Surat Al-Humazah: Pahami Arti, Asbabun Nuzul, Tafsir, dan Pesan Moralnya

Surat Al-Humazah mengutuk perilaku mengumpat, mencela, dan keserakahan, memberikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya menjaga lisan dan menghindari cinta dunia berlebihan.

Diperbarui 05 Juni 2025, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Humazah merupakan surat ke-104 dalam Al-Qur'an, terdiri dari sembilan ayat, dan tergolong surat Makkiyah. Surat ini menjadi pengingat penting bagi setiap Muslim untuk menjauhi perilaku tercela. Terutama bagi mereka yang memiliki kecenderungan untuk merendahkan orang lain.

Surat ini menjadi cermin bagi umat Islam agar senantiasa menjaga diri dari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Surat Al-Humazah, menurut skripsi Khairunnisa dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2016, adalah bentuk kritik sosial terhadap perilaku masyarakat Arab yang menimbulkan kesenjangan sosial. Penelitian ini menelaah penafsiran surat ini dalam lima kitab tafsir.

Hasilnya menunjukkan bahwa Surat Al-Humazah mengandung kecaman bagi orang-orang yang senang menumpuk harta tetapi kikir, yang menyebabkan mereka mengumpat dan mencela orang lain. Perbuatan demikian dapat memicu berbagai perpecahan di masyarakat.

Pentingnya memahami Surat Al-Humazah terletak pada relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Surat ini memberikan pedoman tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim berinteraksi dengan sesama. Serta bagaimana seharusnya ia mengelola harta yang dimilikinya.

Memahami makna dan pesan yang terkandung dalam surat ini, diharapkan setiap Muslim dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (5/6/2025).

Bacaan Surat Al Humazah dan Artinya

Surat Al-Humazah (الهمزة) merupakan surat ke-104 dalam Al-Quran, yang terdiri dari sembilan ayat dan termasuk dalam kategori surat Makkiyah. Nama Al Humazah artinya seorang pengumpat, yang diambil dari ayat pertama surat ini. Adapun bacaan Surat Al Humazah adalah sebagai berikut, lengkap dengan transliterasi latin dan terjemahannya:

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

bismillahirrahmanirrahim

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ

Wailul likulli humazatil lumazah.

1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,

ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ

Alladzii jama’a maalaaw wa’addadah

2. yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,

يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

Yahsabu anna maalahuu akhladah.

3. dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.

كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ

Kallaa layumbadzanna fil huthomah

4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ

Wamaa adrooka mal huthomah.

5. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?

نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ

Naarulloohil muuqodah

6. (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,

الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ

Allatii taththoli’u ‘alal af’idah

7. yang (membakar) sampai ke hati.

اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ

Innahaa ‘alaihim mu’shodah

8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka,

فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ

Fii ‘amadim mumaddadah

9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

Surat Al-Humazah adalah surat yang mengutuk perilaku negatif seperti fitnah, cemoohan, dan pencemaran nama baik. Melansir dari jurnal berjudul 'Jurnal Media Ilmu' tahun 2024, Surat Al-Humazah memiliki dampak fisik, psikologis, dan emosional bagi korban.

Pesan ini tetap relevan dalam mendorong etika interaksi manusia, terutama di era digital. Surat ini juga menekankan pentingnya keadilan, integritas, dan moral spiritual sebagai landasan dalam kehidupan.

Surat ini mengandung peringatan keras terhadap perilaku mencela dan mengumpat. Serta kecenderungan menumpuk harta tanpa memperhatikan nilai-nilai spiritual dan sosial. Hal tersebut dikemukakan Acep Dani Ramdani dalam bukunya berjudul 'Tafsir Surat-Surat Pendek (Q.S. Al-Humazah s.d. An-Naas)' tahun 2023. Melalui pendekatan tematik, buku ini mengajak pembaca untuk merenungkan dampak negatif dari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, tafsir ini tidak hanya memberikan pemahaman tekstual, tetapi juga relevansi praktis dalam membentuk karakter dan etika individu dalam masyarakat. Surat Al-Humazah bukan hanya sekadar bacaan. Namun juga sebagai pedoman hidup yang relevan sepanjang zaman. Memahami kandungannya akan membantu setiap Muslim untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Asbabun Nuzul Surat Al Humazah

Nama Al Humazah artinya seorang pengumpat, yang diambil dari ayat pertama surat ini. Tentu saja bukan tanpa alasan mengapa Al Humazah artinya pengumpat, sebab isi surat ini memang membahas tentang seorang pengumpat dan konsekuensi yang akan dihadapi di akhirat.

Sama seperti ayat-ayat dan surat lainnya dalam Al-Qur'an, ada latar belakang atau alasan mengapa surat Al Humazah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang disebut dengan istilah asbabun nuzul.

Apa yang disebut sebagai "asbabun nuzul" dalam konteks Surat Al-Humazah adalah sebab-sebab turunnya surat tersebut. Surat Al-Humazah secara umum mengecam perilaku mencela, mengumpat, dan mengumpulkan harta tanpa memberikan haknya di jalan Allah. Terdapat beberapa riwayat yang mengaitkan asbabun nuzul surat ini dengan beberapa individu yang melaksanakan perilaku negatif tersebut.

Para ulama berbeda pendapat mengenai sebab nuzul surat ini. Melansir dari pkh.or.id, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa surat ini diturunkan berkenaan dengan perbuatan Ubay Ibn Khalaf, Al-Akhnas Ibn Suraiq, Jamil Ibn Amir Al-Jumahi, dan Umayyah Ibn Khalaf. Mereka adalah tokoh-tokoh Quraisy yang suka mencela dan menghina Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Jika merujuk kepada Tafsir Al-Jalalain, seluruh riwayat di atas tentunya tidak saling kontradiksi. Sebab Imam Jalaluddin Al-Mahalli mengatakan bahwa surat ini diturunkan untuk mengutuk orang-orang yang sering kali berbuat ghibah kepada Nabi SAW dan kaum mukminin seperti Umayyah Ibn Khalaf, Al-Walid Ibn Al-Mughirah dan selain keduanya. Ayat ini diawali dengan kata “ويل”, kata “wail” merupakan kata yang bermakna do’a kehancuran yang ditujukan untuk seseorang.

Salah satu riwayat menyebutkan bahwa surat ini turun terkait dengan Ubay bin Khalaf. Ketika para sahabat mendengar ayat pertama dari surat ini, mereka menyadari bahwa surat ini berkaitan dengan Ubay bin Khalaf. Riwayat lain mengisahkan bahwa Umayyah bin Khalaf, seorang yang suka mencela dan mengejek Rasulullah SAW, juga terlibat dalam asbabun nuzul surat ini.

Menurut tafsir lain, asbabun nuzul surat ini berkaitan dengan Walid bin Mughirah, seorang yang senantiasa menggunjing Rasulullah ketika tidak berada di hadapan beliau dan mencela ketika berada di hadapan beliau. Umayyah bin Khalaf juga dianggap memiliki perilaku serupa.

 

Tafsir Surat Al Humazah

Surat Al-Humazah (الهمزة) adalah surat ke-104 dalam Al-Quran yang terdiri dari sembilan ayat. Al Humazah artinya pengumpat. Selain Al Humazah, surat ini juga memiliki nama lain, yakni Al Huthamah yang artinya hancurnya sesuatu. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa surat ini berisi tentang pengumpat dan konsekuensi yang menantinya di akhirat.

Surat Al Humazah memberikan pesan moral dan peringatan terhadap perilaku mencela, mengumpat, dan keserakahan terhadap harta dunia. Berikut adalah penjelasan tafsir Surat Al-Humazah dengan mengutip beberapa ulama.

Ayat pertama, "Celakalah bagi setiap pengumpat lagi pencela," menggambarkan ancaman bagi mereka yang suka mencela dan mengumpat. Dalam tafsir Ibnu Katsir, Syaikh Ismail bin Umar Al-Quraisyi Al-Baghdadi menjelaskan bahwa kata "wail" dalam ayat ini menunjukkan kecelakaan dan kenistaan. Mereka yang melakukan tindakan tersebut akan mendapatkan hukuman yang berat.

Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi menjelaskan bahwa "humazah" mengacu pada seseorang yang mencela dengan lisan, sedangkan "lumazah" mengacu pada seseorang yang mengejek dengan isyarat atau gerakan fisik. Mereka menganggap diri mereka lebih unggul dan cenderung merendahkan orang lain.

Tafsir Al-Mazhari oleh Syaikh Shahabuddin Al-Mazhari menjelaskan bahwa "lumazah" adalah orang yang mengejek dan mencemooh dengan gerakan tubuh dan isyarat, sedangkan "humazah" adalah orang yang mencela dengan ucapan. Mereka menyebabkan kerusakan dengan perkataan mereka.

Ayat-ayat berikutnya menjelaskan tentang perilaku dan keyakinan mereka yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitung jumlahnya. Dalam tafsir Al-Jalalain, jalaluddin Al-Mahalli dan jalaluddin As-Suyuti menjelaskan bahwa mereka merasa harta yang mereka kumpulkan akan membuat mereka kekal dan abadi.

Dalam tafsir Al-Mazhari, disebutkan bahwa mereka menganggap harta adalah yang paling baik dan meremehkan orang lain. Mereka menghabiskan hidup mereka dalam upaya mengumpulkan harta tanpa memikirkan tujuan akhir dari hidup.

Dalam tafsir As-Sa'di, Abdullah bin Abdurrahman As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup ini sementara dan kita harus menghabiskan waktu kita untuk beribadah kepada Allah serta beramal saleh.

Surat ini juga menggambarkan akibat buruk dari perilaku mereka. Tafsir Al-Mazhari menjelaskan bahwa "huthamah" adalah api neraka yang sangat menghancurkan dan membinasakan. Tafsir Al-Qurthubi menambahkan bahwa "huthamah" adalah api yang melalap dan menghancurkan segala sesuatu yang masuk ke dalamnya.

Dalam tafsir As-Sa'di, disebutkan bahwa ayat-ayat ini menggambarkan bagaimana api neraka akan membakar hati dan tubuh mereka yang suka mencela dan mengumpat. Api ini merupakan hukuman atas perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Secara keseluruhan, tafsir Surat Al-Humazah menunjukkan bahwa surat ini memberikan peringatan dan ancaman kepada mereka yang melakukan perilaku negatif seperti mencela, mengumpat, dan keserakahan terhadap harta dunia. Ulama-ulama seperti Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Al-Mazhari, dan As-Sa'di memberikan penjelasan mendalam tentang makna dan pesan moral dari surat ini.

Isi Kandungan Surat Al Humazah

Al Humazah artinya pengumpat. Selain Al Humazah, surat ini juga memiliki nama lain, yakni Al Humthamah yang artinya hancurnya sesuatu. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa surat ini berisi tentang pengumpat dan konsekuensi yang menantinya di akhirat.

Berdasarkan tafsir surat Al Humazah yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa surat ini memiliki sejumlah isi dan kandungan. Adapun isi kandungan surat Al Humazah antara lain adalah sebagai berikut:

1. Ancaman terhadap Pengumpat dan Pencela

Nama Surat Al Humazah artinya adalah pencela. Surat ini dimulai dengan ancaman kepada mereka yang suka mencela dan mengumpat. Ayat pertama menggambarkan kecelakaan bagi setiap pengumpat dan pencela. Ini merupakan peringatan atas dampak buruk dari tindakan tersebut.

2. Keserakahan Terhadap Harta

Surat ini menggambarkan orang-orang yang terlalu cinta terhadap harta dan terus-menerus menghitung-hitung jumlahnya. Mereka merasa harta adalah segalanya dan cenderung merendahkan orang lain. Ini mencerminkan sifat keserakahan dan kesombongan.

3. Harta Tidak Membuat Seseorang Kekal Abadi

Mereka yang terpikat oleh harta juga merasa bahwa harta tersebut akan membuat mereka kekal dan abadi. Mereka terlalu terikat pada dunia dan mengabaikan kematian serta akhirat. Tindakan ini mencerminkan pandangan yang dangkal terhadap kehidupan.

4. Siksa Neraka Jahannam

Surat ini menggambarkan hukuman yang menimpa para pengumpat dan pencela. Mereka akan menghadapi siksaan yang pedih di neraka Jahannam. Api neraka tersebut sangat menghancurkan dan membinasakan, membakar tubuh dan hati mereka.

5. Peringatan terhadap Penyakit Moral

Nama surat Al Humazah artinya adalah pengumpat. Surat ini juga mengandung peringatan tentang bahaya moral seperti mengumpat, mencela, dan mencaci. Allah mengingatkan umat-Nya agar menjauhi tindakan-tindakan negatif tersebut, karena perilaku ini dapat merusak akhlak dan hubungan sosial.

6. Peringatan tentang Hari Kiamat dan Pembalasan

Surat ini juga menyiratkan peringatan terhadap hari kebangkitan dan hari pembalasan di akhirat. Ini mengingatkan manusia bahwa mereka akan bertanggung jawab atas tindakan-tindakan mereka di dunia.

7. Pelajaran tentang Nilai Kehidupan

Surat ini memberikan pelajaran tentang nilai-nilai kehidupan yang sejati. Harta dan keduniaan hanya bersifat sementara, sedangkan nilai-nilai spiritual dan moral memiliki bobot yang lebih besar dalam pandangan Allah.

8. Peringatan terhadap Ghibah dan Namimah

Surat Al Humazah juga dapat diartikan sebagai peringatan terhadap ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba). Perilaku ini menciptakan keburukan dan memecah belah hubungan antara manusia.

9. Azab Bagi Pencela dan Pengumpat

Nama Surat Al Humazah artinya adalah pengumpat. Surat ini menegaskan bahwa orang-orang yang suka mencela dan mengumpat akan menghadapi azab neraka yang pedih. Hal ini menggarisbawahi betapa seriusnya dosa ini di mata Allah.

10. Mengutamakan Akhirat atas Dunia

Surat ini juga mengajarkan pentingnya mengutamakan persiapan untuk akhirat daripada terlalu terikat pada dunia materi. Siksa neraka yang digambarkan dalam surat ini mengingatkan bahwa akhirat adalah tujuan utama.

Dengan menggambarkan konsekuensi dari perilaku negatif dan mengingatkan tentang akhirat, Surat Al-Humazah memberikan pesan moral yang kuat untuk menjauhi sifat-sifat buruk seperti mencela, mengumpat, dan keserakahan terhadap harta dunia.

Keutamaan dan Manfaat dari Surat Al Humazah

Nama Surat Al Humazah artinya adalah pengumpat. Surat Al-Humazah memiliki manfaat dan keutamaan yang dapat memberikan dampak positif bagi mereka yang membacanya dan mengamalkannya. Berikut adalah manfaat dan keutamaan Surat Al-Humazah:

1. Dapat Menyembuhan Sakit Mata

Salah satu keutamaan Surat Al-Humazah adalah dapat dibaca sebagai upaya untuk menyembuhkan orang yang sakit mata dengan harapan mendapatkan kesembuhan atas izin Allah. Ini mencerminkan keajaiban dan rahmat Allah dalam menyembuhkan penyakit.

2. Kelapangan Rezeki

Membaca Surat Al-Humazah setelah sholat sunnah rawatib atau sholat sunnah lainnya diikuti dengan keyakinan dan niat yang baik dapat membawa kelapangan rezeki. Ini mengajarkan bahwa ketaatan kepada Allah dapat berdampak positif dalam aspek kehidupan materi.

3. Kemakmuran dan Kemudahan Rezeki

Rutin membaca Surat Al-Humazah bisa mendatangkan kemakmuran dan kemudahan dalam rezeki. Ini menunjukkan bahwa ketaatan dan hubungan yang baik dengan Allah dapat mempengaruhi kondisi ekonomi dan finansial.

4. Perlindungan dari Sihir dan Gangguan Gaib

Membaca Surat Al-Humazah sebanyak tujuh kali sebagai dzikir pagi dan sore dapat memberikan perlindungan dari gangguan sihir atau gangguan gaib lainnya. Ini mengajarkan perlunya perlindungan spiritual dalam menjaga diri dari pengaruh negatif.

5. Pemahaman tentang Konsekuensi Perilaku Buruk

Surat ini mengingatkan manusia tentang konsekuensi negatif dari perilaku buruk seperti mencela dan mengumpat. Hal ini dapat membantu manusia untuk lebih bijak dalam berbicara dan bertindak terhadap sesama.

6. Kesadaran akan Kehati-hatian dalam Pengamatan

Surat Al Humazah mengajarkan tentang pentingnya hati-hati dan bijaksana dalam mengamati fenomena dan informasi. Ini mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan memahami situasi dengan bijak.

7. Menghindarkan dari Sifat Negatif

Membaca dan mengamalkan Surat Al-Humazah secara rutin dapat membantu seseorang menjauhkan diri dari sifat negatif seperti mencela, mengumpat, dan keserakahan. Ini membantu membentuk kepribadian yang lebih baik.

Dengan memahami keutamaan dan manfaat Surat Al-Humazah, umat Islam diingatkan untuk membacanya dengan niat tulus dan keyakinan. Selain mendapatkan manfaat pribadi, Surat Al-Humazah juga memberikan pengajaran moral yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Apa Pesan Moral Utama dalam Surat Al-Humazah?

Pesan moral utama dalam Surat Al-Humazah adalah pentingnya menjaga lisan dan menghindari perilaku mencela, mengumpat, dan menghina orang lain. Perilaku-perilaku ini tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga merusak diri sendiri. Melansir dari buku 'Tafsir Ayat-Ayat Ibadah (Analisis Tafsir Maudhu’i Surah Al-Humazah s.d. An-Naas)' tahun 2024, Acep Dani Ramdani & Khanifatus Sa’diyah, Surat Al-Humazah memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai ibadah dalam Islam mencakup aspek sosial dan moral.

Surat ini juga menekankan pentingnya menghindari keserakahan dan cinta dunia yang berlebihan. Harta bukanlah segalanya dan tidak dapat menjamin kebahagiaan atau keselamatan di akhirat. Dengan memahami pesan dalam Surat Al-Humazah, pembaca diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keadilan, empati, dan tanggung jawab sosial.

 

Apa Hubungan Surat Al-Humazah dengan Perilaku Mencela, Memfitnah, dan Keserakahan?

Surat Al-Humazah secara langsung mengutuk perilaku mencela, memfitnah, dan keserakahan. Surat ini menggambarkan orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut sebagai orang-orang yang celaka dan akan mendapatkan azab yang pedih di neraka. Melansir dari repository.uin-suska.ac.id, penelitian Rahmad Fauzi dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2024 mengkaji penafsiran Surat Al-Humazah dalam konteks era digital, di mana penghinaan dan fitnah dapat dengan mudah menyebar melalui platform media sosial.

Perilaku mencela, memfitnah, dan keserakahan adalah sifat-sifat yang sangat merusak hubungan sosial dan spiritual. Surat Al-Humazah mengingatkan kita untuk menjauhi sifat-sifat tersebut dan senantiasa berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan memahami hubungan antara Surat Al-Humazah dan perilaku-perilaku negatif tersebut, diharapkan setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dalam bertindak dan berucap.

 

Apa Ancaman yang Disebutkan dalam Surat Al-Humazah Bagi Orang-Orang yang Suka Menghina dan Menumpuk Harta?

Ancaman yang disebutkan dalam Surat Al-Humazah bagi orang-orang yang suka menghina dan menumpuk harta adalah neraka Huthamah. Neraka ini digambarkan sebagai api Allah yang menyala-nyala dan membakar hingga ke hati. Melansir dari Tafsir Q.S. Al-Humazah oleh pusatkajianhadis, mereka tidak bisa keluar dari Huthamah karena ditutup rapat-rapat oleh Allah SWT. Setiap saat mereka dibakar dalam keadaan terpangggang di tiang-tiang yang panas.

Ancaman ini sangat mengerikan dan seharusnya menjadi peringatan bagi setiap Muslim untuk menjauhi perilaku menghina dan menumpuk harta. Surat Al-Humazah mengingatkan kita bahwa harta bukanlah segalanya dan tidak dapat menyelamatkan kita dari azab Allah SWT. Dengan memahami ancaman yang disebutkan dalam Surat Al-Humazah, diharapkan setiap Muslim dapat lebih berhati-hati dalam mengelola harta dan menjaga lisannya.

 

Mengapa Surat Al-Humazah Penting Dipahami di Era Media Sosial dan Digital Saat Ini?

Surat Al-Humazah sangat penting dipahami di era media sosial dan digital saat ini karena perilaku mencela, memfitnah, dan menghina orang lain semakin mudah dilakukan melalui platform-platform online. Melansir dari repository.uin-suska.ac.id, penelitian Rahmad Fauzi dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2024 mengkaji penafsiran Surat Al-Humazah dalam konteks era digital, di mana penghinaan dan fitnah dapat dengan mudah menyebar melalui platform media sosial.

Surat Al-Humazah mengingatkan kita untuk senantiasa berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan digital. Jangan sampai kita menggunakan platform-platform tersebut untuk menyebarkan kebencian, fitnah, atau hinaan kepada orang lain. Dengan memahami pesan yang terkandung dalam Surat Al-Humazah, diharapkan setiap Muslim dapat menjadi pengguna media sosial dan digital yang bijak dan bertanggung jawab.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6