Liputan6.com, Jakarta - Surat untuk orang sakit dalam Al-Qur'an sering kali menjadi pegangan batin bagi umat Muslim yang sedang diuji oleh penyakit. Selain pengobatan medis, doa dan bacaan ayat suci diyakini membawa ketenangan sekaligus menjadi bentuk ikhtiar spiritual.
Beberapa surat yang paling sering dibaca mencakup Al-Fātiḥah, Al-Ikhlāṣ, Al-Falaq, dan An-Nās karena memiliki kandungan makna perlindungan dan penyembuhan.
Advertisement
Dalam jurnal Spiritualitas dalam Al-Qur'an: Studi Tentang Penyakit dan Penyembuhan oleh Ahmad Sahroni (2021), dijelaskan bahwa Al-Qur'an bukan hanya kitab petunjuk, tetapi juga menjadi sumber terapi psikologis dan spiritual.
Sahroni menyoroti ayat-ayat seperti QS. Al-Isrā’ ayat 82 dan penggunaan surat Al-Fātiḥah dalam ruqyah syar’iyyah sebagai bentuk ikhtiar untuk menenangkan penderita sakit secara mental dan emosional.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (18/6/2025).
1. Surat Al-Kahfi dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3124329/original/061392200_1589171569-383585-PBYIZ7-451.jpg)
Ustadz Ahmad dalam jurnal Tinjauan Spiritualitas Penyakit dalam Al-Qur'an menekankan bahwa cobaan sakit menuntut kesabaran (ṣabr), tawakkal, dan dzikir, sehingga pengidapnya bisa mencapai ketenangan batin dan keimanan yang lebih kuat.
Berikut ini bacaan surat Al-Kahfi untuk orang sakit dan artinya adalah:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Arab Latin: al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok,"
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Arab Latin: qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā
Arab Latin: "Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,"
مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ
Arab Latin: mākiṡīna fīhi abadā
Arab Latin: "Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya."
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ
Arab Latin: wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā
Arab Latin: "Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, 'Allah mengambil seorang anak.'"
مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا
Arab Latin: mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā
Arab Latin: "Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka."
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا
Arab Latin: Lafa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā
Arab Latin: "Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini,”
اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا
Arab Latin: innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā
Arab Latin: "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya."
وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ
Arab Latin: wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā
Arab Latin: "Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering,"
اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا
Arab Latin: am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā
Arab Latin: "Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?"
اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
Arab Latin: iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā
Arab Latin: "(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, 'Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.'"
2. Surat Al-Ikhlas dan Artinya
Dalam tradisi Ruqyah dan spiritual healing, Al-Fātiḥah sering disebut sebagai bacaan penyembuhan utama. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhārī dan Muslim, “Tidakkah engkau tahu bahwa ia (Al‑Fātiḥah) adalah bacaan ruqyah?”.
Ibn Ḥajar dalam Fath al‑Bārī menegaskan bahwa Sunnah Rasulullah SAW mengonsolidasikan pembacaan Al-Fātiḥah untuk meruqyah mereka yang sakit, disertai penempatan tangan pada bagian yang sakit.
Berikut ini bacaan surat Al-Ikhlas untuk orang sakit dan artinya yang dianjurkan dibaca sebanyak tiga atau tujuh kali, adalah:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Arab Latin: Qul Huwallahu Ahad. Allahush shomad. Lam yalid walam yuulad. Walam yakul lahuu kufuwan Ahad.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia. (QS. Al-Ikhlas [112]:1-4)
Advertisement
3. Surat Al-Fatihah dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3160671/original/071339900_1592926328-imamulfauji-the-goodness-of-reading-alquran-1533646441297.jpg)
Berikut ini bacaan surat Al-Fatihah untuk orang sakit dan artinya yang bisa anda amalkan adalah:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ - ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ - ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ - ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ - ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ - ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ - ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ - ٧
Arab Latin: Bismillahir rahmanir rahim. Alhamdu lillahi rabbil alamin. Ar rahmanir rahim. Maliki yaumid din. Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Ihdinas siratal mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim ghairil maghdubi ‘alihim wa lad dallin.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai Hari Pembalasan. Hanya Engkaulah yang kamu sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta perolongan. Tunjukilah jalan yang lurus. (yaitu) Jalan orang-orang yang Engkai beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah [1]: 1-7)
4. Surat Al-Falaq dan Artinya
Berikut ini bacaan surat Al-Falaq untuk orang sakit dan artinya yang bisa anda amalkan adalah:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙمِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙوَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙوَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙوَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Arab Latin: Qul audzubirobbil falaq. Min syarrima kholaq. Wamin syarri ghosikin idza waqab. Wamin syarrinnaffasatifil uqod. Wamin syarri hasidin idza hasad.
Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki." (QS. Al-Falaq [113]:1-5)
5. Surat Anbiya Ayat 83 dan Artinya:
Berikut ini bacaan surat Anbiya ayat 83 untuk orang sakit dan artinya yang bisa anda amalkan, yakni:
رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Arab Latin: Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar roohimiin.
Artinya: “ Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”
Kajian tafsir oleh Sayyid Qutb dalam Fi ẓilāl al‑Qur’ān menguraikan bagaimana kesabarannya (ṣabr) dan doanya menjadi contoh konkret bagi umat Muslim sebagai strategi menghadapi ujian fisik dalam keimanan dan kekhusyukan.
Selain itu, psikolog Islam Rahmat Riyādi dalam penelitian Pengaruh Terapi Bacaan al-Ma’tsurāt terhadap Nyeri menyatakan bahwa bacaan Al-Qur’an—seperti QS. Al-Isrā’ ayat 82—berfungsi sebagai syifa’ (penyembuh) baik untuk penyakit jasmani maupun rohani.
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur`an itu) hanya akan menambah kerugian." (QS. Al-Isrā’ ayat 82)
Cara Menghadapi Cobaan Sakit dalam Islam
Cobaan sakit tidak hanya soal fisik, tetapi juga ujian iman dan mental. Islam memberikan panduan komprehensif berupa doa, spiritual, dan usaha medis. Arahan ini sejalan dengan penelitian Agung Sulaeman dalam Medical and Spiritual Healing in Islam yang menjelaskan bahwa kombinasi pengobatan medis dan doa memperkuat efek kesembuhan.
Berikut langkah-langkah praktis untuk menghadapi cobaan sakit menurut ajaran Islam:
- Niat ikhlas & tawakkal: Menjaga niat untuk menyembah Allah saat sakit, dan bertawakkal meski sudah berikhtiar secara medis.
- Sabar (ṣabr): Rasulullah bersabda bahwa pasien diberi kompensasi malaikat selama ia bersabar.
- Dzikir & istighfār: Berdzikir seperti membaca istighfar membantu psikologis dan spiritual.
- Membaca Al‑Fātiḥah: Sebagai ruqyah sesuai sunnah.
- Membaca Mu’awwidzatain & Al‑Ikhlāṣ: Sunnah meruqyah diri sendiri dan mengusir gangguan spiritual.
- Doa Nabi Ayyūb: Meneladani doa agar tetap merendah saat diuji.
- Al‑Qur’an sebagai syifa’: Membaca QS. Al‑Isrā’ 82 atau ayat syifa’ lainnya.
- Konsultasi medis & ikhtiar duniawi: Islam mendorong usaha medis selain doa.
- Minta doa dari orang shaleh: Mendapat dukungan spiritual dari komunitas.
- Sedekah & amal jariah: Amalan sosial dapat mengangkat derajat dan redha.
- Ruqyah/jama’ah: Jika dirasa ada gangguan spiritual, memakai metode ruqyah sesuai sunnah dengan Al-Fātiḥah dan Mu’awwidzatain.
Advertisement
FAQ
Surat apa yang paling dianjurkan untuk orang sakit?
Al‑Fātiḥah, Mu’awwidzatain (Al‑Falaq, An‑Nās), dan Al‑Ikhlāṣ adalah bacaan utama untuk ruqyah dan penyembuhan ilahiyah.
Berapa kali dianjurkan membaca surat tersebut?
Disunnahkan membaca Al‑Ikhlāṣ dan Mu’awwidzatain tiga atau tujuh kali, sesuai tradisi dan riwayat hadits.
Apa hukum meniupkan bacaan Al-Qur’an ke tubuh yang sakit?
Sunnah nabi dilakukan dengan membaca dan meniup bacaan ke bagian tubuh, terutama saat meruqyah seseorang.
Apakah harus menyentuh bagian yang sakit saat membaca?
Sunnahnya meletakkan tangan di bagian sakit saat membacakan surat sebagai bentuk ridho dan berdoa.
Apakah ada ayat khusus untuk dibaca bagi orang sakit?
Ayat seperti QS. Al‑Isrā’ ayat 82 diyakini sebagai ayat syifa’ dan sangat dianjurkan untuk dibaca saat sakit.
Apakah membaca surat tersebut cukup tanpa berobat medis?
Tidak cukup. Islam mendorong ikhtiar medis sekaligus doa—keduanya saling melengkapi dalam proses kesembuhan
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912551/original/098706600_1642995696-pexels-photo-6129685.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)