Sukses

Bacaan Bilal pada Idul Adha dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

Bilal adalah petugas yang mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, mengajak jamaah untuk memuji kebesaran Allah SWT.

Liputan6.com, Jakarta Bacaan bilal saat Idul Adha memiliki peran penting dalam memandu jalannya shalat dan menyemarakkan suasana hari raya. Bilal adalah petugas yang mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, mengajak jamaah untuk memuji kebesaran Allah SWT. Bacaan yang dilantunkan bilal ini bukan hanya sekadar seruan, tetapi juga membawa makna mendalam yang menggugah semangat keimanan.

Saat shalat Idul Adha, bacaan bilal dimulai dengan takbir yang menggema, mengingatkan kita akan kebesaran Allah SWT dan menandakan dimulainya prosesi ibadah. Selain takbir, bilal juga melantunkan tahlil, mengesakan Allah dengan kalimat "La ilaha illallah," serta tahmid, memuji Allah dengan kalimat "Alhamdulillah." Bacaan-bacaan ini mengiringi setiap gerakan shalat, menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.

Peran bilal tidak hanya penting dalam memimpin takbir dan doa, tetapi juga dalam menjaga keteraturan dan kekompakan jamaah. Dengan suara yang lantang dan penuh penghayatan, bilal membantu jamaah untuk fokus dan menyatukan hati dalam ibadah. Oleh karena itu, bacaan bilal saat Idul Adha menjadi elemen yang sangat penting dalam menciptakan kesempurnaan pelaksanaan shalat dan perayaan hari raya yang penuh berkah.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai bacaan bilal pada Idul Adha dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (13/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Bacaan Bilal pada Idul Adha

Dikutip dari laman NU Online, bilal atau muazin pada shalat Idul Adha tidak dianjurkan untuk mengumandangkan lafal azan dan lafal iqamah. Mereka dianjurkan untuk menyeru dengan lantang “as-shalāta(u) jāmi‘ah.”

 الصَّلَاةَ جَامِعَةً 

Arab Latin: As-shalāta(u) jāmi‘ah.

Artinya, “(Marilah) shalat Idul Adha berjamaah.”

Bilal atau muazin dapat menambahkan beberapa kata pada lafal seruan “as-shalāta(u) jāmi‘ah.” Lafal seruan setelah penambahan ini dapat berbeda-beda di masing-masing masjid, mushalla, atau tanah terbuka. Salah satu seruan bilal atau muazin pada shalat Id adalah sebagai berikut:

 الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ

الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ... الصَّلَاةَ سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ 

Arab Latin: As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil Adhā jāmi‘ah rahimakumullāh.

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil Adhā jāmi‘ah rahimakumullāh.

As-shalāh… As-shalāh… As-shalāta(u) sunnatan li ‘īdil Adhā lā ilāha illallāh.

Artinya: “(Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Adha berjamaah. Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua. (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Adha berjamaah. Semoga allah menurunkan rahmat-Nya kepadamu semua (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat… (Marilah kita) shalat sunnah Idul Adha berjamaah. Tiada tuhan selain Allah.”

Kemudian jemaah menjawab:

 الصَّلَاةَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Arab Latin: As-shalata la ilaha illallah.

Artinya: "Salat, tidak ada Tuhan selain Allah"

3 dari 4 halaman

Setelah Pelaksanaan Salat Id

Setelah melaksanakan salat Id Idul Adha, bilal akan melafalkan bacaan berikut ini:

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى وَيَوْمُ السُّرُوْرِ وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ الله

Arab Latin: Ma'aashiral muslimiina wa zumratal mu'miniina rahimakumullah, i'lamuu anna yaumakum haadza yaumu 'iidil adhaa wa yaumus suruur wa yaumul maghfur, ahalla Allahu lakum fiihit tha'aama, wa harrama 'alaikumus shiyaam, idza sa'idal khatiibu 'alal mimbar ansituu atsabakumullah, wasma'uu ajarakumullah, wa athii'uu rahimakumullah.

Artinya: "Wahai kaum muslimin dan orang-orang beriman, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah hari raya Idul Adha, hari kebahagiaan dan hari pengampunan. Allah menghalalkan kalian untuk makan pada hari ini dan mengharamkan kalian untuk berpuasa. Ketika khatib naik mimbar, dengarkanlah dan perhatikanlah, semoga Allah memberikan pahala kepada kalian. Dengarkanlah, semoga Allah melindungi kalian, dan taatilah, semoga Allah merahmati kalian."

4 dari 4 halaman

Sebelum Pelaksanaan Khutbah Idul Adha

Setelah melaksanakan salat id Idul Adha, bilal akan berdiri dengan membaca salawat sebagai tanda akan dimulainya khutbah Idul Adha, yakni:

اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَاناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ ... اللهم قَوِّ الْإِسْلَامَ وَالْإِيْمَانَ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِ الدِّيْنِ، رَبِّ إخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Arab Latin: Allahumma salli 'ala sayyidina Muhammad, Allahumma salli 'ala sayyidina wa mawlana Muhammad, Allahumma salli wa sallim 'ala sayyidina wa mawlana Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad... Allahumma qawwil Islam wa al-iman, min al-muslimin wa al-muslimat, wa al-mu'minin wa al-mu'minat al-ahya' minhum wa al-amwat, wa ansurhum 'ala mu'ani ad-din, Rabbi ikhtim lana minka bil-khayr, wa ya khayr an-nasirin birahmatika ya arham ar-rahimin.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad, Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad ...

Ya Allah, kuatkanlah Islam dan iman, dari kaum Muslimin dan Muslimat, dan Mukminin dan Mukminat yang hidup di antara mereka dan yang telah wafat, dan tolonglah mereka atas musuh-musuh agama, Ya Tuhanku, akhiri hidup kami dengan kebaikan dari-Mu, dan wahai sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala pengasih."

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.