Sukses

Kuantitatif Adalah Penelitian Berdasarkan Angka dan Statistik, Pahami Tujuannya

Liputan6.com, Jakarta Kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang umum. Penelitian kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang bersifat objektif, mencakup pengumpulan dan analisis data kuantitatif serta menggunakan metode pengujian statistik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian kuantitatif adalah sebuah konsep berdasarkan jumlah atau banyaknya. Kuantitatif adalah kata sifat yang berarti sesuatu yang dapat diukur. 

Sederhananya, penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berkaitan dengan angka dan statistik. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. 

Berikut Liputan6.com ulas mengenai pengertian kuantitatif menurut para ahli beserta tujuan dan jenis-jenisnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (3/6/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Pengertian Kuantitatif Menurut Para Ahli

Secara umum, metode penelitian kuantitatif adalah penelitian yang berkaitan dengan angka-angka yang dianalisis dengan teknik statistik untuk menganalisa hasilnya. Sementara itu, pengertian metode penelitian kuantitatif menurut para ahli adalah seperti berikut:

Emzir (2009)

Penelitian kuantitatif adalah sebuah metode pendekatan yang secara pokok menggunakan postpositivist dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, seperti berkaitan sebab akibat, reduksi kepada variabel, dan hipotesis. Yang mana hal tersebut menggunakan strategi penelitian seperti survai dan eksperimen yang memerlukan data statistik.

Arikunto (2012)

Penelitian kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang banyak menggunakan angka-angka, mulai dari mengumpulkan data, penafsiran terhadap data yang diperoleh, serta pemaparan hasilnya.

Sugiyono (2017)

Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.

Wiratna Sujarweni (2014)

Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik atau cara lain dari kuantifikasi (pengukuran).

3 dari 5 halaman

Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Mengutip dari buku berjudul Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (2020), karakteristik penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan pola berpikir deduktif (rasional-empiris atau top-down) yang berusaha memahami suatu fenomena dengan cara menggunakan konsep-konsep umum untuk menjelaskan fenomena-fenomena tertentu yang bersifat khusus.

2. Logika yang dipakai adalah logika positivistik atau positivisme.

3. Proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan.

4. Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah untuk menyusun ilmu nomotetik, yaitu ilmu yang berupaya membuat hukum-hukum dari generalisasinya.

5. Subjek yang diteliti, data yang dikumpulkan, dan sumber data yang dibutuhkan serta alat pengumpul data yang dipakai sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

6. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran-pengukuran dengan alat yang objektif dan sudah baku.

7. Melibatkan penghitungan angka atau kuantifikasi data.

8. Peneliti menempatkan diri secara terpisah dengan objek penelitian. Artinya, dirinya tidak terlibat secara emosional dengan subjek penelitian.

9. Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul.

10. Dalam analisis data, peneliti dituntut untuk memahami teknik-teknik statistik.

11. Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, lepas dari konteks waktu dan situasi.

12. Penelitian kuantitatif disebut juga penelitian ilmiah.

4 dari 5 halaman

Tujuan Penelitian Kuantitatif

Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam tujuan penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif banyak digunakan baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan.

Penelitian kuantitatif adalah metode pengukuran data kuantitatif dan statistika objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka.

5 dari 5 halaman

Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif

Menurut Creswell, jenis-jenis penelitian kuantitatif dibedakan menjadi dua jenis yaitu:

1. Penelitian Survei

Penelitian survei dilakukan dengan cara mengambil sampel satu populasi untuk meneliti gejala-gejala suatu kelompok atau perilaku individu. Umumnya, survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Semakin besar suatu sampel, maka hasilnya semakin mencerminkan populasi. Penelitian survei mencakup penelitian cross-sectional dan longitudinal. Penelitian cross-sectional seringkali disebut penelitian sekali bidik atau one snapshot, yaitu penelitian yang menggunakan pengumpulan data pada suatu titik waktu tertentu. Sedangkan penelitian longitudinal adalah pengumpulan data yang dilakukan selama suatu periode waktu tertentu yang relatif lama dan dilakukan secara terus menerus.

2. Penelitian Eksperimen

Eksperimen merupakan suatu rancangan penelitian yang mengidentifikasi hubungan kausal. Tujuannya untuk mengisolasi dan melakukan kontrol terhadap setiap kondisi yang relevan dengan situasi yang diteliti. Dalam pelaksanaannya, peneliti melakukan pengamatan terhadap suatu efek atau pengaruh ketika kondisi-kondisi tersebut dimanipulasi. Perubahan atau manipulasi dilakukan terhadap variabel bebas dan pengaruhnya diamati pada variabel terikat.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS