7 Zikir Memanggil Pembeli dari Segala Penjuru yang Ampuh, Baca Tiap Hari

Kumpulan doa memanggil pembeli dari segala penjuru.

Diperbarui 14 Juni 2025, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam dunia perdagangan, tidak sedikit pelaku usaha yang mengandalkan kekuatan spiritual untuk mendukung keberhasilan bisnisnya. Salah satu amalan yang banyak dipraktikkan adalah zikir memanggil pembeli, yakni lantunan dzikir yang bertujuan memohon kepada Allah SWT agar mendatangkan pembeli dari berbagai arah. Zikir memanggil pembeli ini menjadi bentuk ikhtiar batin yang menguatkan usaha lahiriah, serta meyakini bahwa rezeki sepenuhnya berada di tangan-Nya.

Dalam buku Kekuatan Zikir: Meraih Keajaiban dengan Menyebut Nama Allah (2021) karya K.H. Mahsun Muhammad, dijelaskan bahwa zikir bukan hanya amalan ibadah, tetapi juga pengundang ketenangan dan kemudahan dalam urusan rezeki. Zikir yang dilakukan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan diyakini dapat membuka jalan rezeki, termasuk mendatangkan lebih banyak pembeli dalam aktivitas berdagang.

Selain itu, dalam buku Rahasia Zikir dan Doa (2004) oleh Abdul Somad Al-Palembani, disebutkan bahwa zikir yang dilantunkan dengan istiqamah akan menarik rahmat dan keberkahan dalam setiap usaha. Oleh karena itu, zikir memanggil pembeli bukan sekadar ucapan berulang, tetapi sebuah bentuk doa yang berdaya spiritual tinggi untuk memperlancar urusan duniawi.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Sabtu (14/6/2025).

1. Doa dari Hadis Riwayat Tirmidzi

Berikut ini terdapat bacaan zikir memanggil pembeli yang bisa anda amalkan, yakni:

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Arab Latin: Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak

Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)

2. Doa dari Al-Qur'an Surat at-Talaq ayat 3

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Arab Latin: Wa yarzuq-hu min haisu la yahtasib, wa may yatawakkal alallahi fa huwa hasbuh, innallaha baligu amrih, qad ja’alallahu likulli sya’ing qadra.

Artinya: “Dan dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS At-Talaq: 3).

3. Doa dari Al-Qur'an Surat al-Baqarah ayat 286

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Arab Latin: Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih, wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kamu memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir,” (QS Al Baqarah 286).

 4. Doa dari Hadis Riwayat Tirmidzi

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Arab Latin: Ya hayyu ya qayyumu birahmatika astaghitsu, ashlih li sya’ni kullahu wala takilni ila nafsi tharfata ‘ainin abadan

Artinya: “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmatMu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dariMu selamanya.” (HR Tirmidzi).

 

 

5. Doa dari Ustadz Zezen Zaenal Alim

Selain mengutip dari Al-Qur'an dan hadis, ada zikir memanggil pembeli dari segala penjuru yang lainnya sebagaimana dijelaskan Ustadz Zezen Zainal Alim dari bukunya berjudul Fadhilatul Amal Doa Pembuka Rezeki, Sukses Usaha & Karier. Ini tiga doa yang dimaksudkan:

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ صِحَّةً فِى اِيْمَانٍ وَ اِمَانًا فِى حُسْنِ خُلُقٍ وَنَجَاحَا يَتْبَعُهُ فَلاَحٌ وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةً وَمَغْفِرَةً مِنْكَ وَرِضْوَانًا

Arab Latin: Allahumma inni as'aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa najaahan yatba'uhu falaahun warahmatan minka wa'aafiyatan wa maghfiratan minka wa ridhwaanan

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kemurnian iman dan akhlak terpuji, serta kesuksesan yang disertai keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan pengampunan, dan keridhaan dari-Mu."

6. Doa yang Selanjutnya

اَللّٰهُمَّ يَا اَحَدُ يَا وَاحِدُ يَامَوْجُوْدُ يَاجَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَاكَرِيْمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطَّوْلِ يَاغَنُِّى يَامُغْنِىُ يَافَتَّاحُ يَارَزَّاقُ يَاعَلِيْمُ يَاحَىُّ يَاقَيُّوْمُ يَارَحْمٰنُ يَارَحِيْمُ يَابَدِيْعُ السَّمٰوَاتِ وَاْلاَرْضِ يَا ذَالْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ يَا حَنَّانُ يَامَنَّانُ اِنْفَحْنِى مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِى عَمَّنْ سِوَاكَ

Arab Latin: Allahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu yaa wahhabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa 'aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii'us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahmii minka binafhati khairin tughninii 'amman siswaaka

Artinya: "Ya Allah wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahat Dzat yang Maha Esa tidak bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha pemurah, wahai Dzat yang Maha pembagi, wahai Dzat yang Mahamulia, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang Memiliki anugrah, wahai Dzat yang Maha kaya, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha mengetahui, wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang Maha pengasih, wahai Dzat yang Maha penyayang, wahai Dzat yang Maha pemberi anugerah, limpahkanlah reseki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapapun selain Engkau."

7. Doa Memanggil Pembeli yang Terakhir

اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنَى رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Arab Latin: Allahumma innii as'aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi'an thayyiban min ghairi ta'bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka 'alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu."

 

QnA tentang Zikir Memanggil Pembeli

Q: Apa itu zikir memanggil pembeli?

A: Zikir memanggil pembeli adalah amalan dzikir yang dibaca dengan tujuan memohon kepada Allah SWT agar dimudahkan dalam urusan perdagangan dan didatangkan pembeli dari segala arah. Zikir ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual, bersamaan dengan usaha lahiriah dalam berdagang.

Q: Apakah zikir bisa benar-benar mendatangkan pembeli?

A: Dalam Islam, zikir yang dibaca dengan keyakinan dan ketulusan bisa menjadi sebab terbukanya pintu rezeki. Seperti dijelaskan dalam Kekuatan Zikir: Meraih Keajaiban dengan Menyebut Nama Allah (2021) karya K.H. Mahsun Muhammad, menjelaskan bahwa zikir yang konsisten mendatangkan ketenangan batin, yang pada akhirnya memengaruhi kelancaran usaha. Namun, zikir tetap harus disertai dengan usaha nyata.

Q: Kapan waktu terbaik untuk membaca zikir ini?

A: Waktu-waktu yang dianjurkan antara lain setelah sholat fardhu, terutama Subuh dan Maghrib, serta di waktu sepertiga malam terakhir. Waktu-waktu ini dikenal sebagai saat mustajab untuk berdoa dan berdzikir karena lebih dekat dengan rahmat Allah SWT.

Q: Apakah cukup dengan zikir tanpa strategi usaha?

A: Tidak. Zikir adalah bentuk penguatan spiritual, namun Islam sangat menekankan keseimbangan antara usaha lahir dan batin. Pelayanan yang baik, kejujuran, dan kualitas produk tetap menjadi hal utama yang harus dijaga dalam berdagang.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6