Liputan6.com, Jakarta Dalam tata bahasa Indonesia, penggunaan kata di kerap menimbulkan kebingungan, terutama dalam penulisan yang benar antara sebagai imbuhan awalan dan kata depan. Banyak orang masih keliru menuliskan di sekolah menjadi disekolah, padahal keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda. Pemahaman yang benar tentang penggunaan kata di tidak hanya membantu dalam penulisan yang sesuai kaidah, tetapi juga penting dalam komunikasi formal seperti surat dinas, karya ilmiah, dan penulisan akademik.
Dilansir dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) (2019) terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, dijelaskan bahwa kata depan ‘di’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, sedangkan imbuhan ‘di-’ ditulis serangkai dengan kata kerja dasar. Artinya, penulisan di pasar, di rumah, dan di kantor harus dipisah karena berfungsi sebagai penunjuk tempat. Sementara kata seperti dikerjakan, dilihat, dan ditulis menggunakan imbuhan dan harus ditulis serangkai.
Penjelasan ini juga dipertegas oleh Gorys Keraf dalam bukunya Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia (1991), yang menyatakan bahwa perbedaan antara awalan dan preposisi dalam bahasa Indonesia memiliki dampak besar terhadap makna kalimat, sehingga pemisahan atau penyambungan kata harus dilakukan secara tepat. Oleh karena itu, memahami penggunaan kata di secara benar menjadi salah satu keterampilan dasar dalam menulis bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (17/6/2025).
Pengertian dan Penggunaan Kata 'di'
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1447524/original/059538400_1482828329-Badan_Bahasa_4.jpg)
Kata depan dalam tata bahasa Indonesia adalah kata yang digunakan sebelum nomina (kata benda) atau kata ganti untuk menunjukkan hubungan spasial, temporal, atau logis antara nomina atau kata ganti tersebut dengan elemen-elemen lain dalam kalimat. Kata depan 'di' salah satu contohnya, dan biasanya digunakan untuk menunjukkan lokasi atau tempat dari suatu peristiwa atau kejadian.
Penggunaan kata 'di' yang benar dalam kalimat sangat penting agar kalimat tersebut memiliki makna yang jelas dan tepat. Misalnya, dalam kalimat "Ibu sedang berada di dapur", kata 'di' digunakan untuk menunjukkan lokasi atau tempat ibu sedang berada. Sehingga, penulisan yang benar adalah dengan menggunakan kata depan 'di' sebelum kata benda atau kata ganti yang dihubungkan dengan lokasi atau tempat tersebut.
Sebagai pengguna bahasa Indonesia, penting untuk memahami penggunaan kata 'di' dengan benar agar dapat menyampaikan makna dengan tepat dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam tulisan. Dengan mematuhi kaidah bahasa Indonesia dalam penggunaan kata depan, kita dapat menjaga kejelasan dan ketepatan dalam berkomunikasi.
Kata Depan "di" dan Fungsinya
Kata depan "di" memiliki fungsi sebagai penunjuk lokasi atau tempat dalam kalimat bahasa Indonesia. Kata "di" digunakan untuk menunjukkan tempat atau lokasi di mana suatu kejadian atau kegiatan terjadi. Contohnya, dalam kalimat "Saya sedang berada di rumah", kata "di" digunakan untuk menunjukkan lokasi di mana saya sedang berada.
Selain itu, kata "di" juga dapat digunakan untuk menyatakan posisi atau keberadaan suatu benda. Contohnya, dalam kalimat "Kunci ada di meja", kata "di" digunakan untuk menunjukkan posisi kunci yang berada di meja.
Penggunaan kata depan "di" yang benar dapat membantu memperjelas informasi mengenai lokasi, tempat, atau posisi suatu kejadian atau benda dalam sebuah kalimat.
Advertisement
Penulisan 'di' Sebagai Kata Depan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4281985/original/080064000_1672886772-cropped-photo-serious-young-man-sitting-office-coworking__1_.jpg)
Kata 'di' dapat digunakan sebagai awalan yang menunjukkan lokasi atau tempat di mana sesuatu terjadi, misalnya 'di dalam' atau 'di luar'. Namun, 'di' juga dapat digunakan sebagai kata depan yang menunjukkan tempat atau lokasi sesuatu berada, misalnya 'di rumah' atau 'di kantor'.
Penulisan 'di' sebagai kata depan sebaiknya diikuti langsung oleh kata benda atau frasa kata benda yang mengikuti. Contoh-contoh penggunaannya antara lain 'di sekolah', 'di pantai', 'di taman', dan sebagainya. Perlu diperhatikan bahwa penulisan 'di' harus dipisah dengan kata yang mengikutinya.
Dalam penulisan yang benar, 'di' sebagai kata depan haruslah diikuti oleh kata benda yang tepat dan tidak boleh dilewatkan. Penggunaan yang tepat dari 'di' sebagai kata depan akan membantu menyampaikan informasi dengan jelas dan tepat. Jadi, pastikan untuk menggunakan 'di' dengan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Contoh Kalimat dengan Menggunakan Kata Depan 'di'
Penggunaan kata depan "di" dalam bahasa Indonesia adalah penting karena dapat mempengaruhi arti dari kalimat. Kata depan "di" digunakan untuk menyatakan tempat, waktu, keadaan, atau tujuan suatu perbuatan. Berikut adalah 20 contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menunjukkan penggunaan kata depan "di":
- Saya sedang berada di rumah.
- Buku itu ada di atas meja.
- Mereka pergi berlibur di pantai.
- Anak-anak bermain di taman.
- Kami akan bertemu di kafe nanti.
- Mereka sedang belajar di perpustakaan.
- Dia akan berangkat ke kantor di pagi hari.
- Mobilnya parkir di garasi.
- Mereka berjalan di jalan yang ramai.
- Saya tertidur di kursi.
- Bunga-bunga tumbuh di taman tersebut.
- Anak itu bermain di lapangan
- Saya akan menemui kamu di kedai kopi.
- Mereka sedang makan di restoran favorit mereka.
- Di masa lalu, saya pernah tinggal di desa kecil.
- Dia sedang berada di stasiun kereta api.
- Mobil mereka rusak di tengah jalan.
- Mereka sedang menonton film di bioskop.
- Besok aku akan main ke pantai di kota itu.
- Saya belajar di sekolah yang terkenal di kota ini.
Dengan memperhatikan penggunaan kata depan "di" dalam kalimat-kalimat di atas, kita dapat memahami bagaimana menggunakan kata depan "di" secara benar dalam bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah tata bahasa.
Perbedaan Kata Depan 'di' dan Awalan 'di-'
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4617238/original/024854600_1697758703-pexels-polina-tankilevitch-6929268.jpg)
Kata depan 'di' dan awalan 'di-' seringkali membingungkan bagi banyak orang dalam penulisannya. Meskipun terdengar serupa, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan dan penulisan yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara komprehensif mengenai perbedaan antara kata depan 'di' dan awalan 'di-', serta bagaimana cara penulisannya yang benar agar dapat menghindari kesalahan dalam penggunaannya. Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan pembaca dapat menggunakan keduanya dengan tepat dan efektif dalam penulisan Bahasa Indonesia.
1. Arti
Kata depan "di" digunakan untuk menyatakan tempat atau posisi suatu benda atau kejadian. Contohnya, "saya berada di rumah" atau "mobil parkir di depan gedung". Sedangkan awalan "di-" digunakan dalam membentuk kata kerja pasif. Misalnya, "dia diberi hadiah" atau "mereka mendiami kota tersebut".
Penggunaan kata "di" dan "di-" dalam kalimat juga dapat mengubah makna kalimat. Contohnya, "buku itu ada di rak" (posisi) dan "buku itu diambil dari rak" (perbuatan). Dengan memahami penggunaan kata "di" dengan baik, kita bisa menggunakan kata depan ini secara benar dalam menulis dan berbicara dalam bahasa Indonesia.
2. Penggunaan
Dalam bahasa Indonesia, kata depan 'di' digunakan untuk menunjukkan tempat, waktu, atau keadaan. Penggunaan kata 'di' harus diperhatikan dengan baik agar tidak salah dalam penulisan. Contoh penggunaan kata 'di' yang benar antara lain dalam kalimat "Saya berada di rumah" atau "Dia sedang makan di restoran".
Penting untuk mengidentifikasi penggunaan kata 'di' dengan memperhatikan posisi kata tersebut dalam kalimat. Kata 'di' harus dipisah dengan kata benda yang mengikutinya, seperti dalam contoh "di rumah". Sedangkan awalan "di-" digunakan untuk membentuk kata kerja pasif, dan penulisannya disambung. Sebagai contoh, "Buku ditulis oleh penulis terkenal". Dalam kasus ini, awalan 'di-' harus tetap digabung dengan kata kerja 'tulis'.
Dengan memperhatikan penggunaan yang benar, pemisahan dan penggabungan kata 'di' dapat dilakukan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Hal ini akan membantu dalam penulisan yang jelas dan tepat.
3. Posisi dalam kalimat
Kata depan 'di' digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menunjukkan posisi atau letak suatu benda atau kejadian. 'Di' dapat digunakan sebelum kata benda, kata ganti, atau kata kerja. Contoh penggunaan kata 'di' dalam kalimat adalah "Saya tinggal di Jakarta" (posisi dalam kota), "Buku itu ada di meja" (posisi benda), atau "Anak-anak sedang bermain di taman" (posisi kejadian).
Sementara itu, awalan 'di-' digunakan untuk membentuk kata kerja dengan makna pasif. Contoh penggunaan kata 'di-' dalam kalimat adalah "Rumahku ditempati" (pasif), "Dia sedang dikelilingi oleh teman-temannya" (tempat), atau "Buku ini tidak dicetak ulang" (pasif).
Dalam penulisan, kata 'di' selalu diikuti oleh kata benda atau kata ganti, sedangkan 'di-' digunakan untuk membentuk kata kerja atau kata benda dengan makna pasif.Â
Â
Advertisement
QnA tentang Penggunaan Kata 'di'
Q: Apa perbedaan antara 'di' sebagai kata depan dan sebagai imbuhan?
A: 'Di' sebagai kata depan digunakan untuk menunjukkan tempat, dan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, misalnya di rumah. Sedangkan 'di-' sebagai imbuhan digunakan pada kata kerja pasif dan ditulis serangkai, seperti ditulis atau dibaca.
Q: Bagaimana contoh penggunaan 'di' yang salah dan benar?
A: Contoh salah: disekolah (jika maksudnya tempat). Contoh benar: di sekolah. Contoh benar untuk imbuhan: dikerjakan (karena itu kata kerja pasif, harus disambung).
Q: Kenapa 'di rumah' ditulis terpisah?
A: Karena 'di' dalam di rumah berfungsi sebagai kata depan, dan menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), semua kata depan, termasuk di, harus ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Q: Apakah ada aturan resmi yang mengatur penulisan 'di'?
A: Ya. Aturan ini tercantum dalam PUEBI yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta dijelaskan secara rinci dalam buku-buku tata bahasa seperti karya Gorys Keraf.
Q: Apakah penulisan yang salah bisa memengaruhi arti kalimat?
A: Bisa. Misalnya, diluar bisa dianggap kata kerja pasif (yang tidak ada maknanya), padahal seharusnya ditulis di luar jika merujuk pada tempat. Kesalahan seperti ini dapat menimbulkan makna yang rancu atau tidak tepat.
Q: Apakah 'di' selalu muncul di awal kalimat?
A: Tidak. 'Di' bisa muncul di tengah atau akhir kalimat, tergantung struktur kalimatnya. Yang penting adalah memperhatikan apakah kata tersebut sebagai kata depan (dipisah) atau imbuhan (disambung).
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575527/original/083747400_1694681992-glasses-1052010_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)