Surat Al-Waqiah Juz Berapa? Ini Lafadz dan Keistimewaannya

Surat al-Waqiah juz berapa dalam Al-Qur’an adalah ke 27 dan surah ke 56.

Diperbarui 12 Juni 2025, 10:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu surat dalam Al-Qur’an yang memiliki gaya bahasa yang kuat dan menggugah hati. Nama Al-Waqi’ah sendiri berarti peristiwa besar atau hari yang pasti terjadi, yang merujuk pada peristiwa kiamat. Surat ini sering dijadikan bahan tadabbur karena menyajikan gambaran detail tentang pembalasan Allah SWT kepada manusia berdasarkan amal perbuatannya di dunia.

Banyak orang bertanya Al-Waqiah juz berapa karena ingin membaca dan menghafalnya sebagai bagian dari amalan harian atau materi kajian Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan besarnya minat umat Islam untuk mendalami isi dan pesan dari surat yang penuh peringatan ini. Surat Al-Waqi’ah juga dikenal karena struktur ayat-ayatnya yang puitis namun sarat makna, membuat pembaca terdorong untuk memahami isi kandungannya secara lebih mendalam.

Dalam literatur tafsir klasik maupun modern, surat Al-Waqiah juz ini menjadi topik penting yang sering dikaji. Seperti dijelaskan dalam Tafsir Al-Mishbah oleh Prof. Quraish Shihab, bahwa Al-Waqi’ah memaparkan konsekuensi keimanan dan kekufuran dengan sangat gamblang, menyentuh kesadaran rohani sekaligus logika. Sementara itu, dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an karya Sayyid Qutb, menggambarkan surat ini sebagai bentuk guncangan retoris yang menggiring manusia untuk berpikir ulang tentang akhir hidupnya dan kemana arah yang dituju.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Kamis (12/6/2025).

Surat Al-Waqiah Juz Berapa

Surat al-Waqiah juz berapa dalam Al-Qur’an adalah ke 27 dan surah ke 56. Dinamakan Al Waqiah karena diambil dari lafal Al Waqiah yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya Hari Kiamat. Surah Al Waqiah termasuk dalam surah Makkiyah yang terdiri dari 96 ayat.

Perlu diketahui bahwa surat al-Waqiah juz berapa ini merupakan surat yang paling sering dibaca oleh Rasulullah mengingat manfaatnya yang luar biasa, yaitu surat al-Waqiah dapat mengingatkan pembacanya akan kedahsyatan hari Kiamat, dan barangsiapa yang istiqomah membaca al-Waqiah, ia akan mudah mendapatkan rezeki dan terbebas dari kemiskinan.

Mengutip dari Tafsir Fi Zhilalil Qur’an oleh Sayyid Quṭb, menjelaskan bahwa surat al-Waqiah membahas kehidupan akhirat sebagai bantahan atas perkataan orang-orang yang meragukannya, menyekutukan Allah SWT dan mereka yang mendustakan Al-Qur’an. Karenanya surat ini dibuka dengan menerangkan apa itu kiamat dan menegaskan kepastian akan datangnya hari akhir tersebut.

Lafadz Surat Al-Waqiah dan Terjemahannya

Setelah mengetahui surat al-Waqiah juz berapa, anda perlu mempelajari bacaan surat dan artinya. Berikut ini lafadz surat al-Waqiah dan artinya adalah:

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

Izaa waqa'atil waaqi'ah

1. Artinya: Apabila terjadi hari Kiamat,

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ

Laisa liwaq'atihaa kaazibah

2. Artinya: terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

Khafidatur raafi'ah

3. Artinya: (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ

Izaa rujjatil ardu rajjaa

4. Artinya: Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ

Wa bussatil jibaalu bassaa

5. Artinya: dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya,

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ

Fakaanat habaaa'am mumbassaa

6. Artinya: maka jadilah ia debu yang beterbangan,

وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ

Wa kuntum azwaajan salaasah

7. Artinya: dan kamu menjadi tiga golongan,

فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ

Fa as haabul maimanati maaa as haabul maimanah

8. Artinya: yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ

Wa as haabul mash'amati maaa as haabul mash'amah

9. Artinya: dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ

Wassaabiquunas saabiquun

10. Artinya: dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ

Ulaaa'ikal muqarrabuun

11. Artinya: Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

Fii Jannaatin Na'iim

12. Artinya: Berada dalam surga kenikmatan,

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

Sullatum minal awwaliin

13. Artinya: segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

Wa qaliilum minal aa khiriin

14. Artinya: dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ

'Alaa sururim mawduunah

15. Artinya: Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,

مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ

Muttaki'iina 'alaihaa mutaqabiliin

16. Artinya: mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ

Yatuufu 'alaihim wildaa num mukkhalladuun

17. Artinya: Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ

Bi akwaabinw wa abaariiq, wa kaasim mim ma'iin

18. rtinya: dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ

Laa yusadda'uuna 'anhaa wa laa yunzifuun

19. Artinya: mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ

Wa faakihatim mimmaa yatakhaiyaruun

20. Artinya: dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ

Wa lahmi tairim mimmaa yashtahuun

21. Artinya: dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.

وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ

Wa huurun'iin

22. Artinya: Dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,

كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ

Ka amsaalil lu'lu'il maknuun

23. Artinya: laksana mutiara yang tersimpan baik.

جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Jazaaa'am bimaa kaanuu ya'maluun

24. Artinya: Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ

Laa yasma'uuna fiihaa laghwanw wa laa taasiimaa

25. Artinya: Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,

اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا

Illaa qiilan salaaman salaamaa

26. Artinya: tetapi mereka mendengar ucapan salam.

وَاَصْحٰبُ الْيَمِينِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ

Wa as haabul yamiini maaa as haabul Yamiin

27. Artinya: Dan golongan kanan, siapakah golongan kanan itu.

فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ

Fii sidrim makhduud

28. Artinya: (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ

Wa talhim manduud

29. Artinya:  dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ

Wa zillim mamduud

30. Artinya: dan naungan yang terbentang luas,

وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ

Wa maaa'im maskuub

31. Artinya: dan air yang mengalir terus-menerus,

وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ

Wa faakihatin kasiirah

32. Artinya: dan buah-buahan yang banyak,

لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ

Laa maqtuu'atinw wa laa mamnuu'ah

33. Artinya: yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ

Wa furushim marfuu'ah

34. Artinya: dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ

Innaaa anshaanaahunna inshaaa'aa

35. Artinya: Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,

فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ

Faja'alnaahunna abkaaraa

36. Artinya: lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,

عُرُبًا اَتْرَابًاۙ

'Uruban atraabaa

37. Artinya: yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,

لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

Li as haabil yamiin

38. Artinya: untuk golongan kanan,

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

Sullatum minal awwa liin

39. Artinya: segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

Wa sullatum minal aakhiriin

40. Artinya: dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ

Wa as haabush shimaali maaa as haabush shimaal

41. Artinya: Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ

Fii samuuminw wa hamiim

42. Artinya: (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ

Wa zillim miny yahmuum

43. Artinya: dan naungan asap yang hitam,

لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ

Laa baaridinw wa laa kariim

44. Artinya: tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ

Innaahum kaanuu qabla zaalika mutrafiin

45. Artinya: Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,

وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ

Wa kaanuu yusirruuna 'alal hinsil 'aziim

46. Artinya: dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

Wa kaanuu yaquuluuna a'izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa izaaman'ainnaa lamab'uusuun

47. Artinya: dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ

Awa aabaaa'unal awwaluun

48. Artinya: Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ

Qul innal awwaliina wal aakhiriin

49. Artinya: Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,

لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ

Lamajmuu'uuna ilaa miiqooti yawmim ma'luun

50. Artinya: pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ

summa innakum ayyuhad daaalluunal mukazzibuun

51. Artinya: Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!

لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ

La aakiluuna min shaja rim min zaqquum

52. Artinya: pasti akan memakan pohon zaqqum,

فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ

Famaali'uuna minhal butuun

53. Artinya: maka akan penuh perutmu dengannya.

فَشَارِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ

Fashaaribuuna 'alaihi minal hamiim

54. Artinya: Setelah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

فَشَارِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ

Fashaaribuuna shurbal hiim

55. Artinya: Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.

هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ

Haazaa nuzuluhum yawmad diin

56. Artinya: Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.”

نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ

Nahnu khalaqnaakum falaw laa tusaddiquun

57. Artinya: Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ

Afara'aytum maa tumnuun

58. Artinya: Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخَالِقُوْنَ

'A-antum takhluquu nahuuu am nahnul khaaliquun

59. Artinya: Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ

Nahnu qaddarnaa baina kumul mawta wa maa nahnu bimasbuuqiin

60. Artinya: Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,

عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

'Alaaa an nubaddila amsaalakum wa nunshi'akum fii maa laa ta'lamuun

61. Artinya: untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ

Wa laqad 'alimtumun nash atal uulaa falaw laa tazakkaruun

62. Artinya: Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ

Afara'aytum maa tahrusuun

63. Artinya: Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزَّارِعُوْنَ

'A-antum tazra'uunahuuu am nahnuz zaari'uuun

64. Artinya: Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?

لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ

Law nashaaa'u laja'al naahu hutaaman fazaltum tafakkahuun

65. Artinya: Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,

اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ

Innaa lamughramuun

66. Artinya:  (sambil berkata), “Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ

Bal nahnu mahruumuun

67. Artinya: bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun.”

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ

Afara'aytumul maaa'allazii tashrabuun

68. Artinya: Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ

'A-antum anzaltumuuhu minal muzni am nahnul munziluun

69. Artinya: Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

Law nashaaa'u ja'alnaahu ujaajan falaw laa tashkuruun

70. Artinya: Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ

Afara'aytumun naaral latii tuuruun

71. Artinya: Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?

ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ

'A-antum anshaatum shajaratahaaa am nahnul munshi'uun

72. Artinya: Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ

Nahnu ja'alnaahaa tazkira tanw wa mataa'al lilmuqwiin

73. Artinya: Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

Fasabbih bismi Rabbikal 'aziim

74. Artinya: Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ

Falaa uqsimu bimaawaa qi'innujuum

75. Artinya: Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ

Wa innahuu laqasamul lawta'lamuuna'aziim

76. Artinya: Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ

Innahuu la quraanun kariim

77. Artinya: dan (ini) sesungguhnya Al-Qur'an yang sangat mulia,

فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ

Fii kitaabim maknuun

78. Artinya: dalam Kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

Laa yamassuhuuu illal mutahharuun

79. Artinya: tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Tanziilum mir Rabbil'aalamiin

80. Artinya: Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَ

Afabihaazal hadiisi antum mudhinuun

81. Artinya: Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an),

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ

Wa taj'aluuna rizqakum annakum tukazzibuun

82. Artinya:  dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).

فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ

Falaw laaa izaa balaghatil hulquum

83. Artinya: Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,

وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ

Wa antum hiina'izin tanzuruun

84. Artinya: dan kamu ketika itu melihat,

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ

Wa nahnu aqrabu ilaihi minkum wa laakil laa tubsiruun

85. Artinya: dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,

فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ

Falaw laaa in kuntum ghira madiiniin

86. Artinya: maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),

تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Tarji'uunahaaa in kuntum saadiqiin

87. Artinya: kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?

فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ

Fa ammaaa in kaana minal muqarrabiin

88. Artinya: Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ

Farawhunw wa raihaa nunw wa jannatu na'iim

89. Artinya: maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ

Wa ammaaa in kaana min as haabil yamiin

90. Artinya: Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

Fasalaamul laka min as haabil yamiin

91. Artinya: maka, “Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!” (sambut malaikat).

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ

Wa ammaaa in kaana minal mukazzibiinad daaalliin

92. Artinya: Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan dan sesat,

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ

Fanuzulum min hamiim

93. Artinya: maka dia disambut siraman air yang mendidih,

وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ

Wa tasliyatu jahiim

94. Artinya: dan dibakar di dalam neraka.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ

Inna haaza lahuwa haqqul yaqiin

95. Artinya: Sungguh, inilah keyakinan yang benar.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ

Fasabbih bismi rabbikal 'aziim

96. Artinya: Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.

Doa Setelah Membaca Surat Al-Waqiah

Berikut ini bacaan doa setelah membaca Surat Al Waqiah dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:

اَللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِاْليَسَارِ,وَلاَتُوهِنَّابِاْلاِقْتَارِ , فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَخَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ اَعْطَانَاوَنُبْتَلَى بِذَمِّ مَنْ مَنَعَنَاوَاَنْتَ مِنْ وَرَاءِذَلِكَ كُلِّهِ اَهْلُ اْلعَطَاءِ وَاْلمَنْعِ . اَللَّهُمَّ كَمَاصُنْتَ وُجْوُ هَنَاعَنِ السُّجُوْدِاِلاَّلَكَ فَصُنَّاعَنِ اْلحاَجَةِاِلاَّاِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ , يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (ثلاثا) اَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab latin: Allahumma shun wujuhana bil yasar wala tuhinna bil iqtar fanastarziqa tholibi rizqika wa nasta'thifa syiroro kholqika wa nasytaghila bihamdi man a'thona wa nubtala bi zammi man mana'ana wa anta min wara-i zalika ahlul 'atho-i wal man-'i.

Allahumma kama shunta wujuhana 'anis sujudi illa laka fa shunna 'anil hajati illa ilaika bijudika wa karomika wa fadhlika ya arhamar rohimin wa shollallohu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Artinya: "Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan hinakan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rizki dari para pencari rizki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berbudi buruk dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi.

Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kecuali kepada-Mu, maka jagalah kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang. Cukupkanlah kami dengan karunia-Mu dari siapa pun selain Engkau. Semoga Allah merahmati junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya, juga semoga Allah memberi keselamatan."

 

Keistimewaan Membaca Surat Al-Waqiah

Ada begitu banyak keistimewaan surat al-Waqiah, sampai-sampai Ibnu Mas’ud memerintahkan kepada anak perempuannya supaya membacanya setiap malam. Di antara keistimewaan surat al-Waqiah adalah menjaga dan melindungi orang-orang yang senantiasa membaca dan mengamalkannya dari kefakiran dan kesusahan hidup. Allah SWT berjanji akan menjaga dan memenuhi kebutuhannya selama ia mau membaca dan mengamalkan surat al-Waqiah. AbSyari’lah bin Mas’ud r.a berkata,

“Saya mendengar Nabi saw bersabda: ‘Barang siapa membaca surat al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya,”

Selain itu, ada keistimewaan lain yang bisa anda dapatkan saat membacanya. Dikutip dari laman Baznas, menjelaskan beberapa keistimewaan dari surat Al-Waqiah, yakni:

  1. Mendatangkan keberkahan dan rezeki yang melimpah: Di antara keutamaan Surat Al-Waqiah adalah membuka pintu rezeki yang tidak terduga dan melimpah. Oleh karena itu, banyak orang yang membaca Surat Al-Waqiah secara rutin sebagai doa untuk mendapatkan keberkahan dan rezeki yang berlimpah.
  2. Membuka pintu kebahagiaan di dunia dan akhirat: Surat Al-Waqiah juga mengandung doa untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Membaca Surat Al-Waqiah secara rutin dapat membantu memperbaiki kualitas hidup seseorang dan memberikan kebahagiaan yang hakiki.
  3. Melindungi dari kefakiran dan kesulitan hidup: Surat Al-Waqiah juga dipercaya dapat melindungi seseorang dari kefakiran dan kesulitan hidup. Banyak orang yang membaca Surat Al-Waqiah sebagai sarana untuk menghindari kesulitan hidup dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
  4. Membuka pintu taubat dan pengampunan dosa: Surat Al-Waqiah juga mengandung ajakan untuk taubat dan bertaubat kepada Allah SWT. Membaca Surat Al-Waqiah secara rutin dapat membantu seseorang untuk memperbaiki diri, menghilangkan dosa-dosa yang telah dilakukan, dan mendapatkan pengampunan dari Allah SWT.
  5. Mendatangkan kedamaian dan ketenangan hati: Surat Al-Waqiah juga dipercaya dapat membantu seseorang untuk mendapatkan kedamaian dan ketenangan hati. Membaca Surat Al-Waqiah secara rutin dapat membantu seseorang untuk meredakan kecemasan, menghilangkan rasa takut, dan mendapatkan ketenangan batin yang hakiki.

QnA tentang Surat Al-Waqiah

Q: Surat Al-Waqiah juz berapa?

A: Surat Al-Waqi’ah terdapat pada juz ke-27, dimulai dari ayat 1 hingga ayat 96. Surat ini termasuk surat Makkiyah yang diturunkan di Makkah sebelum hijrah.

Q: Apa arti dari nama ‘Al-Waqi’ah’?

A: Al-Waqi’ah berarti “Peristiwa Besar” atau “Hari yang Pasti Terjadi”, yakni menggambarkan peristiwa kiamat yang tidak dapat dielakkan oleh siapa pun.

Q: Berapa jumlah ayat dalam Surat Al-Waqi’ah?

A: Surat Al-Waqi’ah terdiri dari 96 ayat, dan merupakan surat ke-56 dalam susunan mushaf Al-Qur’an.

Q: Apa saja tema utama dalam Surat Al-Waqi’ah?

A: Tema utamanya adalah penggambaran kondisi manusia di hari kiamat, pembagian manusia menjadi tiga golongan (golongan kanan, kiri, dan yang lebih dahulu beriman), serta bukti kekuasaan Allah dalam penciptaan alam semesta dan kehidupan.

 

Q: Kapan waktu terbaik membaca Surat Al-Waqi’ah?

A: Waktu yang sering dianjurkan adalah setelah salat Isya atau sebelum tidur. Namun, surat ini boleh dibaca kapan saja karena tidak ada waktu khusus yang diwajibkan secara syariat.

Q: Apakah Surat Al-Waqi’ah bisa diamalkan sebagai doa untuk rezeki?

A: Banyak orang mengamalkan Surat Al-Waqi’ah sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kelancaran rezeki. Meskipun tidak dijadikan doa secara tekstual, kandungan maknanya menegaskan bahwa Allah-lah pemilik dan pembagi rezeki.

Q: Apakah Surat Al-Waqi’ah sulit dihafal?

A: Tidak. Meski terdiri dari 96 ayat, struktur ayat yang ritmis dan berulang memudahkan proses hafalan, terutama bagi yang membacanya secara rutin.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6