Doa Pembukaan Acara Lengkap dengan Latin dan Artinya, Mudah Dihafalkan

Doa pembukaan acara lengkap dengan latin dan artinya ini mudah dibaca dan diamalkan.

Diperbarui 13 Juni 2025, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doa pembukaan acara kegiatan perlu dipahami oleh setiap muslim. Pasalnya doa ini merupakan bentuk permohonan seorang muslim kepada Allah SWT agar acara atau kegiatan yang akan dilakukan berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir.

Suatu acara atau majelis sudah seharusnya diawali dengan doa dan diakhiri dengan doa pula. Abdul Hamid dalam buku 'Memaknai Kehidupan' menjelaskan, secara bahasa, majelis berasal dari bahasa Arab majlis yang artinya tempat duduk. Namun, dalam konteks ini yang dimaksud majelis ialah majelis ilmu atau majelis taklim.

Rasulullah SAW memberikan peringatan tegas mengenai bahaya melalaikan zikir dan shalawat dalam sebuah pertemuan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Nabi SAW bersabda:

مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ

"Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majelis dan mereka tidak menyebut nama Allah serta tidak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan majelis itu menjadi kerugian bagi mereka. Jika Allah menghendaki, Dia akan mengazab mereka. Dan jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuni mereka." (HR. At-Tirmidzi no. 3380, disahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

doa pembukaan acara kegiatan mungkin sudah sering kamu dengar, terutama saat mendengarkan ceramah agama. Ada beberapa doa pembukaan acara yang bisa kamu lafalkan. Kamu bisa memilih membaca doa yang sesuai dengan kondisi yang sedang kamu alami.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (13/6/2025) tentang doa pembukaan acara kegiatan.

 

Doa Pembukaan Acara Kegiatan yang Umum Digunakan

Doa pembukaan acara kegiatan kerap kali kamu dengar di awal ceramah atau pidato. Biasanya seorang ustaz yang akan memulai ceramahnya selalu membaca doa pembukaan acara kegiatan. Pembacaan doa pembukaan acara kegiatan ini tidak lain tidak bukan bertujuan agar acara atau kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan dengan lancar dan diridhoi oleh Allah SWT.

Doa pembuka acara kegiatan Arab:

الْحَمْدُلِلَّهرَبِّالْعَالَمِيْنَوَالصَّلاَةُوَالسَّلاَمُعَلَىأَشْرَفِاْلأَنْبِيَاءِوَالْمُرْسَلِيْنَوَعَلَىاَلِهِوَصَحْبِهِأَجْمَعِيْنَأَمَّابَعْدُ

Doa pembukaan acara kegiatan Latin:

Alhamdulillahi rabbil ’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala asyrofil anbiyaa-i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.

Arti doa pembukaan acara kegiatan:

“Segala puji bagi Yang Mahakuasa Tuhan Seluruh Alam. Semoga sholawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya.”

Doa Pembukaan Acara Kegiatan Beserta Artinya

Doa pembukaan acara kegiatan Arab:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪَ ﻟِﻠﻪِ ﻧَﺤْﻤَﺪُﻩُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻨُﻪُ ﻭَﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻩْ ﻭَﻧَﻌُﻮﺫُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻣِﻦْ ﺷُﺮُﻭْﺭِ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺌَﺎﺕِ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ، ﻣَﻦْ ﻳَﻬْﺪِﻩِ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِﻞَّ ﻟَﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻞْ ﻓَﻼَ ﻫَﺎﺩِﻱَ ﻟَﻪُ. ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ

Doa pembukaan acara kegiatan Latin:

Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruhu wana'udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a'maalina man yahdillahu falaa mudhillalahu waman yudhillhu falaa haadiyalahu. Asyhadu alla ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammdan 'abduhuu warosuluh.

Arti doa pembukaan acara kegiatan:

"Kami panjatkan segala puji kepada-Nya dan kami mohon pertolongan-Nya. Seraya memohonampun dan perlindungan-Nya dari segala keburukan jiwaku dan kejelekan amaliahku. Barang siapa telah Allah berikan petunjuk jalan baginya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad hamba Allah dan utusan Allah."

Doa Pembukaan Acara Pengajian

Doa Pembukaan Acara  Pengajian Arab:الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَننَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِهْتَدِى لَوْلَا أَنْ هَدَيْنَا اللَّهُ

Doa Pembukaan Acara Pengajian Latin:

Alḥamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh

Arti Doa Pembukaan Acara Pengajian:

"Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk."

Doa Pembukaan Acara Resmi

Dalam sebuah acara resmi, memulai dengan doa adalah bentuk pengharapan akan keberkahan dan kelancaran, salah satunya dengan mengamalkan firman Allah dalam Surah Al-A'raf ayat 43 berikut. Doa pembuka acara resmi bisa dengan mengamalkan surat Al A'Raf ayat 43 berikut:

 

وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْانْهٰرُۚ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُ ۚ لَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّۗ وَنُوْدُوْٓا اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ.

Doa Pembukaan Acara Resmi Latin: 

Wa naza‘nâ mâ fî shudûrihim min ghillin tajrî min taḫtihimul-an-hâr, wa qâlul-ḫamdu lillâhilladzî hadânâ lihâdzâ, wa mâ kunnâ linahtadiya lau lâ an hadânallâh, laqad jâ'at rusulu rabbinâ bil-ḫaqq, wa nûdû an tilkumul-jannatu ûritstumûhâ bimâ kuntum ta‘malûn

Artinya: Dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran.” Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.”

 

Keutamaan Membaca Doa Pembuka Acara

Membaca doa sebelum memulai acara memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Mendapatkan Keberkahan – Doa pembuka adalah bentuk permohonan agar acara berjalan dengan lancar dan mendapat ridha Allah SWT.
  • Menjaga Kekhusyukan – Dengan berdoa, suasana acara menjadi lebih khidmat dan penuh ketenangan.
  • Mengingat Allah di Awal Kegiatan – Hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW untuk memulai segala sesuatu dengan doa.
  • Menjadikan Acara Bernilai Ibadah – Doa pembuka juga bisa menjadi bentuk ibadah karena mengandung dzikir dan pujian kepada Allah SWT.

Doa Penutup Acara Kegiatan Pendek

Setelah mengenal doa pembukaan acara kegiatan, kamu tentunya perlu juga mengenali doa penutup acara, atau dikenal juga dengan sebutan doa kafaratul majelis. Doa penutup acara ini sangat singkat, sehingga tidak akan sulit bagi seorang muslim untuk menghafalnya. Berikut bunyi doa penutup acara yang perlu dihafalkan muslim:

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa membaca doa berikut sebelum bangkit dari majelis,

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhanaka Allahumma wa bihamdika, asyhadu an laa ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

"Mahasuci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu." (HR. Abu Dawud no. 4859)

Ketika sahabat bertanya tentang kebiasaan baru ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa doa ini menjadi kaffarah (penebus) dari kesalahan yang terjadi dalam majelis.

 

Doa Penutup Acara Kegiatan yang Panjang

Doa pembukaan acara kegiatan tidak hanya terdiri dari satu doa saja, ada pilihan doa lain yang bisa kamu lafalkan. Begitu pula dengan doa penutup acara. Doa penutup acara yang panjang ini tentunya berisi lebih banyak doa daripada yang pendek. Berikut doa penutup acara yang perlu kamu kenali:

Doa penutup acara Arab:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ ٱلْيَقِينِ مَا تُهَوَنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ فَأَرَنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمَنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنًا وَلَا تُسَلَّطَ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمْنَا.

Doa penutup acara Latin:

“Allahummaqsim lanaa min khosyyatika maa tahuulu bihi baynanaa wa bayna ma’aashik. Wa min thoo ’atika maa tubalighunaa bihi jannatak. Wa minal yaqiini maa tuhawwinu ‘alaynaa mashooibad dunya.

Allahumma matti’na bi asmaa’inaa wa abshorina, wa quwwatinaa maa ahyyaytanaa, waj’alhul waaritsa minnaa, waj’al tsa’rona ‘ala man zholamanaa, wan-shurnaa ‘alaa man ‘aadaanaa, wa laa taj’al mushibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunyaa akbara hamminaa, wa laa mablagho ‘ilminaa, wa laa tusallith ‘alaynaa mallaa yarhamunaa.”

Arti doa penutup acara:

“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami, dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.”

Hikmah Anjuran Membaca Doa Penutup Majelis

1. Sebagai Penebus Kesalahan dalam Majelis

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang berkata baik di dalam majelis, maka itu akan dicatat sebagai kebaikan. Namun jika ada keburukan, maka kalimat ini (doa kaffaratul majelis) akan menjadi penebus (kafarah) atasnya."  (HR. An-Nasa’i dalam Amal Al-Yaum wal-Lailah no. 273)

Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan dalam Tafsir As-Sa’diy:

"Allah Ta’ala memerintahkan untuk beristighfar setelah menyelesaikan suatu ibadah sebagai penutup atas segala kekurangan, dan memperbanyak zikir sebagai tanda syukur atas taufik-Nya." (Tafsir As-Sa’diy, hlm. 92)

3. Berlaku Umum untuk Semua Majelis

Dikutip dari binbaz.org.sa, tidak hanya majelis ilmu, doa ini juga dianjurkan untuk dibaca setelah majelis biasa. Seperti dijelaskan oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah:

"Disunnahkan membaca doa ini baik dalam majelis ilmu maupun majelis biasa yang membahas urusan dunia." 

Berdoa setelah majelis merupakan tanda adab Islami yang tinggi. Selain menunjukkan kerendahan hati di hadapan Allah atas kemungkinan kesalahan dalam ucapan atau sikap, doa ini juga menjadi bentuk syukur dan pengakuan akan kekurangan diri. Tidak jarang dalam perbincangan terjadi canda berlebihan, kelalaian, atau bahkan perkataan yang sia-sia. Maka, dengan membaca doa ini, seorang Muslim berharap agar majelisnya dicatat sebagai pahala, bukan penyesalan.

 

People Also Ask (PAA) – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa doa pembuka acara yang singkat dan mudah dihafal?

Doa singkatnya adalah: Alhamdu lillāhil-lażī hadānā lihāżā, wa mā kunnā linahtadiya lau lā an hadānallāh.

Apakah doa pembuka acara harus dalam bahasa Arab?

Tidak, doa bisa disesuaikan dengan bahasa yang dipahami audiens agar lebih khusyuk.

Kapan sebaiknya doa pembuka dibacakan?

Doa pembuka dibacakan di awal acara, sebelum sesi utama dimulai.

Apakah ada doa pembuka untuk acara formal?

Ya, bisa menggunakan doa Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin… yang sering digunakan dalam acara resmi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6