Liputan6.com, Jakarta - Dalam ajaran Islam, mengakhiri hidup dengan baik atau husnul khotimah adalah dambaan setiap muslim. Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs melansir dari TQN PP SURYALAYA, menekankan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah kepada Allah SWT.
Abdul Gaos menjelaskan bahwa manusia berada dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Advertisement
Selain itu, Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs juga mengutip hadis Rasulullah SAW dalam kitab Aiqodul Himam, halaman 210 yang berbunyi, "Siapa yang dua harinya sama (tidak ada peningkatan ibadah) maka ia orang tertipu; siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia orang yang terhalang; siapa yang tidak bertambah pasti berkurang; dan siapa yang berkurang maka kematian lebih baik baginya."
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus terus meningkatkan kualitas ibadahnya agar tidak termasuk orang yang merugi. Pemahaman mendalam tentang konsep husnul khotimah menjadi penting agar umat Islam dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Salah satu aspek penting dalam memahami husnul khotimah adalah penggunaan istilah yang tepat, terutama dalam bahasa Arab. Kekeliruan dalam penulisan atau pengucapan dapat mengubah makna doa dan harapan yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami perbedaan antara husnul khotimah dan istilah lain yang serupa, serta mengetahui keistimewaan ucapan husnul khotimah itu sendiri.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Kamis (5/6/2025).
Husnul Khotimah Arab, Latin, dan Artinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4269077/original/014153600_1671680389-syed-aoun-abbas-PTkGrydgI2Q-unsplash.jpg)
Husnul khotimah merupakan konsep penting dalam budaya Islam yang mengacu pada akhir kehidupan seseorang yang baik. Dalam penulisan, sangat penting untuk memastikan bahwa pemahaman dan penggunaan istilah husnul khotimah dilakukan dengan tepat.
Dalam istilahnya "Husnul Khotimah" sering menjadi fokus utama, khususnya terkait doa dan harapan akan akhir hayat yang baik. Namun, penting untuk memahami penulisan yang benar dari frasa ini dalam bahasa Arab serta maknanya dalam bahasa Indonesia.
Melansir dari Antaranews.com, husnul khotimah sebagai tujuan mulia tertinggi dalam Islam, yang menjadi harapan setiap Muslim untuk mengakhiri hidup dengan kebaikan, taqwa, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Kematian yang diakhiri dengan husnul khotimah menunjukkan kesungguhan seseorang dalam menjalani kehidupan di dunia dan persiapannya untuk bertemu Allah di surga. Husnul khatimah merujuk pada akhir yang baik, di mana seseorang sebelum meninggal diberikan taufiq untuk menghindari segala hal yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah SWT.
Referensi yang mendukung makna ini diambil dari hadits shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”.
Dalam frasa bahasa Arab, "Husnul Khotimah" (حسن الخاتمة) berarti "akhir yang baik." Penulisan yang tepat dalam bahasa Arab sangat penting untuk menjaga makna dan keakuratan istilah ini. Secara linguistik, "حسن" (Husnul) merupakan bentuk kata benda dari kata kerja "حسن" (Hasuna) yang berarti baik atau bagus.
Sementara itu, "الخاتمة" (Khotimah) berasal dari kata kerja "ختم" (Khatama) yang berarti menutup atau menyelesaikan. Gabungan kedua kata ini mengartikan "akhir yang baik" atau "penutupan yang baik."
Berikut ini penulisan Husnul Khotimah dalam bahasa Arab, Latin, beserta artinya:
Arab: حسن الخاتمة
Latin: Husnul Khotimah
Artinya: Akhir yang baik
Advertisement
Keistimewaan Ucapan Husnul Khotimah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
Ucapan husnul khotimah memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Husnul khatimah berarti "akhir yang baik" dan sering diucapkan ketika seseorang meninggal dunia.
Penulis juga mengutip Surah Ali-Imran Ayat 102 yang mengingatkan umat Islam untuk bertakwa kepada Allah dan tidak mati kecuali dalam keadaan Muslim.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (Surah Ali-Imran Ayat 102)
Selain itu, ucapan husnul khotimah juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan sebaik-baiknya. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya mengingat kematian sebagai bagian dari kehidupan.
Husnul khatimah berasal dari kata "husn" yang berarti baik dan "khatimah" yang berarti akhir. Dengan demikian, husnul khatimah berarti "akhir yang baik", yaitu meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah. Penulis menekankan bahwa seseorang yang wafat dalam keadaan husnul khatimah akan diridhai oleh Allah SWT.
Dalam konteks sosial, ucapan husnul khotimah juga berfungsi sebagai bentuk dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Ucapan ini menunjukkan bahwa kita turut berduka cita dan mendoakan yang terbaik bagi almarhum atau almarhumah. Dengan demikian, ucapan husnul khotimah tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga nilai sosial yang mempererat tali persaudaraan antar sesama Muslim.
Pahami Arti Khusnul Khotimah dan Husnul Khotimah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
Arti khusnul khotimah dan husnul khotimah sangat berbeda. Khusnul memiliki arti hina, sedangkan husnul memiliki arti baik. Hal ini tentunya membuat kamu harus berhati-hati dalam menyampaikan pesan pada seseorang, terutama jika pesan tersebut disampaikan dengan tulisan. Dalam penyebutan lisan pun kamu tentunya wajib berhati-hati agar tidak salah.
Arti khusnul khotimah kerap kali diasumsikan sebagai meninggal dalam keadaan baik. Padahal, itu tidak benar. Arti khusnul khotimah adalah sebuah akhir yang hina. Arti khusnul khotimah ini sangat jauh berbeda dengan husnul khotimah yang harusnya diucapkan ketikan berdoa.
Husnul khotimah artinya yaitu sebuah akhir yang baik. Husnul diambil dari kata hasan yang artinya baik. Khotimah sendiri memiliki arti yaitu sebuah akhir. Jadi, husnul khotimah memiliki arti sebuah akhir yang baik. Maknanya adalah sebuah kematian yang berakhir dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.
Jadi, arti khusnul khotimah sangatlah buruk untuk diucapkan saat berdoa maupun mendoakan orang lain. Bila ingin mengucapkan dan mendoakan kebaikan, kamu harus mengucapkan atau menuliskan husnul khotimah, bukan khusnul khotimah.
Husnul memiliki arti baik sedangkan khusnul memiliki arti hina. Jadi, arti khusnul khotimah adalah sebuah akhir yang hina. Tentu ini akan menjadi fatal bila kemudian ada orang yang meninggal lantas kamu mengucapkan atau menuliskan, “semoga almarhum khusnul khotimah” yang artinya semoga berakhir dalam keadaan hina.
Walaupun begitu, kedua kalimat ini sebenarnya hanya beda transliterasi tapi merujuk ke satu kata yang sama. Seseorang menuliskan arti khusnul khotimah atau husnul khatimah atau selainnya, maka maksudnya adalah yang bermakna akhir yang baik. Bukan makna lainnya.
Tentunya yang dinilai adalah niat baik yang ingin kamu sampaikan. Arti khusnul khotimah tentunya disampaikan dengan maksud yang baik. Namun, alangkah baiknya jika kamu menggunakan kata yang benar karena sudah tahu, bukan khusnul khotimah tapi husnul khotimah yang berarti akhir yang baik.
Advertisement
Cara Seorang Muslim Agar Meninggal Husnul Khotimah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3977833/original/029349200_1648524463-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash_1_.jpg)
Sesungguhnya Allah SWT dari awal sudah memperingatkan untuk seorang muslim mempersiapkan diri. Sebagaimana dalam firman Allah pada QS. Al-Hasyr ayat 18.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Cara seorang muslim agar meninggal husnul khotimah menurut Imam Sufyan Al-Tsauri adalah Pertama, menjaga iman dan ketakwaan secara istiqomah kepada Allah SWT. Kedua, berusaha sungguh memperbaiki lahir dan batin. Ketiga, Senantiasa berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman. Keempat, senantiasa berdzikir kepada Allah dalam keadaan apapun.
Ketika seorang Muslim yang meninggal bukan dalam keadaan husnul khotimah, hal itu karena ia sendiri yang memilihnya. Sebagaimana diungkapkan Imam Suyuthi dalam Syarh As Shudur bahwa penyebab seseorang menjadi khusnul khotimah (meninggal dalam keadaan dihinakan) adalah seperti menyepelekan urusan sholat, minum khamr, durhaka kepada orangtua, hingga menyakiti saudara kaum muslimin.
Doa Agar Meninggal Husnul Khotimah
Berikut doa agar meninggal husnul khotimah:
“Allaahummaj’al Khoiro Umrii wa Amalii Khowaa Timahu wa Khoiro Ayyaamii Yauma Liqooika”.
Artinya :
“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku hingga ajal (menjemput) diriku, dan jadikanlah sebaik-baiknya perbuatanku hingga kesudahannya, dan sebaik-baiknya masaku hingga berjumpa dengan-Mu.”
Kamu bisa mengucapkan doa ini setiap selesai salat wajib. Pasalnya, salah satu waktu berdoa yang paling ampuh untuk dikabulkan adalah selesai melaksanakan sholat wajib.
Advertisement
Keutamaan Meninggal Husnul Khotimah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273162/original/083273700_1672056181-teenage-girl-with-praying-peace-hope-dreams-concept_1_.jpg)
Ada beberapa keutamaan yang akan didapatkan ketika seorang muslim meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Saat kamu mengakhiri hidup dalam keadaan yang baik atau dalam keadaan berislam yang sempurna maka itu menjadi bukti takwa kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT yang sering disampaikan oleh khatib ketika sholat jum’at.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS. Ali-Imran: 102)
Ketika seseorang berakhir dalam keadaan yang baik maka ia akan diberikan taufiq untuk menjauhi semua yang dilarang oleh Allah SWT. Sebagaimana hadist Nabi SAW dari Anas bin Malik Radiyallahu Anhu, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memanfaatkannya”. Para sahabat bertanya,”Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?”
Rasulullah menjawab,”Allah akan memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum dia meninggal.” (HR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak.)
Tidak ada yang paling didambakan bagi seseorang yang ingin meraih husnul khotimah selain meraih surga Allah SWT. Bagi setiap umat Islam, meninggal dalam keadaan husnul khotimah adalah sebuah pilihan. Jadi, arti khusnul khotimah dan husnul khotimah tentunya sudah kamu pahami sekarang ini.
Apa Perbedaan Husnul Khotimah dan Su’ul Khotimah dalam Islam?
Dalam Islam, terdapat dua istilah yang bertolak belakang terkait dengan akhir kehidupan, yaitu husnul khotimah dan su’ul khotimah. Husnul khotimah berarti akhir yang baik, yaitu meninggal dunia dalam keadaan beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Sebaliknya, su’ul khotimah berarti akhir yang buruk, yaitu meninggal dunia dalam keadaan tidak beriman atau melakukan perbuatan dosa besar. Perbedaan antara keduanya sangat signifikan dan menentukan nasib seseorang di akhirat kelak.
Perbedaan mendasar antara husnul khotimah dan su’ul khotimah terletak pada kondisi hati dan amal perbuatan seseorang selama hidupnya. Seseorang yang senantiasa beriman, bertakwa, dan beramal saleh akan lebih berpotensi meraih husnul khotimah. Sebaliknya, seseorang yang lalai dalam beribadah, melakukan perbuatan dosa, dan tidak bertaubat akan lebih berisiko mengalami su’ul khotimah. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga keimanan, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak amal saleh agar dapat meraih husnul khotimah.
Advertisement
Apa Saja Tanda-Tanda Seseorang Wafat dalam Keadaan Husnul Khotimah Menurut Hadis Sahih?
Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi bahwa seseorang wafat dalam keadaan husnul khotimah. Melansir dari Jakarta Islamic Centre, salah satu tanda husnul khotimah adalah mendapatkan kesaksian baik dari orang-orang di sekitarnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang telah kalian puji dengan kebaikan, maka telah wajib baginya surga. Dan siapa yang telah kalian cela dengan keburukan, maka telah wajib pula baginya neraka. Kalian adalah syuhada`ullahi (para saksi Allah) di muka bumi, kalian adalah syuhada`ullahi (para saksi Allah) di muka bumi.” (HR Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa penilaian positif dari masyarakat dapat menjadi pertanda baik bagi seseorang yang telah meninggal dunia.
Selain itu, tanda lain dari husnul khotimah adalah dahi atau keningnya berkeringat saat meninggal dunia. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan para imam pengarang Sunan, “Meninggalnya seorang mukmin ditandai dengan keringat di dahinya.” (HR Tirmizi, Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Meninggal dunia pada malam Jumat atau siang harinya juga merupakan salah satu tanda husnul khotimah seseorang. Tanda-tanda ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar RA, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.” (HR Tirmidzi).
Meskipun tanda-tanda ini tidak dapat dijadikan patokan mutlak, namun dapat menjadi indikasi positif bagi keluarga yang ditinggalkan.
Amalan Apa Saja yang Bisa Membantu Mencapai Husnul Khotimah Menurut Ulama?
Para ulama menjelaskan bahwa terdapat berbagai amalan yang dapat membantu seseorang mencapai husnul khotimah. Salah satu amalan utama adalah senantiasa menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini dapat dilakukan dengan melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat, serta menjauhi segala larangan Allah SWT. Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan berdoa juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk meraih husnul khotimah.
Selain amalan-amalan ibadah, memperbanyak amal saleh juga merupakan kunci untuk meraih husnul khotimah. Amal saleh dapat berupa membantu sesama, bersedekah, menyantuni anak yatim, serta berbuat baik kepada orang tua dan keluarga. Dengan senantiasa berupaya meningkatkan kualitas ibadah dan amal saleh, diharapkan setiap Muslim dapat mengakhiri hidupnya dalam keadaan husnul khotimah dan diridhai oleh Allah SWT.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4316162/original/072425600_1675753930-man-2612549_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)