Liputan6.com, Jakarta Dalam ilmu tajwid terdapat hukum bacaan mad. Melansir jurnal dipublikasikan Jurnal Moderasi Beragama dan Kebudayaan Islam Vol.01, no,2 (2021), ilmu tajwid adalah ilmu yang digukanan untuk memperbaiki ataumemperindah mengucapkan setiap huruf dan makhraj (tempat keluarnya). Ilmu tajwid merupakan salah satu ilmu terpenting tentang kaidah-kaidan dan yang digunakan mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar.
Mad adalah hukum bacaan di mana suatu huruf dibaca lebih panjang dari huruf lainnya karena suatu ketentuan. Ada banyak jenis hukum bacaan mad, salah satunya adalah mad iwad.
Mengutip buku Pelajaran Ilmu Tajwid (2017) ditulis oleh Rois Mahfud, mad memiliki dua pengertian yaitu secara bahasa dan istilah. Mad secara bahasa adalah panjang sedangkan menurut istilah mad ialah membaca panjang huruf hijaiyah di dalam Al-Qur'an karena bertemu salah satu huruf bacaan mad (hamzah, wawu dan ya) dan untuk ketukannya tergantung pada mad itu sendiri.
Advertisement
Contoh mad iwad juga cukup banyak ditemukan dalam Alquran. Bahkan contoh mad iwad juga dapat ditemukan dalam Alquran Juz 30 atau Juz Amma. Namun sebelum itu, penting juga untuk mengetahui apa itu hukum bacaan mad.
Mad adalah salah satu hukum tajwid, di mana suatu huruf harus dibaca lebih panjang dari huruf lainnya karena suatu ketentuan. Hukum bacaan mad biasanya ditandai dengan adanya huruf seperti hamzah, wawu, dan yak, yang terletak setelah uruf yang harus dibaca panjang.
Setidaknya ada 14 jenis hukum bacaan mad yang ada dalam Alquran. Namun dalam artikel ini pembahasan akan lebih fokus pada mad iwad saja. Berikut ini adalah penjelasan lebih menyeluruh mengenai mad iwad seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (11/6/2025).
Pengertian Mad Iwad
Istilah mad iwad teridri dari dua kata, yakni mad dan iwad. Mad secara bahasa artinya panjang, sedangkan iwad artinya pengganti. Secara istilah mad iwad ialah berhenti pada tanwin fathah di akhir ayat. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa mad iwad merupakan acaan panjang pada akhir kata (kalimat) sebagai ganti dari suara tanwin fathah yang tidak lagi berbungi lagi karena bacaan diwaqofkan.
Dalam penjelasan lain dikutip dari jurnal berjudul Faedah Mempelajari dan Membaca Al-Quran dengan Tajwid, mad iwad yaitu jika ada fathatain pada akhir kata yang diwaqafkan (dibaca berhenti), maka tanwinnya diganti mad tabi'i.
Ketentuan hukum mad iwad berlaku apabila fathahtain ( ـً ) pada akhir kata karena Waqaf (berhenti) dan dibaca mad sebagai pengganti tanwin, sehingga harakat tanwin tidak lagi dibunyikan. Adapun cara membaca hukum mad iwad adalah dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat/ketukan, seperti panjang mad thobi’i.
Penting untuk diketahui bahwa hukum mad iwad tidak berlaku pada bacaan Ta’ Marbuthah (ىة , ة). Apabila ada Ta’ Marbutah berharakat fathahtain (ـً) dan diwaqafkan, maka membacanya harus mengubah Ta’ Marbuthah menjadi Ha’ (ه, ىه) sukun/mati.
Merupakan bagian dari ilmu tajwid, melansir jurnal di JOM FTK UNIKS, Volume. 3, Nomor 2, Januari 2023, adapun tujuan dari mempelajari ilmu tajwid ini adalah agar membangun pemahaman terhadap kaidah membaca ayat–ayat Al-Qur’an yang baik dan benar (fasih) sesuai dengan apa-apa yang telah diajarkan oleh Nabi SAW agar lisan terjaga dari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dan Al-Qur’an juga itu terjaga dari kesalahan saat dibaca
Advertisement
Contoh Mad Iwad
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133006/original/061991800_1589907669-2642086.jpg)
Untuk lebih memahami apa itu hukum bacaan mad iwad, akan lebih mudah jika kita melihat langsung contoh mad iwad. Contoh mad iwad dapat dengan mudah kita temukan dalam Alquran. Bahkan contoh mad iwad dapat kita temukan dalam Alquran Juz 30 atau Juz Amma. Adapun contoh mad iwad dalam Juz Amma antara lain adalah sebagai berikut:
1. QS Al-Adiyat ayat 1
وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
wal-‘ādiyaati ḍab-ḥaa
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan ضَبْحًاۙ.
2. QS Al-Adiyat ayat 2
فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ
fal-mụriyaati qad-ḥaa
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan قَدْحًاۙ.
3. QS Al-Adiyat ayat 3
فَالْمُغِيْرٰتِ صُبْحًاۙ
fal-mugīrāti ṣub-ḥā
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan صُبْحًاۙ.
4. QS Al-Adiyat ayat 4
فَاَثَرْنَ بِهٖ نَقْعًاۙ
fa aṡarna bihī naq’ā
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan نَقْعًاۙ.
5. QS Al-Adiyat ayat 5
فَوَسَطْنَ بِهٖ جَمْعًاۙ
fa wasaṭna bihī jam’aa
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan جَمْعًاۙ.
Contoh Mad Iwad
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3124367/original/093547900_1589173182-shutterstock_1532101976.jpg)
6. QS Al-Insyirah ayat 5
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Fa inna ma'al usri yusraa
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan يُسْرًا.
7. QS An-Nasr ayat 2
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ في دِيْنِ اللَّهِ أَفْوَاجًا
Wa ra'aitan-naasa yadkhulūna fī dīnillāhi afwaaja
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan أَفْوَاجًا.
8. QS An-Nasr ayat 3
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا
Fasabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfirh, innahuu kāna tawwaabaa.
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan كَانَ تَوَّابًا.
9. QS Al-Balad ayat 6
يَقُوْلُ اَهْلَكْتُ مَالًا لُّبَدًاۗ
Yaqụlu ahlaktu mālal lubadaa
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan لُّبَدًا.
10. QS Al-Ahzab ayat 3
وَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗوَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلً
Wa tawakkal 'alallāh, wa kafā billaahi wakīlaa
Contoh mad iwad dalam ayat tersebut terdapat pada bagian akhir ayat, tepatnya pada bacaan وَكِيْلًا.
Demikian sejumlah contoh mad iwad dalam Alquran. Dari sejumlah contoh mad iwad tersebut dapat dipahami bahwa mad iwan merupakan hukum bacaan panjang dalam Alquran yang sebagian besar berada di akhir ayat. Ini Karena hukum mad iwad berlaku jika fathahtain ( ـً ) pada akhir kata karena Waqaf (berhenti) dan dibaca mad sebagai pengganti tanwin, sehingga harakat tanwin tidak lagi dibunyikan. Adapun cara membaca hukum mad iwad adalah dibaca dengan panjang 1 alif atau 2 harakat/ketukan, seperti panjang mad thobi’i.
Advertisement
Q & A
Apa itu Mad Iwad?
Mad Iwad adalah mad atau bacaan panjang yang terjadi karena fathah tanwin (ـً) di akhir kata yang dihentikan (waqaf), sehingga dibaca panjang dua harakat (dua ketukan) dan huruf akhirnya berubah menjadi alif (aa).
Apa hukum membaca Mad Iwad?
Hukum Mad Iwad adalah wajib dibaca panjang dua harakat saat berhenti di akhir kata (waqaf). Namun jika dibaca sambung, tidak berlaku mad dan tetap dibaca tanwin biasa.
Apa tanda-tanda Mad Iwad dalam mushaf?
Tandanya:
- Muncul di akhir kata yang diakhiri fathatain (ـً)
- Jika diwaqafkan, tanwin diganti dengan alif mati (ـا)
- Biasanya terdapat tanda waqaf (berhenti) di akhir ayat atau akhir kalimat
Apa saja huruf yang bisa mengalami Mad Iwad?
Semua huruf kecuali huruf ta marbuthah (ة) di akhir kata. Jika kata berakhir dengan ta marbuthah, maka tidak dibaca Mad Iwad, melainkan diwaqafkan dengan bunyi "h" mati.
Bagaimana cara membaca Mad Iwad dengan benar?
Jika berhenti (waqaf) di akhir kata yang berakhiran fathatain, bacaan diubah menjadi alif panjang (aa) dan dibaca sepanjang dua harakat, contohnya:
كِتَابًا → kitaabaa (bukan kitaaban)
عَذَابًا → ‘adzaabaa
Apa perbedaan Mad Iwad dengan mad lainnya?
Mad Iwad hanya berlaku saat waqaf dan berasal dari tanwin fathah, sedangkan mad lain seperti mad thabi'i, mad wajib muttashil, dll., memiliki sebab dan letak yang berbeda serta bisa berlaku dalam sambungan bacaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3393764/original/042606800_1614925042-sitting-woman-reading-quran_23-2147794169__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403886/original/091287400_1615978933-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553186/original/075515900_1775911814-IMG-20260410-WA0016_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523352/original/069144700_1772804015-WhatsApp_Image_2026-03-06_at_16.21.40__1_.jpeg)