Liputan6.com, Jakarta Surga menjadi tujuan utama setiap orang yang beriman kepada Allah SWT. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia diperintahkan untuk mematuhi semua perintah Allah serta menjauhi segala larangannya. Selain itu ada doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon surga dan berlindung dari neraka.
Allahumma inni as aluka jannah merupakan potongan doa yang diajarkan oleh Rasulullah untuk mendapatkan surga dan dijauhkan dari neraka. Doa ini tidak semata-mata hanya menjauhkan seseorang dari siksa api neraka. Bagaimanapun ganjaran di akhirat ditentukan dari perbuatannya selama hidup. Dengan membaca doa allahumma inni as aluka jannah, seorang mukmin senantiasa dihindarkan dari perbuatan yang akan membuatnya terjerumus kesiksa api neraka.
Advertisement
Rasulullah juga mengajarkan agar doa allahumma inni as aluka jannah dibaca 3 kali. Berikut ulasan tentang doa allahumma inni as aluka jannah beserta maknanya yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (19/6/2025).
Doa Memohon Surga dan Perlindungan dari Neraka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
Ada dua hadits yang meriwayatkan doa allahumma inni as aluka jannah. Hadits pertama diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad.
اَلَّهُمَّ إِنِّيْ أََسْأَلُكَ ا لْجنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a'uudzu bika minan-naar.
Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka. (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Hadits kedua menjelaskan versi doa yang lebih panjang diriwyatkan oleh Ibnu Majah dan Ahmad
اَللَّهُمَّ إِنِّى أََسْأَلُكَ ألجنَّةَ وَمَا قَرَّب إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِوَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَأ مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا
Allaahumma innii as-alukaljannata wa maa qarraba ilaihaa min qaulin au 'amal, wa a'uudzu bika minan-naari wa maa qarraba ilaihaa min qaulin au 'amal, wa as-aluka an taj'ala kulla qadha-in qadhaitahu lii khairan.
Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan dari segala hal yang mendekatkan kepadanya, dari perkataan maupun perbuatan. Dan aku mohon kepada-Mu agar Engkau jadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik. (HR Ibnu Majah dan Ahmad)
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa siapa yang berdoa masuk surgadengan meminta surga tiga kali, maka surga akan berdoa kepada Allah untuk memintakan ia masuk ke dalam surga-Nya.
Diriwayatkan Ahmad, Nasai, dan Turmudzi. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، قَالَتِ النَّارُ: اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ
Artinya: Siapa yang meminta surga 3 kali, maka surga akan berkata: 'Ya Allah, masukkan lah dia ke dalam surga.' Dan siapa yang memohon perlindungan dari neraka 3 kali, maka neraka akan berkata: 'Ya Allah, lindungi lah dia dari neraka.
Dalam Surah Ali Imran ayat 131 juga dijelaskan bahwa,
وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْٓ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ ۚ
Artinya: Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan bagi orang kafir.
Dengan demikian seorang Muslim Memiliki tanggung jawab untuk melakukan berbagai upaya untuk menjauhkan dirinya dari perbuatan yang akan membuatnya masuk neraka.
Advertisement
Mengenal Delapan Pintu Surga
Surga adalah negeri abadi yang dipenuhi kenikmatan yang belum pernah terlihat mata, terdengar telinga, maupun terlintas dalam hati manusia. Allah SWT telah menjanjikan surga bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, dan dalam surga itu terdapat delapan pintu, masing-masing disediakan bagi golongan tertentu berdasarkan amalan yang mereka tekuni.
Keberadaan delapan pintu surga ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW. Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ
“Di surga terdapat delapan pintu. Salah satu di antaranya disebut Ar-Rayyan, yang tidak akan dimasuki kecuali oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari no. 3257)
Hadits ini menunjukkan bahwa surga tidak hanya satu pintu, tetapi terdiri dari berbagai pintu yang masing-masing memiliki kriteria tersendiri. Pintu-pintu ini adalah bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam amal shalih.
Dalam riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW menjelaskan lebih lanjut siapa saja yang akan dipanggil dari masing-masing pintu tersebut,
مَن أَنفَقَ زَوْجَيْنِ مِن شَيْءٍ مِنَ الأَشْيَاءِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، دُعِيَ مِن أَبْوَابِ - يَعْنِي: أَبْوَابَ الجَنَّةِ -: يَا عَبْدَ اللَّهِ، هَذَا خَيْرٌ، فَمَن كَانَ مِن أَهْلِ الصَّلَاةِ، دُعِيَ مِن بَابِ الصَّلَاةِ، وَمَن كَانَ مِن أَهْلِ الجِهَادِ، دُعِيَ مِن بَابِ الجِهَادِ، وَمَن كَانَ مِن أَهْلِ الصَّدَقَةِ، دُعِيَ مِن بَابِ الصَّدَقَةِ، وَمَن كَانَ مِن أَهْلِ الصِّيَامِ، دُعِيَ مِن بَابِ الرَّيَّانِ
“Barang siapa yang menginfakkan dua hal di jalan Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu-pintu surga: 'Wahai hamba Allah, inilah kebaikanmu!' Jika ia termasuk ahli shalat, maka akan dipanggil dari pintu shalat. Jika ia ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Jika ia ahli sedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah. Jika ia ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyan.” (HR. Bukhari no. 3666, Muslim no. 1027)
Empat pintu ini—pintu shalat, jihad, sedekah, dan puasa—telah disebutkan secara eksplisit oleh Rasulullah SAW. Mereka yang tekun dalam salah satu amal tersebut akan mendapat kehormatan tersendiri saat dipanggil memasuki surga dari pintu itu. Bahkan, dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang memiliki iman yang sempurna akan diberi keleluasaan memilih dari pintu mana pun ia ingin masuk:
مَنْ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ... أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ
“Barang siapa yang bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya... maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja ia kehendaki.” (HR. Muslim no. 28)
Namun, selain empat pintu yang jelas disebut dalam hadits, para ulama menjelaskan kemungkinan beberapa pintu lainnya berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits, dan penafsiran. Dalam kitab At-Tadzkirah karya Al-Qadhi ‘Iyadh disebutkan tambahan pintu seperti Babut Taubah bagi mereka yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, serta Babur Ridha bagi orang-orang yang menerima takdir Allah dengan hati lapang.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebut pula Babul Ayman, yakni pintu yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang masuk surga tanpa hisab. Ia menulis:
وَأَمَّا بَابُ الْأَيْمَنِ فَهُوَ بَابُ الْمُتَوَكِّلِينَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Adapun Bab al-Ayman adalah pintu bagi orang-orang yang bertawakal, yang masuk surga tanpa hisab.” (Fathul Bari, 7/34)
Dari sisi akhlak, disebut pula Bab al-Kazhiminal Ghaizha wal ‘Afina ‘anin Naas, pintu bagi mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan manusia, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 134:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
Satu pintu lain yang sangat menyentuh adalah Babul Walid, pintu tengah surga yang terkait dengan bakti kepada orang tua. Dari Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ، أَوْ احْفَظْهُ
“Orang tua adalah pintu tengah surga. Jika engkau mau, sia-siakanlah ia, dan jika engkau mau, jagalah ia.” (HR. Tirmidzi no. 1900, disahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 914)
Dari keseluruhan ini, kita memahami bahwa jalan menuju surga sangat terbuka luas. Ada orang yang masuk surga karena shalatnya, ada yang karena puasanya, jihadnya, sedekahnya, tobatnya, bahkan karena sabarnya menahan amarah dan baktinya kepada orang tua. Ini menunjukkan rahmat Allah yang begitu besar dan kemudahan yang diberikan bagi setiap manusia dengan kecenderungan amal masing-masing.
Namun, sebesar apa pun jumlah pintunya, akan sia-sia jika tidak ada satu pun yang terbuka untuk kita. Maka tugas kita bukanlah sekadar mengetahui namanya, tetapi mengamalkan amalannya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang dipanggil dengan lembut dari pintu-pintu itu kelak.
Kriteria Penghuni Surga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4464195/original/029739200_1686641419-pexels-anastasia-shuraeva-8749777.jpg)
1. Bertobat dari Kemaksiatan
Penghuni surga adalah mereka yang mampu merenungkan dosa-dosa yang pernah mereka lakukan selama hidup mereka dan kemudian bertaubat kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh. Taubat adalah proses pengakuan dosa, penyesalan, dan tekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut. Kriteria ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan dosa dan upaya untuk memperbaiki diri.
2. Menjaga Keimanan dan Menaati Perintah Allah SWT
Orang-orang yang masuk surga adalah mereka yang menjaga keimanan mereka dengan kuat dan taat kepada perintah Allah SWT. Mereka berusaha untuk hidup sesuai dengan ajaran Islam, mengikuti aturan dan tata cara yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Al-Quran dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini mencakup menjalankan ibadah, menjauhi larangan Allah, dan berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
3. Memiliki Rasa Takut dan Cinta kepada Allah SWT
Kriteria ini menggarisbawahi pentingnya rasa takut dan cinta kepada Allah SWT. Rasa takut kepada Allah menunjukkan kesadaran akan keagungan dan kekuasaan-Nya, serta kekhawatiran atas akibat dosa-dosa yang dilakukan. Sementara itu, rasa cinta kepada Allah adalah motivasi untuk melakukan perbuatan baik dan beribadah dengan ikhlas karena kasih sayang Allah. Rasa takut dan cinta kepada Allah dapat mendorong seseorang untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya.
4. Mengagungkan Allah SWT dan Beribadah Hanya kepada-Nya
Salah satu kriteria utama penghuni surga adalah mereka yang senantiasa mengagungkan Allah SWT dan beribadah hanya kepada-Nya. Ini berarti mereka mengakui keesaan Allah (Tawhid) dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Mereka mengingat Allah dalam segala aspek kehidupan mereka dan menjalankan ibadah hanya kepada Allah sebagai tindakan pengabdian yang tulus.
Advertisement
FAQ Tentang Surga
1. Makanan apa yang pertama kali dihidangkan kepada penduduk surga?
Makanan pertama yang dihidangkan kepada penduduk surga adalah "tambahan hati ikan" (زِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوتِ).
Rasulullah SAW bersabda:
"وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبِدِ الْحُوتِ"
“Adapun makanan pertama yang dimakan oleh penduduk surga adalah tambahan hati ikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Apakah tempat tertinggi di surga?
Tempat tertinggi di surga disebut Al-Wasilah, dan ini adalah tempat khusus yang hanya layak untuk satu hamba Allah. Nabi Muhammad SAW berharap beliaulah yang menempatinya.
"فَسَلُوا اللَّهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ"
“Mintalah kepada Allah untukku Al-Wasilah. Sesungguhnya ia adalah tempat di surga yang tidak pantas untuk siapa pun kecuali satu hamba Allah. Dan aku berharap, akulah orang itu.” (HR. Muslim no. 384)
3. Bagaimana tempat terendah di surga?
Tempat terendah di surga masih jauh lebih baik dari dunia. Penghuninya akan diberi kenikmatan seperti kerajaan raja dunia, dikalikan lima dan sepuluh kali lipat lagi.
"فَيَقُولُ لَهُ أَتَرْضَى أَنْ يَكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيَا ... هَذَا لَكَ وَعَشَرَةُ أَمْثَالِهِ"
“Apakah engkau ridha memiliki kerajaan seperti salah satu raja dunia? ... Itu untukmu dan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Muslim)
4. Siapakah yang paling banyak masuk surga?
Orang-orang fakir (miskin) adalah golongan yang paling banyak masuk surga.
"فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ"
“Aku melihat penghuni surga, dan ternyata mayoritasnya adalah orang-orang fakir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Apa kenikmatan terbesar yang akan diberikan di surga?
Kenikmatan terbesar di surga adalah melihat wajah Allah Subhanahu wa Ta'ala.
"فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ"
“Maka Allah membuka hijab-Nya, dan mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai daripada melihat Rabb mereka.” (HR. Muslim no. 181)
Dan firman Allah:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ (٢٢) إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
“Wajah-wajah (orang beriman) pada hari itu berseri-seri, kepada Rabbnya mereka melihat.” (QS. Al-Qiyamah: 22–23)
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4334327/original/078344800_1677121590-hell-g04643ed6b_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)