Tahapan Cara Mendarat yang Benar dalam Lompat Jauh adalah, Perhatikan Keseimbangan

Cara mendarat yang benar dalam lompat jauh adalah tidak mudah dilakukan bagi pemula.

Diperbarui 13 Juni 2025, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Melompat merupakan salah satu gerakan dasar yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, saat gerakan melompat diubah menjadi suatu cabang olahraga, seperti lompat jauh, maka keterampilan teknis dan koordinasi tubuh sangat diperlukan. Lompat jauh bukan sekadar tentang sejauh apa seseorang bisa melompat, tetapi juga bagaimana setiap tahapan dilakukan dengan tepat, termasuk mendarat.

Dalam lompat jauh, kemampuan mendarat dengan benar menjadi faktor penting untuk menentukan hasil akhir lompatan. Jika teknik pendaratan dilakukan secara keliru, bukan hanya jarak lompatan menjadi tidak maksimal, namun risiko cedera pun dapat meningkat. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai teknik pendaratan harus diajarkan sejak dini kepada para pelajar maupun atlet pemula.

Liputan6.com akan membahas secara lengkap tentang tahapan cara mendarat yang benar lompat jauh,  termasuk pembahasan tentang tahapan tolakan dan melayang sebelum mendarat, serta hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan lompat jauh. Ulasan ini bersumber dari Buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2014, Jumat (2/9/2022).

 

Cara Mendarat yang Benar dalam Lompat Jauh adalah Memperhatikan Keseimbangan Tubuh

Pendaratan dalam lompat jauh merupakan tahap akhir dari rangkaian gerakan lompatan. Meski terletak di tahap terakhir, pendaratan memegang peranan penting dalam menentukan hasil jarak lompatan. Berikut adalah langkah-langkah pendaratan yang benar menurut buku PJOK Kelas XI:

  1. Kedua kaki diluruskan ke depan secara rapat. Tungkai kaki harus disiapkan dalam posisi sejajar, dengan telapak kaki menghadap ke bawah atau ke depan arah pendaratan.
  2. Lutut agak ditekuk dan posisi badan condong ke depan. Hal ini berguna untuk menjaga keseimbangan tubuh dan meminimalkan kemungkinan tubuh terjatuh ke belakang setelah mendarat, yang dapat mengurangi jarak lompatan.
  3. Kedua lengan lurus ke depan. Fungsi lengan dalam posisi ini adalah untuk menjaga stabilitas serta mempermudah mengontrol gerak tubuh saat kontak dengan pasir.
  4. Mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan dan mengeper. Tujuannya adalah untuk meredam benturan saat kaki menyentuh permukaan pasir dan menghindari cedera.
  5. Pandangan ke depan. Pandangan tidak boleh tertuju ke bawah, karena dapat menyebabkan keseimbangan tubuh terganggu saat pendaratan.

Kesalahan yang sering terjadi saat mendarat, menurut buku PJOK, antara lain:

  • Mendarat tidak dengan dua kaki.
  • Badan tidak terdorong ke depan setelah mendarat.
  • Setelah mendarat, tubuh kembali ke belakang melewati garis tolakan.
  • Kaki atau badan tidak rileks dan tidak seimbang.
  • Tidak ada gerak lanjut setelah mendarat.

Tahapan Tolakan dan Melayang Sebelum Mendarat

Sebelum mencapai tahap mendarat, seorang pelompat harus melalui tahapan penting lainnya, yaitu tolakan dan sikap melayang. Kedua tahap ini sangat mempengaruhi bagaimana pendaratan akan terjadi.

1. Tahap Tolakan

Tahap tolakan dilakukan ketika pelompat mencapai papan tolakan. Berikut teknis pelaksanaannya:

  1. Tolakan dilakukan dengan satu kaki terkuat, menggunakan ujung telapak kaki, bukan tumit.
  2. Lutut sedikit dibengkokkan, pinggang condong ke depan.
  3. Kaki ayun bergerak ke depan, menciptakan momentum untuk mengangkat tubuh.
  4. Ayunan kedua lengan ke depan sangat membantu dalam menjaga keseimbangan.
  5. Pandangan fokus ke arah pendaratan agar tubuh tetap stabil.

Kesalahan umum saat tolakan:

  • Tolakan melebihi papan.
  • Menumpu dengan dua kaki.
  • Tolakan tidak menggunakan kaki terkuat.
  • Badan terlalu kaku dan tidak rileks.

2. Tahap Melayang

Tahap ini adalah fase di mana pelompat berada di udara setelah melakukan tolakan. Posisi tubuh selama melayang menentukan kestabilan dan persiapan pendaratan.

Terdapat tiga gaya dalam sikap melayang:

  1. Gaya Jongkok: Badan sedikit membungkuk ke depan, kedua tangan lurus ke depan, lutut ditekuk, telapak kaki menghadap ke bawah.
  2. Gaya Menggantung (Hang Style): Kedua tangan di atas kepala, kaki menggantung lurus ke bawah.
  3. Gaya Berjalan di Udara: Melibatkan gerakan seperti berjalan, kaki diayun secara bergantian, memberikan momentum ekstra.
  4. Dalam ketiga gaya tersebut, pelompat harus menjaga keseimbangan, tidak terlalu tinggi dalam lompatan, serta mengontrol gerak tubuh agar posisi saat mendarat optimal.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Lompat Jauh

Agar gerakan lompat jauh berjalan efektif dan aman, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelompat:

  • Sikap tubuh harus rileks selama melakukan awalan hingga mendarat. Sikap tubuh yang terlalu kaku justru menghambat performa dan menambah risiko cedera.
  • Lari awalan harus lurus dan cepat, dengan langkah yang konsisten dan bertahap meningkat kecepatannya.
  • Papan tolakan tidak boleh dilewati. Tolakan harus tepat di atas papan untuk menghindari diskualifikasi.
  • Koordinasi gerakan lengan dan kaki sangat penting selama proses melayang hingga pendaratan.
  • Lakukan latihan berulang-ulang, mulai dari gerakan satu tahap hingga keseluruhan, agar tubuh terbiasa dan terbentuk refleks alami saat berlomba.

FAQ Tentang Lompat Jauh

1. Apa tujuan utama dari olahraga lompat jauh?

Tujuannya adalah untuk melompat sejauh mungkin dari titik tolakan hingga titik pendaratan, dengan teknik yang benar dan aman.

2. Apa yang harus dilakukan jika pelompat mendarat dengan satu kaki?

Itu merupakan kesalahan teknik. Pendaratan harus dilakukan dengan dua kaki bersamaan dalam posisi seimbang untuk hasil terbaik.

3. Gaya mana yang paling mudah dilakukan pemula saat melayang di udara?

Gaya jongkok biasanya lebih mudah dikuasai oleh pemula karena lebih sederhana dalam koordinasi gerak tubuh.

4. Apakah pelompat boleh menggunakan dua kaki untuk tolakan?

Tidak boleh. Tolakan dalam lompat jauh harus dilakukan dengan satu kaki yang terkuat di atas papan tolakan.

5. Mengapa latihan pendaratan sangat penting dalam lompat jauh?

Karena kesalahan pendaratan dapat menyebabkan cedera dan mengurangi hasil jarak lompatan secara signifikan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6