menekankan pada kekuasaan Allah SWT sebagai pemberi segala kebutuhan. Dengan menyebut asmaul husna, kita memohon pertolongan-Nya agar hajat kita dikabulkan. Mengamalkannya dengan membaca Surat Al-Fatihah terlebih dahulu akan menambah kekhusyukan dan keikhlasan.

DOA 2

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Arab latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhoolimiin.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim” (QS Al-Anbiya’ 87).

Doa ini merupakan doa Nabi Yunus AS. Doa ini sangat ampuh karena dipanjatkan dalam kondisi sulit dan memohon ampunan serta pertolongan Allah SWT. Membaca doa ini minimal tiga kali diyakini dapat mempercepat terkabulnya hajat.

DOA 3

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Arab latin: Allahumma inni as’aluka bi anni asyhadu annaka antallahu, la ilaha illa antal ahadus shamad, alladzi lam yalid wa lam yulad, wa lam yakullahu kufuwan ahad.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dilahirkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya.”

Doa ini merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini berisi pengakuan keesaan Allah SWT dan memohon kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna. Doa ini diyakini mustajab karena dipanjatkan dengan keyakinan dan pengakuan akan kebesaran Allah SWT.

Doa Agar Hajat Terkabul Cepat Arab, Latin, dan Artinya Selanjutnya

Berikut beberapa doa tambahan yang dapat dipanjatkan untuk mempercepat terkabulnya hajat:

DOA 4

اللهم انى اسألك واتوجه اليك بمحمد نبي الرحمة يا محمد انى قد توجهت بك الى ربى فى حاجتى هذه لتقضى. اللهم فشفعه في

Arab latin: Allahumma ini as’aluka wa atawajjahu ilaika bi muhammadin nabiyyir rahmah, ya Muhammadu inni qad tawajjahtu bika ila Rabbi fi hajati hazdihi litaqdhi. Allahumma fa syaffi’hu fiyya.

Artinya: 'Ya Allah, Sesungguhnya aku bermohon kepada Engkau, dan aku menghadap kepada engkau dengan Muhammad Nabiyyir Rahmah, Wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap Tuhanku bersamamu dalam memohonkan hajatku ini agar dikabulkan. Ya Allah perkenankanlah dia (Muhammad SAW) memberikan syafaatnya kepadaku.'

Doa ini dipanjatkan setelah sholat hajat, memohon syafaat Nabi Muhammad SAW agar hajat kita dikabulkan. Kepercayaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW menjadi kunci utama dalam doa ini.

DOA 5

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ

Arab latin: Laa ilaha illallah al-‘azhiim al-haliim, laa ilaha illallah robbul ‘arsyil ‘azhim. Laa ilaha illallah, robbus samaawaati wa robbul ardhi wa robbul ‘arsyil karim.

Artinya: 'Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai Arsy, yang Maha Agung. Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai langit dan bumi. Rabb Yang menguasai arsy, lagi Maha Mulia.'

Doa ini sering dipanjatkan ketika dalam kondisi kesulitan. Pengakuan keesaan dan kebesaran Allah SWT menjadi inti dari doa ini. Membaca doa ini dengan penuh keyakinan akan memperkuat harapan kita akan terkabulnya hajat.

DOA 6

سُبْحَانَ اللهِ وَاْلحَمْدُ للهِ وَلَا اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتَكَ فَأِنَّهُمَا لَا يَمْلِكُهُمَا اَحَدٌ سِوَاكَ

Arab latin: Subhaanallaahi walhamdu lillaahi walaa ilaaha illallaahu wa astaghfirullaha. Allohumma innii as-aluka min fadhlika wa rohmataka fa innahuma laa yamlikuhumaa ahadun siwaaka

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji milik Allah, tiada Tuhan selain Allah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu dan rahmat-Mu, sesungguhnya tidak ada yang memiliki keduanya siapa pun selain diri-Mu.”

Doa ini dipanjatkan sebelum tidur, memohon karunia dan rahmat Allah SWT. Membaca doa ini sebelum tidur diyakini dapat mempermudah terkabulnya hajat karena waktu tersebut merupakan waktu mustajab.

Sebab-Sebab Doa Tidak Terkabul

Meskipun doa merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan doa tidak segera dikabulkan. Memahami hal ini penting agar kita dapat memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan.

  1. Dosa: Keberadaan dosa, baik besar maupun kecil, dapat menghalangi terkabulnya doa. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 24: “Dan apa saja yang kalian peroleh dari kebaikan, maka itu dari Allah, dan apa saja yang kalian alami dari keburukan, maka itu dari diri kalian sendiri.”

    Taubat yang sungguh-sungguh sangat penting untuk membersihkan diri dari dosa dan membuka jalan terkabulnya doa. Perbanyak istighfar dan memperbaiki diri agar terhindar dari perbuatan dosa.

    Menjauhi dosa dan senantiasa bertaubat merupakan langkah penting dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan hati yang bersih dan niat yang ikhlas, doa kita akan lebih mudah dikabulkan. Jangan sampai dosa menjadi penghalang antara kita dan Allah SWT.

  2. Kurang Khusyuk dan Tidak Merendahkan Diri: Berdoa tanpa khusyuk dan tanpa rasa rendah hati di hadapan Allah SWT dapat mengurangi penerimaan doa. Allah SWT Maha Melihat dan Maha Mengetahui isi hati kita. Berdoalah dengan penuh keikhlasan, kerendahan hati, dan rasa harap kepada Allah SWT.

    Khusyuk dalam berdoa berarti menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT. Rasakan kehadiran-Nya dan sampaikan permohonan kita dengan penuh ketulusan. Jangan hanya sekadar mengucapkan kata-kata, tetapi resapi setiap kalimat yang dipanjatkan.

  3. Berdoa di Waktu yang Tidak Tepat: Waktu-waktu tertentu lebih mustajab untuk berdoa, seperti sepertiga malam terakhir, saat sujud, dan saat hujan.

    Meskipun tidak semua waktu memiliki keistimewaan khusus, memanfaatkan waktu-waktu tersebut dapat meningkatkan peluang terkabulnya doa. Namun, berdoa kapan pun juga tetap baik, asalkan dilakukan dengan khusyuk dan ikhlas.

    Waktu-waktu mustajab untuk berdoa bukanlah jaminan mutlak terkabulnya doa, tetapi meningkatkan peluangnya. Berdoa di waktu-waktu tersebut menunjukkan kesungguhan dan keikhlasan kita dalam memohon kepada Allah SWT.

  4. Makan dan Minuman Haram: Mengonsumsi makanan dan minuman haram dapat menjadi penghalang terkabulnya doa. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 90: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”

    Menjaga kesucian diri dari makanan dan minuman haram sangat penting untuk menjaga keikhlasan dan ketulusan dalam berdoa.

    Menghindari makanan dan minuman haram merupakan bagian dari menjaga kesucian diri. Makanan dan minuman halal akan memberikan energi positif dan meningkatkan kualitas ibadah, termasuk doa.

Selain doa-doa di atas, doa-doa lain yang sesuai dengan hajat juga dapat dipanjatkan. Terpenting adalah keikhlasan, kesungguhan, dan tawakal kepada Allah SWT.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6