Liputan6.com, Jakarta Dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penting untuk memahami perbedaan antara kata baku dan tidak baku. Kesalahan umum dalam komunikasi tertulis maupun lisan seringkali terjadi karena penggunaan kata yang tidak sesuai kaidah resmi. Memahami contoh kata tidak baku membantu kita mengenali bentuk-bentuk penyimpangan bahasa yang kerap muncul, seperti “aktip” (seharusnya “aktif”) atau “resiko” (seharusnya “risiko”), yang sering digunakan dalam konteks informal.
Dalam buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2009) karya Kunjana Rahardi, dijelaskan bahwa bahasa baku adalah bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi dan telah mengalami standarisasi dalam ejaan, pelafalan, dan struktur. Pernyataan ini memperjelas bahwa contoh kata tidak baku adalah bentuk-bentuk bahasa yang menyimpang dari aturan standar tersebut dan biasanya tidak digunakan dalam konteks akademik maupun administratif.
Sementara itu, menurut Gorys Keraf dalam bukunya Komposisi (1980), dijelaskan bahwa bahasa yang baik adalah bahasa yang mengungkapkan pikiran dan perasaan pembicara secara tepat serta dapat dimengerti oleh pendengar. Dari sini dapat dipahami bahwa meskipun contoh kata tidak baku sering muncul dalam percakapan, namun penggunaannya harus disesuaikan dengan konteks agar pesan tersampaikan secara efektif dan tepat sasaran.
Advertisement
Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (20/5/2025).
Mengenal Kata Tidak Baku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3212228/original/046497900_1597737630-pexels-pixabay-415071.jpg)
Kata tidak baku adalah kata-kata yang tidak mengikuti kaidah yang berlaku dalam bahasa Indonesia. Dimana kaidah Bahasa Indonesia yang resmi haruslah mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Kebalikan dari kata tidak baku adalah kata baku, dimana kata baku merupakan kata-kata yang telah resmi dan standar dalam penggunaannya. Kata tidak baku bisa berasal dari serapan bahasa asing dan bahasa daerah yang belum memenuhi kaidah ejaan dalam bahasa Indonesia.
Sehingga, penggunaan kata tidak baku tidak digunakan sebagai tuturan atau tulisan yang resmi di Indonesia. Ketidakbakuan sebuah bahasa tak hanya ditentukan dari penulisan yang tidak sesuai pedoman, tetapi juga bisa terjadi karena salah penulisan, pengucapan yang salah, dan susunan kalimat yang tidak sesuai. Kalimat tidak baku lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari karena terkesan lebih santai dan tidak kaku. Kata tidak baku juga dapat digunakan saat berdiskusi membahas suatu hal bersama teman atau keluarga.
Advertisement
Ciri-Ciri Kata Tidak Baku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158435/original/007925700_1741665158-25-kata-baku-dan-tidak-baku.jpg)
Kata tidak baku memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat digunakan sebagai penanda untuk membedakannya dengan kata baku. Berikut ini adalah beberapa ciri-cirinya :
- Kata tidak baku umumnya berasal dari dialek bahasa Indonesia yang ada.
- Kata tidak baku berasal dari serapan bahasa daerah.
- Berasal dari bahasa asing yang tidak memenuhi persyaratan ejaan dalam bahasa Indonesia.
- Kata tidak baku adalah bentukan yang tidak menuruti kaidah yang berlaku.
- Bentuk kata tidak baku mudah berubah-ubah karena dipengaruhi oleh zaman.
- Kata tidak baku digunakan dalam percakapan informal.
- Kata tidak baku memiliki arti yang sama, meski berbeda dengan bahasa baku aslinya.
Selain itu, kata tidak baku sering kita temui dan gunakan dalam kehidupan sehari-hari, memiliki kegunaan tersendiri, kata tidak baku menjadi bagian yang tidak terlupakan dalam kehidupan kita yang bersifat informal, berikut ini beberapa kondisi penggunaan kata tidak baku :
- Kata tidak baku lebih sering digunakan dalam obrolan informal sehari-hari
- Kata tidak baku digunakan untuk menambah kesan keakraban
- Kata tidak baku digunakan untuk memberi kesan percakapan asli yang tidak formal.
Contoh Kata Tidak Baku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5070925/original/009436100_1735530994-1735527708867_tips-kbbi.jpg)
1. Abjad (kata baku) - Abjat (kata tidak baku)
2. Akhirat - Akherat
3. Aksesori - Asesoris
4. Aktif - Aktip
5. Akuarium - Aquarium
6. Aluminium - Almunium
7. Ambulans - Ambulan
8. Analisis - Analisa
9. Antena - Antene
10. Antre - Antri
11. Anugerah - Anugrah
12. Azan - Adzan
13. Afdal - Afdol
14. Agamais - Agamis
15. Ajek - Ajeg
16. Adjektif - Ajektifaktivitas
17. Aktifitasaktual - Aktuil
18. Balsam - Balsem
19. Batalion - Batalyon
20. Baterai - Batere
21. Baka - Baqa
22. Barzakh - Barzah
23. Batalion - Batalyon
24. Batil - athil
25. Bazar - Bazaar
26. Becermin - Bercermin
27 Besok - Esok
28. Blanko - Blangko
29. Boks - Bok
30. Bosan - Bosen
31. Bus - Bis
32. Cabai - Cabe
33. Capai - Capek
34. Cedera - Cidera
35. Cendekiawan - Cendikiawan
36. Cengkih - Cengkeh
37. Cinderamata - Cenderamata
38. Cokelat - Coklat
39. Daftar - Daptar
40. Derajat - Derajad
41. Desain - Desaign
42. Detail - Detil
43. Detergen - Deterjen
44. Diagnosis - Diagnosa
45. Durian - Duren
46. Efektif - Efektip
47. Efektivitas - Efektifitas
48. Ekosistem - Ekosistim
49. Ekspor - Eksport
50. Ekstra - Extra
56. Fondasi - Pondasi
57. Frasa - Frase
58. Geladi - Gladi
59. Gizi - Giji
60. Gua - Goa
Advertisement
Yang Lainnya
61. Gubuk - Gubug
62. Hektare - Hektar
63. Hierarki - Hirarki
64. Higienis - Higenis
65. Ijazah - Ijasah
66. Ikhlas - Ihlas
67. Indera - Indra
68. Jagat - Jagad
69. Jemaah - Jamaah
70. Jenderal - Jendral
71. Karier - Kari
72. Kategori - Katagori
73. Komplet - Komplit
74. Kreativitas - Kreatifitas
75. Kuitansi - Kwitansi
76. Lembap - lembab
77. Leukemia - leukimia
78. Linear - linier
79. Litoral - literal
80. Lokalisasi - lokalisir
81. Mag - Maag
82. Mazhab - Madzab
83. Mafhum - Mafum
84. Magrib - Maghrib
85. Magnet - Mahnet
86. Nazar - Nadzar
87. Napas - Nafas
88. Nakhoda - Nahkoda
89. Neokolonialisme - Neo-kolonialisme
90. Neto - Netto
91. Ukulele - Okulele
92. Omzet - Omset
93. Apostrof - Opostrop
94. Oranye - Orange
95. Organisasi - Organisir
96. Palm - Palem
97. Pamflet - Pamfelet
98. Pancaindera - Panca indra
99. Vanili - Panili
100. Paradoks - Paradox
101. Razia - Rajia
102. Ranking- Rangking
103. Ransel - Rangsel
104. Lafal - Rapal
105. Rapi - Rapih
106. Syahid - Sahid
107. Sakaguru - Saka guru guru
108. Sakelar - Saklar
109. Sambal - Sambel
110. Sengkalan - Sangkalan
111. Tamsil - Tamzil
112. Tanker - Tangker
113. Tapai - Tape
114. Taplak - Tapelak
115. Tetapi - Tapi
116. Tipe- Type
117. Walikota - Wali kota
118. Ultramodern - Ultra modern
119. Vakum - Vacum
120. Vampir - Vampire
121. Junior - Yunior
122. Yurisdiksi - Jurisdiksi
123. Zamzam - Zam-zam
124. Zaman - Jaman
125. Zamrud - Jamrud
Perbedaan Kata Baku dan Tidak Baku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158345/original/030487800_1741664987-kata-baku-dan-kata-tidak-baku.jpg)
Perbedaan antara kata baku dan tidak baku terletak pada kesesuaiannya terhadap kaidah bahasa Indonesia yang telah ditetapkan secara resmi. Kata baku adalah kata yang bentuknya sesuai dengan pedoman ejaan dan tata bahasa yang berlaku, serta diakui secara formal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maupun mengikuti ejaan yang ditetapkan dalam PUEBI. Sementara itu, kata tidak baku merupakan bentuk yang tidak mengikuti aturan tersebut, baik dalam hal penulisan maupun pelafalan, sehingga penggunaannya tidak dianjurkan dalam konteks resmi.
Kata baku umumnya digunakan dalam situasi atau komunikasi yang bersifat formal, seperti dokumen administrasi, penulisan akademik, pidato resmi, dan pemberitaan di media massa. Bahasa baku mencerminkan kedisiplinan berbahasa dan bertujuan untuk menciptakan keseragaman serta kejelasan dalam penyampaian pesan. Sebaliknya, kata tidak baku lebih banyak muncul dalam interaksi sehari-hari, percakapan santai, serta tulisan nonformal yang tidak mengutamakan ketepatan struktur bahasa.
Secara linguistik, kata baku berasal dari hasil pembakuan bahasa yang dilakukan melalui proses seleksi dan kodifikasi oleh lembaga kebahasaan resmi. Kata tidak baku sering muncul dari pengaruh bahasa daerah, bahasa asing, atau kesalahan pelafalan yang kemudian terbawa menjadi kebiasaan masyarakat. Meskipun tidak dianggap benar dalam konteks formal, kata tidak baku tetap hidup dalam masyarakat karena sifatnya yang luwes dan mudah diterima dalam komunikasi lisan.
Memahami perbedaan antara kata baku dan tidak baku sangat penting agar seseorang dapat menggunakan bahasa dengan tepat sesuai situasi. Dalam konteks pendidikan, pemerintahan, maupun dunia kerja, penggunaan bahasa baku akan menunjukkan profesionalisme dan kecermatan. Oleh karena itu, kemampuan membedakan serta menerapkan bentuk kata yang sesuai merupakan bagian penting dari keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Advertisement
QnA tentang Contoh Kata Tidak Baku
Q: Apa yang dimaksud dengan kata tidak baku?
A: Kata tidak baku adalah kata yang penulisannya tidak sesuai dengan kaidah resmi Bahasa Indonesia, baik dari segi ejaan maupun bentuknya. Kata-kata ini umumnya digunakan dalam situasi informal atau sehari-hari.
Q: Apa penyebab munculnya kata tidak baku dalam komunikasi sehari-hari?
A: Kata tidak baku sering muncul karena pengaruh kebiasaan masyarakat dalam berbicara, pengaruh bahasa daerah, kesalahan penulisan, atau kemudahan pelafalan yang tidak sesuai dengan aturan resmi.
Q: Dalam situasi apa penggunaan kata tidak baku sebaiknya dihindari?
A: Kata tidak baku sebaiknya dihindari dalam penulisan akademik, surat resmi, pidato formal, atau dokumen pemerintahan. Penggunaan kata baku diperlukan agar komunikasi lebih jelas, kredibel, dan sesuai standar bahasa.
Q: Apakah kata tidak baku selalu salah digunakan?
A: Tidak selalu. Dalam percakapan santai, novel, dialog film, atau media sosial, penggunaan kata tidak baku masih bisa diterima asalkan konteksnya tidak formal. Namun, penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan audiens dan tujuan komunikasi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/2378469/original/055253400_1737413276-IMGE9883.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3262602/original/079286300_1602217662-photo-1488190211105-8b0e65b80b4e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)