Liputan6.com, Jakarta Setiap manusia pasti pernah melakukan dosa, baik yang disadari maupun tidak. Dalam ajaran Islam, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Oleh karena itu, membaca doa taubat menjadi amalan penting yang sebaiknya tidak hanya dilakukan saat merasa bersalah, tetapi juga sebagai rutinitas mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW pun dikenal sebagai sosok yang senantiasa beristighfar dan memohon ampunan, meskipun beliau maksum (terjaga dari dosa).
Advertisement
Dalam kitab Shahih Muslim karya Imam Muslim, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari seratus kali." (HR. Muslim, no. 2702).
Hadis ini menjadi bukti bahwa doa taubat dan istighfar merupakan amalan utama yang sangat dianjurkan oleh Nabi, bukan hanya saat seseorang merasa berdosa besar, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran diri dan kerendahan hati.
Menurut Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin juga menjelaskan bahwa taubat harus disertai tiga syarat utama, yakni meninggalkan dosa, menyesali perbuatan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Ia menambahkan,
“Jika dosa itu berkaitan dengan hak orang lain, maka wajib dikembalikan atau minta maaf.”
Maka dari itu, membaca doa taubat perlu dibarengi dengan introspeksi diri dan tekad memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
Amalan ini bukan sekadar bacaan, melainkan bentuk nyata dari pertobatan yang diterima Allah jika dilakukan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.
1. Doa Taubat Sesuai Anjuran Rasulullah SAW
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3579790/original/038873300_1632297815-pexels-rodnae-productions-8217647.jpg)
Berikut ini bacaan doa taubat sesuai anjuran Rasulullah SAW yang dapat dilafalkan dan diamalkan adalah sebagai berikut:
Astaghfirullaahal 'azhiima-lladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, wa atuubu ilaih
Artinya: "Aku minta ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertaubat kepada-Nya." (HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim).
Bacaan doa taubat tersebut sebaiknya dipanjatkan sebanyak 100 kali. Setelah itu, bisa membaca bacaan doa taubat nasuha berikut ini:
Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta
Artinya: "Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hambamu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku.
Aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku padamu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau."
Advertisement
2. Bacaan Doa Taubat Versi Pendek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
Selain bacaan doa taubat di atas, ada lagi bacaan doa taubat versi pendek yang bisa anda panjatkan. Berikut bacaannya:
Robbighfir lii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwaabur-rohiim
Artinya: "Ya Rabbku, ampunilah dosa-dosaku dan terimalah taubat dariku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa'i, Al-Bukhari).
Adapun bacaan doa taubat lainnya yang bisa diamalkan, yakni:
Allaahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiron, wa laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfirotan min 'indika, warhamnii, innaka antal ghofuurur-rohiim
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan suatu pengampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705).
3. Amalan-Amalan Taubat yang Bisa Dilakukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4316162/original/072425600_1675753930-man-2612549_1920.jpg)
Seperti yang dijelaskan di atas, amalan-amalan taubat yang bisa dilakukan umat Muslim adalah mandi dan sholat taubat. Berikut penjelasannya:
a. Mandi tobat
Mandi taubat ini seperti mandi besar atau mandi junub, yang membedakannya adalah bacaan niat. Berikut bacaan niat mandi tobat, yakni:
Nawaitul ghusla littaubati ‘an jami’idzunuub.
Artinya: “Aku berniat mandi taubat dari segala dosa dhahir dan batin.”
Selanjutnya, adapyn tata cara mandi tobat yang bisa Anda praktikkan:
- Membaca doa niat mandi tobat.
- Membasuh kedua telapak tangan hingga sela-sela jari, kemudian dilanjutkan dengan membasuh kedua tangan sebanyak 3 kali.
- Membasuh organ intim menggunakan air dengan tangan kiri hingga bersih.
- Membasuh seluruh anggota badan dengan air, kemudian membersihkan dengan sabun mandi. Pastikan seluruh bagian tubuh basah terkena air.
- Selanjutnya berwudhu, tata caranya sama seperti berwudhu saat hendak sholat.
- Berikutnya membasuh sela-sela rambut dengan air hingga merata, dan dilanjutkan dengan mengguyur kepala sebanyak 3 kali.
- Setelah itu, mengguyuh bagian tubuh dengan air, dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu dilanjutkan bagian kiri.
- Terakhir, membersihkan kaki hingga bagian sela-sela sampai bersih.
b. Sholat tobat
Amalan berikutnya adalah sholat tobat. Sholat tobat dapat dilakukan dalam dua rakaat dengan niat untuk bertobat kepada Allah. Shalat tobat ini termasuk shalat sunah yang cara pelaksanaannya sama seperti ibadah shalat pada umumnya.
Diawali dengan niat, takbirarul ihram, rukuk, i’tidal, sujud, hingga tahiyat akhir. Adapun lafal niat shalat tobat adalah sebagai berikut:
Ushallî sunnatat taubati.
Artinya: “Saya berniat shalat sunnah taubat”
Setelah menjalankan sholat tobat, umat Muslim dianjurkan untuk membaca istighfar sebanyak-banyaknya dengan penuh penyesalan serta tekad kuat untuk menjauhkan diri dari perbuatan doa yang telah dilakukan.
Selain itu, anda juga bisa menjalankan sholat tobat nasuha. Tobat nasuha berarti tobat yang semurni-murninya. Begini tata cara sholat tobat nasuha yang bisa anda amalkan, yakni:
- Dahulukan dengan membaca niat sholat taubat nasuha.
Arab Latin: Ushalli Sunnatat Taubata Rak’ataini Lillahi Ta’ala
Artinya: "Saya niat sholat sunah tobat dua rakaat karena Allah."
- Lalu, takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah (sunah untuk dikaukan).
- Membaca surat Al-Fatihah.
- Membaca surat pilihan dari Alquran.
- Rukuk (membaca tasbih saat rukuk sebanyak tiga kali).
- I’tidal (membaca doa I’tidal).
- Sujud (membaca tasbih saat sujud sebanyak tiga kali).
- Duduk di antara dua sujud (membaca dia ‘robbighfirlii warhamnii…’)
- Sujud kedua (membaca tasbih sujud tiga kali).
- Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai yang ke 10.
- Tasyahud akhir (membaca tasyahud akhir).
- Selanjutnya, salam.
- Berdoa untuk memohon ampunan.
Advertisement
4. Waktu dan Adab Pelaksanaan Sholat Taubat
Sholat taubat memiliki fleksibilitas waktu yang luas dan dapat dilakukan kapan saja ketika seseorang menyadari telah melakukan kesalahan. Namun berdasarkan berbagai dalil dan pengalaman para ulama salaf, terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih diutamakan untuk melaksanakan ibadah ini. Waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir, sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi yang menyatakan bahwa Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
Selain memperhatikan waktu yang tepat, pelaksanaan sholat taubat juga harus memenuhi adab-adab tertentu agar mendapatkan hasil yang optimal. Hal ini mencakup persiapan mental dan spiritual, serta pemahaman mendalam tentang makna taubat itu sendiri.
Waktu yang Dianjurkan:
- Sepertiga Malam Terakhir - Waktu paling utama berdasarkan hadits qudsi
- Setelah Sholat Fardhu - Terutama setelah sholat Maghrib dan Isya
- Hari Jumat - Hari yang penuh berkah dan rahmat
- 10 Hari Pertama Dzulhijjah - Waktu yang sangat mulia
- Segera Setelah Melakukan Kesalahan - Untuk menghindari penundaan taubat
Waktu yang Dilarang:
Berdasarkan "Safinah Simple Series" karya Zackiyah Ahmad, terdapat lima waktu yang dilarang untuk sholat sunnah:
- Saat terbit matahari hingga naik setinggi tombak
- Setelah sholat Subuh hingga matahari terbit sempurna
- Ketika waktu istiwa (matahari di tengah langit) kecuali hari Jumat
- Setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam
- Saat matahari berwarna kuning hingga tenggelam
Hadits tentang Waktu Mustajab:
Arab: يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: "Tuhan kita Yang Maha Berkah dan Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
QnA yang Sering Dipertanyakan tentang Doa Taubat
Q: Apa itu doa taubat?
A: Doa taubat adalah permohonan ampun kepada Allah SWT yang dibaca oleh seorang hamba ketika menyadari kesalahan atau dosa yang telah dilakukan. Doa ini bisa berupa istighfar singkat maupun doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, seperti Sayyidul Istighfar.
Q: Kapan waktu terbaik membaca doa taubat?
A: Waktu terbaik membaca doa taubat adalah di sepertiga malam terakhir, karena saat itu merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Namun, doa taubat bisa dibaca kapan saja, terutama setelah melakukan dosa, saat shalat tahajud, atau setelah shalat fardhu.
Q: Apakah doa taubat bisa menghapus dosa besar?
A: Ya, doa taubat yang dibarengi dengan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) dapat menghapus dosa besar, selama disertai dengan penyesalan, berhenti dari dosa tersebut, dan bertekad tidak mengulanginya. Ini sesuai dengan Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 53 yang berbunyi
“Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa...”
Q: Apakah cukup hanya membaca doa taubat tanpa shalat?
A: Sebaiknya membaca doa taubat juga disertai dengan shalat taubat, yaitu dua rakaat shalat sunnah yang dilakukan secara khusus untuk memohon ampun. Namun jika tidak memungkinkan, membaca doa taubat tetap sah sebagai bentuk permohonan ampunan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571224/original/046244000_1777611094-Bunga_Bekasi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5108936/original/038146000_1737780538-Untitled.jpg)