8 Cara Menghilangkan Jamur di Baju, Kenali Penyebab dan Tips yang Efektif

Cara menghilangkan jamur di baju bisa dengan bahan dapur, seperti larutan air dan cuka.

Diperbarui 17 Juni 2025, 10:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jamur pada pakaian biasanya terjadi akibat kelembaban yang tinggi, dan kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur. Jamur pada pakaian dapat terlihat sebagai bercak putih atau hitam yang menempel pada permukaan pakaian, sehingga menyebabkan bau tidak sedap. Cara menghilangkan jamur di baju cukup mudah dilakukan, di mana Anda bisa memanfaatkan bahan dapur seperti lauratan air dan cuka. 

Cara menghilangkan jamur di bajusangat penting dilakukan, karena selain dapat merusak penampilan pakaian, jamur juga dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti alergi dan infeksi kulit. Oleh karena itu, sebaiknya pakaian yang terkena jamur segera dicuci dan dihilangkan jamurnya dengan cara-cara yang tepat. 

Salah satu penyebab jamur di baju menurut laman resmi Prodamas Plus Kediri Kota ialah kontak langsung dengan jamur dari udara, manusia, hewan, atau baju bekas bisa mempercepat penyebaran spora ke pakaian yang baru digunakan. CDC dan Healthline menyebutkan bahwa jamur dermatofit memakan keratin pada kain, berkembang dengan baik di iklim hangat dan lembap

Jamur pada pakaian dapat terjadi pada berbagai jenis pakaian, mulai dari pakaian yang sering digunakan seperti baju, celana, hingga pakaian yang jarang digunakan seperti jas atau mantel yang disimpan dalam lemari untuk waktu yang lama. Hal ini karena jamur tumbuh dengan cepat, pada tempat yang lembab dan kurang terkena sinar matahari. Berikut ini cara menghilangkan jamur di baju yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (17/6/2025).

 

Cara Menghilangkan Jamur di Baju

1. Cuci pakaian dengan air hangat

Cara menghilangkan jamur di baju adalah cuci dengan air hangat, karena dianggap lebih efektif untuk membunuh jamur dibandingkan dengan air dingin. Sebuah publikasi oleh Better Homes & Gardens menyimpulkan bahwa mencuci pakaian pada suhu 60 °C atau lebih tinggi selama periode lama (100–150 menit) efektif membunuh jamur tanpa memerlukan deterjen

Suhu air hangat sekitar 40-50 derajat Celsius, bisa menghilangkan jamur yang menempel pada pakaian. Tambahkan sedikit deterjen pada air cuci untuk membantu membersihkan pakaian dari noda dan kuman. Anda juga bisa menambahkan produk pembersih lainnya yang mengandung bahan antimikroba seperti amonia atau alkohol.

2. Rendam pakaian dalam larutan air dan cuka

Cuka adalah bahan yang sangat efektif dalam membunuh jamur. Larutkan 1 bagian cuka dengan 4 bagian air hangat, lalu rendam pakaian dalam larutan tersebut selama 30 menit hingga satu jam. Setelah direndam, bilas pakaian dengan air bersih dan cuci seperti biasa dengan deterjen. Jangan khawatir tentang bau asam cuka, karena bau tersebut akan hilang setelah pakaian dicuci.

3. Gunakan baking soda

Cara menghilangkan jamur di baju selanjutnya menggunakan baking soda, di mana Anda bisa taburkan sedikit baking soda pada area yang terkena jamur, sebelum dicuci. Biarkan baking soda meresap ke dalam serat pakaian selama beberapa jam atau semalam. Setelah itu, cuci pakaian seperti biasa dengan tambahan deterjen.

4. Gunakan cairan pemutih

Jika noda jamur sangat sulit dihilangkan, Anda bisa menggunakan cairan pemutih yang mengandung bahan kimia seperti klorin atau oksigen. Namun, pastikan untuk membaca petunjuk pemakaian dan mengikuti instruksi dengan hati-hati. Penting untuk diingat bahwa penggunaan cairan pemutih terlalu sering atau terlalu lama dapat merusak serat pakaian, sehingga penggunaannya harus dibatasi.

Dalam Journal of Occupational and Environmental Hygiene, metode wash‑and‑bleach (cuci dengan deterjen dan pemutih) terbukti paling efektif untuk menghilangkan spora dan mikotoksin jamur pada kain: teknik ini mampu menonaktifkan spora pada hampir semua jenis bahan

5. Perhatikan tempat penyimpanan pakaian

Cara menghilangkan jamur di baju selanjutnya, adalah pastikan untuk menyimpan pakaian di tempat yang kering, dan terhindar dari kelembaban untuk mencegah pertumbuhan jamur. Jangan biarkan pakaian yang sudah basah terlalu lama di dalam mesin cuci atau keranjang cucian, karena kelembaban yang tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur. Gunakan juga pengering pakaian dengan suhu rendah atau angin saja, karena pengering dengan suhu tinggi juga dapat merusak serat pakaian.

6. Gunakan antijamur khusus

Ada beberapa produk antijamur khusus yang dapat digunakan untuk menghilangkan jamur pada pakaian. Ikuti instruksi pada kemasan produk dengan benar dan pastikan untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis pakaian Anda.

7. Jemur pakaian di bawah sinar matahari

Jemur pakaian di bawah sinar matahari juga dapat membantu menghilangkan jamur pada pakaian. Sinar matahari memiliki sifat antijamur alami, yang akan membunuh jamur pada pakaian. Namun, pastikan untuk tidak terlalu lama menjemur pakaian di bawah sinar matahari agar pakaian tidak rusak.

8. Kombinasi Metode Alami dan Mekanis

Meskipun ada yang merekomendasikan wash‑bleach sebagai yang paling efektif, langkah tambahan alami bisa memperkuat hasil. Seperti publikasi BeyondToxics, 2018, “6 Natural, Safe Mold Treatment Solutions", Anda bisa merendam baju dalam cuka putih (50:50 dengan air) semalaman, kemudian mencucinya, untuk menekan bau dan menghentikan spora tumbuh kembal.

Dampak Buruk Baju Lembab Bagi Kesehatan

Pakaian yang lembab bisa menjadi media berkembang biak jamur, bakteri, hingga virus, berpotensi menyebabkan infeksi kulit, iritasi, bahkan penyakit menular. Menurut dokumen DPR RI (2023) tentang Larangan Impor Pakaian Bekas, “pakaian bekas impor bisa menjadi penghantar bagi berbagai macam penyakit yang berasal dari bakteri, virus, atau jamur,” yang menunjukkan bagaimana lembabnya baju dapat membahayakan.

1. Infeksi kulit seperti kurap (tinea corporis), kutu air (tinea pedis), dan panu bisa tumbuh subur di kain lembab yang menyentuh kulit, memicu gejala gatal, kemerahan, dan sisikrsud.bulelengkab.go.id.

2. Penelitian Perpustakaan Nasional RI menyebut kelembaban dan suhu tinggi sebagai faktor utama yang memicu pertumbuhan jamur pada kain dan masa penyimpanan dokumen atau tekstilpreservasi.

3. Menurut laman resmi Pemerintah Kota Cimahi, Dampak lain berupa bau apek, noda kuning, dan kerusakan kain yang memperpendek umur pakaian—terutama untuk tekstil halus seperti batik atau tenunkuningan.

 

Tips Mencegah Jamur Tumbuh pada Baju

Setelah mengetahui Cara menghilangkan jamur di baju, maka ada beberapa cara mencegah jamur yang perlu Anda simak diantaranya: 

Pakai Kamper 

Dijelaskan di laman resmi pemerintah Kalurahan Putat, Gunung Kidul, kamper atau penyerap kelembaban dalam lemari, serta beri jeda penjemuran pakaian, gunakan dehumidifier jika perlu

Hindari menyimpan pakaian yang masih lembab

Pakaian yang masih lembab dapat memicu pertumbuhan jamur. Oleh karena itu, pastikan pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Jangan menyimpan pakaian yang masih lembab di dalam keranjang cucian atau laci, karena kelembaban akan meningkatkan risiko tumbuhnya jamur pada pakaian.

Gunakan pengering dengan benar

Jika Anda menggunakan pengering untuk mengeringkan pakaian, pastikan untuk menggunakan pengaturan yang benar. Jangan menggunakan pengaturan terlalu panas karena ini dapat merusak serat pakaian. Jangan juga mengeringkan pakaian terlalu lama karena hal ini dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jamur pada pakaian.

Pastikan Pakaian Terselesaikan Kering

Setelah mencuci, jemur pakaian sampai benar-benar kering, minimal 2–3 jam di tempat terbuka pada sinar matahari atau 30–60 menit melalui mechanical dryer. Hindari pakaian setengah kering, karena kondisi tersebut ideal untuk spora jamur berkembang .

Perhatikan lingkungan penyimpanan pakaian

Lingkungan penyimpanan pakaian juga perlu diperhatikan. Pastikan lingkungan penyimpanan pakaian kering dan terhindar dari kelembaban. Jangan menyimpan pakaian di tempat yang lembab seperti dalam kamar mandi atau dapur.

Jangan menggunakan deterjen yang terlalu kuat

Jangan menggunakan deterjen yang terlalu kuat, karena dapat merusak serat pakaian dan juga dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jamur pada pakaian. Pilih deterjen yang lembut dan aman untuk digunakan pada semua jenis pakaian.

Jangan menumpuk pakaian terlalu banyak

Jangan menumpuk pakaian terlalu banyak di dalam mesin cuci atau pengering, karena hal ini dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jamur pada pakaian. Pastikan mesin cuci atau pengering tidak terlalu penuh sehingga pakaian dapat bergerak dengan leluasa dan terdistribusi dengan baik.

Bersihkan mesin cuci secara teratur

Bersihkan mesin cuci secara teratur, untuk menghindari penyebaran jamur dan bakteri dari satu pakaian ke pakaian lainnya. Gunakan produk pembersih khusus yang dirancang untuk membersihkan mesin cuci.

Jenis-Jenis Jamur pada Pakaian

- Aspergillus niger

Aspergillus niger adalah jenis jamur yang sering ditemukan pada pakaian yang basah atau terendam dalam air. Jamur ini dapat tumbuh pada banyak jenis bahan, termasuk kain, kulit, dan kertas. Aspergillus niger juga sering ditemukan pada makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Jamur ini dapat menyebabkan infeksi pada kulit dan saluran pernapasan.

- Aspergillus fumigatus

Aspergillus fumigatus adalah jenis jamur yang umumnya tumbuh pada lingkungan tertentu, seperti tanaman, pohon, dan juga di lingkungan yang terkontaminasi, seperti rumah sakit dan laboratorium. Jamur ini dapat tumbuh pada bahan organik, termasuk pakaian. Aspergillus fumigatus dapat menyebabkan alergi dan infeksi pada saluran pernapasan.

- Cladosporium

Cladosporium adalah jenis jamur yang tumbuh pada bahan organik, termasuk daun, kayu, dan juga pada pakaian. Jamur ini sering ditemukan di udara dan dapat tumbuh pada bahan-bahan yang lembab atau terkontaminasi. Cladosporium dapat menyebabkan alergi dan infeksi pada saluran pernapasan.

- Penicillium

Penicillium adalah jenis jamur yang sering ditemukan pada makanan dan juga pada pakaian. Jamur ini dapat tumbuh pada bahan yang lembab atau terkontaminasi, termasuk kain, kayu, dan bahan organik lainnya. Penicillium dapat menyebabkan alergi dan infeksi pada saluran pernapasan.

- Alternaria

Alternaria adalah jenis jamur yang sering ditemukan pada tanaman dan juga pada pakaian. Jamur ini dapat tumbuh pada bahan yang lembab, atau terkontaminasi dan sering ditemukan pada bahan organik, seperti kayu, daun, dan bahan organik lainnya. Alternaria dapat menyebabkan alergi dan infeksi pada saluran pernapasan.

- Fusarium

Fusarium adalah jenis jamur yang sering ditemukan pada tanaman dan juga pada pakaian. Jamur ini dapat tumbuh pada bahan yang lembab, atau terkontaminasi dan dapat menyebabkan infeksi pada kulit dan jaringan tubuh. Fusarium juga dapat menyebabkan alergi dan infeksi pada saluran pernapasan.

FAQ - Pertanyaan Umum Seputar Jamur di Baju dan Pakaian

1. Apakah baju lembab menyebabkan penyakit kulit?

Ya. Jamur dermatofit tumbuh pada kain lembap dan bisa menimbulkan kurap, gatal, dan iritasi.

2. Bagaimana membedakan noda jamur dan kotoran?

Noda jamur biasanya berbentuk bercak putih/perak atau hijau-kuning, tumbuh melingkar atau bercak menyebar tanpa bau sabun.

3. Apakah menggunakan mesin cuci otomatis cukup menghilangkan spora jamur?

Tidak selalu. Bisa ditambah bilasan dengan alkohol 70% atau sabun antijamur untuk mencegah spora bertahan.

4. Bisakah jamur di baju menular ke orang lain?

Bisa, terutama dermatofit. Spora jamur bisa berpindah melalui pakaian, kontak, dan permukaan bersamapuskesmaskutaselatan.badungkab.go.id.

5. Berapa lama jamur bisa bertahan di kain lembap?

Spora bisa bertahan berbulan-bulan jika kondisi lembap dan gelap. Menjemur dan menyetrika kain rutin sangat membantu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6