Liputan6.com, Jakarta - Kesehatan mental adalah topik yang semakin relevan dalam era modern ini. Dengan penekanan yang semakin meningkat pada kesejahteraan holistik, perhatian terhadap aspek kesehatan mental telah menjadi lebih penting dari sebelumnya. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan mental?
Kesehatan mental bukan sekadar ketiadaan gangguan jiwa, melainkan kondisi kesejahteraan psikologis, sosial, dan emosional. Menurut WHO melalui definisi dalam Medical News Today, “Mental health is a state of mental well‑being that enables people to cope with the stresses of life, realize their abilities, learn well and work well, and contribute to their community”. Artinya, seseorang yang sehat secara mental mampu mengendalikan stres, mengembangkan potensi diri, menjalani pembelajaran, bekerja produktif, dan berperan aktif dalam masyarakat.
Advertisement
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali fokus kita tertuju pada kesehatan fisik, seperti rutinitas olahraga, pola makan, dan kunjungan ke dokter. Meskipun penting, kita tidak boleh mengabaikan kesehatan mental. Istilah mental adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pikiran, emosi, dan fungsi kognitif individu.
Pentingnya kesehatan mental tidak dapat diremehkan. Ketika seseorang memiliki kesehatan mental yang baik, ia mampu mengatasi stres dengan lebih baik, menjalin hubungan sosial yang sehat, dan mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Namun, ketika kesehatan mental terganggu, berbagai masalah dapat muncul, termasuk gangguan suasana hati, kecemasan, dan gangguan perilaku.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (16/6/2025).
Mengenal Apa Itu Mental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2379647/original/098429900_1539154538-asdrubal-luna-485688-unsplash.jpg)
Mental secara bahasa berkaitan dengan pikiran, emosi, dan respons intelektual seseorang terhadap realitas eksternal. Menurut Merriam‑Webster, mental berarti “of or relating to the total emotional and intellectual response of an individual to external reality,” menunjukkan bahwa istilah ini mencakup kondisi batin dan mental seseorang dalam menanggapi dunia luar.
Dalam konteks psikologi, mental merujuk pada proses-proses internal seperti berpikir, merasakan, mengingat, dan merespon lingkungan secara emosional maupun rasional.
Lebih lanjut, dalam kamus Vocabulary.com, mental diartikan sebagai apa pun yang melibatkan pikiran atau proses intelektual—“anything having to do with the mind”—mengonfirmasi bahwa istilah ini berkaitan erat dengan aktivitas kognitif, bukan fisik semata. Hal ini mencerminkan keterkaitan mental dengan kemampuan memahami, menganalisis, dan mengolah informasi secara internal.
Dalam perspektif psikologi filsafat, buku Mind, Meaning and Mental Disorder oleh Derek Bolton dan Jonathan Hill membahas kompleksitas mental sebagai bagian dari studi gangguan mental, menunjukkan bahwa mental merupakan konstruk filosofis dan klinis yang luas, mencakup aspek kesadaran, makna, dan kondisi patologis. Buku ini memberikan pemahaman mendalam bahwa mental bukan sekadar fungsi, tetapi juga memiliki dimensi etika dan keilmuan yang rumit.
Dari sudut praktis sehari-hari, kata “mental” sering digunakan untuk menggambarkan kondisi emosional atau psikologis seseorang—misalnya mental breakdown—yang menunjukkan tekanan mental ekstrem. Namun, istilah ini tidak hanya negatif atau patologis; mental juga meliputi kapasitas intelektual, kreativitas, dan kekuatan berpikir.
Secara umum, mental adalah kondisi dan fungsi internal pikiran dan emosi—meliputi proses berpikir, merasakan, dan menghadapi kehidupan. Itu adalah landasan utama dalam memahami perilaku, respons, dan identitas individu.
Advertisement
Ciri-Ciri Mental yang Sehat
Kesehatan mental yang baik tercermin dari kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan hidup dengan rasa percaya diri, keterhubungan sosial, serta keseimbangan emosional. Verywell Mind menegaskan bahwa mental sehat bukan hanya ketiadaan penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan emosional, sosial, dan psikologis yang terlihat dari kemampuan mengelola stres, beradaptasi, dan interaksi sosial baik.
Pengantar kedua: pendekatan ilmiah terhadap mental sehat juga dibahas dalam literatur akademis. Studi oleh Shay‑Ruby Wickham dkk. di Frontiers in Psychology menyoroti peran tidur berkualitas, olahraga, dan pola makan sehat dalam memperkuat kesehatan mental pada dewasa muda. Faktor gaya hidup ini menunjukkan bahwa mental sehat dapat dipupuk melalui kebiasaan sehari-hari yang mendukung keseimbangan tubuh dan pikiran.
- Resiliensi yang tinggi – Individu mampu pulih dari tekanan dan kemunduran dengan teguh, belajar dari pengalaman buruk, dan melanjutkan hidup dengan optimisme.
- Kemampuan mengelola emosi – Menyadari dan mengekspresikan emosi secara tepat waktu dan sesuai konteks; mampu meredam kemarahan dan menenangkan diri pada situasi sulit.
- Kesadaran diri dan introspeksi – Mengenali kekuatan dan kelemahan diri, mengidentifikasi pola pikir negatif, serta melakukan refleksi untuk perbaikan.
- Hubungan sosial yang baik – Memelihara hubungan sehat, mampu empati, memberi dan menerima dukungan, serta menjalin interaksi positif dengan lingkungan.
- Tujuan hidup dan motivasi – Memiliki visi atau misi yang memberi arti, bekerja menuju tujuan yang bermakna, dan merasakan kepuasan dari pencapaian.
- Fungsi kognitif optimal – Mempertahankan konsentrasi, ingatan, dan pemikiran logis yang baik, serta mampu membuat keputusan sehat berdasarkan informasi.
- Keseimbangan hidup – Menyeimbangkan pekerjaan, rekreasi, istirahat, dan aktivitas sosial untuk mencegah kelelahan dan stres berlebih.
- Gaya hidup sehat – Teratur tidur cukup, makan bergizi, dan rutin berolahraga, karena kombinasi ini mendukung kestabilan mood dan kesehatan mental .
- Adaptasi terhadap perubahan – Fleksibel dalam menghadapi perubahan hidup; mampu berpindah peran dan keadaan tanpa mengalami kerusakan psikologis berarti.
- Negosiasi konflik efektif – Menghadapi konflik dengan komunikasi terbuka, mendengarkan pihak lain, dan mencari solusi bersama tanpa kekerasan.
Jenis-Jenis penyakit mental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3345277/original/077932000_1610282116-lonely-woman-sitting-waterfront-raft_1150-7458.jpg)
Studi cross-sectional yang dipublikasikan melalui NCBI memperlihatkan bahwa kesehatan mental mencakup kemampuan mengenali dan memodulasi emosi, empati, fleksibilitas dalam menghadapi peristiwa, serta menjaga hubungan harmonis antara tubuh dan pikiran . Penelitian tersebut menyoroti elemen penting seperti self-esteem, resilience, dan kemampuan problem-solving sebagai fondasi kesehatan mental yang kuat.
Berikut adalah beberapa contoh jenis-jenis penyakit mental yang umum dikenal:
- Depresi: Gangguan mood yang ditandai dengan perasaan sedih, kehilangan minat atau kegairahan, perubahan berat badan, gangguan tidur, penurunan energi, dan perasaan putus asa yang berkepanjangan.
-
Gangguan Kecemasan: Termasuk di dalamnya kecemasan umum, gangguan panik, fobia, dan gangguan stres pasca trauma (PTSD). Gangguan kecemasan ditandai oleh kekhawatiran yang berlebihan, ketegangan, dan ketakutan yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
-
Gangguan Bipolar: Gangguan ini menyebabkan perubahan suasana hati yang drastis antara periode mania (ekstasi, tingkat energi tinggi) dan depresi (sedih, putus asa) yang parah.
-
Skizofrenia: Gangguan mental serius yang mempengaruhi pemikiran, persepsi, emosi, dan perilaku seseorang. Gejalanya bisa berupa halusinasi, delusi, gangguan pikiran, dan gangguan kognitif.
-
Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD): Gangguan yang menyebabkan munculnya pikiran obsesif yang mengganggu (contohnya kebersihan, keamanan) dan dorongan untuk melakukan tindakan kompulsif berulang.
-
Gangguan Makan: Termasuk di dalamnya anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder, yang melibatkan pola makan yang tidak sehat dan berbahaya.
-
Gangguan Pencitraan Diri (Narcissistic Personality Disorder): Karakteristik utama adalah dorongan untuk merasa istimewa, pandangan yang berlebihan tentang diri sendiri, kurang empati, dan penyalahgunaan hubungan dengan orang lain.
-
Gangguan Kepribadian Borderline: Gangguan yang ditandai dengan ketidakstabilan emosional, perilaku impulsif, masalah dalam hubungan interpersonal, dan persepsi diri yang bermasalah.
-
Gangguan Penggunaan Zat: Penyalahgunaan atau ketergantungan pada obat-obatan atau alkohol yang menyebabkan gangguan fungsi sosial, pekerjaan, atau pribadi.
-
Gangguan Kepribadian Antisosial: Karakteristiknya termasuk perilaku antisosial, kurangnya empati dan rasa bersalah, dan cenderung untuk berperilaku merugikan orang lain.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu berbeda dan bisa mengalami gejala yang unik, sehingga diagnosis dan pengobatan harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental yang berkualifikasi. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala-gejala yang mengkhawatirkan, penting untuk mencari bantuan dari tenaga medis atau psikolog yang berpengalaman.
Advertisement
Cara menjaga kesehatan mental
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4168220/original/082863900_1663900420-pexels-mental-health-america-_mha_-5542879.jpg)
CDC menekankan bahwa kesehatan mental melibatkan aspek emosional, psikologis, dan sosial—dan sangat terkait dengan kondisi fisik. Mental sehat berarti mampu fungsi optimal di berbagai tahap kehidupan walaupun mungkin mengalami penyakit mental. Ini menunjukkan bahwa kesehatan mental bukan tujuan akhir, melainkan sumber daya untuk menghadapi kehidupan sehari-hari dengan baik.
Menjaga kesehatan mental adalah langkah penting untuk mencapai kesejahteraan holistik dan kualitas hidup yang baik. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan mental:
- Tetap Aktif Fisik: Olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan energi secara keseluruhan. Coba lakukan aktivitas fisik yang Anda nikmati, seperti berjalan kaki, berlari, berenang, atau yoga.
-
Istirahat yang Cukup: Pastikan Anda tidur cukup setiap malam. Kekurangan tidur dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik Anda. Cobalah untuk menjaga rutinitas tidur yang konsisten.
-
Kelola Stres: Identifikasi faktor-faktor pemicu stres dalam hidup Anda dan temukan cara untuk mengatasinya. Latihan relaksasi, meditasi, atau mengikuti hobi yang menenangkan dapat membantu mengurangi tingkat stres.
-
Terlibat dalam Aktivitas Sosial: Pertahankan hubungan yang positif dengan teman, keluarga, dan komunitas Anda. Berbicara dengan orang-orang yang peduli tentang perasaan Anda dapat memberikan dukungan emosional yang berarti.
-
Batasi Konsumsi Berita Negatif: Terlalu banyak paparan terhadap berita yang negatif dan memicu kecemasan bisa mempengaruhi kesehatan mental Anda. Coba batasi waktu yang dihabiskan untuk melihat berita dan pastikan sumber berita yang Anda ikuti kredibel.
-
Jaga Keseimbangan dalam Kehidupan: Prioritaskan waktu untuk diri sendiri dan kegiatan yang Anda nikmati. Jangan lupa untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, waktu luang, dan istirahat.
-
Tetap Terhubung dengan Minat dan Tujuan: Fokus pada hal-hal yang memberikan arti dan tujuan dalam hidup Anda. Bekerja menuju tujuan pribadi dapat memberikan perasaan pencapaian dan kepuasan.
-
Jangan Ragukan Diri Sendiri: Hindari mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Berlatihlah untuk menerima kelemahan dan kesalahan Anda dengan bijaksana, dan ingat bahwa kita semua manusia dan tidak sempurna.
-
Cari Bantuan Profesional: Jika Anda merasa kesulitan mengatasi masalah atau menghadapi perasaan yang berat, jangan ragu untuk mencari bantuan dari terapis atau konselor yang berkualifikasi. Berbicara dengan seorang profesional dapat memberikan wawasan dan dukungan yang berharga.
Ingatlah bahwa menjaga kesehatan mental adalah proses yang berkelanjutan. Jangan ragu untuk mencoba berbagai strategi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda sendiri. Lebih penting lagi, jangan ragu untuk mencari bantuan jika Anda membutuhkannya. Perhatikan diri Anda sendiri dengan baik dan peduli pada kesehatan mental Anda seperti Anda peduli pada kesehatan fisik Anda.
FAQ
Apa itu mental?
Mental mengacu pada pikiran, emosi, dan respons intelektual seseorang terhadap realitas, mencakup proses internal seperti berpikir dan merasa.
Apa beda mental dan kesehatan mental?
Mental adalah kondisi pikiran/emosi, sementara kesehatan mental mencakup sejauh mana kondisi tersebut berfungsi positif dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana mengenali mental sehat?
Ditandai dengan kemampuan mengelola emosi, resiliensi, hubungan sosial baik, keseimbangan hidup, dan fungsi kognitif optimal.
Apa penyebab gangguan mental?
Bisa karena faktor genetik, tekanan kronis, trauma masa lalu, gaya hidup buruk, pola asuh, dan keadaan sosial hanya sedikit dari banyak pemicu
Apa peran gaya hidup dalam kesehatan mental?
Gaya hidup sehat—seperti kualitas tidur, olahraga, dan pola makan bergizi—berkontribusi besar terhadap kestabilan emosional dan mental.
Bisakah orang dengan penyakit mental tetap sehat secara mental?
Ya. Contohnya, seseorang dengan gangguan bisa tetap berfungsi baik bila mendapatkan perawatan, dukungan, dan strategi coping yang tepat.
Bagaimana cara meningkatkan kesehatan mental?
Melalui tidur cukup, olahraga, nutrisi seimbang, komunikasi emosional, introspeksi, relasi sosial, dan, bila diperlukan, bantuan profesional.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8327596/original/000770900_1782197299-cek_fakta_-_dishub_lowongan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5471300/original/019987800_1768283249-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-13T124627.766.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225187/original/071496100_1747656249-Keehatan_mental.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263363/original/077170500_1781914217-AP26170799360158-Maroko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258677/original/006830300_1781400870-000_B6Z639C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262977/original/095515100_1781855197-20260616HK_Latihan_Timnas_Prancis_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262514/original/049328500_1781828863-Canada_s_Jonathan_David__left__and_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8275504/original/022503000_1782129376-Untitled-1-04.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261718/original/051731600_1781755469-IMG-20260618-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)