Liputan6.com, Jakarta Padi memiliki nama ilmiah Oryza Sativa kata Oryza merupakan petunjuk nama untuk tumbuhan padi yang menjadi sumber utama makanan pokok di banyak negara di dunia. Oryza sativa merupakan nama ilmiah untuk padi yang sangat penting sebagai tanaman pangan utama di Indonesia. Menurut Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, padi adalah tanaman berpenyerbukan sendiri, dengan lebih dari 95 % serbuk sari membuahi sel telur pada tanaman yang sama
Meskipun memiliki nama ilmiah yang mungkin terdengar asing bagi kebanyakan orang, tumbuhan padi sendiri merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari banyak orang di berbagai belahan dunia.
Padi memiliki nama ilmiah Oryza Sativa kata Oryza merupakan petunjuk nama yang merujuk pada genus tanaman, sedangkan "sativa" adalah spesifik epitet yang memberikan informasi lebih lanjut tentang jenis padi tersebut.
Advertisement
Jadi, "Oryza" adalah petunjuk atau bagian dari nama ilmiah yang memberi tahu kita bahwa itu adalah tanaman dari genus Oryza. Dalam dunia botani, Oryza Sativa memiliki peran yang sangat penting karena merupakan sumber utama karbohidrat.
Padi memiliki nama ilmiah Oryza Sativa kata Oryza merupakan petunjuk nama untuk tumbuhan padi, yang memiliki sejarah panjang dalam pertanian dan budaya manusia. Oryza Sativa merupakan salah satu tanaman pangan yang paling penting di dunia, dan memiliki berbagai varietas yang tersebar luas di berbagai negara.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, informasi seputar tumbuhan padi dan nama ilmiahnya, Selasa (17/6/2025).
Tumbuhan Padi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3872626/original/037854000_1640921650-photo-1611501355758-0d8b8208e1ab.jpg)
Tumbuhan padi, atau nama ilmiahnya Oryza Sativa, adalah salah satu jenis tanaman yang menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia. Padi dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat utama dalam makanan, terutama di Asia. Tumbuhan padi termasuk ke dalam keluarga Poaceae dan biasanya tumbuh di daerah yang memiliki air yang cukup.
Padi biasanya tumbuh di sawah atau lahan yang tergenang air, namun juga dapat tumbuh di daerah dengan kondisi tanah yang kering. Tanaman padi memiliki batang yang tinggi dan daun yang lebar. Bulir padi biasanya berwarna putih atau coklat, dan dapat diproses menjadi beras sebagai produk akhir.
Padi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. Di Indonesia, tanaman padi banyak dibudidayakan, khususnya di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Keberadaan tumbuhan padi sangatlah vital untuk menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sehingga menjadikan pentingnya pengetahuan tentang nama ilmiah Oryza Sativa dan informasi seputar tanaman padi.
Ciri-ciri Tumbuhan Padi
padi, juga dikenal dengan nama ilmiah Oryza Sativa, merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Tanaman padi dapat tumbuh hingga mencapai 1-2 meter tingginya dan memiliki batang yang keras serta tegak. Daun padi berbentuk memanjang, panjangnya sekitar 50-100 cm dan lebarnya sekitar 2-2.5 cm. Tangkai daunnya berwarna hijau muda dan berbulu halus.
Ciri-ciri lain dari tanaman padi adalah sistem perakaran yang kuat, memungkinkannya untuk menyerap air dan nutrisi dengan baik. Bunga padi muncul di ujung tangkai atau malai dengan warna putih keunguan atau merah muda. Setelah berbunga, bunga padi akan berubah menjadi bulir padi yang dapat dimakan.
Padi merupakan tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah yang cukup, sehingga biasanya di tanam di daerah yang memiliki curah hujan yang cukup atau di area yang dapat dialiri air. Padi juga dapat tumbuh di lahan sawah atau di lahan kering dengan menggunakan sistem irigasi yang baik.
Dengan ciri-ciri yang unik dan kebutuhan tumbuh yang khas, padi menjadi salah satu tanaman yang penting dalam penyediaan pangan di berbagai negara di seluruh dunia.
Advertisement
Reproduksi Tumbuhan Padi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4494597/original/088986800_1688722671-rice-teresses_1_.jpg)
Melansir dari Jurnal Periode Reseptivitas Putik Pada Tetua Padi Hibrida Dan Varietas Inbrida di repository.pertanian.go.id, Padi (Oryza sativa) adalah tanaman pangan yang penting di seluruh dunia. Proses reproduksi padi dimulai dengan pembentukan bunga pada tanaman padi. Pada bagian atas tanaman padi, bunga pria atau stamen akan menghasilkan serbuk sari yang kemudian akan menempel pada kepala putik atau stigma di bunga wanita. Proses penyerbukan ini akan membentuk biji padi.
Setelah terjadi penyerbukan, biji padi akan berkembang menjadi bulir padi. Proses ini melalui beberapa tahap seperti pembentukan endosperma, embrio, dan lapisan luar kulit padi. Setelah bulir padi terbentuk, tanaman padi akan mengalami fase pematangan dan panen.
Reproduksi padi dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu reproduksi seksual dengan bantuan angin dan serangga untuk penyerbukan, serta reproduksi aseksual melalui teknik penggandaan tanaman seperti stek dan anakan. Selain itu, ada juga teknik penanaman menggunakan benih padi hasil seleksi yang unggul untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas. Dengan pemahaman yang baik tentang proses reproduksi padi, petani dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil yang dihasilkan oleh tanaman padi.
Aspek Budidaya Tumbuhan Padi
Padi (Oryza sativa) adalah salah satu tanaman pangan yang sangat penting di Indonesia. Nama ilmiah Oryza sativa mengacu kepada spesies tanaman padi yang banyak dibudidayakan di berbagai wilayah di Indonesia. Proses budidaya padi membutuhkan perhatian khusus karena padi merupakan tanaman hujan, yang membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Budidaya padi biasanya dilakukan di lahan sawah yang ditanami air, namun seiring perkembangan teknologi, budidaya padi juga dapat dilakukan menggunakan metode pertanian berbasis teknologi.
Menurut jurnal Induksi Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa) Varietas IR64 Dengan Aplikasi Jarak Tanam Dan Jumlah Bibit Per Titik Tanam diterbitkan oleh Kemendikdasmen, teknik budidaya mencakup pengaturan jarak tanam, pemupukan organik/sintetik, dan sistem tanam seperti legowo (Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih) .Penelitian menunjukkan jarak tanam 35×35 cm dengan dua bibit/titik optimal untuk IR64, meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan produktif
Proses budidaya padi dimulai dari persiapan lahan yang dilakukan dengan mengolah lahan sawah, meratakan tanah, dan membuat saluran irigasi untuk pengairan. Setelah itu, bibit padi ditanam dalam petak-petak sawah yang telah terisi air. Pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit juga menjadi bagian penting dalam budidaya padi. Padi biasanya dipanen setelah mencapai kematangan dengan cara memotong tangkainya dan kemudian dijemur.
Budidaya padi memiliki peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Dengan pengetahuan yang benar tentang budidaya padi, diharapkan mampu meningkatkan produksi padi di Indonesia sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkesinambungan.
Oryza Sativa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4454919/original/050252100_1686027610-tanaman_padi.jpg)
Padi atau Oryza sativa merupakan salah satu tanaman pangan yang penting di dunia. Nama ilmiahnya, Oryza sativa, berasal dari bahasa Latin yang mengacu pada spesies tanaman padi yang digunakan sebagai sumber bahan makanan utama bagi banyak orang di seluruh dunia.
Ilimiah atau nama ilmiah Oryza sativa terdiri dari dua bagian dalam sistem binomial nomenklatur yang dikembangkan oleh Carl Linnaeus pada abad ke-18. Menurut Royal Botanic Gardens, Kew, Oryza sativa pertama kali diterbitkan dalam Species Plantarum (Sp. Pl.: 333) pada tahun 1753 oleh Linnaeus—ditandai dengan akhiran “L.” untuk menunjukkan penulis taksonomi awal Sp. Pl. Nama genus Oryza berasal dari bahasa Latin dan Yunani (“oryza”), yang pada dasarnya berasal dari bahasa Asia, yang artinya “padi”. Bagian epitet spesifik "sativa" berarti "yang dibudidayakan" dalam bahasa Latin, sehingga arti lengkap Oryza sativa adalah "padi yang dibudidayakan" .
Menurut ulasan di laman Tropical Biodiversity UK, Oryza sativa L. merupakan padi yang dibudidayakan dan tergolong dalam keluarga rumput-rumputan (Poaceae). Komentar ini menunjukkan betapa pentingnya padi dalam konteks agronomi dan ekologi. Selain itu, melalui database IPM Images dan NCBI Taxonomy, diketahui bahwa Oryza sativa memiliki kekerabatan dekat dengan spesies liar seperti O. rufipogon, yang merupakan leluhur langsung padi yang dibudidayakan menegaskan arti ekologis dan evolusioner dari nama ilmiah tersebut .
Selain sebagai sumber karbohidrat utama dalam makanan, padi juga memiliki peran penting dalam budaya dan tradisi masyarakat di berbagai negara, terutama di Asia. Dengan populasi yang terus bertambah, budidaya dan pengembangan varietas padi Oryza sativa menjadi bagian penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan global. Dengan demikian, pengetahuan tentang nama ilmiah Oryza sativa dan informasi seputar tanaman padi sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas.
Botany
Secara botani, Oryza sativa adalah tanaman semusim yang termasuk dalam famili Poaceae. Tumbuhan ini biasanya tumbuh tegak dengan batang yang ramping dan tinggi, daunnya berbentuk pita dan secara estetika sangat cocok untuk dilihat. Bunganya terdiri dari 6 tangkai bunga dan biasanya tumbuh dalam kuntum yang panjang. Buahnya berbentuk bulat panjang, dan bijinya kecil dan berwarna coklat atau hitam.
Tumbuhan padi biasanya tumbuh di daerah yang lembab dan beriklim hangat, serta membutuhkan air yang cukup. Itulah informasi dasar seputar nama ilmiah Oryza sativa dari segi botani. Tumbuhan padi memiliki peran penting dalam penyediaan pangan bagi masyarakat di berbagai negara, dan merupakan salah satu sumber utama karbohidrat bagi banyak orang di dunia.
Advertisement
Classification Oryza Sativa
Dalam hal Classification, Oryza sativa termasuk dalam kingdom Plantae, phylum Tracheophyta, class Liliopsida, order Poales, family Poaceae, genus Oryza, dan species sativa. Tumbuhan padi merupakan salah satu sumber makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dunia, terutama di Asia. Padi ditanam di berbagai jenis tanah yang kaya akan nitrogen dan air.
Menurut repository Kementan, Oryza sativa termasuk dalam divisi Spermatophyta, sub-divisi Angiospermae, dan kelas Monocotyledonae.
Dalam penelitian ilmiah, Oryza sativa memiliki berbagai jenis varietas yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Padi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam bidang pertanian dan pangan. Sebagai salah satu sumber bahan makanan yang utama, penelitian terus dilakukan untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas dari tumbuhan padi Oryza sativa.
Nomenclature dan taxonomy Oryza Sativa
1. Sistem klasifikasi
Berdasarkan Plants of the World Online (Kew) dan NCBI Taxonomy, taksonomi lengkap Oryza sativa adalah sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Phylum/Streptophyta
- Class/Equisetopsida (Liliopsida/monokotil)
- Order: Poales
- Family: Poaceae
- Genus: Oryza
- Species: Oryza sativa
Secara taksonomi ini menunjukkan bahwa padi adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae), monokotil, dan bagian dari keluarga rumput (Poaceae). Genus Oryza sendiri mencakup sekitar 23 spesies, dua di antaranya dibudidayakan: O. sativa (Asia) dan O. glaberrima (Afrika)
2. Subspesies dan keragaman varietas
Oryza sativa terbagi menjadi beberapa subspesies utama: japonica, indica, dan tropical japonica (dulu disebut javanica). Japonica dikenal dengan butiran pendek dan lengket, pertama kali dibudidayakan di lembah Sungai Yangtze sekitar 9.000–6.000 tahun lalu; indica berbutir panjang, berkembang di lembah Gangga sejak 8.500–4.500 tahun lalu . Selain itu ada kelompok seperti aus, aromatic, dan rayada, yang dibedakan lewat analisis isoenzim (Glaszmann 1987) dan SSR (Garris dkk., 2004)
3. Perkembangan sistem taksonomi modern
Menurut Garris et al. (2004), analisis simple sequence repeats membagi O. sativa menjadi lima kelompok: temperate japonica, tropical japonica, aromatic (varian japonica), serta indica dan aus (varian indica) . Selain itu, Fosil dan hasil genetik menunjukkan bahwa domestikasi padi dimulai satu kali di Cina, dari O. rufipogon, kemudian menyebar melalui migrasi dan perkawinan kembali (introgression) terutama antar varietas japonica dan indica
Genetics Oryza Sativa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4988896/original/082541400_1730603526-IMG-20241103-WA0026.jpg)
Nama ilmiah dari padi adalah Oryza sativa. Dalam genetika, Oryza sativa adalah spesies tanaman padi yang sangat penting dalam sejarah pertanian manusia. Tanaman padi memiliki genom yang kompleks, dengan dua genom utama, yaitu AA dan BB. Genom AA berkaitan dengan spesies padi yang tumbuh di Asia, sedangkan genom BB berkaitan dengan spesies padi di Afrika dan Oceania.
Genom dalam tanaman padi ini telah banyak dikaji dan diurutkan sehingga membantu para ilmuwan dalam pemuliaan tanaman padi untuk mendapatkan varietas yang lebih unggul dalam hal produktivitas dan ketahanan terhadap penyakit serta cuaca ekstrem.
Oleh karena itu, pemahaman tentang genetika dari Oryza sativa sangat penting untuk pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian genetika pada tanaman padi terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
Breeding Oryza Sativa
Nama ilmiah padi, Oryza sativa, merupakan salah satu tumbuhan pangan penting di dunia. Dalam bidang breeding, Oryza sativa telah mengalami banyak perubahan melalui seleksi alam dan seleksi buatan untuk memperbaiki gen-gen yang diinginkan, seperti ketahanan terhadap penyakit, produktivitas, dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Breeding pada Oryza sativa juga dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat genetik seperti warna, ukuran, bentuk, dan kandungan gizi dari biji padi. Melalui teknologi breeding, varietas-varietas baru padi dengan karakteristik yang diinginkan dapat dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan hasil panen petani.
Dengan terus berkembangnya teknologi breeding, diharapkan dapat dihasilkan varietas Oryza sativa yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang semakin ekstrem, serta mampu memberikan kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan global.
Advertisement
Asal Muasal Tumbuhan Padi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013920/original/018662700_1651651657-20220504-membajak-sawah-bersama-ratusan-burung-kuntul-ARBAS-2.jpg)
Padi atau Oryza sativa memiliki sejarah domestikasi yang panjang. Berdasarkan kajian arkeobotani dan genetika, pusat domestikasi padi utama berada di Lembah Sungai Yangtze, Tiongkok, yang terjadi sekitar 13.500 hingga 8.200 tahun lalu. Padi yang awalnya berasal dari Oryza rufipogon, nenek moyang liar padi budidaya, kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia. Dalam artikel ilmiah Evolutionary Genomics of Rice Domestication oleh Civáň et al. (2015), disebutkan bahwa domestikasi ini melibatkan perubahan struktur biji dan hilangnya kemampuan menyebar alami, yang memungkinkan penanaman terkontrol.
Teori pusat asal tanaman budidaya yang dikemukakan oleh ilmuwan Rusia, Nikolai Vavilov, menyatakan bahwa wilayah yang memiliki keanekaragaman genetik tertinggi dari suatu tanaman adalah lokasi asal muasalnya. Berdasarkan teori ini dan didukung oleh temuan spesies padi liar seperti Oryza rufipogon dan Oryza officinalis di Nusantara, termasuk pulau Jawa, Indonesia juga dianggap sebagai pusat keanekaragaman padi. Dalam publikasi Plasma Nutfah Padi Lokal di Indonesia oleh Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementerian Pertanian (2021), dijelaskan bahwa banyak varietas padi lokal Indonesia memiliki adaptasi genetik tinggi terhadap kondisi agroekosistem tropis.
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung juga mencatat bahwa padi sudah dikenal dan dibudidayakan masyarakat Indonesia sejak 1.500 SM, seiring dengan masuknya peradaban pertanian di Nusantara. Bukti arkeologis berupa tembikar dan alat-alat pertanian kuno di situs Buni (Jawa Barat) dan Gilimanuk (Bali) juga mendukung hal ini. Artinya, Indonesia tidak hanya menjadi wilayah penyebaran, tapi juga tempat pembudidayaan padi yang cukup awal di Asia Tenggara.
Bahan Makanan dari Tumbuhan Padi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4746591/original/064956100_1708323884-20240219-Harga_Beras-HER_4.jpg)
Tanaman padi menghasilkan biji gabah yang setelah digiling menjadi beras—bahan pokok pangan lebih dari setengah populasi dunia. Produk utama dari padi adalah beras putih, yang merupakan bentuk olahan dari endosperma gabah yang telah dipisahkan dari sekam dan lapisan bekatul. Selain beras putih, varietas Oryza sativa juga menghasilkan beras merah dan beras hitam yang mengandung lebih banyak antosianin dan serat. Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, beras hitam berasal dari varietas padi indica, berwarna cokelat tua hingga kehitaman saat matang, dan memiliki nilai gizi tinggi seperti antioksidan alami.
Beras juga diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk makanan, seperti tepung beras, mie beras, nasi instan, dan bubur bayi. Tepung beras digunakan dalam banyak kuliner tradisional Indonesia, seperti kue lapis, serabi, dan klepon. Sedangkan nasi instan kini berkembang menjadi alternatif pangan cepat saji yang tetap mengandung gizi pokok. Selain makanan manusia, hasil samping tanaman padi seperti jerami juga dimanfaatkan untuk pakan ternak. Badan Peternakan Kementan (BPTU-HPT) mencatat bahwa jerami padi mengandung cukup serat kasar dan bisa dijadikan ransum hijauan bagi sapi atau kambing saat musim kemarau.
Tidak hanya jerami, dedak (hasil penggilingan gabah yang memisahkan sekam dari beras) juga digunakan sebagai bahan pakan unggas dan ikan. Ini menunjukkan bahwa padi adalah tanaman yang sangat produktif dengan berbagai hasil olahan, baik untuk konsumsi manusia maupun pemanfaatan dalam sektor peternakan. Pemanfaatan menyeluruh ini juga mendorong sistem pertanian berkelanjutan dan sirkular di Indonesia.
Advertisement
Pertanyaan Umum Seputar Tumbuhan Padi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2752323/original/092414200_1552644717-20190314-Hiruk-Pikuk-Petani-Gorontalo-Sambut-Musim-Panen4.jpg)
1. Apa itu Oryza sativa?
Merupakan nama ilmiah padi, tanaman monokotil dalam famili Poaceae.
2. Bagaimana cara padi bereproduksi?
Melalui penyerbukan sendiri, di mana serbuk sari serupa membuahi sel telur yang sama.
3. Apa perbedaan utama indica dan japonica?
Japonica: biji pendek dan lengket, cocok untuk dataran tinggi. Indica: biji panjang, cocok untuk sawah terbuka.
4. Bagaimana teknik budidaya yang efisien?
Misalnya jarak tanam 35×35 cm dan sistem legowo 2:1, yang meningkatkan hasil.
5. Apa saja produk turunannya?
Beras putih, merah, hitam, tepung, nasi instan, dan jerami sebagai pakan ternak.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2608262/original/030108300_1666512422-pexels-ibrahim-hasan-3944317.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183854/original/064493200_1744249722-1000245581.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)