Liputan6.com, Jakarta - Nabi Musa adalah seorang Rasul yang ditugaskan oleh Allah untuk menghadapi pemimpin kejam bernama Firaun. Dalam tugasnya ini, Nabi Musa selalu berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan petunjuk untuk melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.
Doa Nabi Musa menghadapi Firaun diabadikan dalam beberapa surat Al-Qur'an, seperti Thaha, Al-Qashash, hingga surat Yunus. Dalam doanya, Nabi Musa memohon agar tidak gugup dan dijauhkan dari kesulitan dalam menghadapi Firaun yang zalim.
Advertisement
Dalam buku berjudul Kisah Para Nabi karya Ibnu Katsir, dijelaskan Nabi Musa diutus oleh Allah untuk menyampaikan ajaran-Nya di tengah kekejaman Raja Firaun. Penguasa Mesir tersebut memperlakukan rakyatnya dengan kejam dan tanpa belas kasihan. Namun, Nabi Musa tetap teguh dalam imannya dan senantiasa memohon bimbingan dan pertolongan Allah melalui doa Nabi Musa yang dipanjatkan.
Meskipun Nabi Musa kurang fasih dalam berbicara, ia tidak pernah kehilangan keyakinan dan kesabaran dalam berdakwah. Allah memberinya kelembutan hati dan kemampuan untuk mengatasi keterbatasannya. Selama berdakwah, Nabi Musa dibantu oleh saudaranya, Nabi Harun, yang lebih lancar berbicara untuk menyampaikan ajaran Allah kepada Firaun dan rakyatnya.
Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam doa Nabi Musa menghadapi Firaun yang dimaksudkan, lengkap teks Arab, latin, dan artinya, Rabu (5/7/2023).
1. Doa ketika bertemu Firaun:
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3101544/original/013751400_1586846703-20200414-Sarkofagus-Firaun-1.jpg)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam min lisaani yafqohu qoulii.
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28).
Doa Nabi Musa bertemu Firaun ini dibaca ketika dia ditugaskan oleh Allah untuk menghadap Firaun, yang pada saat itu adalah seorang yang zalim dan kuat. Dalam doa ini, Nabi Musa memohon kepada Allah agar dada (hatinya) dilapangkan, urusannya dimudahkan, dan lidahnya dilepaskan dari kekakuan sehingga ia bisa mengungkapkan perkataannya dengan jelas kepada Firaun dan orang-orang di sekitarnya.
Melansir dari Zakeeya Ali bahwa doa ini memuat unsur keyakinan dan kebutuhan komunikasi yang efektif serta kemampuan persuasi. Berbagai buku dan tafsir menegaskan pentingnya doa ini karena Musa hendak menyampaikan pesan revolusioner kepada tokoh otoriter, sehingga doa tersebut bisa dianggap sebagai pranata kecerdasan retoris Musa menghadapi Firaun.
2. Doa membelah laut:
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ
Rabb najjini minal qaumi zalimin 'asaa rabbi an yahdiyani sawa' assabil.
Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu. Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar." (QS. Al-Qasas: 21-22).
Doa Nabi Musa bertemu Firaun ini dibaca ketika dia dan kaumnya terjebak di antara laut dan pasukan Firaun yang mengejar mereka. Nabi Musa memohon kepada Allah agar diselamatkan dari kaum yang zalim itu dan dimimpin ke jalan yang benar, yakni membelah laut untuk memberikan jalan keluar kepada mereka.
3. Doa meminta rezeki atau kekayaan:
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Rabbi 'inni lima 'anzalta 'ilayya min khair faqir.
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qasas: 24).
Doa ini merupakan permohonan Nabi Musa kepada Allah untuk diberikan kebaikan dan rezeki yang diperlukan olehnya. Nabi Musa menyadari bahwa semua kebaikan berasal dari Allah, dan dia mengungkapkan kerendahan hatinya dengan menyampaikan bahwa dia benar-benar membutuhkan rezeki yang Allah turunkan.
Menurut studi Zakeeya Ali, doa ini merupakan contoh self-disclosure spiritual, menyadari keterbatasan diri dan mengharapkan kemurahan Allah atas rezeki material maupun non-material.
Sementara itu, dalam Buku “The Prophet Musa” melansir dari theislamichub.com bahwa doa ini dipanjatkan saat Musa hendak menghadapi orde baru dalam hidupnya. Tepatnya setelah melarikan diri ke Madyan sehingga menunjukkan permintaan rezeki bukan hanya berbentuk harta, tetapi juga hidayah dan kemudahan menghadapi ujian.
4. Doa agar tidak gugup:
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Qāla rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī fa gafara lah, innahụ huwal-gafụrur-raḥīm.
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Qasas: 16).
Doa Nabi Musa ini dibaca ketika dia tanpa sengaja membunuh seorang pria. Dia merasa bersalah dan menganiaya dirinya sendiri. Dalam doa ini, Nabi Musa memohon kepada Allah agar mengampuni kesalahannya. Allah kemudian mengampuni Nabi Musa, menunjukkan sifat-Nya yang Maha Pengampun dan Penyayang.
Advertisement
5. Doa agar dilancarkan berbicara:
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3970860/original/030548500_1647924058-000_326H23R.jpg)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam min lisaani yafqohu qoulii.
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 25-28).
Doa ini merupakan doa yang sama dengan doa pertama, yaitu doa Nabi Musa menghadapi Firaun. Dia memohon kepada Allah agar dadanya dilapangkan, urusannya dimudahkan, dan lidahnya dilepaskan dari kekakuan agar dapat berbicara dengan jelas dan efektif kepada orang-orang.
6. Doa ketika dalam kesulitan:
فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumiẓ-ẓālimīn Wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn.
Artinya: "Ya Tuhan kami, kepada Allah kami bertawakal. Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang yang kafir." (QS. Yunus: 85-86).
Doa ini dibaca Nabi Musa ketika dia dan kaumnya menghadapi kesulitan dan tekanan dari musuh-musuh mereka. Dalam doa ini, Nabi Musa berserah diri kepada Allah, memohon agar tidak dijadikan sasaran fitnah oleh kaum yang zalim, dan memohon keselamatan dengan rahmat Allah dari tipu daya orang-orang kafir.
7. Doa agar dapat jodoh:
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Wallażīna yaqụlụna rabbanā hab lanā min azwājinā wa żurriyyātinā qurrata a'yuniw waj'alnā lil-muttaqīna imāmā.
Artinya: "Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'" (QS. Al-Furqan: 74).
Doa Nabi Musa ini berisi permohonan agar segera diberikan pasangan hidup yang baik dan keturunan yang menjadi penyejuk hati. Nabi Musa memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepada mereka pasangan hidup yang dapat memberikan kebahagiaan dan keturunan yang menjadi kebanggaan, serta menjadikan mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.
Kisah Hidup Nabi Musa Menghadapi Firaun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Latar Belakang dan Panggilan Kenabian
Melansir dari theislamichub.com, menurut buku “The Prophet Musa”, kisah ini bermula dari masa kecil Musa dan penetapan identitasnya ketika ditinggalkan dalam keranjang di tepi sungai, kemudian dibesarkan di istana Firaun.
Setelah dewasa, ia secara moral membela Bani Israel dan terpaksa melarikan diri usai insiden pembelaannya menjadi perhatian Firaun. Pengetahuan ini diperdalam via tafsir dan kajian bahwa larangan terhadap penindasan membuat Musa sadar akan takdir kenabiannya.
Permohonan Kepada Allah dan Kecerdasan Retorika
Setibanya di Madyan, Musa menikah dan memohon kepada Allah: “Rabbi inni lima anzalta ilayya dari segala kebaikan aku fakir”; ini menunjukkan kedewasaan spiritual yang sebenarnya masih merasa prematur untuk menjadi pemimpin besar.
Melansir dari researchgate.net, Ketika kembali ke Mesir, Musa dan Harun menghadapi Firaun. Al-Qur’an (menurut tafsir Hamka) menyebut mereka berdakwah secara lembut dan argumentatif, dengan menggunakan metode "qaulan layyinan", gaya berbicara yang persuasif agar tidak menyinggung kelicikan Firaun
Perseteruan dengan Firaun dan Pertarungan Mukjizat
Dalam Al-Qur’an Surah Thaha dan Al-A’raf serta ditegaskan dalam ejournal.uin-suska.ac.id, bahwa ayat ini memuat serangkaian tantangan antara Musa dan Firaun, termasuk pertarungan dengan para tukang sihir, terjadinya sepuluh bencana, hingga fenomena tongkat menjadi ular dan tangan bercahaya.
Studi antropologi-struktural mengartikulasi kisah ini sebagai “alur perjuangan menyampaikan kebenaran” yang merupakan validasi tanda, penolakan oleh Firaun, dan akhirnya kemenangan serta kebebasan Bani Israel.
Akhir Konflik: Laut Merah dan Kematian Firaun
Dalam Surah Al-A’raf dan Al-Baqarah, Allah memperlihatkan kekuasaan-Nya saat Musa dan Bani Israel selamat melintasi Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tenggelam.
Advertisement
Q&A
Apa doa Nabi Musa saat di Madyan?
Musa berdoa: “Rabbi inni lima anzalta ilayya min khayrin faqeerun” — meminta segala bentuk kebaikan dari Allah, menunjukkan ketundukan dan kesadaran spiritual saat memasuki fase baru hidupnya.
Bagaimana Musa memohon kelancaran berkomunikasi dengan Firaun?
Ia berdoa: “Rabbi ishrah li sadri...” agar dada terasa lapang, urusan dimudahkan, dan lidah melembut — strategis agar ujarannya dipercaya oleh Firaun dan pengikutnya.
Apakah doa spiritual selain itu diketahui dari riwayat?
Ya. Sebuah riwayat menyebut Musa memohon: “Wahai Rabbku, ajarkanlah aku sesuatu agar aku bisa mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu”.
Apakah doa ini bersifat universal atau situasional?
Doa-doa ini spesifik pada kondisi masing-masing: permintaan kebaikan di Madyan, keterampilan komunikatif saat berdakwah, serta tuntunan spiritual—namun mengandung nilai universal pengakuan diri dan kebutuhan hidayah.
Darimana teks doa itu berasal?
Doa diambil langsung dari Al-Qur’an: Q.S. Al-Qasas 28:24 dan Q.S. Thaha 20:25–28 ; doa lain diambil dari riwayat yang dikutip oleh situs spiritual Islami.
Apa makna permohonan “khairin faqeerun”?
Menunjukkan kerendahan hati, kesadaran pada limitasi diri, serta pengakuan bahwa segala kebaikan hanya dapat datang dari Allah—tidak hanya materi, tetapi hikmah dan kesejahteraan hidup.
Apa hikmah penting dari doa-doa Nabi Musa?
Mereka meneguhkan: a) kesadaran spiritual atas kebutuhan manusia, b) perlunya meminta kecerdasan komunikasi, dan c) tuntunan agar setiap langkah dalam hidup bermuatan ketaatan, keberanian, dan kebijaksanaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/693347/original/exodus.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)