Selat Adalah Laut yang Terbentang di Antara Pulau, Pahami Fungsinya

Selat adalah perairan sempit yang terbentang di antara pulau-pulau atau daratan.

Diterbitkan 15 Agustus 2023, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selat adalah perairan sempit yang terbentang di antara pulau-pulau atau daratan, memungkinkan interaksi dan konektivitas antara wilayah yang berdekatan. Fenomena geografis seperti selat, memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Bisa dimanfaatkan sebagai jalur transportasi, perdagangan, dan interaksi antarpulau.

Di Indonesia, contoh selat adalah Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra. Lalu, ada Selat Bali yang memisahkan Pulau Bali dari Pulau Jawa, dan masih banyak lagi lainnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, menyebut selat antara dua pulau memiliki potensi energi yang signifikan. Misalnya, Selat Malaka dan Selat Sunda memiliki potensi untuk memanfaatkan energi laut sebagai sumber energi alternatif terbarukan. Seperti energi gelombang atau arus laut, untuk keperluan pembangkit listrik.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang pengertian selat, ciri-ciri selat, dan fungsinya, Selasa (15/8/2023).

Laut di Antara Dua Pulau atau Daratan

Selat adalah perairan laut yang terbentang di antara pulau-pulau atau daratan. Di Indonesia, terdapat banyak selat yang memainkan peranan penting dalam hubungan antarpulau dan aktivitas maritim. Beberapa contoh selat yang terkenal di Indonesia meliputi Selat Alor, Sunda, Karimata, Bali, Makassar, dan Selat Malaka.

Universitas Gajah Mada (UGM) menjelaskan Indonesia memiliki 4 selat yang sangat strategis secara geostrategis di dunia, yaitu Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makassar, dan Selat Malaka.

Dalam penelitian yang berjudul Identifikasi Selat di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau Berdasarkan Kaidah Toponimi yang ditulis oleh Yulius dan H.W.L. Salim pada tahun 2013, disebutkan bahwa selat adalah perairan yang terletak di antara minimal dua pulau atau daratan. Selat memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aspek, salah satunya sebagai jalur lalu lintas bagi kapal-kapal.

Liputan6.com lansir dari berbagai sumber, terbentuknya selat disebabkan oleh aktivitas tektonik yang melibatkan pergerakan lempeng bumi. Contohnya adalah Selat Gibraltar yang terbentuk akibat pergerakan lempeng Eurasia dan Afrika.

Selain itu, selat juga bisa terbentuk karena perubahan kondisi wilayah perairan, seperti tanah yang meluap atau terkikis. Contoh yang terkenal adalah terbentuknya Selat Bosporus yang dihasilkan dari erosi tanah.

Fungsi selat tidak hanya sebatas menghubungkan pulau-pulau atau daratan, tetapi juga memiliki potensi yang lebih luas. Pada tahun 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia menunjukkan bahwa selat antara dua pulau memiliki potensi energi yang besar untuk digunakan sebagai sumber energi alternatif terbarukan. Misalnya, energi laut dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Ini mendukung upaya berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam.

 

 

Ciri-Ciri dari Selat

Ciri-ciri selat adalah ini berupa perairan yang terletak di antara dua atau beberapa pulau yang lebih besar. Selat selalu berada di antara dua permukaan daratan. Selat adalah sebuah laut sempit yang menghubungkan pulau-pulau yang berdekatan, memungkinkan interaksi dan konektivitas antarwilayah. Ini penjelasannya yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Laut yang Terletak di Antara Pulau-pulau atau Daratan

Salah satu ciri khas selat adalah bahwa ia merupakan perairan laut yang membentang di antara pulau-pulau atau daratan. Ini berarti selat memisahkan satu wilayah daratan atau pulau dari yang lainnya. Contohnya, Selat Sunda memisahkan Pulau Jawa dan Sumatra, sementara Selat Malaka membentang di antara Semenanjung Malaysia dan Sumatra.

2. Terletak di Antara Dua Permukaan Daratan

Ciri ini menekankan pada posisi geografis selat yang berada di antara dua permukaan daratan. Artinya, saat kita melihat peta atau citra satelit, kita bisa melihat jelas bahwa selat terletak di antara dua wilayah daratan yang lebih besar. Misalnya, Selat Bali terletak di antara Pulau Bali dan Pulau Jawa.

3. Perairan (Laut) Sempit yang Menghubungkan Pulau-pulau yang Berdekatan

Ini merujuk pada dimensinya yang sempit, yakni selat biasanya memiliki lebar yang jauh lebih kecil daripada laut lepas. Meskipun sempit, selat memiliki peran penting dalam menghubungkan pulau-pulau yang berdekatan. Sebagai contoh, Selat Lombok menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Lombok.

Perairan Laut selain Selat di Antaranya

Dalam buku IPA Terpadu Jilid 3B yang disusun oleh Mikrajuddi dan koleganya, disebut bahwa perairan laut yang mendominasi sekitar 70% dari total luas permukaan bumi. Perairan laut ini menjadi komponen penting dalam ekosistem global. Perairan laut saling sambung-menyambung.

Berdasarkan karakteristik geografis yang membatasi perairan laut, ada berbagai jenis perairan dapat diidentifikasi. Seperti selat, teluk, laut, dan samudera. Setiap jenis perairan laut ini memiliki karakteristik unik yang membentuk identitas geografis yang berbeda-beda di seluruh dunia.

1. Teluk

Teluk adalah formasi perairan yang menonjol ke daratan. Meskipun ukurannya cenderung lebih kecil daripada laut, teluk memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekitarnya. Di Indonesia, contohnya adalah Teluk Jakarta di DKI Jakarta yang menawarkan pemandangan yang memukau.

Teluk Cendrawasih di Papua adalah contoh lain yang menonjolkan keindahan alam bawah laut yang menakjubkan. Di Sulawesi, Teluk Bone merupakan titik pertemuan antara daratan dan lautan yang menyajikan kekayaan hayati yang luar biasa. Tidak hanya itu, di Sumbawa, Teluk Saleh juga memiliki daya tariknya sendiri yang memikat para pengunjung.

2. Laut

Laut, sebagai bentuk perairan yang lebih luas, menghubungkan beberapa wilayah daratan. Perbedaan mendasar antara laut dan selat terletak pada skala ukurannya. Laut memiliki luas yang lebih besar dan tidak hanya dibatasi oleh dua pulau, tetapi juga oleh beberapa pulau dan bahkan daratan.

Sebagai contoh, Laut Mati di Timur Tengah menonjolkan karakteristik geologis yang unik dan penting dalam konteks sejarah. Laut Hitam di Eropa Timur memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang signifikan, sedangkan Laut Kaspia di Rusia merupakan contoh penting dari hubungan daratan dan perairan yang berdampingan.

3. Samudera

Samudera mewakili perairan lautan yang mencakup wilayah yang jauh lebih luas daripada laut. Dengan luas melebihi 10 juta kilometer persegi, samudera memiliki dampak yang luar biasa terhadap iklim global dan ekosistem laut.

Empat samudera besar di dunia, yaitu Samudera Artik, Samudera Hindia, Samudera Atlantik, dan Samudera Pasifik, mencerminkan keanekaragaman dan kompleksitas perairan laut yang menjelajahi benua-benua dan menghubungkan berbagai wilayah di seluruh dunia.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6