Liputan6.com, Jakarta - Kata keterangan adalah kelas kata yang berfungsi untuk menerangkan verba, adjektiva, atau bahkan seluruh kalimat, misalnya menunjukkan cara, tempat, waktu, sebab, tujuan, dan lain-lain. Perannya sangat fleksibel dalam struktur sintaksis karena dapat berpindah-pindah posisi sesuai fungsi yang diinginkan.
Melansir dari library.binus.ac.id, menurut Moody dkk. (1971:47‑48), kata keterangan terbagi menjadi berbagai jenis seperti keterangan waktu, tempat, cara, sebab, tujuan, hasil, dan kondisi, serta dalam bahasa Inggris biasanya dapat dikenali melalui konjungsi seperti after, because, if, dan so that.
Advertisement
Contoh kata keterangan dalam bahasa sehari-hari sangat membantu dalam memperjelas makna kalimat, misalnya “Ia lari dengan cepat” (cara), “Dia datang kemarin pagi” (waktu), dan “Mereka tinggal di desa” (tempat).
Berikut ulasan tentang contoh kata keterangan yang Liputan6.com rangkuman dari berbagai sumber, Sabtu (21/6/2025).
Adverbia Bahasa Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3570022/original/053068300_1631520501-piece-paper-with-paper-balls-around.jpg)
Kata keterangan atau adverbia, merupakan unsur penting dalam tata bahasa Indonesia yang memberikan tambahan informasi atau keterangan pada suatu kalimat. Meskipun tidak diwajibkan, penggunaan kata keterangan ini dapat signifikan membantu dalam menyusun kalimat dengan lebih jelas dan ekspresif.
Menurut penjelasan dalam buku "EYD dan Seputar Bahasa Indonesia" karya Ermawati Waridah, kata keterangan dapat didefinisikan sebagai kata yang memberikan keterangan dalam sebuah kalimat. Fungsinya adalah menerangkan atau memberikan informasi tambahan untuk kata-kata lain, seperti kata benda dan kerja. Dengan kata lain, kata keterangan membantu menggambarkan atau menjelaskan lebih lanjut unsur-unsur dalam kalimat.
Dalam pembuatan kalimat, kata keterangan seringkali digunakan untuk menjelaskan kata sifat atau memperjelas keadaan suatu benda. Contoh kata keterangan yang umum digunakan antara lain sangat, begitu, pasti, dan sebagainya. Sebagaimana dijelaskan oleh Anik M. Indriastuti dalam "Buku Pintar Tenses," kata keterangan memberikan informasi tentang kapan, bagaimana, di mana, atau dalam keadaan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Ini membantu pembaca atau pendengar untuk lebih memahami konteks atau nuansa kalimat.
Kata keterangan juga dapat digunakan untuk meluaskan atau membatasi makna subjek atau predikat dalam suatu kalimat. Dengan adanya berbagai macam contoh kata keterangan, sesuai dengan fungsi dan sifatnya, kita dapat memilih kata keterangan yang paling sesuai dengan kebutuhan kalimat yang sedang disusun.
Penggolongan contoh kata keterangan dapat bervariasi tergantung pada sumber rujukan yang digunakan, namun intinya, kata keterangan memberikan warna dan kejelasan pada kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia.
Advertisement
Kata Keterangan Alat dan Cara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4180297/original/089282800_1664871811-056960300_1627633956-4990250.jpg)
Kata keterangan alat dan kata keterangan cara merupakan elemen penting dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk memberikan informasi lebih rinci mengenai alat atau cara dalam suatu kegiatan atau peristiwa. Dua jenis kata keterangan ini, yaitu alat dan cara, memberikan nuansa yang lebih kaya pada kalimat-kalimat yang kita susun.
Kata keterangan alat, sebagaimana dijelaskan, digunakan untuk menjelaskan alat yang digunakan dalam suatu kegiatan. Contoh kata keterangan alat termasuk "dengan," "menggunakan," atau "dengan menggunakan." Misalnya, dalam kalimat "Ina mencuci pakaian dengan mesin cuci," kata keterangan "dengan mesin cuci" memberikan informasi tambahan bahwa Ina menggunakan mesin cuci sebagai alat dalam kegiatan mencuci pakaian.
Sementara itu, kata keterangan cara digunakan untuk memperjelas cara kerja suatu kegiatan atau peristiwa. Jenis kata keterangan ini seringkali ditempatkan pada kata kerja dan melibatkan kata-kata seperti "dengan," "secara," atau "dengan cara." Dalam kalimat "Presiden menyampaikan pidatonya dengan lantang," kata keterangan "dengan lantang" memberikan informasi tentang cara penyampaian pidatonya yang dilakukan dengan suara yang keras.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Ayah memancing ikan menggunakan umpan cacing." Di sini, kata keterangan "menggunakan umpan cacing" memberikan gambaran bahwa ayah menggunakan umpan cacing sebagai alat untuk menarik perhatian ikan saat memancing.
Dengan menggunakan kata keterangan alat dan cara, kita dapat menambahkan detail yang lebih spesifik dan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada pembaca atau pendengar mengenai bagaimana suatu kegiatan atau peristiwa dilakukan. Dengan demikian, kata keterangan ini menjadi unsur penting dalam menyusun kalimat yang padu dan menggambarkan kejadian dengan lebih teliti.
- Ia menulis surat dengan pena biru.
- Dia makan sup menggunakan sendok besar.
- Kami berkomunikasi melalui telepon genggam.
- Mereka mencuci baju dengan mesin cuci otomatis.
- Anak itu menggambar menggunakan pensil warna.
- Petani membajak sawah dengan traktor.
- Tukang kayu memotong papan dengan gergaji mesin.
- Ibu menjahit baju menggunakan mesin jahit.
- Pekerja itu mengecat tembok dengan kuas besar.
- Ayah memperbaiki motor menggunakan kunci Inggris.
- Mereka belajar dengan serius.
- Ia menjelaskan materi secara rinci.
- Polisi menangkap pencuri dengan cepat.
- Kami berbicara secara sopan.
- Siswa mengerjakan ujian dengan tenang.
Kata Keterangan Kesertaan
Kata keterangan kesertaan digunakan untuk menjelaskan tingkat partisipasi atau keterikatan suatu aktivitas atau sifat dalam suatu kegiatan. Contoh kata keterangan kesertaan termasuk "dengan" atau "bersama." Dalam kalimat "Kakak berlibur bersama teman-temannya ke Malang," kata keterangan "bersama teman-temannya" memberikan informasi tambahan bahwa kakak tidak berlibur sendirian, melainkan bersama-sama dengan teman-temannya.
Contoh lainnya adalah dalam kalimat "Kakek pergi berobat dengan ayah." Di sini, kata keterangan "dengan ayah" mengindikasikan bahwa kakek pergi berobat tidak sendirian, melainkan bersama ayahnya.
- Ia pergi ke pasar bersama ibunya.
- Kami belajar dengan teman sekelas.
- Mereka makan malam bersama keluarga.
- Dia berjalan-jalan dengan sahabatnya.
- Ayah berangkat kerja dengan ibu.
- Anak itu bermain dengan anjing peliharaan.
- Sinta bernyanyi bersama grup band-nya.
- Kami menyambut tamu bersama guru.
- Mereka piknik dengan rombongan sekolah.
- Ia hadir di acara bersama suaminya.
- Kami berdiskusi dengan dosen pembimbing.
- Mereka berangkat liburan dengan sepupu-sepupunya.
- Kami gotong royong bersama warga.
- Ia menonton film dengan adiknya.
- Tim itu bekerja bersama mitra dari luar negeri.
Kata Keterangan Perlawanan
Kata keterangan perlawanan atau perbandingan digunakan untuk menyatakan pertentangan atau pengecualian dalam suatu kegiatan atau sifat tertentu. Contoh kata keterangan perlawanan termasuk "kecuali," "selain," atau "tetapi." Dalam kalimat "Toni tidak diperbolehkan bermain hp kecuali nilai ulangannya baik," kata keterangan "kecuali" menunjukkan bahwa meskipun ada larangan bermain hp, ada pengecualian jika nilai ulangannya baik.
Contoh lainnya terdapat dalam kalimat "Ayah ingin membeli mobil tetapi ia harus membayar cicilan rumah." Kata keterangan "tetapi" di sini memberikan perlawanan atau kontras antara keinginan membeli mobil dengan kewajiban membayar cicilan rumah.
- Dia tetap ceria meskipun sedang sakit.
- Mereka belajar keras walaupun nilainya belum memuaskan.
- Anak itu bermain di luar padahal hujan turun deras.
- Kami datang tepat waktu meski jalanan macet.
- Ia membantu pekerjaan rumah meskipun lelah.
- Dia tersenyum padahal hatinya sedih.
- Mereka menang walau tidak diunggulkan.
- Saya tetap ikut lomba walaupun tidak siap.
- Dia datang ke pesta meski tidak diundang.
- Siswa itu lulus padahal jarang masuk kelas.
- Ia tetap bekerja meskipun sedang flu.
- Dia menyapa walau sering diabaikan.
- Kami pergi berkemah padahal cuaca tidak bersahabat.
- Mereka berdiri tegak meskipun diterpa angin kencang.
- Anak itu berangkat sekolah walaupun belum sarapan.
Kata Keterangan Tujuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4494260/original/061502700_1688711932-top-view-man-writing-letter.jpg)
Kata keterangan tujuan digunakan untuk menjelaskan mengapa suatu aktivitas atau sifat dilakukan. Contoh kata keterangan tujuan termasuk "supaya," "untuk," dan "agar." Dalam kalimat "Adik harus rutin minum susu agar tulangnya kuat," kata keterangan "agar" memberikan informasi bahwa tujuan dari aktivitas adik (minum susu) adalah untuk membuat tulangnya menjadi kuat.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Tari harus belajar ekstra untuk ikut olimpiade." Kata keterangan "untuk" di sini menyatakan tujuan dari usaha Tari, yaitu untuk bersiap-siap mengikuti olimpiade.
- Ia belajar giat untuk menghadapi ujian.
- Mereka datang untuk melamar pekerjaan.
- Kami latihan keras agar menang lomba.
- Ia menabung untuk membeli sepeda motor.
- Dia berolahraga setiap hari agar tubuhnya sehat.
- Kami belajar bahasa Inggris supaya bisa studi di luar negeri.
- Mereka mendirikan koperasi untuk meningkatkan ekonomi warga.
- Dia meminjam buku untuk dikerjakan di rumah.
- Mereka berdoa agar diberi kelancaran.
- Ia bekerja lembur untuk menyelesaikan proyek.
- Dia bangun pagi supaya tidak terlambat sekolah.
- Kami belajar kelompok untuk memahami materi lebih baik.
- Mereka datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk depan.
- Ibu memasak makanan sehat untuk menjaga gizi keluarga.
- Dia mencatat materi agar tidak lupa saat ujian.
Kata Keterangan Syarat
Kata keterangan syarat digunakan untuk menyatakan kondisi atau syarat tertentu yang harus terpenuhi agar suatu aktivitas atau sifat dapat terjadi. Contoh kata keterangan syarat termasuk "jika" dan "asalkan." Dalam kalimat "Ibu akan membelikan Ani laptop asalkan Ani belajar dengan giat," kata keterangan "asalkan" menunjukkan bahwa pemberian laptop oleh ibu tergantung pada syarat bahwa Ani harus belajar dengan giat.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Ayah tidak akan terlambat jika datang lebih awal." Kata keterangan "jika" di sini menyatakan syarat bahwa ayah tidak akan terlambat asalkan datang lebih awal.
- Kamu bisa ikut asalkan mengumpulkan izin dulu.
- Kami akan berangkat jika hujan berhenti.
- Dia akan lulus kalau nilainya cukup.
- Mereka bisa masuk bila menunjukkan tiket.
- Saya akan membantu jika dibutuhkan.
- Kegiatan akan dimulai jika semua peserta hadir.
- Kamu boleh pulang kalau tugas sudah selesai.
- Dia dapat uang saku asalkan tidak boros.
- Siswa bisa ikut ujian jika sudah melunasi SPP.
- Kita pergi rekreasi kalau cuaca cerah.
- Ia akan tampil bila diminta oleh panitia.
- Kamu bisa mendapat bonus asalkan target tercapai.
- Mereka akan datang jika acaranya tidak dibatalkan.
- Anda akan diterima kerja jika lolos tes wawancara.
- Saya akan ikut lomba bila didaftarkan oleh sekolah.
Kata Keterangan Sebab dan Akibat
Kata keterangan sebab dan kata keterangan akibat adalah unsur penting dalam bahasa Indonesia yang membantu dalam menyusun kalimat-kalimat yang memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hubungan sebab-akibat dari suatu kegiatan atau sifat.
Kata keterangan sebab, yang dalam contoh dijelaskan dengan kata "karena," digunakan untuk menjelaskan alasan atau sebab suatu kegiatan atau sifat tertentu terjadi. Misalnya, dalam kalimat "Tono tidak naik kelas karena ia malas belajar," kata keterangan "karena" menjelaskan bahwa alasan Tono tidak naik kelas adalah karena kekurangannya dalam belajar yang disebabkan oleh kemalasannya.
Contoh lainnya adalah dalam kalimat "Mobil itu kecelakaan karena remnya blong." Di sini, kata keterangan "karena" memberikan informasi bahwa kecelakaan mobil terjadi sebagai akibat dari rem yang blong.
Sementara itu, kata keterangan akibat digunakan untuk menjelaskan konsekuensi atau hasil dari suatu kegiatan atau sifat tertentu. Contoh kata keterangan akibat termasuk "akibat," "sehingga," dan "menjadi." Dalam kalimat "Akibat mabuk, preman itu menabrak pembatas jalan," kata keterangan "akibat" menunjukkan bahwa menabrak pembatas jalan adalah hasil atau konsekuensi dari kondisi mabuk preman tersebut.
- Ia tidak hadir karena sakit.
- Jalanan macet sehingga kami terlambat.
- Mereka bersedih karena kalah lomba.
- Hujan deras membuat lapangan tergenang air.
- Dia menangis karena dimarahi ibunya.
- Lampu padam sehingga kegiatan dihentikan.
- Pekerjaan tidak selesai karena listrik mati.
- Dia jatuh karena terpeleset.
- Anak itu senang karena mendapat hadiah.
- Harga naik akibat kelangkaan barang.
- Kami batal berangkat karena tidak ada kendaraan.
- Ruangan banjir karena atap bocor.
- Ia masuk rumah sakit akibat kecelakaan.
- Nilainya rendah karena tidak belajar.
- Tanaman mati karena kekeringan panjang.
Advertisement
Kata Keterangan Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4302455/original/063422800_1674638061-pexels-andrea-piacquadio-3807741_1_.jpg)
Kata keterangan waktu digunakan untuk menjelaskan kapan suatu peristiwa atau kegiatan terjadi. Contoh kata keterangan waktu meliputi "sekarang," "besok," "lusa," "hari ini," dan "kemarin." Dalam kalimat "Kemarin nenek datang membawa sayur mayur," kata keterangan waktu "kemarin" memberikan informasi bahwa nenek datang dengan membawa sayur mayur pada hari sebelum hari ini.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Penerbangan ke Bali ditunda hingga besok." Di sini, kata keterangan waktu "besok" menjelaskan bahwa penerbangan akan ditunda hingga hari berikutnya.
- Saya akan pergi besok pagi.
- Dia datang kemarin sore.
- Kami belajar setiap malam.
- Mereka pulang tadi siang.
- Pertandingan dimulai minggu depan.
- Ujian diadakan bulan depan.
- Saya bangun jam enam pagi.
- Acara selesai pukul sembilan malam.
- Dia menelpon tadi malam.
- Kami libur selama seminggu.
- Ia berangkat sebelum matahari terbit.
- Mereka pulang setelah hujan reda.
- Film akan tayang malam ini.
- Saya bertemu dia tiga hari lalu.
- Kami berkumpul setiap hari Senin.
Kata Keterangan Tempat
Kata keterangan tempat digunakan untuk menjelaskan di mana suatu peristiwa atau kegiatan terjadi. Contoh kata keterangan tempat termasuk "di," "ke," dan "dari." Dalam kalimat "Ayah mendapat ikan dari temannya," kata keterangan tempat "dari" memberikan informasi bahwa ayah mendapatkan ikan dari temannya.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Kakek menemukan dompetnya di lemari." Di sini, kata keterangan tempat "di" menjelaskan bahwa kakek menemukan dompetnya di dalam lemari.
- Mereka belajar di perpustakaan.
- Ayah bekerja di kantor.
- Saya tinggal di desa.
- Anak itu bermain di halaman.
- Kami bertemu di stasiun.
- Ibu belanja di pasar tradisional.
- Acara digelar di lapangan sekolah.
- Kucing itu tidur di sofa.
- Saya menunggu di halte.
- Mereka makan di restoran itu.
- Pertandingan diadakan di stadion utama.
- Kami singgah di rumah nenek.
- Burung terbang di atas pohon.
- Kami duduk di bawah pohon rindang.
- Dia berdiri di samping mobil.
Kata Keterangan Derajat
Kata keterangan derajat digunakan untuk menjelaskan sejauh mana kuantitas atau jumlah suatu peristiwa atau sifat. Contoh kata keterangan derajat meliputi "sebesar," "sangat banyak," dan "3 kali sehari." Dalam kalimat "Peternak itu memanen telur yang sangat banyak," kata keterangan derajat "sangat banyak" memberikan informasi bahwa jumlah telur yang dipanen oleh peternak itu sangat besar.
Contoh lainnya terdapat dalam kalimat "Obat batuk harus diminum 3 kali sehari setelah makan." Di sini, kata keterangan derajat "3 kali sehari" menjelaskan kuantitas atau frekuensi pemakaian obat batuk.
- Ia sangat pandai.
- Film itu terlalu membosankan.
- Makanan ini cukup pedas.
- Suara musiknya teramat keras.
- Saya sedikit kecewa.
- Dia amat cantik.
- Harganya sangat mahal.
- Rasa makanannya kurang manis.
- Latihan ini sangat melelahkan.
- Ia terlalu cepat bicara.
- Nilai ujianmu lumayan bagus.
- Perubahan itu cukup signifikan.
- Dia benar-benar marah.
- Saya sangat menghargai bantuanmu.
- Dia lebih rajin dibanding temannya.
Kata Keterangan Aspek
kata keterangan aspek digunakan untuk menyatakan keberlangsungan atau status suatu kegiatan atau peristiwa. Contoh kata keterangan aspek termasuk "sedang," "mulai," dan "sudah." Dalam kalimat "Kelas sudah dimulai sejak pagi tadi," kata keterangan aspek "sudah" menunjukkan bahwa kelas sudah berlangsung sejak pagi.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Seminar sedang berlangsung di aula kampus." Di sini, kata keterangan aspek "sedang" memberikan informasi bahwa seminar sedang berlangsung pada saat pembicaraan tersebut.
- Saya sudah makan.
- Mereka belum datang.
- Kami sedang belajar.
- Ia masih tidur.
- Ayah telah berangkat kerja.
- Acara baru dimulai.
- Ia sedang membaca buku.
- Kita belum selesai mengerjakan tugas.
- Ibu sudah memasak.
- Dia masih menunggu kabar.
- Kami sedang rapat.
- Anak itu baru saja pulang.
- Mereka telah menerima suratnya.
- Saya masih di jalan.
- Kamu belum membalas pesan.
Kata Keterangan Kepastian
Kata keterangan kepastian, seperti "mungkin," "pasti," dan "barangkali," digunakan untuk menyatakan tingkat kepastian suatu peristiwa. Dalam kalimat "Dino tidak mengerjakan PR, mungkin ia akan dimarahi," kata keterangan kepastian "mungkin" mengindikasikan bahwa kemungkinan besar Dino akan dimarahi karena tidak mengerjakan PR.
Contoh lainnya terdapat dalam kalimat "Jika hujan deras tak reda, pasti kampung akan banjir." Di sini, kata keterangan kepastian "pasti" menyatakan keyakinan bahwa jika hujan deras tidak berhenti, kampung pasti akan mengalami banjir.
- Saya pasti datang.
- Dia tentu setuju.
- Kami benar-benar yakin.
- Mereka sudah tentu senang.
- Ibu memang tahu jawabannya.
- Ia sungguh akan hadir.
- Itu sudah pasti salah.
- Kamu pastinya kaget melihatnya.
- Dia benar akan pindah rumah.
- Kami yakin lulus.
- Pastinya dia marah kalau tahu.
- Mereka tentunya bangga.
- Itu memang benar terjadi.
- Sungguh saya tidak tahu.
- Dia memang tidak ikut.
Kata Keterangan Pelaku
Kata keterangan pelaku, seperti "dari" dan "oleh," digunakan untuk menyatakan informasi tentang orang yang terlibat dalam suatu kegiatan atau peristiwa. Dalam kalimat "Ani mendapat oleh-oleh dari teman sekelasnya," kata keterangan pelaku "dari" menunjukkan bahwa oleh-oleh diterima oleh Ani berasal dari teman sekelasnya.
Contoh lainnya dapat ditemukan dalam kalimat "Film itu dibuat oleh sutradara terkenal." Di sini, kata keterangan pelaku "oleh" memberikan informasi bahwa sutradara terkenal lah yang membuat film tersebut.
- Rumah itu dibangun oleh ayahnya sendiri.
- Lagu itu diciptakan oleh musisi terkenal.
- Acara dirancang oleh panitia OSIS.
- Masakan ini dibuat oleh ibu saya.
- Gedung itu dirancang oleh arsitek Jepang.
- Buku ini ditulis oleh penulis lokal.
- Foto itu diambil oleh temannya.
- Film ini disutradarai oleh Riri Riza.
- Lukisan itu dibuat oleh anak kecil.
- Produk ini diproduksi oleh perusahaan dalam negeri.
- Bangunan itu direnovasi oleh tukang profesional.
- Surat ini dikirim oleh kantor pos.
- Soal-soal itu dibuat oleh guru matematika.
- Presentasi itu disusun oleh kelompok kami.
- Program ini dirancang oleh tim IT pusat.
FAQ
Apa itu kata keterangan?
Kata keterangan adalah kata yang memberi tambahan keterangan pada verba, adjektiva, atau seluruh kalimat, seperti keterangan waktu, cara, tempat, sebab, dan tujuan.
Apa saja jenis kata keterangan utama?
Jenisnya antara lain: keterangan cara, tempat, waktu, sebab, tujuan, kondisi, dan hasil.
Bagaimana mengenali kata keterangan?
Biasanya diidentifikasi melalui perannya dalam kalimat (misalnya menerangkan bagaimana, kapan, atau di mana) serta melalui kata penghubung seperti because, if, atau so that.
Apakah semua kata yang berakhiran “-ly” adalah keterangan?
Mayoritas kata yang berakhiran “-ly” dalam bahasa Inggris adalah adverbia, tetapi tidak semua—beberapa kata bentuk lain juga bisa berfungsi sebagai keterangan (misalnya now, very).
Bisakah kata keterangan berpindah posisi dalam kalimat?
Ya, posisi kata keterangan sangat fleksibel; bisa diletakkan di awal, tengah, atau akhir kalimat tanpa mengubah makna dasar.
Contoh keterangan cara dalam bahasa Indonesia?
Misalnya: “Ia mengetik dengan cepat,” “Mereka menyanyi dengan merdu.”
Apakah kata keterangan bisa menerangkan adjektiva?
Bisa, misalnya dalam kalimat “Ia sangat pintar,” sangat menjadi kata keterangan yang memperkuat kata pintar.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4182974/original/058024300_1665044799-096294900_1615358374-coffee-1246511_1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812228/original/000972700_1538749244-foto_nanang_fahrudin.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258188/original/054428500_1781325475-AP26164102653511.jpg)