Liputan6.com, Jakarta Rebab adalah alat musik tradisional Indonesia yang digesek untuk menghasilkan suara khas bernuansa lembut dan ekspresif. Untuk memahami cara memainkan rebab, pemain perlu menguasai teknik dasar seperti posisi duduk yang benar, cara memegang rebab dan busur, serta teknik menggesek senar yang tepat. Keseluruhan teknik ini saling berkaitan dan menentukan kualitas nada yang dihasilkan, baik dari segi kehalusan, dinamika, maupun ketepatan ritme dalam harmoni musik tradisional maupun kontemporer.
Dikutip dari buku Kerajinan Tangan dan Kesenian untuk Sekolah Dasar Kelas 5 (2004) oleh Tim KTK SD, dijelaskan bahwa cara memainkan rebab adalah menggesek senarnya dengan menggunakan alat gesek yang berbentuk seperti busur panah, yang menegaskan penggunaan busur sebagai elemen inti dalam teknik bermusik rebab.
Selain itu, dalam buku Ensiklopedia Seni & Budaya Nusantara (2009) oleh Gendhis Paradisa, mencatat bahwa rebab mempunyai tiga atau dua utas dawai logam, menjelaskan jumlah senar dan konstruksi fisik sebagai dasar memahami teknik tekan dan gesek yang benar.
Advertisement
Menguasai cara memainkan rebab secara benar tidak hanya akan menghasilkan bunyi yang indah, tetapi juga membawa nilai budaya dan estetika yang tinggi. Dengan latihan konsisten pada teknik seperti legato, staccato, vibrato, serta pengaturan posisi tubuh dan pernapasan, pemain dapat membentuk ekspresi musik yang lebih dalam. Selain itu, penguasaan teknik ini mendukung pelestarian warisan musik tradisional Indonesia, menjaga agar instrumen rebab tetap relevan dan hidup di tengah modernisasi zaman.
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (24/6/2025).
Alat Musik Rebab Dimainkan dengan Cara Digesek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265513/original/020770900_1671426936-alat-musik-rebab_169.jpeg)
Alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek. Rebab merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah Jawa Barat. Rebab adalah salah satu instrumen gesek yang terbuat dari kayu dengan jumlah senar yang tak terlalu banyak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rebab adalah alat musik gesek menyerupai biola bertali dua atau tiga, biasanya digesek dengan cara ditegakkan di lantai dan penggeseknya berada di belakang rebab.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek. Alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek menggunakan alat berbentuk busur, yang nantinya akan menghasilkan bunyi melodis saat digesek ke dawai. Jadi, alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek pada dawai yang terbentang di atas resonator hingga lehernya.
Ada dua jenis rebab yang bisa ditemukan saat ini, yaitu rebab yang memiliki tangkai di bagian bawah dan rebab yang tidak bertangkai sehingga harus dipangku saat memetiknya. Pada bagian rebab yang memanjang (leher) terbuat dari kayu nangka, kemudian pada bagian tubuh yang berbentuk hati atau lingkaran berperan sebagai resonator. Banyak daerah di Indonesia yang memiliki alat musik rebab di dalam susunan ansambel musik mereka, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan Jakarta.
Advertisement
Teknik Memainkan Rebab
Alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek dengan beberapa teknik yang perlu kamu pahami. Cara memainkan rebab adalah sebagai berikut:
- Alat musik rebab dimainkan dengan cara digesek, di mana tangan kanan mengayunkan alat penggesek atau busur.
- Kemudian, tangan kiri melakukan pengaturan nada pada batang rebab atau leher rebab.
- Jari-jari kiri menekan senar sesuai dengan nada yang diinginkan, secara bersamaan tangan kanan menggesek senar dengan busur.
Rebab biasanya dimainkan dalam posisi berdiri. Alat yang digunakan untuk menggesek rebab terbuat dari bulu ekor kuda dan kayu. Tangga nada rebab terdiri dari lima nada dalam satu oktaf. Rebab bertangga nada pentatonis yang sangat umum ditemukan pada alat musik tradisional.
Fungsi Alat Musik Rebab
Berikut ini beberapa fungsi dari alat musik rebab, yakni:
1. Fungsi Melodi Pemimpin (Melodic Leader)
Rebab berfungsi sebagai pemimpin melodi yang membimbing alur lagu. Meskipun secara volume suaranya lembut, rebab memiliki kebebasan dalam memainkan variasi melodi, sehingga sering menjadi "penyampai rasa" dari sebuah gending (lagu gamelan). Ia tidak mengikuti notasi secara kaku, tetapi membentuk nuansa ekspresif berdasarkan struktur lagu.
2. Fungsi Pengisi Harmoni
Sebagai instrumen melodis, rebab juga memperkaya warna suara dalam ansambel. Permainannya bersifat menambah keindahan dan kedalaman musikal, terutama karena suara gesekan rebab memberi tekstur yang kontras namun harmonis dengan instrumen gamelan lainnya seperti gender, saron, dan gong.
3. Fungsi Pendukung dalam Pertunjukan Wayang
Dalam seni pertunjukan seperti wayang kulit, rebab memainkan peran khusus sebagai pendamping dalang. Suara rebab mengiringi narasi atau suluk dalang dan menciptakan suasana emosional tertentu, seperti sedih, tegang, atau sakral. Hal ini memperkuat atmosfer cerita.
4. Fungsi Spiritualitas dan Tradisi
Dalam konteks budaya Jawa dan Bali, rebab sering dikaitkan dengan nilai spiritualitas. Permainannya diyakini mampu membangun ketenangan, kekhidmatan, dan kekhusyukan, terutama saat mengiringi upacara adat, ritual, atau peristiwa sakral.
Advertisement
Alat Musik Tradisional dari Jawa Barat yang Terkenal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3349188/original/026299500_1610618246-angklung-376513_1280.jpg)
Selain rebab, ada beberapa alat musik tradisional Jawa Barat yang tak kalah terkenal. Berikut beberapa alat musik tradisional dari Jawa Barat yang terkenal:
1. Angklung
Angklung sudah terdaftar di UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia. Angklung merupakan alat musik khas Jawa Barat. Alat musik yang satu ini terbuat dari bambu yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi indah saat dimainkan. Cara memainkan angklung dengan cara digoyangkan atau digetarkan. Terdapat banyak cara atau teknik yang bisa digunakan untuk memainkan angklung ini.
2. Suling
Suling termasuk alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Alat musik ini terbuat dari bambu dan memiliki bentuk seperti tabung kecil yang ramping. Diujungnya terdapat tempat untuk meniup dan pada bagian badan suling terdapat beberapa lubang kecil.
Lubang tersebut berfungsi sebagai tempat untuk mengatur nada agar suling dapat mengeluarkan suara indah dan khas. Suling dari Jawa Barat memiliki ciri khas tersendiri yaitu suling ini hanya memiliki 4-6 lubang. Suara yang dikeluarkan dari suling ini lebih nyaring daripada suling lainnya.
3. Kendang
Jawa Barat juga memiliki alat musik khas yang bernama Kendang Sunda. Ciri khas dari alat musik ini yaitu memiliki beberapa bagian yaitu 1 kendang indung dan 2 kendang anak. Cara memainkan kendang dengan cara dipukul langsung menggunakan tangan.
Namun ada juga orang yang memainkan alat musik ini dengan cara memukul dengan alat penakol gendang. Kendang sunda biasanya digunakan untuk mengiringi suatu pertunjukan kesenian. Gendang memiliki banyak macam jenis yang dibedakan dari fungsi dalam iringannya, seperti gendang pencak silat, gendang jaipongan, gendang ketuk tilu, gendang bajidoran, dan lain-lain.
4. Kecapi
Kecapi merupakan alat musik khas Jawa Barat. Alat musik ini memiliki ciri khas pada bentuk dan teknik bermainnya. Kecapi memiliki 2 bentuk, yaitu kecapi siter dan kecapi perahu. Kecapi siter berbentuk trapesium. Kecapi perahu memiliki bentuk seperti perahu.
Kecapi siter lebih sederhana dibandingkan kecapi perahu. Alat musik ini memiliki senar ditengah-tengahnya yang berfungsi untuk menghasilkan suara ketika dimainkan. Cara memainkan alat musik ini dengan cara dipetik.
5. Tarompet
Alat musik Jawa Barat yang satu ini, sudah tidak asing di telinga masyarakat. Tarompet biasa digunakan sebagai alat musik pengiring kesenian, seperti pancak silat, reog, adu domba, dan lain-lain. Tarompet terbuat dari kayu dan memilki tujuh lubang. Lubang tersebut akan menghasilkan bunyi-bunyi yang indah ketika dimainkan.
Cara memainkan alat musik ini dengan cara ditiup. Alat musik ini memiliki maknanya tersendiri. Tarompet berasal dari kata tala dan empet. Tala berarti jantung dan empet berarti suara yang keluar potogan daun kelapa jika ditiup. Jika kata tersebut digabungkan memiliki arti jantung suara.
QnA tentang Cara Memainkan Rebab
Q: Bagaimana cara memainkan rebab yang benar?
A: Rebab dimainkan dengan cara digesek menggunakan busur khusus pada senarnya. Posisi rebab biasanya diletakkan secara vertikal di depan pemain, sementara busur digerakkan secara halus untuk menghasilkan nada yang bersih dan lembut.
Q: Apa saja teknik dasar yang perlu dikuasai dalam bermain rebab?
A: Teknik dasar yang penting antara lain: memegang rebab dan busur dengan benar, teknik menggesek senar (bowing), mengatur tekanan dan kecepatan gesek, serta menjaga intonasi nada agar tidak fals.
Q: Apakah rebab memiliki senar lebih dari satu?
A: Ya. Umumnya rebab tradisional memiliki dua senar logam yang berfungsi untuk menghasilkan nada-nada utama dalam lagu. Namun, jumlah senar bisa berbeda tergantung jenis rebab dan daerah asalnya.
Q: Apakah perlu membaca notasi untuk memainkan rebab?
A: Tidak selalu. Dalam gamelan, pemain rebab sering mengandalkan ingatan dan rasa musikal (rasa gending) daripada membaca notasi. Namun, dalam pembelajaran formal, notasi bisa digunakan untuk panduan.
Q: Apakah anak-anak bisa belajar memainkan rebab?
A: Bisa. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak bisa belajar memainkan rebab mulai dari teknik dasar. Ini juga menjadi salah satu cara mengenalkan budaya tradisional sejak dini.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4599421/original/030660300_1696481233-rebab.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327170/original/046346200_1782196768-AP26174048235003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262481/original/011971700_1781803398-Croatia_s_Luka_Modric.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322381/original/046006400_1782191324-063_2282870144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8317670/original/089667300_1782185621-AP26174019661970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260107/original/053673600_1781571207-Preskon_Prancis-3.jpg)