Sukses

Gejala Kanker Ovarium Stadium Awal, Penyebab, dan Cara Pengobatan

Liputan6.com, Jakarta Gejala kanker ovarium stadium awal sering tidak dikenali karena gejala tersebut menyerupai kondisi kesehatan lainnya. Kanker ovarium sendiri sebenarnya biasa menyerang ovarium yang memiliki perkembangan sel-sel abnormal.

Kanker ovarium berkembang dengan sangat cepat bahkan di stadium awal, dan stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun saja. Dibutuhkan ketelitian dan pantauan perkembangan tubuh setidaknya selama sebulan untuk benar-benar mengenalinya.

Gejala kanker ovarium stadium awal wajib diperhatikan agar tidak semakin parah. Apalagi kanker ovarium adalah penyakit organ reproduksi yang cukup umum terjadi. Kamu bisa mengatasinya dengan mengenali berbagai faktor risiko yang ada.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (29/10/2019) gejala kanker ovarium stadium awal, penyebab serta cara pengobatannya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini

2 dari 6 halaman

Gejala Kanker Ovarium Stadium Awal

Gejala kanker ovarium stadium awal sebenarnya jarang disadari, atau memang jarang menimbulkan gejala spesifik. Umumnya, tanda-tanda dan gejala kanker ovarium stadium awal tidak dapat terdeteksi dengan mudah.

Bahkan tidak sedikit dokter yang salah mendiagnosis gejala kanker ovarium stadium awal ini. Hal ini berkaitan dengan gejala kanker ovarium stadium awal yang menyerupai kondisi kesehatan lainnya.

Berikut beberapa gejala kanker ovarium stadium awal yang umum terjadi, seperti dilansir oleh indiatimes:

- Sering merasakan nyeri di bagian perut

- Kehilangan selera makan dan selalu merasa kenyang

- Sembelit

- Mual dan muntah serta perut terasa kembung

- Selalu merasa kelelahan

- Terjadi penurunan atau kenaikan berat badan yang signifikan tanpa diketahui sebabnya

- Nafas pendek-pendek

- Selalu merasa ingin buang air kecil setiap saat

- Ukuran perut semakin membesar

- Terjadi perdarahan di vagina, sekalipun tidak sedang menstruasi

- Sering sakit kepala

3 dari 6 halaman

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Ovarium

Setelah mengetahui gejala kanker ovarium stadium awal, kamu tentunya juga harus mengetahui penyebab dan faktor risiko dari kanker ovarium ini. Hingga saat ini, penyebab pasti dari terjadinya kanker ovarium masih belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa secara umum, sel kanker berkembang dari adanya mutasi atau perubahan pada DNA.

Faktor Risiko

Berikut adalah berbagai faktor risiko yang memicu munculnya gejala-gejala kanker ovarium:

Usia dan Keturunan

Risiko terserang kanker ini semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. Kanker ovarium jarang ditemukan pada wanita di bawah 40 tahun. Kebanyakan kasus kanker ini berkembang setelah masa menopause.

Selain itu, jika memiliki anggota keluarga yang menderita kanker ovarium, peluang kamu terserang penyakit ini pun lebih besar.

Pernah atau Sedang Menderita Kanker Payudara

Selanjutnya, apabila kamu pernah atau sedang terserang kanker payudara, kemungkinan kamu juga dapat terkena kanker ovarium ini. Kondisi ini disebabkan oleh adanya mutasi gen BRCA1 atau BRCA2, yang berkaitan dengan munculnya sel kanker pada ovarium.

Terapi Pengganti Hormon dan Kondisi Medis Lainnya

Wanita yang menjalani terapi estrogen setelah menopause memiliki peluang yang besar untuk terserang kanker ini.

Selain itu, jika kamu memiliki masalah kesehatan lain seperti endometriosis dan diabetes, ada kemungkinan kamu juga dapat terserang kanker ovarium. Untuk penderita diabetes, peluang terkena penyakit ini lebih besar jika kamu menjalani pengobatan dengan insulin.

 

4 dari 6 halaman

Faktor Risiko Lainnya

Obesitas

Obesitas atau berat badan berlebih memiliki kaitan yang erat dengan berkembangnya sel kanker di dalam tubuh. Selain itu, obesitas juga memengaruhi peluang penderita kanker untuk sembuh.

Merokok

Apabila kamu aktif merokok, kamu berisiko terserang kanker ovarium. Semakin lama merokok, semakin besar peluang kamu terkena penyakit ini.

Tidak Pernah Hamil

Saat hamil, kamu tidak akan memproduksi sel telur. Semakin sedikit jumlah sel telur yang diproduksi diyakini menurunkan risiko seseorang terkena kanker ovarium. Maka dari itu, jika kamu tidak pernah hamil dan tidak melewati masa tidak memproduksi sel telur, kamu berpotensi terkena penyakit ini.

5 dari 6 halaman

Cara Mencegah Kanker Ovarium

Kanker ovarium sulit untuk dicegah karena penyebab kanker ovarium stadium awal belum diketahui. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena kanker ovarium, yaitu:

- Mengonsumsi pil KB kombinasi

- Tidak menggunakan terapi penggantian hormon

- Tidak merokok

- Menerapkan pola hidup sehat

- Menjaga berat badan ideal

Pada wanita yang memiliki risiko tinggi terkena kanker ovarium, operasi pengangkatan ovarium sebelum terkena kanker juga dapat dilakukan guna meminimalkan risiko. Prosedur ini biasanya dianjurkan bagi wanita yang sudah memutuskan untuk tidak memiliki keturunan lagi.

6 dari 6 halaman

Cara Pengobatan di Rumah

Kamu dapat melakukan beberapa cara untuk mengurangi risiko munculnya gejala kanker ovarium stadium awal di rumah, seperti berikut:

- Tetap ikuti pemeriksaan dokter untuk mengikuti perkembangan penyakit juga untuk mengetahui kondisi kesehatan kamu.

- Ikutilah petunjuk yang diberikan oleh dokter dan jangan mengonsumsi obat tanpa mengonsultasikannya dengan dokter terlebih dahulu. Jangan lupa mengonsumsi obat yang telah dianjurkan oleh dokter.

- Hubungi dokter mengenai efek samping dari obat yang kamu konsumsi.

- Konsumsilah makanan yang sehat, seperti sayuran, biji-bijian, dengan kandungan lemak yang sedikit.

- Jagalah berat badan dan tetap berolahraga.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.