Sukses

Ikuti Wanita yang Mengaku Terima 'Wahyu', 20 Orang Ini Dikabarkan Hilang di Hutan

Liputan6.com, Jakarta Berita tentang seseorang yang mengaku Nabi atau menerima 'wahyu' dari Tuhan seringkali kita dengar. Bahkan, orang-orang seperti itu ada di penjuru dunia. Seperti yang terjadi di Venezuela. Dilaporkan ada 20 orang, termasuk lima anak-anak, masih hilang setelah melakukan upacara spiritual yang dipimpin oleh seorang wanita yang mengatakan dunia akan berakhir.

Melansir Daily Mail, wanita berusia 57 tahun itu dikabarkan awalnya membujuk 40 orang di kota Tachira, La Grita. Ia membujuk orang-orang tersebut untuk bergabung dengan kelompoknya dalam mengadakan kegiatan spiritual di Taman Nasional Juan Pablo Penaloza pada 22 Agustus, lapor surat kabar La Nacion.

Wanita tersebut diduga memberi tahu kelompok itu bahwa mereka akan mengadakan upacara spiritual untuk bertemu 'dewa' di area taman yang dirahasiakan. Mereka yang menghadiri upacara itu seharusnya pulang ke rumah pada Kamis lalu, tetapi dilaporkan hilang setelah tidak kembali ke rumah masing-masing.

Menurut laporan La Nacion, beberapa individu mulai menarik diri dari grup setelah melihat wanita itu bertingkah aneh dan memerintahkan anggota grup untuk membuang ponsel mereka. Berikut ini kisah lengkapnya yang dilansir Liputan6.com dari Daily Mail, Senin (12/9/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kerahkan tim pencarian

Pihak berwenang mengatakan pada hari Rabu bahwa sembilan orang yang hilang berasal dari keluarga yang sama dan kelompok itu bepergian dengan dua kendaraan.

Walikota La Grita Juan Carlos Escalante mengatakan 160 anggota tim pencarian dan penyelamatan dan lembaga penegak hukum sedang mencari kelompok tersebut. Drone dan anjing pelacak juga dikerahkan untuk memperluas area pencarian.

Senin lalu, pihak berwenang menemukan sebuah peternakan yang ditinggalkan di mana ada beberapa potong pakaian dan makanan yang tersisa di daerah tersebut. Menurut penduduk setempat, wanita tersebut telah membentuk kelompok agamanya sendiri yang kerap berkumpul untuk mengadakan sesi doa bagi mereka yang menderita penyakit.

3 dari 3 halaman

Praktik keagamaan yang menyimpang

Sejumlah warga mengatakan, kelompok tersebut mengubah aktivitasnya dari praktik keagamaan menjadi fanatisme dengan anggotanya yang sering memukul dada jika berbicara tentang keyakinan agama kelompok tersebut.

Sejak Maret lalu, tidak ada anggota kelompok yang diizinkan menonton televisi dan dipaksa berdoa pada pukul 3 pagi setiap hari, situs berita Venezuela Impacto melaporkan.

Umat ​​perempuan dihimbau untuk mencuci rambut dan tidak menampakkan wajah saat keluar rumah. Wanita yang mengaku menerima 'wahyu' tersebut dikatakan belum menikah dan melakukan kegiatan kelompoknya di warung makan milik adiknya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS